Kunjungan Delegasi LPPI ke Korea Selatan

LPPI2

Pada tanggal 30 September 2014, Duta Besar RI Seoul, Bapak John A. Prasetio menerima kunjungan delegasi Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) yang diketuai oleh Direktur LPPI, Bapak Ignatius Supomo dan didampingi Bapak Rachmat Saleh, mantan Menteri Perdagangan, Gubernur BI dan juga sebagai pendiri LPPI. Delegasi LPPI berjumlah 40 orang dan berkunjung ke Seoul dalam rangka benchmarking Peserta Diklat Pemimpin Cabang LPPI Angkatan 177.

Selama berada di Korea, rombongan diacarakan untuk mengadakan pertemuan dengan beberapa perbankan dan institusi finansial yang ada di Korea, antara lain Woori Bank, Sinhan Bank, Industrial Bank of Korea, Standard Chartered Bank, Korea Exchange Bank dan Korea Exchange (KRX), guna memperoleh informasi, tukar pikiran dan pengalaman dalam bidang perbankan kedua negara.

Dalam kesempatan pertemuan di Wisma Duta KBRI Seoul, Dubes RI menyampaikan informasi mengenai perkembangan perekonomian Korea secara umum dan beberapa indikator ekonomi utama Korea serta mengenai perbankan Korea pada khususnya sehingga para peserta mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kemajuan ekonomi Korea sehingga dapat menjadi masukan bagi pengetahuan para peserta. Pada sesi Tanya jawab, para peserta secara aktif mengikuti diskusi antara lain membahas mengenai kebijakan pemerintah Korea dalam mendukung UKM, aturan perbankan Korea secara umum dll. Selanjutnya Dubes RI menyampaikan harapan agar tim LPPI ini dapat memanfaatkan kunjungan ke Korea untuk mempelajari system perbankan Korea untuk menjadi masukan dalam meningkatkan pelayanan perbankan di Indonesia.

Indonesia Food Festival

FoodFestival6.1

KBRI Seoul bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Hotel Lotte mengadakan Indonesian Food Festival di Restoran La Seine di Hotel Lotte, Seoul. Festival berlangsung dari tanggal 28 September sampai dengan 2 Oktober 2014. Tujuan dari festival ini adalah memperkenalkan makanan Indonesia kepada masyarakat Korea terutama untuk kalangan menengah ke atas. Masakan disajikan oleh koki terkenal asal Indonesia, William Wongso, berupa set masakan Indonesia yang merupakan bagian dari 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI) yaitu Asinan Jakarta, Salada Bangka, Soto Ayam Lamongan, Rendang, Ayam Pangek Cabe Hijau, Asem Padeh Kakap, Sate Lilit dan Kue Lumpur Kolak Pisang.

Kemeriahan festival ini dibuktikan dengan penuhnya reservasi di restoran La Seine selama kegiatan ini dilaksanakan. Setiap harinya para koki di restoran La Seine menyajikan lebih dari 400 porsi berbagai jenis makanan termasuk makanan Indonesia. KBRI Seoul sendiri mengundang berbagai pihak untuk dapat ikut menikmati makanan Indonesia, baik itu dari para tokoh tokoh pimpinan perusahaan besar sampai wartawan dari majalah-majalah kuliner Korea.

Di sela-sela acara Indonesian Food Festival, koki Wiliam Wongso menyempatkan diri untuk berbagi ilmu masakan Indonesian dalam acara Coaching Clinic yang diadakan di KBRI Seoul pada tanggal 30 September 2014. Acara Coaching Clinic ini yang sasarannya untuk memperkenalkan makanan Indonesia kepada warga Korea dan orang asing lainnya ini dihadiri oleh mixed marriage, anggota Seoul Woman Internasional Association, beberapa orang Korea pemilik usaha catering dan restoran serta diaspora Indonesia dan Dharma Wanita KBRI Seoul. Dalam acara Coaching Clinic para peserta belajar membuat Asinan Jakarta, Rendang dan Sate Lilit. Para peserta terlihat menikmati pelajaran yang didapat dan mengikuti arahan dari koki Wiliam Wongso dengan serius. Setelah selesai para peserta terkesan dan puas dengan hasil masakannya sendiri dan langsung dapat menikmatinya. Banyak dari mereka sangat terkesan atas kegiatan tersebut dan baru menyadari betapa masakan Indonesia juga sangat lezat dan berkelas Internasional.

Food Festival ini dilaksanakan untuk memperkenalkan masakan Indonesia kepada warga asing utamanya warga Korea. Pemilihan tempat pelaksanaan kegiatan di restoran La Seine, Hotel Lotte yang terkenal dan bertaraf internasional ini dilakukan untuk memberikan pesan kepada warga Korea bahwa Indonesia kaya akan masakan yang berkualitas dan layak disajikan di restoran bintang lima.

Saat ini di Indonesia terdapat puluhan restoran Korea yang berkualitas Internasional namun belum ada di Korea Selatan, restoran Indonesia yang berkualitas sama. Oleh karenanya diharapkan dengan kegiatan ini selain pelaksanaan soft diplomasi melalui kuliner, juga dapat membuka jalan kedepanya untuk dibukanya restauran Indonesia yang berkelas serta meningkatkan awareness warga Korea, bahwa Indonesia juga mempunyai masakan yang lezat dan berkelas Internasional.

Duta Besar RI Mengundang Investor Korea ke Indonesia

Bisnisforumphoto2

Pada hari Senin, tanggal 29 September 2014, KBRI Seoul menyelenggarakan Bisnis Forum yang berjudul Indonesia : The Way Forward. Hadir sebagai pembicara pada forum tersebut Deputy Senior Gubernur BI Mirza Adityaswara, Deputy Menteri Koordinator Perekonomian bidang Ekonomi Internasional dan Kerjasama Keuangan serta Duta Besar RI Seoul, John A. Prasetio. Forum ini bertujuan untuk mempromosikan dan menginformasikan Indonesia dan kepada Korea sehubungan dengan adanya pergantian pemerintahan, kepada presiden baru, Joko Widodo yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober ini.

Forum yang dilaksanakan di hotel Plaza, pusat kota Seoul ini memberikan informasi mengenai perkiraan arah kebijakan ekonomi, kesempatan usaha, prospek-prospek politik Indonesia di bawah pemerintahan yang baru.

