Bahas Upaya Tingkatkan Hubungan bilateral, Dubes RI Temui Ketua Majelis Nasional Republik Korea

WhatsApp Image 2017-01-10 at 11.24.10

                       Dalam upaya terus memperkuat dan meningkatkan hubungan bilateral RI-ROK, pada 10 Januari 2017 Dubes RI John A. Prasetio telah menemui Ketua Majelis Nasional ROK H.E. Chung Sye-Kyun. Pada pertemuan itu, Dubes RI antara lain menyampaikan RI-ROK memiliki hubungan yang sangat dekat. Sejak 2006 hubungan RI-ROK telah memasuki Kemitraan Strategis. Kedua negara terus berupaya meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang. Kerjasama bisnis dan investasi kedua negara terus berkembang. Lebih dari 2.200 perusahaan Korea beroperasi di Indonesia termasuk perusahaan besar seperti POSCO, Lotte Chemical, Hankook. Bahkan berbagai restauran Korea berkembang pesat dan saat ini dapat dijumpai di berbagai kota di Indonesia.

                "RI-ROK memiliki hubungan yang sangat baik sejak lama" demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Nasional ROK H.E. Chung Sye-Kyun. Indonesia merupakan negara penting dengan jumlah penduduk, luas wilayah, dan sumber-sumber alam yang melimpah. Indonesia juga memainkan "leading role" di ASEAN. H.E. Chung Sye-Kyun mengharapkan hubungan yang telah terbina demikian baik antar kedua negara dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Secara khusus Ketua Majelis Nasional mengharapkan perlunya penguatan hubungan RI-ROK dalam forum MIKTA yang merupakan forum negara-negara Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia. Menanggapi situasi perdagangan yang agak turun akibat situasi ekonomi global yag lesu, dirinya menekankan pentingnya mendorong penguatan kerjasama perdagangan kedua negara. Untuk lebih memperkuat hubungan bilateral Ketua Majelis Nasional RO akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 11 2/d 13 Januari 2017.

Surat Terbuka Dubes RI kepada Masyarakat Indonesia di Korea Selatan

DSC 0904

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera untuk kita semua.

 

Saudara-saudaraku yang saya banggakan,

Tidak terasa, tahun 2016 sebentar lagi akan berakhir. Pada tahun ini cukup banyak kegiatan penting yang dilaksanakan oleh KBRI Seoul bersama masyarakat Indonesia di Korea Selatan. Pada bulan Mei yang lalu misalnya, bekerjasama dengan Komunitas Indonesia, KBRI menyelenggarakan pertemuan dan dialog Presiden Joko Widodo dengan sekitar 1300 diaspora Indonesia di Korea Selatan pada awal kunjungan kenegaraan beliau di Republik Korea. Presiden Jokowi sungguh sangat gembira dan menghargai berbagai masukan yang beliau peroleh langsung dari dialog dengan masyarakat Indonesia.

 

Selengkapnya...

MoU Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi di TPA Bantar Gebang Bekasi Ditandatangani di Seoul

WhatsApp Image 2016-12-15 at 11.52.20

Pihak Korsel dan Indonesia telah menyepakati untuk pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi di TPA Bantar Gebang Bekasi. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam MoU on Waste to Energy Project yang penandatangannya dilakukan di KBRI Seoul pada Jumat (9/12).

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh konsorsium Korea Selatan dengan PT NW Abadi yang merupakan perusahaan PMDN pemegang konsesi pengolahan limbah menjadi energi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Keempat pihak yang menandatangani MoU diwakili masing-masing oleh Jun Young Sam (Executive Director of Capital Market Division KDB), Hyun Moon Sik (Chairman KORBI), Jun Young Doo (Vice President of Environment Division GS E&C), dan Teddy Sujarwanto (Dirut PT NW Abadi) dengan disaksikan oleh Wakil Dubes RI untuk Republik Korea Cecep Herawan.

MoU antara lain menyepakati bahwa pihak konsorsium Korsel akan bertanggung jawab dalam hal penyediaan fasilitas pembiayaan, manajemen proyek dan konstruksi. Sementara dari pihak Indonesia PT NW Abadi yang akan bertanggung jawab dalam hal integrasi sistem dan teknologi waste-to-energy (WTE).

Fasilitas WTE yang akan mulai dibangun di Bekasi, Jawa Barat pada bulan Februari 2017 merupakan fasilitas pengolahan limbah menjadi energi yang pertama di Indonesia dengan kapasitas energi yang akan dihasilkan sebesar 34.6 MW dengan total rencana investasi senilai US$ 120 juta.

Potensi jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 184,000 ton per hari (2015). Sampah yang berasal dari Bekasi sendiri potensinya 1,500 ton per hari, belum termasuk sampah dari Jakarta yang dibuang ke Bekasi (TPA Bantar Gebang) sebanyak 7,000 ton per hari. Jadi kalau ditotal sekitar 8,500 ton per hari sampah yang menumpuk di Bekasi.

Kunjungi Korban, Presiden Jokowi Sebut Penanganan Korban Gempa di Pidie Jaya, Aceh, Sudah Sangat Baik

WhatsApp Image 2016-12-09 at 10.50.30

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, penanganan terhadap korban bencana gempa Pidie Jaya, Aceh, sudah sangat baik, dan evakuasi korban sudah mencapai 99 persen. Penilaian ini disampaikan Presiden setelah menjenguk korban bencana gempa Pidie Jaya di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh, Kamis (8/12) malam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu (7/12) pukul 05.36 WIB dengan kekuatan Magnitude 6,5 Skala Richter (SR). Pusat gempa bumi terletak pada 5,19 LU dan 96,36 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh, pada kedalaman 15 km. Gempa bumi ini mengakibatkan sejumlah bangunan roboh dan rusak berat, dan puluhan orang dinyatakan meninggal.

Adapun korban bencana yang mendapatkan perawatan di RS dr. Zainoel Abidin berjumlah 23 orang yang sebagian besar mengalami patah tulang. “Ada 19 tapi tadi masuk lagi 4 orang, yang sudah ditangani operasi ada 8 orang,” kata Presiden.

Jumat pagi ini (9/12), Presiden direncanakan akan berkunjung ke Pidie Jaya, daerah yang paling parah terkena gampa bumi tektonik, untuk melihat penanganan di lapangan termasuk bantuan-bantuan yang akan diberikan.

Terutama untuk merekonstruksi kembali setelah nanti kita lihat lapangan seperti apa. Yang penting evakuasi penanganan korban di RS sudah ditangani dengan baik,” ucap Presiden.

Sebelumnya dalam rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melaporkan tentang dampak gempa di Pidie Jaya dan sekitarnya. “Korban meninggal 102 tewas dan 1 hilang, 136 luka berat, 616 luka ringan, dan 10.029 mengungsi tersebar di 28 penampungan di tiga kabupaten,” ucap Presiden.

Bencana yang terjadi, lanjut Teten, memberikan dampak di tiga kabupaten yakni Pidie Jaya, Bireuen, dan Pidie. Di Pidie Jaya kerugian material sebanyak 105 unit ruko roboh, 12.560 unit rumah rusak ringan hingga berat, 49 unit masjid roboh, 1 RSUD Pidie rusak berat, beberapa ruas jalan rusak, dan tiang listrik roboh. Sementara di Kabupaten Bireuen sebanyak 41 rumah rusak ringan hingga berat, satu masjid rusak berat, satu bangunan sekolah rusak, dan satu kilang padi rusak berat.

