Duta Besar RI Seoul Mengundang Tim Indonesia Pemenang kejuaraan “Green Car”

greencar5

Pada hari Selasa  tanggal 27 Mei 2014 Duta Besar RI untuk Korea Selatan, John A. Prasetio mengundang Tim Garuda Universitas Negeri Jogyakarta ke Wisma Duta RI. Undangan tersebut untuk beramah tamah sekaligus mengucapkan selamat atas prestasi Tim atas kemenangannya sebagai juara I dalam katagori akselerasi pada International Student Green Car Competition pada 24 Mei lalu. Tim terdiri dari 20 mahasiswa anggota tim mobil Garuda UNY, 2 dosen pembimbing, Wakil Dekan Fakultas Teknik, dan Wakil Rektor II UNY.

Duta Besar Indonesia untuk Korea, memilih untuk berbincang-bincang tanpa ada urutan acara yang formal. Ia menyambut tim dengan video kerja sama Indonesia-Korea yang sudah terjalin selama ini. Dubes mengungkapkan bahwa banyak sekali nilai-nilai moral dari orang Korea yang dapat dipelajari guna memajukan Indonesia."Pada tahun 1960an,  Korea berjuang. Tidak lebih maju dari Indonesia saat itu, tapi dengan semangat yang ada, sekarang bahkan Korea jauh lebih maju dari tanah air kita," ujar Dubes John di sela-sela sesi ramah tamah.

Wakil Rektor II UNY Moch. Alip menyampaikan bahwa pihak UNY kemungkinan akan menjalin kerjasama dengan beberapa universitas atau mengirim mahasiswanya mengikuti kompetisi-kompetisi di Korea Selatan. "Kami meminta bantuan kepada pihak Kedubes untuk membantu mengoptimalkan kesempatan yang dapat diraih di Korea," harapnya. Dubes John mengiyakan harapan itu dan menambahkan. "Terima kasih kami ucapkan. Karena dengan seperti itulah, sebenarnya bapak dan adik-adik turut membantu tugas kami disini untuk membuat Indonesia dihargai di negeri orang lain," ujarnya.

Setelah sesi ramah tamah tersebut, Dubes John mengajak mahasiswa dan dosen berfoto bersama dengan pihak Kedutaan Besar. Beberapa mahasiswa mengantre untuk foto berdua dengan beliau. "Kesempatan ini sangat langka. Kami sangat bangga bisa diterima oleh Bapak Dubes langsung. Beliau sangat ramah dan kaya akan nasihat," ujar Rahma, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim mobil Garuda UNY. Acara ditutup dengan tukar menukar cindera mata, ramah tamah dan photo bersama.

Duta Besar RI Seoul Menyampaikan Sambutan pada Dies Natalies ke 50 HUFS

SambutanHUFS2

Pada tanggal 15 Mei 2014, jurusan Indonesia-Melayu Hankuk University for Foreign Studies (HUFS) menyelenggarakan Dies Nataliesnya yang ke 50. Dalam rangka hal tersebut jurusan tersebut menyelenggarkan seminar internasional yang berjudul Bridging the Unbridgeable: Changing Paradigm in Malay-Indonesian Studies.

Pada pembukaan acara tersebut Duta Besar RI Seoul. H.E Bapak John A. Prasetio berkenan hadir untuk menyampaikan kata sambutan. Pada sambutannya Duta Besar menyambut baik kegitan tersebut dan menyinggung mengenai hubungan Indonesia dan Korea Selatan yang telah berlangsung cukup lama. Pada tahun dibukanya jurusan tersebut yaitu pada tahun 1964 kondisi ekonomi dari kedua negara hampir sama di mana GDP perkapita antara Indonesia dan Korea Selatan masih rendah dan kedua negara masih termasuk negara miskin namun setelah 50 tahun kemudian Korea Selatan telah menjelma menjadi raksasa ekonomi dunia dan menjadi salah satu negara maju dan kita sebagai bangsa perlu belajar dari keberhasilan bangsa ini.

Pada kesempatan tersebut Duta Besar atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedy tenggelamnya Ferry Sewol. Selanjutnya menyinggung mengenai jurusan tersebut Duta besar juga menyampaikan bahwa melalui pengenalan bahasa dan budaya masing masing maka merupakan jembatan bagi kedua bangsa untuk saling mengenal satu sama lain bukan hanya bahasa dan budaya namun aspek-aspek kehidupan lainnya.