Pada forum tersebut Dubes RI menghimbau para pengusaha Korea untuk berinvestasi di Indonesia karena pemerintah Indonesia akan menjamin suasana yang baik bagi para investor. Selain itu juga disampaikan garis besar mengenai keadaan terkini Indonesia baik dari segi politik maupun ekonomi dan juga bahwa pemerintahan yang baru akan fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan dan waduk. Presiden Jokowi akan pro bisnis melaksanakan reformasi ekonomi dari economic nationalism ke economic populism. Pemerintah yang baru akan berusaha untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 % dan income percapita menjadi 2 kali lipat yaitu sekitar $. 8.000 pada tahun 2019. Indonesia saat ini dalam situasi politik yang stabil, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan negara dengan demokrasi terbesar ke 3 di dunia. Tahun ini GDP percapita sekitar $. 3700 dan tumbuh rata-rata 5,8 % selama 10 tahun terakhir.

Pada kesempatan tersebut Senior Deputi Gubernur, menyampaikan informasi mengenai prospek dan tantangan-tantangan ekonomi Indonesia. Sementara Deputy Menteri Perekonomian menyampaikan bahwa tujuan dari pemerintah yang akan datang adalah kedaulatan dibidang politik, ekonomi dan kebudayaan.

Sekitar 250 peserta hadir pada forum tersebut. Peserta yang datang berasal dari para eksekutif dari sektor keuangan seperti bank, perusahaan sekuritas dan perusahaan-perusahaan besar lainnya dan menyampaikan bahwa informasi yang disampaikan di forum sangatlah berguna.

Selama forum yang dilaksanakan selama 2 jam tersebut para pembicara menyampaikan informasi mengenai Indonesia secara cukup baik sehingga para peserta dapat memperoleh gambaran mengenai pemerintahan yang akan datang.

Wakil Gubernur DKI, Ahok berkunjung ke Great Sea Wall Saemangeum Bersama Duta Besar RI Seoul

ahok2

Pada tanggal 19 September 2014, Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio mendampingi kunjungan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Wakil Gubernur DKI Jakarta beserta rombongan ke Saemangeum Great Sea Wall di wilayah Propinsi Jeollabukdo. Ahok menyempatkan kunjungan ke Saemangeum di sela-sela acara pembukaan Incheon Asian Games 2014. Perjalanan menuju lokasi dilakukan dengan menggunakan helikopter dan setibanya di Saemangeum, rombongan disambut oleh Wakil Gubernur Bidang Politik Propinsi Jeollabukdo, Mr. Lee Hyoung Kyu, pejabat Korea Agency for Saemangeum Development and Investment dan pejabat Korea Rural Community Corporation.

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melihat secara langsung proyek Saemangeum guna memperoleh gambaran, penjelasan dan kemungkinan pelaksanaan proyek yang sama di wilayah DKI Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta mempunyai kepentingan besar untuk membangun great sea wall dalam rangka melindungi wilayah daratan yang mengalami penurunan dibanding permukaan laut. Di samping itu, pembangunan dinding laut tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pemerintah DKI Jakarta sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah Jeollabukdo dengan menciptakan area untuk pertanian, industry, pariwisata dan pelestarian lingkungan. Memang pada awalnya proyek Saemangeum bertujuan untuk memperluas wilayah pertanian padi guna memenuhi kebutuhan pangan di masa mendatang. Namun seiring perkembangan jaman dan telah berhasilnya program swasembada pangan (terutama beras) maka prioritas peruntukan lahan di Saemangeum beralih untuk kawasan industri, manufaktur, riset, energy, lingkungan dll., selain tetap menjadi wilayah pertanian.

Pihak pengelola Saemangeum menyatakan harapan dan kesediaannya untuk membantu Pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi problem di wilayah perairan Jakarta dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki. Namun Pemerintah DKI Jakarta menekankan perlunya pertimbangan terkait perbedaan kondisi dasar laut, tanah, hidrologi ketinggian air pasang dan surut, serta kondisi alam lainnya. Hal-hal yang bersifat teknis akan dibicarakan lebih lanjut oleh pejabat kedua pemerintahan daerah tersebut. Kunjungan diakhiri dengan mengunjungi Saemangeum Information Center yang berisi beragam informasi tentang proyek Saemangeum. Setelah itu rombongan bertolak kembali ke Seoul guna mengikuti upacara pembukaan Incheon Asian Games 2014. (KBRI Seoul)

 

Pesta Rakyat “One Indonesia Day 2014”

oid5.1

Pada hari Minggu tanggal 31 Agustus 2014, Masyarakat Indonesia di Korea Selatan dengan bekerjasama dengan KBRI Seoul, Korea Selatan mengadakan kegiatan pesta rakyat One Indonesia Day (OID) 2014. Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini merupakan salah satu kegiatan pameran seni, budaya, culinary dan hiburan terbesar masyarakat Indonesia di Korea Selatan yang merupakan ajang melepas kangen terhadap tanah air. KBRI Seoul sangat mendukung kegiatan tersebut karena merupakan salah satu kegiatan yang sangat kental ke Indonesiaannya karena panitia penyelenggaranya berasal dari mahasiswa dan tenaga kerja Indonesia dengan berbagai latar belakang agama dan suku.

OID kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena selain berbagai pertunjukan kesenian dan budaya, untuk pertama kalinya acara OID diisi oleh beberapa artis terkenal. Artis yang mengisi acara pada kali ini adalah Chintia Lamusu (ABthree), Surya Saputra, Bondan dan Kikan (Coklat). Selain pertunjukan seni dan kebudayaan kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi seluruh warga Indonesia untuk dapat berjualan dan memamerkan berbagai produk dan makanan khas Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Duta Besar RI Seoul, Bapak John A. Prasetio berkenan untuk membuka acara. Saat pemberian sambutan Dubes menyampaikan bahwa acara OID merupakan acara untuk bersenang-senang dan mencari hiburan untuk melepas kepenatan dari kesibukan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari, diharapkan warga Indonesia yang hadir dapat terhibur serta makin dapat mempererat persahabatan dan kekompakan diantara sesama warga negara Indonesia diperantauan. Selanjutnya beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia OID dan seluruh pengisi acara yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan OID ini dapat terlaksana secara baik. Setelah menonton acara hiburan nyanyian oleh Chintia Lamusu, bapak Dubes berkeliling untuk mengunjungi stan-stan yang ada.