Di Kabupaten Pidie sebanyak 40 rumah juga rusak berat,” kata Teten.

Gubernur Aceh sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari (7-20 Desember 2016) melalui surat Nomor 39/PER/2016. Masa tanggap darurat ini berlaku untuk tiga kabupaten yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. Penetapan tanggap darurat diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses.

Turut menyertai Presiden saat menjenguk korban di RS dr. Zainoel Abidin, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo. (sumber: setkab.go.id)

Dubes John A. Prasetio Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Sungkyul University

WhatsApp Image 2016-12-05 at 17.00.49

Dubes RI di Seoul John A. Prasetio menyatakan Indonesia adalah negara yang sangat potensial untuk menjadi negara yang sukses di Asia. Namun kesuksesan tersebut akan sangat tergantung pada apakah Presiden Jokowi berhasil untuk terus mengkonsolidasikan berbagai komponen di Indonesia agat memiliki kemauan politik untuk bersama-sama mentransformasi dan membangun Indonesia.  Dan hingga saat ini tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintahan Presiden Jokowi cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikan Dubes RI dalam kuliah umum di depan lebih dari 1000 mahasiswa Sungkyul University, Anyang, pada tanggal 28 November 2016.  Kuliah umum tersebut dibuka oleh President Sungkyul University Profesor Dong Cheol Yoon. 

Dalam pembukaannya, Profesor Yoon menyatakan bahwa Dubes RI sudah melakukan banyak hal untuk memajukan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Korea, khususnya telah membantu Sungkyul University untuk menjalin kerjasama dengan Pemkot Bandung dan beberapa universitas di Bandung.

Selain Dubes John Prasetio, turut memberikan presentasi seorang Indonesianis Ms. Daisy Park, yang membawakan paparan berjudul “Why I love Indonesia”.

Melalui kuliah umum tersebut diharapkan pemahaman publik Korea terhadap Indonesia khususnya di kalangan mahasiswa dapat meningkat.  Dalam kesempatan tersebut juga dibuka stand “Wonderful Indonesia” yang menampilkan brosur-brosur dan DVD guna mempromosikan pariwisata Indonesia.

Dubes RI Berikan Sambutan pada “SNU GSIS-KOICA DCPP Evaluation Conference”

WhatsApp Image 2016-12-03 at 10.37.49

Dubes RI di Seoul John A. Prasetio menggarisbawahi prinsip Pemerintahan Presiden Jokowi yaitu “kerja, kerja dan kerja” sejalan dengan etos kerja Korea “pali pali” yang berarti “lakukan dengan sigap dan cepat” (2/12). Melalui prinsip tersebut para pegawai pemerintah diharapkan tidak lagi tinggal dalam zona nyaman, bersikap proaktif dan bekerja lebih sigap dan cepat untuk pembangunan negaranya.

Sambutan tersebut disampaikan kepada para mahasiswa dan alumni Development Cooperation Policy Program (DCPP), Graduate School of International Studies, Seoul National University (GSIS SNU) yang hadir pada “SNU GSIS-KOICA DCPP Evaluation Conference: Effective Development Cooperation on Higher Education” pada tanggal 2 Desember 2016 di Seoul.

Konferensi tersebut juga dihadiri oleh Dubes Vietnam di Seoul, Vice President Hyundai Engineering dan Vice President of Global Volunteers and Fellowship Program KOICA.

Dalam sambutannya, Dubes RI juga mengapresiasi Republik Korea dalam membagikan best practices dan pengalaman mereka dalam membangun negaranya menjadi maju seperti sekarang ini kepada negara-negara berkembang. Dikenal sebagai salah satu negara termiskin pada tahun 60-an, Korea Selatan kini masuk dalam 10 besar negara industri, merupakan middle income countries dan merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-12 di dunia. Tentunya pengetahuan dan pengalaman yang didapat para mahasiswa dapat diterapkan di institusi dan negara masing-masing.

Republik Korea telah menjadi negara donor sejak pendirian Korea International Cooperation Agency (KOICA) pada tanggal 1 April 1991 sebagai badan pemerintah yang berfungsi sebagai pelaksana bantuan hibah pemerintah Korea kepada negara berkembang dan program kerjasama teknis.

Pertemuan dihadiri oleh 60 orang para mahasiswa dan alumni Development Cooperation Policy Program (DCPP), GSIS SNU yang merupakan para pengawai pemerintah negara berkembang termasuk Indonesia yang mendapatkan beasiswa Pemerintah Korea untuk melanjutkan studinya di Seoul National University dibawah program DCPP SNU-KOICA.

Selain Dubes John Prasetio, pada awal konferensi, Dubes Vietnam di Seoul dan Dekan International Affairs Professor Geun Lee memberikan sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi dan harapan bahwa melalui konferensi ini para mahasiswa dan alumni DCPP dapat memperkuat persahabatan dengan tujuan membangun dunia yang lebih baik. Sambutan pembukaan tersebut disambut dengan tepuk tangan hangat dari mahasiswa dan alumni DCPP SNU yang hadir. 

Special Lecture Dubes RI pada Korea-Indonesia Global Future Forum

WhatsApp Image 2016-12-01 at 16.47.59

Duta Besar RI Seoul John A. Prasetio memberikan special lecture dalam pertemuan Korea-Indonesia Global Future Forum di Press Room, Gedung Korea Press Center, Seoul, Rabu (9/11). Pertemuan dihadiri sekitar 100 orang warga Korea dari kalangan pebisnis dan akademisi yang memiliki ketertarikan terhadap Indonesia, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Duta Besar John Prasetio menyampaikan paparan mengenai perkembangan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan hubungan bilateral Indonesia – Korea.

Dikatakannya, hubungan bilateral RI-Korea menunjukkan kecenderungan yang terus menguat. Tercermin dari intensitas saling kunjung pejabat dan kepala negara termasuk kunjungan kenegaraan khususnya pada kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Korea bulan Mei 2016.

Terdapat sekitar 70 ribu orang Korea di Indonesia dan 2200 perusahaan Korea di Indonesia dan investasi perusahaan Korea, seperti POSCO, LOTTE, Hankook Tire, LG dan Samsung yang menunjukkan intensnya kerja sama People-to-People Contact dan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Di bidang investasi, Republik Korea menempati urutan ke-4 dari total Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia.

Terdapat banyak success story perusahaan dan pebisnis Korea di Indonesia, namun khusus sektor automobile, produk Korea masih memiliki pangsa pasar yang relatif kecil di Indonesia.

Di bidang pertahanan, Indonesia adalah negara pertama yang membeli kapal selam dan pesawat jet trainer tipe T-50 golden eagle dari Korea dan merupakan satu-satunya negara yang bekerja sama dengan Korea dalam mengembangkan pesawat jet fighter dengan teknologi terbaru tipe KFX.

Sementara itu pihak penyelenggara dalam presentasinya memaparkan bahwa tujuan dari kegiatan adalah untuk membangun exchange network antara Korea dan Indonesia di bidang ekonomi, seni budaya, dan pendidikan, khususnya di 10 bidang yaitu pendidikan, pers, seni dan budaya, kecantikan, jasa, hukum, kesehatan dan kesejahteraan, pariwisata, pemberdayaan perempuan, serta pertanian dan perikanan.