Selain Duta besar pada pembukaan seminar internasional tersebut juga menyampaikan kata sambutan rektor HUFS, Prof. Kim In Chul dan ketua jurusan Indonesia dan Malaysia, Prof. Koh Young Hun. Hadir pada seminar tersebut 120 orang akademisi dari Indonesia, Malaysia, Thailand, China dan Jepang. (KBRI Seoul)

 

Produk Makanan Terbaik Indonesia Tampil Pada Pameran Makanan dan Minuman Terbesar di Korea Selatan

Seoulfood20142

Dalam upaya untuk mengenjot peningkatan ekspor produk non-migas unggulan Indonesia ke Korea Selatan, khususnya produk makanan dan minuman, KBRI/ Atase Perdagangan Seoul, Korea Selatan bekerjasama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) – Busan dan dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan ikut berpartisipasi pada pameran Seoul Food & Hotel 2014 yang berlangsung dari tanggal 13 s/d 16 Mei 2014 bertempat di KINTEX, Seoul Korea Selatan.

Pameran Seoul Food & Hotel 2014, selain diikuti oleh peserta dari Korea Selatan juga diikuti oleh perusahaan dari manca Negara, yang berasal dari 45 negara, dengan total seluruh peserta sebanyak 1.300 perusahaan. Meskipun masih dalam kondisi prihatin akibat tragedi tenggelamnya ferry sewol beberapa waktu yang lalu, namun acara pembukaan pameran pagi ini tanggal 13 Mei 2014 berlangsung cukup semarak. Bapak Duta Besar RI untuk Korea Selatan Bapak John A. Prasetio hadir sebagai pimpinan delegasi Indonesia. Dari pemerintah Korea turut hadir Wakil Menteri Perdagangan Industri dan Energi Korea Mr. Kim Jae-Hong, President Kotra Mr. Young Ho Oh dan juga turut hadir tamu-tamu VIP duta besar Negara-negara sahabat.

Produk makanan Indonesia sudah cukup dikenal di Korea Selatan, sector makanan dan minuman menjadi salah satu bisnis yang berkembang di Korea Selatan. Sehingga sector ini menjadi target pasar bagi pelaku usaha makanan dan minuman Indonesia, dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekspor ke Negara ini. Melalui pameran ini importer, agen-agen penjualan, distributor produk makanan dan minuman di Korea Selatan dapat bertemu langsung dengan eksportir produk makanan dan minuman terbaik dari Indonesia.
Korea Selatan adalah Negara dengan penduduk sebesar 50 juta jiwa, dengan pendapatan perkapita sebesar $ 33.200, dengan daya beli yang tinggi tersebut menjadikan Korea pasar yang sangat potensial untuk berbagai macam produk termasuk produk makanan dan minuman. Dengan memanfaatkan peluang pada pameran ini, diharapkan produk makanan dan minuman Indonesia akan lebih dikenal secara luas di Korea Selatan.

Total ekspor Indonesia ke Korea Selatan dalam 5 (lima) tahun terakhir periode 2009/2013 menunjukan trend pertumbuhan positif sebesar 8,9%, dengan total nilai eskpor pada tahun 2013 tercatat sebesar US$ 11,4 milyar, yang mana 53% diantaranya adalah eskpor produk non-migas. Sementara itu walaupun share nilai ekspor produk makanan relative masih kecil yaitu sebesar 1,14% dari total ekspor produk non-migas, akan tetapi dalam periode 5 (lima) tahun terakhir menunjukan trend pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu sebesar 10,85%, lebih tinggi dari trend pertumbuhan eskpor secara keseluruhan. Tercatat nilai ekspor produk makanan dan minuman pada tahun 2013 ke Korea Selatan mencapai nilai sebesar US$ 69,07 juta.

Pada pameran ini booth Indonesia mengusung tema "Trade with Remarkable Indonesia", dibangun di atas lahan seluas 90 m2. Booth Indonesia menampilkan 9 (Sembilan) perusahaan makanan dan minuman terkemuka Indonesia, yaitu : PT.Garuda Food International; PT. Aksara Kencana Prima; Sungai Budi Group; PT. Mulia Boga Raya; PT. Dua Kelinci; PT. Inti Sari International; Purnama CV; PT. Fortunium; dan PT. Pondan Pangan Makmur Indonesia. Adapun produk yang dipamerkan diantaranya adalah minyak sayur, makanan ringan (kacang), biskuti, madu, teh, kopi, keju, cake mix, pudding, ice cream dan lain-lain.