Acara yang dimulai dari jam 10.00 sampai jam 17.30 tersebut dapat berjalan baik dan lancar. Pada kesempatan tersebut juga hadir Bapak Wakil Kepala Perwakilan, pejabat dari Kota Ansan dan beberapa pihak yang menjadi sponsor kegiatan tersebut. Acara yang diperkirakan dihadiri oleh lebih dari 5000 penonton tersebut, di tutup dengan penampilan dari Bondan Prakoso dan Kikan (Cokelat). (KBRI Seoul)

Pemberian Penghargaan kepada Eru Salah Satu Artis terkenal di Korea Selatan

Award1.1

Sebagai negara Demokrasi, sebuah Pemerintahan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungandari warganya. Hal ini sama halnya dengan sebuah Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Sebagai perwakilan Pemerintah RI di luar negeri tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari warga negara Indonesia atau warga negara setempat yang membantu.

Oleh karena itu, pada tanggal 29 Agustus 2014, KBRI Seoul mengadakan acara pemberian penghargaan kepada individu-individu yang telah membantu KBRI Seoul dalam mencapai misinya dalam hal perlindungan dan pembinaan warga negara Indonesia serta promosi Indonesia di Korea.

Penghargaan pertama berupa piagam penghargaan diberikan kepada anggota Paskibra KBRI Seoul yang telah berhasil melaksanakan upacara bendera dalam rangka Perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 69 pada tanggal 17 Agustus 2014 yang lalu. Anggota Paskibra KBRI Seoul terdiri dari mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang menjalankan masa pendidikannya di Korea.

Lalu penghargaan berupa plakat dan piagam penghargaan dianugerahkan kepada Sdri. Rosiana Safitri yang telah banyak membantu KBRI terutama dalam hal-hal yang berkenaan dengan perlindungan TKI di Korea Selatan. Sdri. Mutaty Diaz Brender adalah warga Indonesia yang telah lama tinggal di Korea dan telah banyak membantu dalam hal pembinaan masyarakat Indonesia terutama warga negara Indonesia mixmarriage. Penerimaan penghargaan lainnya adalah Sdr. Andy Tirta yang telah banyak mencetus kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak elemen warga negara Indonesia di Korea sehingga dapat mempersatukan warga Indonesia di Korea. Sdr. Junaidi Ahmad merupakan mantan ketua Komunitas Indonesia di Korea yang telah berhasil mempererat hubungan antar warga negara Indonesia dan membantu kegiatan-kegiatan WNI dan penghargaan terakhir dianugerahkan kepada Prof. Kim Soo Il merupakan warga negara Korea yang pernah menjadi Konsul Kehormatan untuk Indonesia. Beliau telah banyak membantu KBRI Seoul dalam hal perlindungan dan pembinaan WNI terutama di Busan dan sekitarnya dan juga telah banyak mempromosikan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dengan pendirian Patung Surabaya di Busan dan penamaan sebuah jalan di Busan dengan nama Jalan Surabaya.

Dalam kesempatan yang sama KBRI Seoul juga memberikan penghargaan Special Friends of Indonesia kepada penyanyi Korea terkenal Eru karena telah banyak berperan dalam mempromosikan dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea melalui pertukaran kebudayaan.

Acara penghargaan itu sendiri diadakan di Wisma Duta dan dihadiri oleh perwakilan berbagai elemen masyarakat Indonesia yang ada di Korea. Pada kesempatan tersebut juga hadir penyanyi dan artis dari Indonesia, Chintia Lamusu dan Surya Saputra. (KBRI Seoul)

 

Mempromosikan Indonesia Melalui Kegiatan "Open House Seoul"

openhouse1.1

Pada tanggal 29 Agustus 2014, dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia kepada warga Korea Selatan, KBRI Seoul menerima rombongan program Open House Seoul dari pemerintah daerah Kota Seoul. Rombongan tersebut terdiri dari orang dewasa, anak muda dan anak-anak usia sekolah beserta orang tuanya. Open House Seoul merupakan acara tahunan dari kota Seoul yang bekerjasama dengan perwakilan-perwakilan asing yang ada di kota Seoul untuk dapat menerima tamu warga Seoul yang berkeinginan untuk berkunjung ke kantor atau wisma perwakilan asing tersebut untuk mengenal lebih jauh negara yang bersangkutan. Tahun ini Pemda Kota Seoul menawarkan KBRI Seoul untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Antusiasme warga kota Seoul untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut cukup tinggi. Hal ini terlihat lebih dari 100 warga Seoul berkeinginan untuk mengunjungi KBRI. Namun Pemda kota Seoul membatasi untuk setiap kunjungan maksimal 30 warga yang dapat ikut.

Karena acara ini merupakan acara yang baik untuk mempromosikan Indonesia maka pada kesempatan yang sama, KBRI Seoul juga mengundang 30 pelajar Korea Selatan yang secara sukarela direkrut oleh panitia Asian Games, Korea Selatan untuk menjadi pendukung Indonesia pada acara Asian Games 2014. Sehingga ada 60 warga Korea yang ikut dalam acara tersebut.

Pada acara tersebut, rombongan diajak berkeliling KBRI Seoul dan disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia, Bapak John Aristianto Prasetio, di Wisma Duta. Dalam penyambutannya beliau beserta rombongan menonton video kumpulan kegiatan KBRI Seoul dan diajak berkeliling Wisma Duta guna melihat beberapa karya seni lukisan baik itu lukisan dari pelukis Indonesia maupun dari Korea.

Setelah itu, bertempat di ruang serbaguna KBRI Lantai 2, rombongan diajak untuk melihat film konser lagu tradisional Korea, Arirang dengan menggunakan alat musik angklung yang dimainkan oleh Saung Udjo. lalu acara dilanjutkan dengan presentasi tentang Indonesia dan rombongan juga diajak untuk belajar bermain angklung dengan menampilkann lagu Arirang. Para peserta bermain angklung dengan sangat antusias dan terkesan sekali setelah berhasil membawakan lagu Arirang.

Setelah itu para peserta dipersilahkan untuk mencicipi camilan khas Indonesia yaitu, es cendol, martabak, risoles dan wajik. Para peserta terlihat menikmati makanan yang telah disajikan. Banyak diantara mereka menanyakan mengenai nama dan bahan pembuatan makanan tersebut.