Acara Korea-Indonesia Global Future Forum berjalan lancar dan dihadiri oleh berbagai kalangan di Korea dan menunjukkan minat besar Korea terhadap peningkatan hubungan bilateral Korea-Indonesia serta menunjukkan apresiasi warga Korea terhadap perkembangan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Chairman dari kegiatan Korea – Indonesia Global Future Forum Mr. Kim Young-bae adalah juga Chairman of Board dari Korea Institute of Service Industry. Ybs bersama-sama dengan President Asia Journalist Association (AJA) Mr. Lee Sang-ki pada akhir April lalu telah bertemu Presiden Jokowi di Jakarta.

Presiden Jokowi juga telah dianugerahi AJA Award dalam sebuah forum di Ajou University pada saat kunjungan Presiden ke Republik Korea bulan Mei 2016.

Aneka Soto Menggoyang Lidah Publik Korea

WhatsApp Image 2016-11-02 at 11.16.20

Sebuah festival makanan yang menyajikan berbagai cita rasa dari 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) berakhir pada Sabtu sore waktu setempat di COEX Convention and Exhibition Center, Seoul, Korea Selatan. Pada acara ini, booth Indonesia yang digawangi Chef Budi Lee menyajikan aneka soto, gado-gado, dan rendang, makan terenak di dunia berdasarkan hasil voting CNN.

ASEAN Culinary Festival 2016 ini dilaksanakan dalam kaitannya dengan pameran industri makanan ASEAN Fair 2016 yang dihelat selama 4 hari penyelenggaraan dan dilaksanakan bersama-sama pameran produk makanan Korea Food Week.  Festival kuliner yang diselenggarakan oleh ASEAN-Korea Centre (AKC) dan Kedubes Negara-negara Asean di Korea ini masing-masing menawarkan 3 macam ikon kuliner yang disiapkan oleh chef dari 10 negara ASEAN.

Setelah rendang cukup sukses dikenal publik dunia, Indonesia kini mencoba memperkenalkan soto sebagai ikon kuliner baru Indonesia. “Kami memilih soto sebagai ikon kuliner baru karena makanan ini ada di seluruh Indonesia dengan beragam jenisnya. Makan ini juga mewakili keragaman budaya Indonesia,” kata Deputi Pemasaran Luar Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Joshua Simandjuntak yang datang ke Seoul turut mendukung kegiatan promosi kuliner ini.  Tiga jenis soto yang ditampilkan soto ayam, soto betawi, dan soto tauto Pekalongan.

Duta Besar RI untuk Republik Korea, John A. Prasetio menyatakan bahwa dirinya senang melihat kerumunan orang Korea yang menikmati makanan yang disajikan di booth Indonesia. Selama 4 hari penyelenggaraan festival kuliner, booth Indonesia yang menyajikan rendang, gado-gado, dan aneka soto, selalu mencatat jumlah terbanyak menggoyang lidah pengunjung dengan rata-rata 550 porsi makanan ludes setiap harinya.

Kim Young-sun, Sekjen AKC pada saat upacara pembukaan ASEAN Culinary Festival menyatakan bahwa dirinya berharap ASEAN Fair dapat menjadi jembatan bagi ASEAN dan Korea untuk meningkatkan jaringan bisnis dan kerjasama ekonomi. Kim juga menyatakan bahwa pameran ini akan menyajikan produk makanan yang kompetitif dan budaya makanan ASEAN yang beragam. (*)

Bandung dan Seoul Tandatangani MoU Kerjasama

WhatsApp Image 2016-10-07 at 16.28.38

Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Walikota Seoul Park Wonsoon menandatangani MoU kerjasama di berbagai bidang di City Hall, Seoul, pada Jumat siang (7/10), disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Korea John A. Prasetio.

Kedua Walikota sepakat untuk melakukan pertukaran dan kerja sama melalui berbagi keahlian dan praktik-praktik terbaik dalam 4 bidang: ekonomi perkotaan, perencanaan kota, transportasi perkotaan, dan e-government.

“Saya yakin dengan penandatanganan MoU ini akan menginspirasi lebih banyak aktivitas innovatif dan sinergi antara kedua Kota Bandung dan Seoul serta akan meningkatkan kerja sama pembangunan di keempat bidang tersebut ”, demikian dikatakan Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Di samping itu kedua pemerintah kota akan berbagi pengalaman dan melakukan program pertukaran dalam bidang kebudayaan, seni, dan pariwisata, serta melakukan diskusi aktif mengenai kebijakan-kebijakan dalam bidang kebudayaan dan seni melalui kunjungan satu sama lain serta pertukaran-pertukaran lainnya.

 

Kedua kota juga akan berbagi informasi mengenai kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi dan dengan demikian mendorong ekonomi lokal, serta dapat memberikan dukungan dengan menghubungkan bisnis dan minat investasi kepada satu sama lain.  Kedua pihak akan secara aktif memfasilitasi pertukaran praktis dan kolaborasi melalui program-program seperti pertukaran personel dan pelatihan jangka pendek ataupun panjang.

 

Kerjasama kedua kota dimulai sejak pendatanganan LOI pada Mei 2015. Kerjasama berjalan intensif dengan kunjungan tim ahli Seoul, antara lain dalam menyusun master plan sistem  transportasi Bandung yang cepat dan tertata baik. Seoul juga diharapkan dapat membantu rehabilitasi sungai dan memperkuat techno park di Bandung.

 

Selain menandatangani Mou dengan Kota Seoul, Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini direncanakan juga akan ke Suwon untuk menghadiri International Sister Cities Culinary Festival pada Sabtu (8/10) dimana Bandung dan Suwon telah menandatangani MoU Sister Citypada tahun 1997.  Kang Emil juga berkesempatan bertemu sekitar 40 orang Diaspora Indonesia di Korea pada Jumat pagi (7/10) di Wisma Duta, KBRI Seoul, untuk berbagi kiat dan pengalaman dalam memimpin dan membangun Bandung.  Kunjungan kali ini juga dimanfaatkan untuk penjajagan lokasi pendirian "Little Bandung" di Korea.

 

Aktor Indonesia Joe Taslim Mendapat Award di Ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards"

WhatsApp Image 2016-10-04 at 11.09.14

Aktor kebanggaan Indonesia Joe Taslim mendapatkan penghargaan pada ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards" (2016 APAN Star Awards) yang diselenggarakan di MBC Sangam pada Minggu, 2 oktober 2016. Joe, yang baru-baru ini membintangi Star Trek: Beyond, dianugerahi penghargaan ini bersama dengan beberapa aktor Asia-Pacifik lainnya diantaranya Tanayong Wongtrakul (Thailand), Jessy Mendiola (Filiphina), Narimiya Hiroki (Jepang), Kim Hee-sun (Korea Selatan) dan Song Joong-ki (Korea Selatan), yang menjadi aktor megahit Korea setelah membintangi drama "Descendant of the Sun". Song Joong-ki juga mengunggah fotonya bersama Dubes John dan Joe Taslim di akun twitternya (@SONGJOONGFKI).

Pada acceptance speech-nya Joe menyatakan bahwa dirinya berharap agar dapat lebih banyak lagi kolaborasi yang tercipta di Asia-Pasifik. Selain menerima penghargaan, Joe juga didaulat untuk berduet bersama Eru dan menyanyikan lagu berjudul "Black Glasses", sebuah lagu yang direkam Eru bersama artis kenamaan Indonesia, Atika Hasiholan. Ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards" ini merupakan bagian dari Digital Media City Festival yang diselenggarakan oleh MBC dan berlangsung mulai 1-11 Oktober 2016. Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea John A. Prasetio juga berkesempatan hadir pada acara tersebut.