Kepada setiap peserta diberikan fasilitasi berupa stand dengan ukuran 3 x 3 m2 dengan desain khusus. Keikutsertaan pada pameran ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah frekuensi kontak, dan kontrak dagang antara peserta dari Indonesia dengan pembeli dari luar negeri khususnya dari Korea Selatan, serta juga untuk meningkatkan peran dunia usaha dalam penetrasi pasar dan promosi ekspor. Melalui promosi ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan produk Indonesia kepada para buyer internasional sebagai salah satu produsen dan pemasok produk makanan dan minuman olahan, serta menjadi wadah penghubung untuk menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan antara para produsen Indonesia dengan pelaku usaha di manca negara.
Pameran Seoul Food & Hotel 2014 merupakan pameran internasional yang diadakan setiap tahun. Tahun lalu, pameran diikuti oleh sebanyak 1.211 perusahaan dari berbagai Negara dan dikunjungi oleh sebanyak 40.851 pengunjung dan menempati area seluas 53.541 m2. Sementara Negara yang berpartisipasi pada pameran ini berasal dari berbagai kawasan dari Asia, Eropa, Amerika, Oceania dan juga dari Afrika dan Timur Tengah. (KBRI Seoul)

Halal Bihalal Warga Negara Indonesia di Korea Selatan

kmi

Pada hari Minggu, 27 April 2014, KBRI Seoul bersama Komunitas Muslim Indonesia Korea Selatan menyelanggarakan silahturahmi dan sosialisasi aturan ketenagakerjaan bertempat di KBRI Seoul. Acara dihadiri oleh sekitar 200 warga negara Indonesia dari seluruh Korea Selatan. Acara dibuka oleh Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio.

Pada kesempatan tersebut Duta Besar menyambut baik diselenggarakannya acara tersebut dan mengharapkan forum-forum seperti ini dapat dilaksanakan lagi dimasa yang akan datang dengan membahas berbagai hal dan masalah yang timbul sehingga masyarakat Indonesia dapat memperoleh informasi-informasi yang berguna. Selanjutnya pada kesempatan tersebut Duta Besar juga berpesan agar seluruh masyarakat Indonesia menggunakan kesempatan bekerja di Korea Selatan untuk mengembangkan jejaring sehingga dimasa yang akan datang dapat digunakan baik untuk membuka usaha atau keperluan lainnya.

Selanjutnya acara diisi dengan beberapa sesi ceramah singkat dan tanya jawab mengenai permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan di Korea Selatan. (Pensosbud KBRI Seoul)

Pemilu Anggota Legislatif di Korea Selatan

 Dubespemilu3

Pemilu untuk memilih anggota DPR Republik Indonesia bagi Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Korea Selatan, dilaksanakan pada tanggal 6 April 2014. Daftar pemilh tetap yang terdaftar di Korea Selatan sekitar 34.302 orang.   Ada dua cara yang dilakukan Pemilu pada kali ini yaitu melalui Pos sekitar 22.000 orang dan sisanya diharapkan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bagi WNI yang melaksanakan Pemilu melalui post dilakukan karena alamat yang bersangkutan cukup jauh dari TPS, sehingga akan lebih mudah baginya jika dilaksanakan melalui pos. Hal tersebut untuk meningkatkan tingkat partisipasi WNI dalam Pemilu. Selain itu hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat Golput.

Ada lima kota di Korea sebagai TPS yaitu Seoul, Ansan, Incheon, Gimhae, Daegu dan satu drop box di pulau Jeju. Pada Pemilu melibatkan semua pemilih merupakan tantangan terbesar, karena lokasi-lokasi warga negara Indonesia di Korea tersebar dimana-mana. Terlebih lagi, ada banyak keterbatasan terutama dalam pendataan yang ada. Misalnya, banyak warga negara Indonesia yang sering berpindah tempat kerja tanpa memberitahukan dimana tempat kerja yang baru kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), sehingga banyak data yang tidak terupdate.

Namun demikian kepada siapa saja warga negara Indonesia agar ikut berpartisipasi dalam Pemilu kali ini. Panitia PPLN bekerja sama dengan KBRI Seoul akan berusaha memfasilitasi hak pilih setiap warga negara Indonesia yang berada di Korea. Berbagai cara telah dilakukan misalnya dari pengiriman surat-suara ke daerah-daerah yang jauh dari jangkauan sampai dengan pengadaan TPS di kota-kota yang banyak warga negara Indonesia tinggal.

Pelaksanaan Pemilu melalui TPS dilaksanakan serentak di 5 kota tersebut di atas. TPS dibuka pada jam 09.00 dan ditutup pada jam 17.00. Pada TPS KBRI Seoul tampak, Bapak Duta Besar, John A. Prasetio dan Ibu hadir berpartisipasi untuk memberikan suaranya. Begitu juga staf KBRI Seoul serta masyarakat Indonesia yang berdomisili di sekitar Seoul. TPS-TPS lainnya juga cukup banyak dikunjungi oleh WNI yang ingin melaksanakan haknya untuk memberikan suara. Untuk penghitungan suara keseluruhan akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014. (KBRI Seoul)

Penghargaan Kepada Pengusaha-Pengusaha Terkemuka Korea Selatan oleh Kepala BKPM dan Dubes RI Seoul.