Acara kunjungan ke KBRI tersebut ditutup dengan foto bersama di depan wall of fame KBRI Seoul bersama dengan Bapak Duta Besar dan Ibu serta selebriti terkenal asal Korea Tae Jin Ah dan Eru. (KBRI Seoul)

Kunjungan Delegasi Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI ke Korea Selatan, 18 – 19 Agustus 2014

GKSB2

Pada tanggal 18 Agustus 2014, Delegasi GKSB DPR RI berkunjung ke KBRI Seoul mengadakan pertemuan dengan Duta Besar RI Seoul didampingi Wakil Kepala Perwakilan KBRI Seoul serta beberapa Koordinator Fungsi dan sekaligus diadakan jamuan makan siang di Wisma Duta.

Pada hari itu juga, sore harinya didampingi Duta Besar RI Seoul, Delegasi GKSB DPR RI yang dipimpin oleh Agus Hermanto dari Fraksi Partai Demokrat dan juga menjabat sebagai Ketua Komisi X, mengadakan pertemuan dengan Mr. Yoo Ki June, Chairman of Foreign Affairs & Unification Committe, the National Assembly Republik Korea dan beberapa anggota Komisi Luar Negeri lainnya bertempat di National Assembly.

Selanjutnya pada keesokan harinya tanggal 19 Agustus 2014, Delegasi GKSB DPR RI mengadakan pertemuan dan sekaligus dijamu makan siang oleh Ketua Korea-Indonesia Friendship Association of the Member of National Assembly, Mr. Ahn Hong Joon yang antara lain didampingi oleh Mr. Shin Dong Bin (Chairman Lotte), Mr. Hang Kag Gyu (President Lotte), Mr. Jin-Il Kim (President POSCO), dan juga beberapa angota parlemen lain. Secara keseluruhan pertemuan berjalan baik dan lancar serta dalam suasana yang penuh keakraban dan kehangatan. (KBRI Seoul)

Kunjungan Tim BPK RI ke Seoul

BPK

Pada tanggal 5 Agustus 2014, Bapak Duta Besar menerima kunjungan Bapak Ali Masykur Musa, anggota BPK dan tim BPK RI bertempat di Wisma Duta. Kunjungan tim BPK ke Korea Selatan adalah dalam rangka mengumpulkan data dan informasi serta melakukan penelaahan terhadap bidang energi Indonesia dalam rangka ketahanan energi nasional, terutama di sektor batubara. Tim BPK juga melakukan verifikasi data ekspor dan impor batu bara dengan Korea Selatan serta dinamika masuknya batubara dari Indonesia ke negara ini. Selain Korea Selatan, tim BPK juga mengadakan studi terhadap pasar dan perdagangan batubara Indonesia di kawasan Asia Timur yaitu Jepang dan RRT, yang memiliki pasar dengan karakter dan keunikan tersendiri.

Tim BPK telah mengadakan diskusi dengan Tim Ekonomi KBRI Seoul yang terdiri dari Koordinator Fungsi Ekonomi, Atase Perdagangan dan Kepala Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC), guna mendapatkan informasi perkembangan dan kondisi terkini sektor batubara di Korea Selatan. Selain itu, delegasi BPK juga berkesempatan untuk mengadakan pertemuan dengan Korea Midland Power Co (KOMIPO), Samtan perusahaan Korea Selatan yang bergerak di bidang batubara di Indonesia. (KBRI Seoul)

Pertemuan Duta Besar RI Seoul dengan Speaker of the National Assembly Republik Korea

DubesdanKetParlemen3

Pada tanggal 18 Juli 2014, Duta Besar RI mengadakan pertemuan dengan Speaker of the National AssembIy Republik Korea, Mr. Chung Ui Hwa, bertempat di National Assembly. Maksud dari pertemuan ini selain untuk memperkenalkan diri kepada Speaker yang baru terpilih pada bulan Juni lalu, juga untuk mengingatkan adanya undangan dari Ketua DPR RI yang mengharapkan adanya Delegasi National Assembly Korea untuk menghadiri Parliamentary Event on Millenium Development Goals (MDGs) Acceleration and Post 2015 Agenda dengan tema "Strengthening the Role of Asia-Pacific Parliaments on the MDGs Acceleration and the Post 2015 Development Agenda," pada tanggal 10-11 Sepetember 2014 di Surabaya, Indonesia. Duta besar RI menambahkan bahwa kunjungan ke Indonesia akan menjadi momen yang penting bagi hubungan bilateral kedua negara.

Dalam tanggapannya, Mr. Chung menyampaikan apresiasinya atas undangan tersebut dan memastikan adanya delegasi dari National Assembly Korea yang hadir pada acara dimaksud. Menurut Mr. Chung, kunjungan terakhir Speaker of the National Assembly Korea ke Indonesia adalah pada tahun 2006, jadi dipandang sudah waktunya bagi Speaker of the National Assembly Korea untuk berkunjung ke Indonesia. Beliau mempunyai rencana untuk berkunjung secara resmi ke Indonesia pada pertengahan tahun 2015. Mr. Chung sendiri sudah beberapa kali berkunjung ke Indonesia walau dalam kapasitas perjalanan pribadi, dan terakhir adalah pada tahun 2013 yang lalu.

Duta Besar RI menyampaikan pula mengenai keinginan Menteri Pertahanan RI untuk melakukan kunjungan kehormatan kepada Speaker of the National Assembly Korea, mengingat kerjasama militer kedua negara yang sangat baik dan pengadaan alutsista TNI banyak berasal dari Korea. Beberapa kerjasama yang tengah dilaksanakan belakangan ini adalah kerjasama pembuatan pesawat Jet KFX/IFX, pembuatan Kapal Selam dan pembelian pesawat latih T-50 Golden Eagle.