Dubes John Prasetio Wisuda Sarjana TKI Korea Selatan

WhatsApp Image 2016-10-03 at 17.26.46

Lima belas TKI resmi jadi sarjana dari Universitas Terbuka Cabang Korea. Mereka layak menyandang gelar sarjana setelah kisaran 5 tahun banting tulang kerja sambil belajar. Dubes John Prasetio mengingatkan bahwa kompetisi ke depan makin sengit.

Hanya delapan dari TKI mahasiwa UT Korea yang kemarin (02/10/12) yang ikut wisuda sarjana di KBRI Seoul. Salah satu wisudawan tidak hadir karena harus masuk kerja sedangkan lainnya sudah keburu pulang karena kontrak kerjanya sudah habis.

Bertempat di aula KBRI Seoul, perhelatan wisuda sarjana UT Korea dilaksanakan dengan penuh khidmat. Hadir 200-an pengunjung yang memenuhi ruangan walaupun hujan deras mengguyur kota Seoul sejak siang hari. Selain Dubes, ikut mewisuda Wakil Dubes Cecep Herawan dan Koordinator Umum UT Korea, Syarif Hidayat.

Lulusan yang kali ini mengambil jurusan Bahasa Inggris dan Management ini adalah para pekerja bidang manufaktur yang bekerja dari Senin sampai Sabtu. Rata-rata, mereka Pulang kerja baru pukul 20.00 malam. Tidak hanya itu, hari Minggu pun terkadang dihabiskan untuk lembur. Tidak heran Kalau waktu untuk belajar sangatlah minim.

Dubes RI untuk Korea Selatan yang memberikan orasi ilmiah memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian para TKI. Para pekerja itu disebut telah meningkatkan daya tawar mereka dengan ilmu pengetahuan yang dicapainya sehingga bisa pulang kampung dengan kepala yang tegak.

"Dunia saat ini diwarnai dengan kompetisi yang sangat ketat. Bangsa Indonesia hanya akan menjadi salah satu negara yang disegani manakala memiliki daya kompetisi yang tinggi. Prediksi positif masa depan Indonesia hanya bisa terwujud dengan kualitas SDM yang tinggi," ujar John Prasetio.

KBRI Seoul menjadikan wisuda kali ini sebagai perhelatan yang sangat wow. Selain kemeriahan acara, berbagai BUMN, perusahaan lokal dan organisasi kemasyarakatan memberikan hadiah serta apresisasi bagi wisudawan. Dijamin, wisudawan akan kerepotan dalam membawa pulang bingkisan.

Tidak hanya itu, mahasiswa yang hadir wisuda berhasil menjadikan #TKIjadisarjana sebagai trending topik dunia Twitter selama satu jam lamanya. Mereka tampak girang karena biasanya hanya bermain Facebook. "Ayo pertahankan. Jangan sampai meorot," ujar mereka.

BNI Cabang Seoul ikut memfasilitasi kemeriahan acara wisuda. Menurut GM BNI, Wan Andi Aryadi TKI yang menjadi sarjana berarti menambah bekal pulang, selain modal dan pengalaman kerja. "Untuk itu, kami siapkan buat mereka dengan Skema Kredit Usaha Rakyat," katanya.

Menpar Korsel Dukung Pengembangan Wisata RI

IMG 2040

Menpar Arief Yahya bisa tersenyum lebar saat pulang menuju Bandara Incheon, Seoul, Jumat malam (03/06/16). Pasalnya, beberapa jam sebelum penerbangannya ia meraup dukungan pengembangan wisata RI dari sohibnya, Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korsel, Kim Jong Deok.

Sore itu, Menpar yang didampingi Dubes RI untuk Korea John Prasetyo dan Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana, meminta dukungan Pemerintah Korea untuk tiga kerjasama di bidang kepariwisataan guna menindaklanjuti pertemuan kedua kepala negara. "Kita bersyukur karena Menpar Korea, Kim Jong Deok, menyambut positif semua tawaran kerjasama kepariwisataan itu. Kini tinggal mendetailkan lalu implementasi," ujar Dubes John Prasetio.

Pertama, soal low cost carrier, maskapai penerbangan berbiaya murah yang bisa terbang secara resiprokal ke Indonesia - Korea. Kotanya nanti akan dibicarakan teknis di level bisnis, antarmaskapai. "Kami sudah bertemu Jeju Air dan Jin Air. Keduanya tertarik untuk terbang ke Manado dan Lombok. Kami mohon support Pemerintah Korea," ungkap Arief.

Kedua, membuat paket wisata untuk destinasi Bali and Beyond, dengan hub Bali, ke barat sampai Banyuwangi dan Bromo Tengger Semeru. Ke arah timur ada Lombok yang sama kerennya untuk honeymooners. Selain itu juga great Batam Bintan via Singapore.

Ketiga, Menpar mengundang tour and travel, media, tokoh, endorser untuk famtrip ke Borobudur dan beberapa destinasi lain yang belum cukup dikenal oleh publik Korea. "Intinya, kami mengajak joint promotion, sekaligus joint investment baik B to B, maupun G to G. Antar pemerintah dan antar industri pariwisata," ungkapnya.

Saat ini outbond Korea ke luar negeri hampir 20 juta, inbound-nya masih 13 juta. Yang ke Indonesia 340 ribu, sedang orang Indonesia yang ke Korea 130 ribu. "Kami sangat tertarik dengan kebudayaan Indonesia. Soal LCC saya akan bicara dengan Menteri Transportasi. Tentu itu terkait dengan penumpang dan promosi. Kami setuju untuk joint promotion dan joint investment. Mudah-mudahan kerjasama kedua negara berlangsung dengan baik dan berkelanjutan," kata Kim.

Di akhir pertemuan kedua Menteri menyaksikan penandatanganan MoU investasi antara DW Development Ltd dengan PT Jababeka Tbk yang menyepakati kerjasama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung senilai USD 500 juta atau sekitar Rp 6,5 Triliun dalam bentuk sharing equity investment dan pembangunan berbagai fasilitas infrastruktur.

Kunjungan kerja Menpar ke Negeri Ginseng ini adalah langkah lanjutan dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea 16 Mei 2016 lalu. ()

KUNJUNGAN KENEGARAAN PRESIDEN RI KE ROK

jokowi-park geun-hye

Dalam rangka memenuhi undangan Presiden Republik Korea, Presiden RI telah melakukan Kunjungan Kenegaraan ke Seoul, Republik Korea (ROK), tanggal 15-18 Mei 2016. Presiden RI didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, Kepala BKPM, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Kepala Staf Kepresidenan dan Ketua KPK.

Selama kunjungan di Seoul, Presiden RI telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden ROK, mengadakan bisnis dialog dengan 450 pengusaha ROK, dialog dengan 1.400 Diaspora Indonesia di ROK. Presiden RI juga menyampaikan keynote speech pada Pertemuan ke-7 Asian Leaders Conference, menerima kunjungan kehormatan Gubernur Propinsi Gyeongsangbuk-do, serta melakukan kunjungan ke unhwa Broadcasting Corporation (MBC) dan CJ Creative Center.  Presiden RI juga menerima penganugerahan Warga Kehormatan kota Seoul dari Walikota Seoul, ROK dan menerima AJA Award dari Asia Journalist Association.

Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Seoul mendapatkan sambutan yang hangat dari Pemerintah dan rakyat ROK. Selain mendapatkan liputan yang sangat luas dari media cetak dan media elektronik setempat, Kunjungan Kenegaraan ini sempat menjadi trending topic di media sosial.

Pertemuan bilateral kedua pemimpin telah berlangsung sangat produktif dan dalam suasana yang sangat bersahabat. Hal ini tercermin dari banyaknya kerja sama kongkrit yang telah disepakati baik dalam tataran pemerintahan (Government to Government) maupun dalam tataran dunia usaha (Business to Business). Selain itu, Korea juga bersedia menjadi mitra akselerasi industrialisasi dan pengembangan industri kreatif Indonesia. Terdapat 7 MoU yang ditandatangani antara kedua negara, yaitu: (i) MoU on Cooperation regarding Indonesia Special Economic Zones; (ii) MoU on Cooperation in the Creative Industries Fields; (iii) MoU on Sports Cooperation; (iv) MoU on Maritime Cooperation; (v) MoU on Cooperation in the Field of Geospatial Data Infrastructure and Land Administration; (vi) MoU on the Cooperation in the Field of Peatland; (vii) MoU on Mutual Cooperation in Combating Corruption

Presiden RI juga menghadiri forum bisnis pada tanggal 16 Mei 2016 yaitu:“Special Forum with President Jokowi” yang dihadiri oleh sekitar 450 CEO dan pengusaha ternama ROK serta 30 pengusaha Indonesia; One on One Meeting dan Business Luncheon yang dihadiri oleh 20 CEO/Pemilik Perusahaan Besar Korea.  Pada kesempatan tersebut, Presiden RI menyampaikan paparan mengenai prospek ekonomi Indonesia, program reformasi ekonomi dan potensi investasi di Indonesia. Indonesia optimis dapat mencapai pertumbuhan rata-rata di atas 5% di tengah-tengah kelesuan ekonomi dunia. Untuk mencapai pertumbuhan tersebut Indonesia melakukan pembangunan infrastruktur secara assif, membuka lebih lebar perekonomian untuk mendorong kompetisi dan melakukan deregulasi kebijakan ekonomi. Dalam dialog bisnis tersebut berhasil diperoleh komitmen investasi senilai USD 18 milyar. Selain mempunyai dampak nyata bagi promosi investasi dan ekonomi, kesuksesan kegiatan rangkaian kunjungan Presiden RI ke korea merupakan promosi branding Indonesia secara keseluruhan dan sebagai wujud nyata pengedepanan konsep “Indonesia Incorporated” secara riil dan terpadu. 

Meriahnya Sambutan di Istana Blue House

IMG 1873

Kunjungan Presiden Jokowi di Korsel tergolong sangat produktif. Minggu malam (15/05/16) bertemu dengan 1400-an WNI, pagi berikutnya melakukan business meeting dan dicapai komitmen investasi 18 milyar dolar. Sore ini, setelah berbincang dengan Presiden Park Geun-hye, diteken berbagai MOU Bilateral.

Presiden Jokowi meninggalkan hotel setelah makan siang menuju Blue House yang merupakan "istana negara" Korea Selatan pada pukul 15.00 dan baru kembali pada jam 17.00. Selama itu, kedua Kepala Negara melakukan pembicaraan dan menyaksikan penandatanganan MoU.

Menurut sumber yang layak dipercaya, pembicaraan bilateral terasa sangat hangat. Presiden Korea siap menjadi mitra akselerasi industrialistsi di Indonesia. Diantara pokok bahasan adalah tentang kerjasama perdagangan, investasi, industri kreatif, lingkungan hidup, kemaritiman, Perlindungan WNI,  dan pertahanan.

"Dibahas juga kerjasama dalam menjaga keamanan internasional, penanggulangan terorisme dan radikalisme serta soal Semenanjung Korea," ujar sumber tersebut.

Adapun MoU yang ditekan mencakup kerjasama Bidang industri kreatif, pemanfaatan lahan gambut, anti korupsi dan olah raga serta turisme. Selain itu, diteken juga kerjasama bidang maritim, zona khusus di Indonesia serta data infrasturuktur dan administrasi pertanahan.

Presiden Jokowi diterima di istana Cheong Wa Dae (Blue House) dengan hamparan karpet merah. Presiden Korea yang bergaun warna merah membuat susanana makin semarak. Bukan hanya itu, sebelum masuk istana, terdapat barisan anak-anak yang mengibarkan bendera kedua negara. Matahari akhir musim semi yang mencorong dengan suhu 20 Derajat Celcius membuat suasana makin hangat dan terasa nyaman. ()

Duta Besar RI Kunjungi Lokasi Pembuatan Film-Film Drama Korea dalam Acara Friday With Friends at Dae Jang Geum Park

Dae Jang Geum Park

Pada 18 September 2015, Duta Besar RI didampingi Minister Counselor Politik berkesempatan berkunjung ke lokasi pembuatan film-film drama Korea di Yongin atas undangan CEO & President MBC Ahn Hwang-han pada acara Friday With Friends at Dae Jang Geum Park. Acara ini dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya penyiaran Korea ke kalangan diplomat-diplomat negara sahabat. Friday With Friends at Dae Jang Geum Park dihadiri antara lain oleh Duta Besar RRT, Hungaria, Iran, Singapura dan Turki. Selain itu hadir pula Vice President the Federation of Korean Industries, President of National Agri Cooperative Federation dan sejumlah pengusaha papan atas Korea Selatan seperti CEO Samsung Electronics, CEOHyundai Motor.

Dalam toast remarks-nya, Duta Besar RI antara lain menyampaikan serial film-film drama Korea sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Drama Korea telah merebak ke Indonesia dan berbagai belahan dunia dalam dekade terakhir. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung diplomasi kebudayaan dan pengembangan hubungan bilateral di bidang sosial budaya. Perkembangan penyiaran film seri drama Korea tentunya tidak terlepas dari peran penting perusahaan penyiaran dan pembuatan film-film drama Korea seperti Munhwa Broadcasting Corporation atau MBC. Berbagai cerita yang berlatar belakang historis seperti Dae Jang Geum di sekitar kehidupan istana digarap dengan sangat baik, penghayatan dan sangat menyentuh para pemirsa.

MBC merupakan salah satu perusahaan televisi dan jaringan radio terkemuka Korea Selatan. MBC bermarkas di DMC (Digital Media City), Mapo-gu, Seoul, dan merupakan fasilitas penyiaran terbesar di Korea. Beberapa film drama seri yang merupakan produksi MBC di lokasi tersebut diantaranya adalah Jumong Prince of the Legend, Jewel in the Palace (Dae Jang Geum), Coffee Prince, the Great Queen Seondeok, The Empress Ki, dsb. 

Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla ke Korea Selatan untuk Meningkatkan Hubungan Bilateral Indonesia-Korea Selatan

SOS 3104.2

Pada tanggal 26-30 Agustus 2015, Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla, melakukan kunjungan kerja dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan terutama dalam bidang perdagangan dan investasi. Rombongan Wakil Presiden RI didampingi oleh Kepala badan Koordinasi Penanaman Modal, Bapak Franky Sibarani, Kepala BNP2TKI, Bapak Nusron Wahid, Staf Ahli Wapres, Bapak Sofyan Wanandi dan Ibu Shinta Kamdani. Selain itu, turut serta juga dalam kunjungan ini, Kepala Otoritas Jasa Keuangan RI, Bapak Muliaman Hadad, Direktur Utama BNI, Bapak Achmad Baiquni dan Mantan Menteri Luar Negeri, Bapak Alwi Shihab.