PlakatLotte

Pada tanggal 18 Maret 2014, bertempat di Wisma Duta KBRI Seoul, pemerintah Indonesia memberikan penghargaan kepada 3 orang pengusaha terkemuka Korea Selatan atas sumbangan dan peran sertanya dalam memajukan hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan khususnya di bidang ekonomi. Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), H.E. Mahendra Siregar dan Duta Besar RI H.E. John A. Prasetio kepada Chairman Lotte Group, Shin Dong-bin, Vice Chairman dan CEO LG International Corporation, Hee Beon Lee dan Vice Chairman dan CEO Samtan, Kang Tae- whan.

Upacara dilakukan bersamaan dengan temu wicara dan diskusi antara kepala BKPM dan pengusaha-pengusaha dari perusahaan terkemuka di Korea Selatan. Hadir pada pertemuan tersebut antara lain CEO dari Hankok Corporation, S.H. John Suh; Vice President Hyundai Motor, Kwang Guk Lee; President Director of SK Nusantara Global, Young Gwang Kim; CEO Korea East West Power (KEWP), Joo Ok Chang; Executive Vice President Posco Energy, Chang Dong Shin dan beberapa petinggi perusahaan terkemuka Korea Selatan lainnya seperti dari KT Corporation, Daesang Holding, Kapas dan lain-lainnya.

Pada sambutan yang disampaikan pada kesempatan tersebut ketua BKPM menyampaikan antara lain agar pengusaha Korea Selatan dapat lebih banyak lagi berinvestasi ke Indonesia. Ia juga mendorong agar perusahaan-perusahaan Korea Selatan dapat berinvestasi di luar core bisnis mereka untuk mencari peluang yang lebih besar lagi. Disampaikannya juga bahwa saat ini sektor Industri seperti pembangkit listrik, petrokimia bahkan sektor perdagangan umum juga masih banyak yang belum digarap. Acara ditutup dengan makan malam bersama. (KBRI Seoul)

Penghargaan kepada Dubes RI Seoul

Koima

Pada tanggal 27 Februari 2014, Duta Besar RI untuk Korea H. E. John A. Prasetio menerima plakat penghargaan dari Asosiasi Importir Korea (KOIMA). Penyerahan penghargaan langsung dilakukan oleh ketua asosiasi Mr. Tae Yong-shin. Penghargaan tersebut diberikan kepada Duta Besar RI atas dukungan yang terus menerus terhadap asosiasi tersebut dan kontribusinya terhadap kemajuan hubungan Indonesia dan Korea Selatan.

Penghargaan tersebut diberikan pada saat rapat umum tahunan ke 44 KOIMA. Pada saat yang bersamaan penghargaan juga diberikan kepada Duta Besar India dan Kolombia. Pada acara tersebut hadir hampir seluruh pengusaha yang tergabung dalam KOIMA. (Pensosbud KBRI Seoul)

 

E Mart Menjual Kopi Indonesia

 Kopiemart1

Pada tanggal 12 Februari 2014, bertempat di e-mart cabang Seongsu, Seoul, telah diadakan acara launching pertanda dimulainya penjualan kopi asal Indonesia dan Kenya. Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar RI, John A. Prasetio, Duta Besar Kenya untuk Korea, Kepala UNICEF Korea, dan segenap pengusaha terkait, serta diliput oleh sekitar 10 media Korea. Penjualan kopi asal Mandailing ini merupakan yang pertama kali dilakukan e-mart dengan sistem impor langsung. Pada saat ini e-mart mengimpor 2 kontainer kopi atau setara dengan 38 ton dari Indonesia dan akan ditingkatkan menjadi 5-6 kontainer setiap tahunnya. Impor dari Indonesia masih berupa biji kopi mentah dan proses produksi masih dilakukan di Korea. Namun demikian, penjualan kopi Indonesia oleh e-mart sudah merupakan suatu capaian tersendiri dan dapat lebih memperkenalkan kopi Indonesia secara lebih luas pada masyarakat Korea.

Selengkapnya...

Jamuan Menyambut Dubes Baru Negara ASEAN

foto artikel dinner dubes mal dan viet2

Pada tanggal 8 Januari 2014 Duta Besar RI, H.E. John A Prasetio menyelenggarakan makan malam bersama dalam rangka menyambut kedatangan Duta Besar Malaysia, H.E Dato' Rohana Ramli dan Duta Besar Vietnam H.E. Pham Huu Chi. Pada kesempatan tersebut hadir 35 tamu dari berbagai kalangan baik itu dari anggota parlemen, pemerintahan, intelektual maupun dari kalangan bisnis.

Dari parlemen hadir antara lain anggota perlemen Korsel yang merupakan ketua komisi yang membidangi urusan Luar Negeri Hon. Hong Joon Ahn. Sedang dari pemerintah hadir Sekjen AKC H.E. Hae Moon Chung, ex juru bicara kepresidenan H.E. Haing Kim dan wakil Menteri Luar Negeri bidang Public Relation Tai-young Cho serta para Duta Besar dan tokoh penting dari kalangan intelektual.