Selain itu, Duta besar RI juga mengangkat permasalahan ketenagakerjaan, yaitu mengenai keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea. Para TKI di Korea, yang jumlahnya di atas 30 ribu orang, pada umumnya merasa senang bekerja di Korea dengan kondisi kerja dan pendapatan yang cukup baik. Mr. Chung gembira mendengar informasi tersebut, sambil menawarkan jasa baiknya untuk membantu menyelesaikan sekiranya ada permasalahan yang dihadapi oleh para TKI di Korea akibat perlakuan yang kurang baik dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Pertemuan antara Duta Besar RI dan Speaker of the National Assembly berjalan dengan akrab dan hangat sekaligus menandai awal yang baik untuk kerjasama yang lebih erat di masa-masa yang akan datang. (KBRI Seoul)

KOICA Mendukung Peningkatan Hubungan Kerjasama Antara Indonesia dan Korea

PhotoKOICA2

Duta Besar RI, John A. Prasetio dan beberapa staf KBRI Seoul mengunjungi kantor KOICA di Songnam City, Korea Selatan, pada tanggal 17 Juli 2014 untuk bertemu dengan Mr. Kim Young-mok, Presiden KOICA. Kesempatan ini sangat bermanfaat untuk membahas berbagai program bantuan Korea kepada Indonesia untuk mendukung upaya peningkatan kerjasama antara kedua negara.

KOICA telah memberikan bantuan kepada Indonesia setiap tahunnya. Terdapat sekitar 30 proyek yang diberikan untuk Indonesia. Bantuan ini telah memberikan kontribusi bagi peningkatan kapasitas Indonesia di berbagai bidang dengan berbagai proyek, terutama penekanan program yang terbaru pada e-government, ICT dan infrastruktur. Juga terdapat berbagai program Feasibility study yang dilakukan KOICA di Indonesia antara lain untuk jalan tol, jalur kereta api, sistem penyelediaan air, maupun textile industrial complex.

Secara khusus Duta Besar RI menyampaikan harapan kepada Presiden KOICA untuk dukungan KOICA bagi peningkatan kapasitas calon tenaga kerja Indonesia yang akan ditempatkan di Korea sehingga mereka lebih siap untuk bekerja. Presiden KOICA menyambut baik hal tersebut dan akan mempelajari fasilitas Vocational Training KOICA yang ada di Indonesia dan kemungkinan untuk mengupgradenya untuk dapat membantu memberikan pelatihan kepada para calon tenaga kerja terutama untuk pelatihan bahasa dan budaya Korea dan skill dasar yang diperlukan.

Duta Besar juga menyampaikan pentingnya dukungan Korea untuk program pendidikan bagi para tim riset Indonesia untuk mendapatkan knowledge sharing dan transfer of technology dari Korea. Diharapkan hal ini akan memberikan peluang bagi peningkatan kapasitas para tenaga riset Indonesia termasuk peneliti di bidang ekonomi dan pembangunan. Pada Kesempatan tersebut Duta Besar menghargai response yang positif dari Presiden KOICA untuk dukungan bagi sharing knowledge dan kapasitas serta kerjasama yang lebih erat dengan Indonesia. (KBRI SEOUL)

Pertemuan Federation of Korea Industry (FKI) dengan Duta Besar Negara ASEAN dan Asia Barat Daya

photoFKI2

Pada awal Juli 2014 di Kota Seoul dilaksanakan pertemuan antara FKI dengan Duta Besar Negara Asean dan Asia Barat Daya. Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh Chairman FKI, Huh Chang Soo serta 8 Duta Besar Negara ASEAN yaitu Indonesia, Singapore, Philipines, Thailand, Vietnam, Myanmar, Cambodia, Laos dan 5 Duta Besar Asia Barat Daya yaitu India, Sri Lanka, Nepal, Pakistan, Bangladesh. Sedang dari pihak pengusaha hadir pada kesempatan tersebut pimpinan dari Tong Yang Group, Kim Hee-yong, Presiden dari Samhwan Group, Huh Jong, Presiden dari Lotte Hotel Song Yong-deok dan sekitar 70 peserta lainnya. Hadir juga pada kesempatan tersebut wakil dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Direktur Jenderal Asia Selatan dan Pasifik, Suh Jeong-in.

FKI merupakan organisasi yang anggotanya khusus terdiri dari perusahaan-perusahaan besar Korea Selatan (Chaebol). Pada sambutan yang disampaikan di kesempatan tersebut, Chaiman FKI meminta Duta Besar negara-negara terkait untuk lebih aktif lagi bekerja sama dengan Korea Selatan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi.

Selanjutnya Duta Besar Indonesia menyambut baik apa yang disampaikan oleh Chairman FKI dan menyampaikan bahwa tugas utama para Duta Besar adalah untuk melaksanakan diplomasi ekonomi baik itu dalam tatanan G to G, B to B dan P to P. Dengan memanfaatkan hubungan politik yang sudah baik saat ini, dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara negara-negara terkait untuk mencapai kemakmuran bersama. Dirjen Suh dari Kementerian Luar Negeri menyampaikan beberapa contoh tentang bagaimana barang-barang Korea Selatan saat ini sudah diminati berbagai negara dan bahkan dalam beberapa hal telah mengalahkan produk-produk negara lain. Diharapkan agar dimasa yang akan datang kerjasama ekonomi, perdagangan dan Investasi antara Korea Selatan dan Negara-negara terkait dapat lebih ditingkatkan lagi. Acara di tutup dengan makan siang dan ramah tamah (KBRI Seoul)

Semarak Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Korea Selatan

photopilpres

Pada tanggal 6 Juli 2014, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI (pilpres) dilakukan di Korea Selatan. Pemilihan tersebut dilakukan 3 hari lebih cepat dari pemilihan yang sama di Indonesia. Terdapat 5 TPS di seluruh Korea Selatan yaitu di Kota Seoul, Ansan, Incheon, Daegu, Gimhae dan 1 Dropbox di Kota Jeju. Pada kesempatan pemilihan kali ini Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio melakukan pencoblosan di kota Seoul.

Jumlah pemilih dalam pilpres kali ini sebanyak 33.822 orang hampir sama dengan jumlah pemilih pada saat pemilihan legislatif April lalu, sedangkan pemilihan melalui pos sebanyak 22.351 orang. Namun tingkat partisipasi pemilih dalam pilpres meningkat tajam, jauh lebih banyak dari pada saat pemilihan anggota legislatif. Pemilih tampak lebih antusias dan semangat dalam pemilihan kali ini.

Pada TPS Seoul jumlah pemilih yang datang pada pemilihan pilpres berjumlah 753 pemilih, jumlah ini hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan pemilihan legislatif yang hanya berjumlah 413 pemilih. Hampir seluruh TPS yang disediakan, jumlah pemilih yang datang jauh lebih banyak dibandingkan pemilu legislatif. Bahkan pada TPS Ansan pemilih yang datang sebanyak 1529 pemilih hampir 5 kali lipat dibandingkan pada saat pemilihan legislatif yang berjumlah 309 pemilih. Sedangkan pada TPS-TPS lainnya, rata-rata pemilih yang datang melonjak 2 sampai 3 kali lipat dibandingkan pemilihan legislatif.