Pada hari pertama kunjungan Wapres banyak diisi dengan pertemuan dengan investor Korea Selatan yang berencana untuk berinvestasi di Indonesia selain investor yang memang telah melakukan investasi dan mendirikan pabrik di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan angka investasi Korea Selatan di Indonesia sekaligus demi menenangkan kekhawatiran para investor tentang situasi ekonomi Indonesia ditengah-tengah melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar. Selain pertemuan dengan para investor, Bapak Wapres juga melakukan courtesy meeting dengan Sekretaris Jenderal International Conference of Asian Political Parties (ICAPP), Chung Eui-yong. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai bagaimana meningkatkan peran aktif partai politik Indonesia dalam konferensi ICAPP mendatang.

Malam harinya, Bapak Wapres mengadakan pertemuan makan malam dengan para pejabat tinggi Pemerintah Korea Selatan dan kalangan pengusaha terkemuka Korea Selatan di Wisma Duta KBRI Seoul. Dalam sambutannya, Wapres RI menyampaikan mengenai upaya reformasi birokrasi pemerintah RI diantaranya menciptakan good governance dan transparansi, serta untuk menjadi akuntabel dan terukur dalam pelaksanaan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Selain itu, Wapres juga menyampaikan mengenai berbagai upaya pembangunan infrastruktur yang dapat menjadi peluang bagi para pengusaha Korea untuk berinvestasi di Indonesia. Saat ini warga negara Korea yang berada di Indonesia adalah sebanyak kurang lebih 60,000 orang dan menjadi expatriate terbanyak di Indonesia. Dalam hal ini, tidak hanya kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Korea Selatan, tetapi juga people-to-people contact dan kerja sama sosial budaya. Sambutan Wapres dan seruan peningkatan kerja sama Indonesia – Korea di berbagai bidang disambut dengan antusias oleh para undangan yang hadir dan mewakili ketiga elemen penting di Korea, Pemerintah, Parlemen dan Kalangan Dunia Usaha.

Dari parlemen Korea hadir Chairwoman Na Kyung-won dan dari Pemerintah Korea hadir Wakil Perdana Menteri, Hon. Hwang Woo-Yea. Sedangkan dari pengusaha hadir antara lain Ketua Korea International Trade Association (KITA) dan para pemimpin perusahaan Korea diantaranya Hankook Tire, Hyundai Motor Group, Hyosung, Samsung Electronics, Woori Bank dan AJU Group,.

Pada hari kedua, Bapak Wapres melakukan courtesy call kepada Perdana Menteri Korea Selatan, Hwang Kyo Ahn. Dalam sambutannya, PM Hwang Kyo Ahn mengapresiasi Pemerintahan Jokowi – JK serta peran penting Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan Korea Selatan. PM Hwang Kyo Ahn menyampaikan bahwa Korea Selatan memandang penting peran Indonesia sebagai salah satu key player dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan. Selain itu, PM Hwang menyampaikan bahwa Indonesia dan Korea sebagai anggota G-20 memiliki peran penting dalam upaya bersama menjawab tantangan global (global effort in addressing global challenges). Korea Selatan mendukung Indonesia dan menginginkan peningkatan kerja sama di berbagai bidang.

Merespon sambutan PM Hwang Kyo Ahn, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan terima kasih dan juga menyampaikan keinginan untuk terus meningkatkan kerja sama Indonesia-Korea di segala bidang. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyampaikan mengenai prioritas pemerintah terutama dalam pembangunan infrastruktur dan menyampaikan bahwa hal tersebut dapat menjadi peluang bagi Korea untuk berinvestasi, mendapat keuntungan bersama dan ikut mendukung pembangunan Indonesia, terutama di bidang-bidang prioritas pemerintahan Jokowi-JK.

Selain courtesy call dengan Perdana Menteri, Bapak Wapres juga menerima Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korsel Yoon Sang-jik dan membahas mengenai bidang-bidang kerja sama yang dapat ditingkatkan diantaranya di bidang renewable energy, di bidang pembangunan industri dan perdagangan serta pembangunan infrastruktur untuk mendukung produktifitas dan peningkatan kapasitas sektor industri di Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri Yoon Sang Jik juga menyepakati bahwa Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Korea di masa mendatang harus lebih ditingkatkan, diantaranya melalui Indonesia - Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Di hari yang sama, Wakil Presiden menerima pimpinan perusahaan smart energy, Hanwha dan Hyosung. Setelah itu Wapres melakukan bussiness luncheon bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri Korea Selatan (KCCI) di Hotel Lotte, Seoul. Sambutan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang diantaranya menyerukan peningkatan kerja sama perdagangan Indonesia-Korea, disambut dengan antusias oleh para pemimpin perusahaan dan major trader yang hadir. Seruan yang sama juga disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada jamuan makan malam dengan Korea Indonesia Partnership Council (KIPC).

Pada hari ketiga dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi pembicara pada pleno pembukaan World Summit & Sun Hak Peace Prize 2015. Wapres menyampaikan bahwa semua agama di dunia memulai perundingan atau saat bertemu satu sama lain, selalu memulai dengan sapaan yang menyiratkan perdamaian. Menurut Wakil Presiden, dalam upaya menciptakan harmoni, tidak hanya dibutuhkan perdamaian antar manusia, antar negara dan antar agama, namun juga dibutuhkan harmoni dengan alam, terutama untuk mencari global solution terhadap isu perubahan iklim dan isu ketahanan pangan.

Sore harinya Wapres mengadakan pertemuan dengan dua pimpinan perusahaan besar Korsel yaitu KEPCO dan Samsung Electronics. Pimpinan Samsung Electronics menyatakan keinginannya memperluas investasi di bidang pembangkit tenaga listrik melalui anak perusahaannya Samsung NC. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik rencana tersebut dan tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara pimpinan Korea Electronic Power Cooperation (KEPCO) menyatakan keinginannya mengembangkan kerjasama dan investasinya di bidang pembangunan pembangkit listrik di Indonesia. Wapres menyambut baik hal ini sebab Indonesia dalam proses melakukan peningkatan kapasitas listrik untuk menunjang pengembangan sektor Industri di Indonesia. Wapres juga meminta KEPCO untuk memanfaatkan sumber energi primer yang berlimpah di Indonesia seperti air, panas bumi dan angin untuk membangun pembangkit tenaga listrik dari energi terbarukan. Dalam pertemuan dengan para pimpinan perusahaan besar Korsel tersebut Wapres didamping oleh Kepala BKPM, Staff Ahli Wakil Presiden, Bapak Sofyan Wanandi, dan Duta Besar RI Seoul, Bapak John A Prasetio.

Pada malam harinya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Business Dinner sekaligus penandatanganan prasasti BNI di Park Ballroom, Hotel Conrad. Jamuan makan malam ini juga dihadiri oleh 200 undangan dari kalangan dunia usaha dan perusahaan besar Korea Selatan yang telah berinvestasi di Indonesia dan yang akan memperluas investasinya di Indonesia. Pertemuan Business Dinner dibuka oleh Duta Besar RI, Bapak John Prasetio, yang menyampaikan bahwa Pemerintahan Jokowi-JK yang berlatar belakang bisnis dan memiliki pendekatan pragmatis memiliki kesamaan dengan etos kerja Korea Selatan yang ingin sesuatu dilaksanakan "pali-pali" atau cepat-cepat. Hal tersebut terlihat dari reformasi birokrasi serta program-program pembangunan infrastruktur yang dilakukan.