Dari kalangan dunia usaha hadir pada kesempatan tersebut antara lain Ho Gap-Kang yang merupakan Chairman dari Association High Potential Enterprises of Korea, yaitu asosiasi dari pengusaha-pengusaha kelas menengah dan kecil yang merupakan fokus dari program Presiden Park untuk dibantu dan di kembangkan. Selain itu hadir juga  CEO dari beberapa perusahaan besar seperti Standard Chartered, Sangyong Engineering, Dasan Network dan perusahaan besar lainnya.

Acara dimulai dengan kata sambutan pembukaan dan selamat datang dari Duta Besar RI kepada Duta Besar Malaysia dan Vietnam beserta para undangan lainnya. Acara kemudian dilanjutkan kata sambutan dari tamu kehormatan yaitu Duta Besar Malaysia dan Vietnam, lalu pidato ucapan selamat dari anggota parlemen, Ahn dan Sekjen AKC, H.E. Chung Hae Moon. Setelah itu Dr. Jin Park, yang merupakan President Asia Future Institute memaparkan situasi Korea Selatan terkini. Acara ditutup dengan makan malam dan ramah tamah. (pensosbud kbri Seoul)

Penghargaan kepada Tae Jin A

taejinaweb

Dubes RI Seoul, John A. Prasetio memberikan plakat penghargaan "Special Friend of Indonesia" kepada penyanyi Korea Selatan (Korsel) Tae Jin A, Senin 6 Januari 2014 di Wisma Duta KBRI Seoul. Tae Jin A adalah penyanyi legendaris Korsel yang juga orang tua dari penyanyi Eru yang cukup terkenal di kalangan anak muda Indonesia.

Selengkapnya...

Perayaan Natal 2013

webnatal

Masyarakat Indonesia di Korea Selatan mengadakan perayaan natal Oikumene pada tanggal 15 Desember 2013 yang lalu. Perayaan yang berlangsung di sebuah gereja di daerah Youido ini dihadiri oleh lebih dari 400 Warga Negara Indonesia yang terdiri dari pelajar, pekerja dan kalangan lainnya. Sejumlah gereja Indonesia di Korea Selatan ikut berpartisipasi dalam kepantiaan dan mempersembahkan puji-pujian dalam ibadah maupun perayaan yang kali ini mempunyai tema "Datanglah Ya Raja Damai".

Selengkapnya...

Konser musik untuk TKI

 Eruweb

Dalam rangka peringatan 40 tahun hubungan bilateral RI-Korsel, KBRI Seoul bekerja sama dengan Eru Entertainment mengadakan Konser musik untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di kota Ansan hari Minggu sore 24 Nopember 2013. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara dalam rangka merayakan 40 tahun hubungan diplomatik RI-Korsel.

Eru Entertainment dimiliki oleh penyanyi dan bintang film Korsel Eru yang terkenal di Indonesia dengan filmnya HelloGoodbye. Beberapa kali melakukan konser di Indonesia setelah terlibat dalam film HelloGoodbye bersama artis Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto, Eru menyukai Indonesia dan ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat Indonesia di Korsel. Bapaknya Eru, Taejina juga membantu sepenuhnya acara ini, Taejina adalah penyanyi sangat terkenal di Korsel.

Lebih dari 1500 orang memadati Sangnoksu Gymnasium di kota Ansan malam 24 Nopember 2013. Stadium basket yang baru dibangun itu terus didatangi TKI dari berbagai jurusan. Di halaman depan gedung megah itu terpampang poster besar bertuliskan "Konser Perayaan 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Korea, Konser spesial untuk WNI, Kita Bersatu!" Delapan foto penyanyi Korea menghiasi poster tersebut antara lain Eru dan Taejina, Ailee, Koyote dan lainnya termasuk dua orang penyanyi Indonesia yaitu Ridho Rhoma dan Ammir.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh enam orang penyanyi Korea diatas panggung, diiringi lantunan nada dentingan alat musik tradisional Korea Kayageum.

Selain Duta Besar RI Seoul John A Prasetio, hadir dalam pembukaan acara itu Wakil Menteri Olahraga, Kebudayaan dan Parwisata Korsel Cho Hyun-jae, Walikota Ansan Kim Cheol-min, Ketua Migrant Centre Ansan Park Byeong, sejumlah anggota National Assembly daerah Ansan maupun sejumlah tokoh dan pejabat pemerintah setempat. Dalam sambutannya Duta Besar RI menyatakan bahwa Taejina dan Eru adalah salah satu dari ribuan orang Korea yang cinta Indonesia. Oleh sebab itu, untuk penyelenggaraan konser yang khusus untuk WNI ini patut kita berikan penghargaan kepada mereka.