Walaupun jumlah pemilih yang datang jauh lebih banyak dari pemilihan legislatif, namun hal tersebut sudah diantisipasi jauh-jauh hari sehingga pada saat pemilihan bisa dihindari masalah-masalah teknis yang bisa timbul. Ada beberapa masalah kecil di lapangan namun secara garis besar pilpres pada semua TPS dapat berjalan lancar dan surat suara yang tersedia mencukupi untuk menampung pemilih yang datang.
Penghitungan suara Pilpres di Korea Selatan rencananya akan dilakukan pada tanggal 9 Juli 2014 sesuai ketentuan yang berlaku yaitu bersamaan waktu dengan Pilpres di Indonesia.(KBRI Seoul)

 

Indonesia dan Korea berpotensi besar untuk tingkatkan kerjasama Pharmaceutical

PhotoBPom

Pada tanggal 4 Juli 2014, Duta Besar RI Seoul, Bapak John A. Prasetio telah mengadakan business meeting di Wisma Duta dalam rangka kunjungan kerja Dr. Roy A. Sparringa, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI ke Korea Selatan. Selain didampingi oleh pejabat dari BPOM, juga hadir pengusaha Indonesia di bidang obat Combiphar dan asosiasi makanan dan minuman GAPPMI. Dari pihak Korea, acara business meeting dihadiri oleh pimpinan beberapa pengusaha besar Korea di bidang obat dan makanan antara lain Dong A Socio Holdings, Daewoong Pharmaceutical, Green Cross, Lotte Mart, Chong Geun Dang Pharmaceutical dan Vitamin House. Harapan Kepala BPOM untuk industri obat dan makanan Korea berinvestasi di Indonesia disambut positif oleh para pengusaha Korea. Kepala BPOM mendorong produksi obat yang berkualitas dengan harga terjangkau dan mengatakan bahwa investasi di bidang pharmaceutical dan makanan tidak hanya memberikan peluang besar kepada akses pasar di Indonesia namun juga ke pasar ASEAN dengan akan berlakunya ASEAN Economic Community pada tahun depan. Beberapa pengusaha Korea tersebut diantaranya telah berinvestasi di Indonesia dan berencana untuk mengembangkan lebih lanjut untuk memproduksi produk obat-obatan termasuk produk biological dan bio similar di Indonesia.

Kunjungan Kepala BPOM ke Korsel ini diadakan untuk memenuhi undangan Menteri Food and Drug Safety (FDS) Korsel, Mr. Chung Seung. Pada tanggal 4 Juli Duta Besar RI dan Kepala BPOM bertemu dengan Menteri Chung di kantornya di Kota Osong, Korsel. Dalam diskusinya, kedua pimpinan pemerintahan di bidang perlindungan pangan dan obat tersebut telah membahas berbagai hal untuk peningkatan kerjasama di berbagai bidang dalam memperlancar dunia usaha dan pada waktu yang bersamaan menjamin keamanan dan perlindungan obat dan pangan. Duta Besar RI, juga menyampaikan pentingnya memperlancar akses pasar antara kedua negara termasuk untuk memfasilitasi warga Indonesia di Korea dan warga Korea di Indonesia yang terus meningkat. Untuk tindak lanjut pertemuan ini, kedua pimpinan sepakat agar pembahasan ditindaklanjuti pada tingkat yang lebih teknis.

Dalam kunjungan delegasi BPOM ini, telah dijalin kerjasama B to B antara Combiphar dengan Dong A Socio Holdings dalam bentuk pengembangan usaha, kerjasama riset, capacity building dan alihteknologi. Hal ini diharapkan akan dapat meningkatkan kapabilitas produk obat-obatan Indonesia atas synergi dengan teknologi Korea.

Delegasi BPOM juga berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas penelitian Dong A Pharmaceutical Socio Holdings Research Institute di Songdo, Incheon dan Daewoong Pharmaceutical Production facility di Hwaseong, Provinsi Kyunggi. (KBRI Seoul)

 

Peran Indonesia pada Asset Recovery Interagency Network Asia Pacific (ARIN AP)

PhotoAssetRecovery2

Pada tanggal 17 juni 2014, Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Bapak John A. Prasetio telah menerima kunjungan delegasi Kejaksaan Agung RI, yang diketuai oleh Chuck Suryosumpeno. Saat ini ybs menjabat sebagai Presiden Asset Recovery Interagency Network Asia Pacific (ARIN AP) periode 2014. Sebagai Presiden pertama pada organisasi yang baru terbentuk pada tanggal 19 Nopember 2013 tersebut, jabatan yang diberikan kepada Indonesia ini merupakan penghargaan atas komitmen yang tinggi dari Indonesia untuk upaya pemulihan aset hasil kejahatan.

Pertemuan kami dengan Pak Chuck telah memberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai upaya pemulihan aset, terutama dalam peran Indonesia pada organisasi tersebut. Dengan komitmen Korea yang juga memberikan perhatian besar dalam upaya pemulihan aset tersebut, diharapkan selain dalam kerangka regional, kerjasama antar kedua negara juga dapat semakin ditingkatkan.

Kunjungan Bapak Chuck ke Korea Selatan adalah untuk berdiskusi dengan Sekretariat ARIN AP yang berlokasi di Seoul, dalam rangka mempersiapkan pertemuan tahunan General Meeting bulan Agustus 2014 di Yogyakarta. Pertemuan pertama Steering Group meeting telah diadakan pada bulan Mei 2014 di Yogyakarta. Hingga Maret 2013, telah terdaftar 12 negara dan 4 organisasi internasional. Pada pembentukan tanggal 19 Nopember 2013 di Seoul, pertemuan dihadiri oleh Korea Selatan selaku tuan rumah dan inisiator, Indonesia, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Thailand, Australia, Timor Leste, Filipina, Solomon Island, Vietnam, Taiwan, New Zealand dan Mongolia. Hadir juga perwakilan negara anggota CARIN seperti Irlandia, Belanda dan Inggris.