Dalam keynote speechnya, Wapres RI menyampaikan mengenai persamaan antara Indonesia – Korea yang merayakan 70 tahun peringatan kemerdekaannya. Wapres juga menyampaikan mengenai kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Pemerintah saat ini khususnya di bidang minerba dan tujuan Indonesia untuk memperbesar produksi value added products dan tidak lagi hanya mengekspor raw material. Wakil Presiden selanjutnya menyampaikan fokus Indonesia di bidang pembangunan dan upaya membangun konektifitas antar pulau di Indonesia serta mengembangkan maritime connectivity. Wakil Presiden juga menyampaikan bahwa untuk memperlancar hubungan kedua negara, kerjasama perbankan harus dapat berjalan, sehingga hubungan perbankan dan pembiayaan lebih mudah. Oleh sebab itu, Wakil Presiden menyambut baik rencana pembukaan kantor cabang BNI di Seoul dan optimis bahwa BNI dapat menjadi mitra pekerja Indonesia di Korea serta menjadi mitra perusahaan Korea yang hendak mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Hari terakhir kunjungan kerja Bapak Wapres diisi dengan pertemuan dengan pimpinan salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan, Cheil Jedang, di pagi hari dan di malam hari Bapak Wapres melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Korea Selatan. Pada pertemuan di pagi hari, dibahas mengenai bagaimana meningkatkan investasi Cheil Jedang di Indonesia yang diharapkan dapat terlaksana dalam waktu mendatang.

Kunjungan kerja Bapak Wapres diakhiri dengan dilakukannya pertemuan dengan perwakilan masyarakat Indonesia di Wisma Duta KBRI Seoul. Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI, Bapak John A. Prasetio, memberikan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah banyak membantu masyarakat Indonesia di Korea Selatan, baik pelajar maupun pekerja. Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada Rektor Kyungsung University karena telah memberikan banyak beasiswa kepada pelajar Indonesia dan juga telah banyak membantu KBRI Seoul dalam kunjungan Presiden RI, Bapak Joko Widodo, ke Busan pada bulan Desember tahun lalu. Bapak Wapres dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat Indonesia yang sedang berada di Korea Selatan harus banyak belajar dari masyarakat Korea Selatan terutama tentang bagaimana Korea Selatan dapat lebih maju dibandingkan Indonesia walaupun kedua negara merdeka dalam waktu yang hampir sama. Sebagai informasi, Korea Selatan merdeka dari Jepang pada tanggal 15 Agustus 1945, dua hari sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya. (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Diwawancarai Oleh Anak-Anak Dari Ssaeng Ssaeng Rainbow

Photo11

Pada tanggal 6 Agustus 2015, KBRI Seoul dikunjungi anak-anak dari Ssaeng Ssaeng Rainbow, sebuah majalah online anak-anak yang terkenal. Anak-anak yang berjumlah 18 orang itu mengunjungi KBRI Seoul dalam rangka mewawancarai Bapak Duta Besar RI.

Kegiatan wawancara ini merupakan program dari Ssaeng Ssaeng News untuk mengenalkan anak-anak Korea Selatan tentang negara-negara lain dan multikulturalisme. Telah banyak tokoh-tokoh terkenal Korea Selatan dan Duta Besar negara asing yang diwawancarai oleh wartawan wartawan cilik ini.

Bapak Duta Besar menganggap kegiatan ini  sangat baik untuk dimanfaatkan guna memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia kepada masyarakat  utamanya anak-anak Korea Selatan. Apalagi Saeng-Saeng News ini merupakan salah satu media yamg cukup terkenal dikalangan anak-anak Korea Selatan.

Bapak Duta Besar menerima anak-anak yang didampingi oleh mentor dan guru mereka di Wisma Duta. Selain wawancara, Duta Besar juga melakukan presentasi mengenai Indonesia dan menampilkan video tentang Indonesia.

Pada saat sesi wawancara, Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat beragam seperti pertanyaan mengenai keberagaman agama di Indonesia, apakah orang Indonesia suka kopi dan teh, tentang hewan-hewan yang ada di Indonesia selain komodo, tentang komoditas ekspor Indonesia, sumber daya alam Indonesia, kerajinan kayu Indonesia, tentang program pertukaran budaya dan tempat-tempat wisata di Indonesia. Selain itu juga ditanyakan apakah Bapak Duta Besar bisa berbahasa Korea, apa tugas Duta Besar, apa perbedaan antara Indonesia dan Korea Selatan dan mengenai rencana Bapak Duta Besar setelah selesai bertugas sebagai Duta Besar.

Anak-anak terlihat antusias sekali bertanya selain antusias ingin berfoto dengan Bapak Duta Besar. Setelah semua anak-anak mendapat giliran bertanya, mereka juga berbaris ingin meminta tanda tangan dari Duta Besar. Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah. Saat kepulangan masing-masing anak diberikan Goodie Bag yang berisi boneka komodo dan beberapa makanan kecil dari Indonesia.

Open House KBRI Seoul 1436 H

openhouse1

Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1436 H, Duta Besar RI Seoul, Bapak John A. Prasetio menyelenggarakan open house. Bersamaan dengan acara tersebut juga diadakan acara menyambut kedatangan Kepala BNP2TKI, Bapak Nusron Wahid dan rombongan ke Korea Selatan.

Selain itu pada acara open house kali ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang berperan aktif dalam mempromosikan Indonesia dan kegiatan KBRI Seoul dan masyarakat Indonesia di Korea Selatan.

Pada kesempatan open house kali ini, Bapak Duta Besar menyampaikan selamat hari raya Idul fitri kepada para hadiran dan seluruh masyarakat Indonesia di Korea Selatan. Selanjutnya disampaikan bahwa sesuai dengan arahan presiden Jokowi, salah satu tugas KBRI Seoul adalah memperkenalkan Indonesia dan branding Indonesia baik itu tenaga kerja, produk maupun pariwisata Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan.

Untuk branding TKI Indonesia, KBRI Seoul selalu berkoodinasi dengan para pekerja Indonesia untuk senantiasa menjaga nama baik negara dan bangsa dengan menjadi pekerja yang rajin, disiplin, pekerja keras dan tanguh. Selain itu juga meminta para TKI untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban dimanapun berada.

Selanjutnya juga disampaikan bahwa KBRI Seoul secara berkesinambungan melakukan perubahan paradigma pada pejabatnya untuk melayani masyarakat, mendatangi dan mendengarkan permasalahan yang ada untuk segera dicari penyelesaian masalahnya.

Pada kesempatan menyampaikan sambutan, Bapak Kepala BNP2TKI menyampaikan mengenai prinsip-prinsip kepemimpinan dan menyampaikan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berusaha untuk terus lebih baik dari sebalumnya dengan kata lain pemimpin yang melakukan reformasi untuk arah yang lebih baik dan menginsiprasi. Dan menyampaikan penghargaan terhadap perubahan dan reformasi yang dilakukan di KBRI Seoul terutama dalam pelayanan terhadap masyarakat Indonesia.