Usai memberikan sambutan, Duta Besar RI Seoul memberikan plakat tanda penghargaan kepada Eru dan Taejina atas upayanya meningkatkan persahabatan kedua negara melalui musik. Pemberian plakat penghargaan ini diberitakan secara luas oleh media setempat. Pemberian plakat penghargaan kepada Taejina, atas permintaan yang bersangkutan, diberikan dalam kesempatan terpisah di KBRI Seoul.

Dalam kesempatan itu Wakil Menteri Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Korsel juga memberikan Award kepada tiga orang artis Korsel yaitu Teaejina, Ailee dan Wheesung. Penghargaan ini diberikan atas upaya keras mereka dalam membantu KBRI Seoul mewujudkan konser musik untuk WNI guna meningkatkan persahabatan masyarakat Korea-Indonesia.

Konser musik yang berlangsung selama lebih dari 2,5 jam itu berjalan dengan meriah. Lebih dari 1500 orang WNI yang memadati gedung terlihat sangat menikmati suguhan demi suguhan lagu baik oleh penyanyi Korea maupun Indonesia. Penataan panggung dan sound system yang apik dan profesional membuat setiap penonton hanyut dalam hentakan lagu yang dinyanyikan. Di akhir acara Eru menyanyikan lagu "Kemesraan" yang disambut meriah oleh penonton. Dalam acara itu, didatangkan keluarga dari lima orang TKI dari Indonesia untuk dipertemukan dengan TKI bersangkutan dalam acara kejutan bertemu keluarga.

Kehadiran sejumlah pejabat tinggi Korsel menunjukkan perhatian besar pemerintah setempat terhadap acara KBRI Seoul yang dibantu oleh Eru dan Taejina ini. Masyarakat Indonesia di Korea Selatan merasa sangat beruntung mempunyai sahabat, pencinta Indonesia sekelas Taejina, dan hadirnya beberapa pejabat pemerintah Pusat, Pemda maupun anggota senior Parlemen Korsel merupakan terobosan untuk memajukan TKI di Korsel.(Pensosbud KBRI Seoul)

Award dari Asia Society

asia

Dalam merayakan lima tahun kerjasama dalam mempererat kerjasama antara Amerika Serikat dan negara-negara di wilayah Asia Pasifik, Asia Society Korea Centre mengadakan perayaan di Seoul tanggal 7 Nopember 2013. Hadir dalam acara makan malam itu sejumlah anggota Asia Society dan kalangan lainnya yang selama mendukung dan terkait dengan kegiatan Asia Society Korea Centre.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Korsel Sung Y Kim menyatakan apresiasi kepada Asia Society Korea Centre  dalam meningkatkan kerjasama di berbagai sektor. Dalam acara ini Asia Society Korea Centre memberikan Award kepada sejumlah tokoh yang dianggap mempunyai peran signifikan dalam mendukung berbagai kegiatan Asia Society. Penerima Award tersebut adalah Duta Besar RI John A. Prasetio (dengan kategori "the most active Ambassador"), Managing Partner Samil Pricewaterhouse Coopers Hong Kee Kim dan CEO Ernst & Young Seung Wha Gweon.

Knock knock Indonesia

Knock22

Sebanyak 80 orang mahasiswa Indonesia di Kyungsung University Busan, Korea Selatan, mengadakan kegiatan promosi seni budaya Indonesia yang dinamakan "Knock knock Indonesia" di kampus mereka tanggal 2 Nopember 2013. Acara ditonton oleh lebih 500 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa dan dosen Kyungsung University. KBRI Seoul merupakan sponsor utama dalam acara ini selain beberapa institusi termasuk Garuda Indonesia.

Para penari dan penyanyi yang tampil adalah anggota sanggar tari binaan KBRI Seoul yaitu Kyungsung Indonesian Traditional Dance Association (KITA) yang berdiri sejak tahun 2011. Pertunjukan yang ditampilkan kali ini adalah tari Bali, tari Batak, tari Piring, tari Betawi, tari Kalimantan, tari Pukat, tari Saman, tari Kecak serta sejumlah nyanyian.

Pertunjukan ini mendapat apresiasi tinggi dari penonton terutama tari Saman yang sangat memukau. Walaupun acara telah selesai sebagian besar penonton masih terpaku di tempat duduknya seolah masih mengharapkan pertunjukan selanjutnya. Mahasiswa Indonesia merupakan mahasiswa asing terbanyak di Kyungsung University yaitu sekitar 100 orang.