Meskipun organisasi tersebut bersifat informal, justru keinformalannya telah memberikan kontribusi besar dalam upaya pemulihan aset karena mempercepat pertukaran informasi, serta sarana berbagi pengalaman dan best practices diantara para anggotanya dalam penanganan pemulihan aset antar negara. Keseluruhan hasil kerja sama pada akhirnya adalah mempermudah proses menuju aturan formal. Dengan keanggotaan tetap dari wakil masing-masing negara anggota yang terdiri dari para ahli dan praktisi di bidang pemulihan aset telah memberikan dukungan bagi kemudahan tukar menukar informasi. ARIN-AP sangat bermanfaat karena sekiranyapun negara yang satu dengan yang lain belum mempunyai Mutual Legal Assistance Treaty, melalui ARIN-AP dapat diadakan pertukaran informasi.

ARIN AP dibentuk oleh Kejaksaan Agung RI bersama kepolisian federal Australia pada tahun 2012 dan terus mendapatkan perhatian positif dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan juga negara lainnya. ARIN AP mempunyai kerjasama dengan jaringan informal serupa, seperti CARIN (Europe) ARIN SA (Southern Africa), RRAG (Amerika Selatan) dan ARIN EA (East Africa). ARIN AP juga mempunyai jaringan yang erat dengan Europol.

Indonesia juga sering diminta untuk berbagi pengalaman dan best practices oleh berbagai organisasi dan mancanegara, mengingat indonesia mempunyai beberapa prestasi dalam melakukan asset recovery, terutama yang dilakukan secara sukarela. Temuan atau asset recovery yang diperoleh Kejaksaan RI terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. (KBRI Seoul)

Pertemuan Duta Besar RI, John A. Prasetio dengan Sandiaga Uno dan Pemilik Aju Group

Sandiagauno2

Hari Kamis kemarin, tanggal 12 Juni 2014, Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio melakukan jamuan makan malam dan ramah tamah dengan pengusaha muda Indonesia, Sandiaga Uno dan Keluarga. Sandiaga Uno datang ke Korea Selatan dalam rangka menghadiri pertemuan Asia Society yang pertama kali dilaksanakan di Korea Selatan.

Hadir dalam jamuan yang dilakukan di Wisma Duta KBRI Seoul tersebut, Chairman dari Aju Group, Mr. Moon Kyu Young yang didampingi oleh Presiden dari Aju Group, Mr. Ryu Ki Ju. Hadir pula pada acara tersebut, mantan Direktur Utama Arirang TV, Mrs. Sohn Jie Ae.

Aju Group merupakan salah satu perusahaan besar di Korea Selatan yang telah melakukan investasi di Vietnam dan Kamboja. Saat ini Ajou Group tengah menjajaki kemungkinan untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Proyek-proyek yang tengah dijajaki adalah di bidang energy dan infrastruktur. Sedangkan Arirang TV merupakan salah satu TV siaran terbesar di Korea Selatan yang juga menyediakan siaran berbahasa Inggris.

Dalam sambutan Duta Besar, pada saat acara tersebut banyak membahas mengenai kemungkinan investasi dan sektor-sektor yang masih potensial untuk digarap di Indonesia. Pada kesempatan tersebut Sandiaga Uno juga menjelaskan berbagai macam kesempatan investasi di Indonesia, khususnya kesempatan untuk bermitra dengan Adaro Group atau Saratoga Capital. Selain itu Sandiaga Uno juga menjelaskan mengenai ketertarikannya mengenai prospek Bloomberg TV di Indonesia. (KBRI Seoul)

Pertemuan Anggota Asia Society di Wisma Duta KBRI Seoul, Korea Selatan

AsiaSociety2

Selasa lalu tanggal 10 Juni 2014, Duta Besar RI Seoul John A. Prasetio menjadi tuan rumah pertemuan anggota Asia Society. Asia Society adalah lembaga nirlaba yang didirikan oleh John D. Rockefeller guna meningkatkan saling pengertian antara masyarakat Asia dan Amerika Serikat untuk sejumlah sektor yaitu politik, ekonomi, pendidikan budaya dan seni. Sejumlah anggota Asia Society yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Charles Rockefeller, Henrietta H. Fore Chairman dan CEO dari Holsman International, Stephen Bird CEO dari Citi Asia Pacific, Shin Dong Bin Chairman Lotte Group dan beberapa tokoh penting lainnya.

Pada acara pertemuan dan jamuan makan malam tersebut, Duta Besar RI memberikan penjelasan mengenai situasi Indonesia pada tahun politik ini dan berdiskusi mengenai kemungkinan perubahan pada sektor-sektor penting bagi masing-masing kontestan pilpres bila terpilih. Para undangan juga membicarakan propek jangka panjang ekonomi dan politik Indonesia dalam pemerintahan yang baru nanti.

Kedatangan para tokoh dari Asia Society tersebut ke Seoul untuk menghadiri Asia Society Global Board yang pertama kali akan dilaksanakan di Soul, Korea Selatan tanggal 10 – 12 Juni 2014. Pada acara ini dari Indonesia diwakili oleh Sandiaga S. Uno. Pada rangkaian acara tersebut tanggal 12 juni akan dilaksanakan diskusi dengan tema "Regional Cooperation in Asia for a Global Peace and Prosperity" dimana acara diskusi ini akan dipimpin oleh mantan PM Korea Selatan, Dr. Lee Hong Koo. (KBRI Seoul)

Acara Pertemuan Duta Besar RI dengan Panitia One Indonesia Day dan Penganugerahan Plakat Penghargaan

praOID2

Pada tanggal 8 Juni 2014, bertempat di Wisma Duta, KBRI Seoul, Duta Besar RI , Bapak John A. Prasetio berkenan untuk menerima panitia OID dan mahasiswa Indonesia. Pada saat yang bersamaan Duta Besar juga berkenan untuk memberikan penghargaan kepada Sdr. Permata, salah satu mahasiswa Indonesia yang berkontribusi besar terhadap peningkatan pelayanan publik di KBRI Seoul.

Pada pertemuan tersebut hadir sekitar 50 tamu terdiri dari para home staf dan pegawai setempat yang merupakan panitia pendukung OID, Panitia inti OID dan mahasiswa dari Kyung Hee University. Pada acara tersebut diisi dengan diskusi dan tanya jawab antara panitia OID dengan Bapak Duta Besar. Pada intinya Duta Besar mendukung kegiatan tersebut karena menggambarkan ke Indonesiaan dan mengharapkan agar kegiatan tersebut ke depannya dapat lebih digalakkan lagi.

