Kunjungan Wapres

22

Kunjungan Wakil Presiden RI ke Korea Selatan

Minggu pagi 24 Februari 2013 sekitar jam 08.50 pesawat Boeing milik TNI AU yang membawa Wakil Presiden RI dan rombongan mendarat di lapangan udara Angkatan Udara Korsel Seongnam, Seoul. Direktur Protokol Kemlu Korsel dan Duta Besar RI Seoul John A Prasetio segera menaiki tangga pesawat untuk menjemput Bapak Wapres dan Ibu Herawati Boediono di dalam pesawat.

Dalam kunjungan ini Wapres didampingi oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Wakil Menter Luar Negeri Wardana, Wakil Ketua DPD GKR Hemas, Sekretaris Wapres Mohammad Oemar, Deputi Seswapres Dr. Dewi Fortuna Anwar serta sejumlah pejabat kantor Wapres. Kunjungan Wapres RI ini untuk menghadiri Pelantikan Presiden Korea Selatan ke-18 Park Geun Hye.

Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia
Minggu sore Wapres dan rombongan mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Korsel bertempat di Wisma Duta KBRI Seoul. Di awal sambutannya Wapres menyatakan bahwa secara umum kondisi Indonesia adalah baik dibandingkan dengan negara lain yang mengalami ketidaksabilan politik, ekonomi dan sektor lainnya. Wapres menyatakan bahwa ditengah badai krisis ekonomi dunia kita mempunyai kekuatan lumayan bahkan berada di urutan kedua setelah RRC.

Mengenai keberadaan lebih dari 30 ribu di TKI di Korsel Wapres mengakui bahwa lapangan pekerjaan di tanah air belum dapat menampung semua permintaan lapangan kerja. "Keberadaan ribuan tenaga kerja kita di Korsel harus disukuri dan suatu hari nanti ketika ekonomi kita makin membaik dimana lapangan kerja makin tersedia maka mereka akan kembali ke tanah air" ujar Wapres.

Wapres menyatakan bahwa setiap WNI di luar negeri diharapkan bersedia kembali dan menyumbangkan tenaganya untuk membangun tanah air. Wapres menyatakan bahwa semua WNI yang berada diluar negeri adalah bagian dari seluruh WNI di Indonesia. Bila ada kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi tanah air maka jangan dilewatkan.

Selain itu Wapres juga menyatakan bahwa banyak hal yang dapat ditiru dari Korea Selatan antara lain etos kerja mereka. Semangat kerja yang tinggi, disiplin yang baik menghasilkan kemajuan dalam berbagai hal termasuk kemajuan teknologi. "Selain itu kita harus meningkatkan soft skill disamping etos kerja yaitu kecintaan pada tanah air. Akhirnya kunci dari keberhasilan kemajuan bangsa kita berada ditangan generasi muda" ujar Wapres.

Menanggapi pertanyaan seorang WNI yang bekerja di Korsel mengenai kesempatan kerja di Indonesia Wapres menyatakan bahwa semua pengalaman, ketrampilan dan modal yang didapat di Korsel ini dapat digunakan untuk memulai usaha di Indonesia. Sehingga tidak usah menjadi TKI terus menerus di luar negeri.

Seorang guru besar asal Korsel yang pernah mengajar di Universitas Gajah Mada menanyakan peran yang dapat dimainkan Indonesia dalam isu di semenanjung Korea, seperti menyelenggarakan Jakarta Informal Meeting dalam menyelesaikan konflik Kamboja. Menanggapi pertanyaan ini Wapres menyatakan bahwa ada forum yang lebih tepat untuk hal ini yaitu Six Party Talks dan Indonesia dapat berperan untuk kasus ini dalam konteks yang lebih besar.