 

Kunjungan Menlu ke Seoul

Menlu

Disamping menghadiri Seoul Conference on Cyberspace 2103, Menteri Luar Negeri RI didampingi Duta Besar RI Seoul mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Republik Korea Yun Byung Se pada tanggal 17 Oktober 2013 di kantor Kemlu ROK di Seoul. Dalam pertemuan tersebut Menlu RI menyatakan bahwa ROK merupakan negara sahabat sejati seperti sering kali disampaikan oleh Presiden RI bahwa ketika Indonesia sedang menghadapi kesulitan/krisis ekonomi pada tahun 1997/8, para investor dan pelaku usaha Korea Selatan tidak meninggalkan Indonesia.

Persahabatan dan konsistensi tersebut tidak sia-sia, ketika Indonesia bangkit kembali, maka para investor dan pelaku usaha ikut merasakan makin pesatnya angka investasi dan nilai perdagangan. Sebaliknya, Menlu ROK menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara paling penting bagi Korea di ASEAN dan mengharapkan agar dapat terus memainkan perannya baik di kawasan Asia maupun isu Semenanjung Korea.

Menlu ROK mengharapkan agar Indonesia dan ASEAN terus dapat memainkan peran di kawasan. Beberapa kerangka kerjasama seperti ASEAN + 1; ASEAN + 3, EAS, ARF dan sebagainya diharapkan dapat mendorong terciptanya kawasan Asia yang lebih kondusif. Diharapkan pula bahwa Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dapat lebih mewarnai hubungan dan kepercayaan antar negara di kawasan.

Dalam konteks ini, Menlu RI menyampaikan bahwa Indonesia terus berupaya membentuk kerangka dasar/hukum penyelesaian berbagai permasalahan melalui cara-cara damai sesuai beberapa prinsip yang telah ada, termasuk Bali Principle yang diadopsi pada KTT ASEAN tahun 2011. Gagasan Indonesia tersebut mendapatkan sambutan positif RRT yang akan segera merintis ASEAN – China good neighborliness treaty.

Pada hari yang sama Menlu RI juga memenuhi undangan sebuah think tank yaitu ASAN Institute di Seoul. Pada kesempatan tersebut, Menlu RI melakukan diskusi tertutup dengan tema "Regional Power Dynamic, Security and Cooperation in East Asia". Diskusi diikuti oleh 8 orang peneliti dari ASAN institute, Sekretaris Jenderal ASEAN – Korea Centre (AKC), mantan Duta Besar Korea di Jakarta dan wakil dari Kementerian Luar Negeri Korsel.

Festival Film Indonesia

Film

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 40 tahun hubungan diplomatik RI-Korsel, pada tanggal 26 September sampai 2 Oktober 2013 diadakan Indonesian Movies Festival di Seoul. Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama CJ CGV dengan Blitzmegaplex dan Jive Entertainment dengan dukungan KBRI Seoul, Kementerian Dikbud, Kementerian Parekraf RI, Kementerian Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Korsel serta Korean Film Council.

Sebanyak 9 Film Indonesia diputar di bioskop CGV Seoul dan Ansan, yaitu Habibie Ainun (Faozan Rizal), Sang Penari (Ifa Isfansyah), Laskar Pelangi (Riri Riza), 5 Cm (Rizal Mantovani), The Raid (Gareth Evans), Modus Anomali (Joko Anwar), Recto Verso (Marcella Zalianty, Happy Salma, Olga Lydia, Rachel Maryam, Cathy Sharon), Belenggu (Upi Avianto), 9 Summers 10 Autumns (Ifa Isfansyah). CJ CGV adalah sebuah jaringan bioskop terkuat di Korea Selatan milik CJ E&M

Acara ini dibuka resmi oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan Duta Besar RI Seoul John Prasetio. Dalam kesempatan ini hadir pula memberikan sambutan Wakil Menteri Pariwisata, Olah Raga dan Budaya Korea Selatan Mr. Cho Hyun Jae, Ketua Komite Luar Negeri Parlemen Korea Mr. Ahn Hong Joon, Ketua Korean Film Council Mr. Kim Eui Suk dan CEO CJ, CGV Mr. Seo Jung

Acara pembukaan Indonesian Film Festival juga dihadiri oleh beberapa insan perfilman Indonesia, Faozan Rizal sebagai sutradara dari film Indonesia terlaris, Habibie Ainun, menjadi perwakilan dari seluruh insan film yang terlibat, dalam acara ini juga hadir Shanty Harmayn, produser dari film Sang Penari yang meraih penghargaan Film Terbaik Festival Film Indonesia 2011, Prisia Nasution, Pemeran Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2011, Alex Komang, aktor senior di dunia film Indonesia, dan Olivia Zalianty pemain dalam film Recto Verso.