Acara penyerahan plakat penghargaan diberikan kepada Sdr. Permata Nur Miftahur Rizki karena yang bersangkutan telah memberikan kontribusi dalam membuat program E-konsuler. Program E-konsuler adalah progam pelayanan online bagi warga negara asing/warga negara Korea Selatan yang ingin mengajukan visa kunjungan ke Indonesia, pembuatan dan perpanjangan passport dan pendaftaran WNI yang berada di Korea Selatan. Kedepannya layanan E-Konsuler akan menambah fasilitas-fasilitas pelayanan konsuler lainnya. Dengan program tersebut maka pelayanan masyarakat oleh KBRI Seoul dapat lebih baik lagi yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan citra negara dan bangsa Indonesia. Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan malam. (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Memberikan Kuliah Umum di Universitas Kyung Hee

Kyunghee7

Pada tanggal 2 Januari 2014, bertempat di Universitas Kyung Hee, Duta Besar RI, John A. Prasetio berkenan memberikan kuliah umum dihadapan sekitar 150 mahasiswa Kyung Hee dengan mayoritas adalah mahasiswa Korea. Kuliah umum yang berjudul "Indonesia in a rapidly changing world" tersebut disampaikan bersamaan dengan program Indonesian Day yang dilaksanakan oleh Universitas Kyung Hee.

Dalam kuliah umum tersebut Duta Besar menyampaikan kepercayaannya bahwa saling mengerti budaya antar Indonesia dengan Korea Selatan merupakan salah satu modal utama untuk meningkatkan hubungan kedua bangsa ketahap selanjutnya yang lebih erat lagi. Oleh karenanya KBRI Seoul senantiasa mendukung kegiatan kebudayaan seperti yang dilaksanakan oleh Universitas Kyung Hee. Selanjutnya disampaikan oleh Dubes juga mengenai kegiatan-kegiatan kebudayaan yang dilaksanakan oleh KBRI Seoul guna menjalankan soft power diplomacy seperti saat merayakan 40 tahun hubungan Indonesia dan Korea Selatan tahun 2013 lalu.

Pada kesempatan tersebut Dubes juga menyampaikan mengenai perubahan dunia yang begitu cepat dimana dalam 10 tahun yang akan datang hal-hal yang saat ini dianggap modern mungkin sudah menjadi usang, sebagian negara-negara Asia akan memiliki GDP perkapita yang hampir sama dengan negara-negara maju di Eropa dan Amerika Utara.

Saat ini Indonesia telah tumbuh sebagai negara middle power di Asia dengan ekonomi terbesar ke 10 di dunia berdasarkan PPP, GDP sekitar US $ 1 Triliun yang merupakan ranking 16 terbesar di dunia dan menurut suatu lembaga penelitian akan menjadi ke 7 terbesar pada tahun 2030 dengan populasi penduduk mayoritas berada dalam usia produktif. Selain itu pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir berada pada kisaran 5 – 7 % merupakan kedua tertinggi diantara negara G-20 di bawah China.

Dari capaian-capaian yang telah diraih tersebut masih banya kekurangan yang harus dibenahi oleh Indonesia seperti kesenjangan pendapatan, peningkatan taraf pendidikan, social capital defficiency dan kurangnya infrastruktur. Namun dengan segala modal yang dimiliki maka Indonesia saat ini telah berkembang menjadi aktor geopolitik penting di Asia, seperti yang disampaikan Dubes RI Seoul pada kuliah umum tersebut.

Pada kegiatan tersebut selain kuliah umum yang disampaikan oleh Duta Besar juga terdapat pameran makanan Indonesia serta menampilkan lagu-lagu tradisional Indonesia, tarian dan seni bela diri pencak silat. (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Seoul Mengundang Tim Indonesia Pemenang kejuaraan “Green Car”

greencar5

Pada hari Selasa  tanggal 27 Mei 2014 Duta Besar RI untuk Korea Selatan, John A. Prasetio mengundang Tim Garuda Universitas Negeri Jogyakarta ke Wisma Duta RI. Undangan tersebut untuk beramah tamah sekaligus mengucapkan selamat atas prestasi Tim atas kemenangannya sebagai juara I dalam katagori akselerasi pada International Student Green Car Competition pada 24 Mei lalu. Tim terdiri dari 20 mahasiswa anggota tim mobil Garuda UNY, 2 dosen pembimbing, Wakil Dekan Fakultas Teknik, dan Wakil Rektor II UNY.

Duta Besar Indonesia untuk Korea, memilih untuk berbincang-bincang tanpa ada urutan acara yang formal. Ia menyambut tim dengan video kerja sama Indonesia-Korea yang sudah terjalin selama ini. Dubes mengungkapkan bahwa banyak sekali nilai-nilai moral dari orang Korea yang dapat dipelajari guna memajukan Indonesia."Pada tahun 1960an,  Korea berjuang. Tidak lebih maju dari Indonesia saat itu, tapi dengan semangat yang ada, sekarang bahkan Korea jauh lebih maju dari tanah air kita," ujar Dubes John di sela-sela sesi ramah tamah.

Wakil Rektor II UNY Moch. Alip menyampaikan bahwa pihak UNY kemungkinan akan menjalin kerjasama dengan beberapa universitas atau mengirim mahasiswanya mengikuti kompetisi-kompetisi di Korea Selatan. "Kami meminta bantuan kepada pihak Kedubes untuk membantu mengoptimalkan kesempatan yang dapat diraih di Korea," harapnya. Dubes John mengiyakan harapan itu dan menambahkan. "Terima kasih kami ucapkan. Karena dengan seperti itulah, sebenarnya bapak dan adik-adik turut membantu tugas kami disini untuk membuat Indonesia dihargai di negeri orang lain," ujarnya.

Setelah sesi ramah tamah tersebut, Dubes John mengajak mahasiswa dan dosen berfoto bersama dengan pihak Kedutaan Besar. Beberapa mahasiswa mengantre untuk foto berdua dengan beliau. "Kesempatan ini sangat langka. Kami sangat bangga bisa diterima oleh Bapak Dubes langsung. Beliau sangat ramah dan kaya akan nasihat," ujar Rahma, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim mobil Garuda UNY. Acara ditutup dengan tukar menukar cindera mata, ramah tamah dan photo bersama.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014