Selanjutnya acara diisi dengan pemberian penghargaan kepada Gregorius Rionugroho Harvianto ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (Perpika) dan Suripto Ilham Ketua Komunitas Muslim Indonesia di Korea Selatan. Pemberian penghargaan ini diberikan kerena kedua sosok ini dianggap cukup aktif dalam mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan dan terlibat berbagai kegiatan kemasyarakatan baik itu yang diselenggarakan oleh KBRI Seoul maupun oleh masyarakat Indonesia di Korea Selatan. (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Adakan Pertemuan dengan Ketua Komisi I Parlemen Korea Selatan

Komisi12

Pada 13 Juli 2015 Duta Besar RI didampingi Wakil Kepala Perwakilan dan Minister Counsellor Politik telah mengadakan pertemuan dengan Hon. Na Kyung-won chairwoman Foreign Affairs and Unification Committee National Assembly. Pertemuan dimaksudkan untuk membahas upaya-upaya untuk terus meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral yang telah terjalin baik selama ini.

Indonesia memandang ROK sebagai mitra yang sangat penting. Sejak 2006 hubungan dan kerjasama bilateral RI-ROK telah memasuki Kemitraan Strategis dan terus tumbuh dan meningkat secara signifikan di berbagai bidang. Momentum yang baik tersebut perlu terus dijaga sehingga dapat memberikan manfaat konkrit dan signifikan baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya kedua bangsa.

Hon. Na Kyung-won menyampaikan bahwa RI-ROK memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kerjasama kedua negara. Indonesia-ROK telah menjalin berbagai kerjasama di berbagai sektor dan Forum. Selain di bidang ekonomi, perdagangan, investasi yang telah terjalin baik, kedua negara juga menjalin kerjasama di forum MIKTA untuk memperluas horison sebagai negara berkekuatan ekonomi menengah.

Ketua Komisi I Majelis Nasional juga menyampaikan pentingnya kerjasama dengan ASEAN. Kawasan ini tumbuh sangat dinamis dan seiring dengan itu kerjasama Korea dengan negara-negara ASEAN terus meningkat. Lebih lanjut disampaikan bahwa peluang peningkatan kerjasama Indonesia-ROK terbuka lebar. Dirinya menyampaikan akan sangat senang jika dapat membantu dalam upaya meningkatkan hubungan bilateral. (KBRI Seoul)

Pertemuan Ketua Parlemen Negara Negara MIKTA : MIKTA Diharapkan Memainkan Peran Kepemimpinan dalam Ciptakan Keseimbangan Dunia Melalui Kekuatan Ekonomi Menengah

Miktaphoto511

MIKTA Speakers' Consultation telah berlangsung di Seoul pada 1-2 Juli 2015 dengan mengusung tema "Parliamentary Leadership for Global Future". Pertemuan dipimpin oleh Speaker of National Assembly Republik Korea (ROK) H.E. Chung Ui-hwa. Pertemuan dihadiri oleh President of the Senate Republik Meksiko H.E. Babosa Hueberta, Ketua DPD RI H.E. Irman Gusman yang didampingi oleh Duta Besar RI dan Delegasi DPD RI, President of the Senate of Australia Hon.Stephen Shane Parry. Turki diwakili oleh Dubesnya di Seoul karena sedang ada Pemilu di negaranya.

Pada pertemuan tersebut Menteri Luar Negeri Yun Byung-se hadir melaporkan Pertemuan Tingkat Menteri ke-5 MIKTA yang telah diselenggarakan pada 21-22 Mei 2015 di Seoul.

Dalam pembukaannya, Speaker National Assembly H.E. Chung Ui-hwa menyampaikan dunia telah mencapai banyak kemajuan setelah berakhirnya PD II walaupun masih banyak tantangan yang harus dihadapi di bidang ekonomi, keuangan, pembangunan berkelanjutan, dll. MIKTA memiliki sejumlah kesamaan seperti sama-sama anggota G20, demokratis, berekonomi terbuka,memiliki pengaruh dan berperan aktif pada tingkat regional dan global.

Pada 2 Juli 2015, jam 10.30 waktu setempat, Speakers MIKTA telah diterima oleh Presiden Park Geun-hye di istana kepresiden. Ketua DPD RI dengan difasilitasi KBRI Seoul juga berkesempatan mengadakan pertemuan bilateral dengan Speakers National Assembly ROK, Ketua Senat Australia, dan Meksiko, Gubernur Propinsi Gyeonggi Hon. Nam Kyung-pil, dan Chairman perusahaan LSIS.

Isu-isu yang dibahas dalam pertemuan MIKTA Speakers' Consultation adalah peran parlemen Middle Powers dalam implementasi pembangunan berkelanjutan yang dipimpin oleh Ketua DPD RI, laporan Pertemuan Tingkat Menteri ke-5 MIKTA yang telah diselenggarakan pada 21-22 Mei 2015 di Seoul dan isu-isu regional serta 70 tahun peringatan pembagian Semenanjung Korea dan Reunifikasi Damai yang disampaikan oleh ROK selaku tuan rumah.

Dalam tema peran parlemen Middle Powers dalam implementasi pembangunan berkelanjutan dibahas antara lain upaya-upaya meningkatkan peran parlemen dalam implementasi SDGs, dukungn legislasi dan keuangan parlemen untuk mencapai SDGs, monitoring kemajuan SDGs, upaya-upaya penyelesaian keterbatasan parlemen dalam mendukung SDGs.

Dalam laporan Pertemuan Tingkat Menteri ke-5 MIKTA yang telah diselenggarakan pada 21-22 Mei 2015 di Seoul, antara lain disampaikan outcomes Pertemuan Tingkat Menteri ke-5 MIKTA berupa boosting visibility, enhancing utility dan strengthening connectivity for MIKTA. MIKTA telah mengadopsi Vision Staement yang memuat garis-garis besar arah ke depan MIKTA sebagai agenda setter reformasi tata kelola global, sebagai jembatan (a bridge) antara negara maju dan berkembangan dalam memediasi dan menyelesaikan perbedaan pandangan regional platform untuk berbagi informasi dan peningkatan hubungan di berbagai sektor. Pada Pertemuan tersebut juga diluncurkan website MIKTA.

Mengenai tema 70 tahun peringatan pembagian Semenanjung Korea dan Reunifikasi Damai, disampaikan antara lain pembahasan dalam tema ini dimaksudkan untuk mendorong pemahaman tentang reunifikasi damai Semenanjung Korea dan arti pentingnya di tingkat global, realitas pembagian Korea, langkah-langkah menanggulangi pembagian dan reunifikasi damai Semenanjung Korea dan pemerintahan damai di Asia Timur.

Pada pertemuan tersebut Indonesia menyampaikan bahwa MIKTA sebagai forum informal penting untuk meningkatkan kerjasama negara-negara MIKTA di berbagai sektor baik di tingkat bilateral, regional maupun global. Mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan antara lain disampaikan dokumen pembangunan tersebut harus mencerminkan prioritas dan kepentingan semua negara, menekankan kembali pentingnya kemitraan global untuk mendukung realisasi means of implementation. Pembahasan dan implementasi Agenda Pembangunan Pasca 2015 harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait termasuk parlemen.

Pertemuan MIKTA Speakers' Consultation akan dilaksanakan secara reguler setiap tahun dan Ketua DPD RI bersedia menjadi tuan rumah pertemuan tahun depan.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014