Indonesian Film Festival diadakan pada tanggal 26 September sampai dengan 2 Oktober 2013 berlokasi di CGV Yongsan dan CGV Ansan Korea Selatan, dan menjadi International Film Festival ke sebelas yang diadakan oleh jaringan bioskop CGV di Negara Asia, diantaranya China, Vietnam dan Indonesia.

 

Business Forum

businessforum

KBRI seoul pada tanggal 26 September 2013 telah menyelenggarakan business forum and luncheon bertempat di Lotte Hotel, Seoul. Forum tersebut merupakan rangkaian dari peringatan 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Korea. Forum yang dihadiri sekitar 200 pengusaha Korea juga dihadiri oleh pejabat dan pengusaha Indonesia.
 

Selengkapnya...

Gala Dinner

galadinner website

Lebih dari 400 orang tamu yang terdiri dari pengusaha, akademisi, artis, pejabat pemerintah baik Korea Selatan serta sejumlah pengusaha, artis Indonesia terlihat memadati Crystal Ballroom Lotte Hotel 25 September 2013 malam. Malam itu KBRI Seoul didukung sejumlah pihak Korea dan Indonesia mengadakan Gala Dinner dalam rangka memperingati 40 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Selengkapnya...

Halal bi halal WNI di Korsel

dub


Tiga hari setelah lebaran yaitu tanggal 11 Agustus 2013, KBRI Seoul dengan dukungan Bank BRI mengadakan halal bi halal masyarakat Indonesia se Korea Selatan. Kegiatan ini diadakan di sebuah stadium olah raga di kota Incheon, sekitar 60 km dari KBRI Seoul. Dipilihnya lokasi ini karena di kota Incheon saja terdapat sekitar 2 ribu lebih tenaga kerja Indonesia.

Karena kegiatan ini diadakan pada hari Minggu maka sekitar 1000 orang WNI memenuhi stadium untuk mengikuti acara halal bi halal. Kegiatan ini dimulai dengan silahturahmi masyarakat Indonesia dengan Duta Besar RI Seoul, dilanjutkan dengan rangkain berikutnya sampai acara hiburan.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI Seoul John A. Prasetio antara lain menyebut tradisi Gubernur DKI Jakarta Djokowi yang selalu mendatangi rakyatnya. "Sudah bukan waktunya lagi rakyat berduyun-duyun mendatangi pemimpinnya. Dalam suasana lebaran begini, pemimpinlah yang harus mendatangi rakyatnya karena yang paling banyak melakukan kesalahan pasti pemimpin" ujar Dubes John yang disambut tepuk tangan hadirin. Dubes John mengungkapkan bahwa itulah yang dilakukan KBRI Seoul saat ini, halal bi halal bukan di kantor KBRI tapi di tempat dimana masyarakat Indonesia berdiam, yang juga disambut tepuk tangan.

Satu poin lagi yang penting diingat WNI dalam sambutan Duta Besar RI Seoul adalah mengenai keberadaan kita di Korea Selatan ini. "Kita adalah wajah Indonesia, potret Indonesia, oleh sebab itu tanggung jawab kita adalah bagaimana caranya Indonesia dapat lebih dihargai oleh orang Korea" ungkap Dubes John. Di akhir sambutannya Dubes John bersama seluruh hadirin meneriakkan kata kata "Indonesia Bisa, Indonesia Memang Bisa!!"

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan ceramah agama. Disusul oleh acara hiburan seperti pertunjukan kesenian Reog yang memukau penonton dan musik dari beberapa kelompok musik WNI. Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar RI Seoul menyatakan bahwa mulai saat ini semua kegiatan seperti ini akan selalu diadakan di wilayah dimana WNI banyak bermukim. "Tidak perlu jauh-jauh ke Seoul, kami yang akan mendatangi kalian" ujar Dubes John. (Sosbud)

Duta Kehormatan

 

goodwill
Duta Besar RI Seoul mengangkat seorang artis kenamaan Korsel Lee Bum Soo dan isterinya Lee Yoon Jin menjadi Duta Kehormatan untuk mempromosikan seni budaya dan pariwisata Indonesia di Korsel. Acara pengangkatan dilakukan di Wisma Duta tanggal 21 Juni 2103. Acara ini dihadiri oleh sekitar 200 orang antara lain dari kalangan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh dan dan pengusaha industri musik dan perfilman serta puluhan wartawan.
Pengangkatan artis Lee Bum Soo dan isterinya sebagai Duta Kehormatan Indonesia ini didasarkan kecintaan mereka pada Indonesia dengan mempromosikannya kepada kalangan artis Korea. Isteri Lee Bum Soo bahkan fasih berbahasa Indonesia karena memang pernah tinggal lama di Indonesia semasa kecil.
Lee Bum Soo adalah salah satu bintang film papan atas Korsel sehingga posisi baru diharapkan dapat membantu upaya promosi pariwsata Indonesia kepada masyarakat Korsel.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014