Menghadiri pelantikan Presiden Korsel
Pagi keesokan harinya 25 Februari 2013 Wapres dan Ibu Herawati Boediono didampingi Ketua DPD, Wakil Ketua DPD, Wamenlu dan Duta Besar RI Seoul menghadiri upacara pelantikan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye di halaman Gedung Parlemen yang terletak tidak jauh dari gedung KBRI Seoul.

Hadir pula sebanyak 26 orang kepala pemerintahan, menteri, pejabat tinggi dari 26 negara. Kepala Negara yang hadir adalah Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao. Pejabat lainnya antara lain bekas PM Singapura Goh Chok Tong, Wakil Presiden Afghanistan Karim Khalili dan Wakil Presiden Vetnam.

Pertemuan dengan Pengusaha Korsel
Sore harinya Wapres mengadakan pertemuan dengan tiga orang pimpinan perusahaan besar Korsel yaitu LG, POSCO dan KEPCO.

Pimpinan LG menyatakan keinginannya memperluas investasi di bidang pertambangan dan pembangkit tenaga listrik. Wapres menyambut baik rencana LG itu dan tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Wapres mengatakan, hubungan kedua negara bersifat komplementer atau saling melengkapi. "Indonesia mempunyai apa yang tidak dimiliki Korea, dan begitu sebaliknya, Korea memiliki apa yang tidak ditemui di Indonesia. Sinergi hubungan yang sangat kuat, dan dalam ekonomi global kerjasama yang bersifat komplementer dapat dilakukan tanpa terpengaruh oleh gejolak ekonomi dunia yang tidak pasti," ujar Wapres.

Pimpian POSCO menyampaikan perkembangan terakhir kerjasama POSCO dan PT Krakatau Steel di Cilegon Banten dimana pendirian fasilitas produksi baja sudah mencapai 75% dan bulan Desember ini akan diresmikan pembukaannya. Saat ini sebanyak 1200 tenaga kerja telah direkrut dari 4000 tenaga kerja yang dibutuhkan. Wapres menyatakan bahwa industri baja merupakan pilar industrialisasi dan keberhasilan kerjasama POSCO dan PT Krakatau Steel merupakan langkah penting untuk memperkuat sektor industri.

Sementara pimpinan Korea Electronic Power Cooperation (KEPCO) melaporkan kerjasamanya dengan perusahaan di Indonesia dalam membangun pembangkit listrik Mulut Tambang di Sumatera Selatan. Wapres menyatakan Indonesia memerlukan suplai tenaga listrik yang terus berkembang dan kerjasama ini merupakan kesempatan baik dalam meningkatkan kapasitas suplai listrik Indonesia. Wapres juga meminta KEPCO untuk memanfaatkan sumber energi primer yang berlimpah di Indonesia seperti air, panas bumi dan angin untuk membangun pembangkit tenaga listrik dari energi terbarukan.

Dalam pertemuan dengan para pimpinan pengusaha besar (chaebol) Korsel tersebut Wapres didamping oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI dan Duta Besar RI Seoul John A Prasetio.

Malam hari 25 Februari 2013 Wapres didampingi Wamenlu dan Duta Besar RI Seoul menghadiri undangan makan malam Presiden Park di Istana Presiden Korsel Cheong Wadae. Jamuan makan malam ini juga dihadiri oleh seluruh kepala negara dan wakil pemerintah asing lainnya yang ikut diundang pelantikan Presiden Park Geun Hye. Ketua DPD dan isteri serta Wakil Ketua DPD juga hadir dengan undangan tersendiri.

Pagi 26 Februari 2013 Wapres mengadakan courtessy calls pada Presiden Park Geun Hye didamping Ketua DPD, Wamenlu, Duta Besar RI Seoul, Seswapres dan Deputi Seswapres. Selain membicarakan sekilas perkembangan hubungan bilateral, Presiden Park mengucapkan selamat ulang tahun kepada Wapres yang jatuh tanggal 25 Februari 2013.

Wapres sempat menyampaikan undangan kepada Presiden Park untuk menghadiri APEC Summit di Bali yang disambut baik oleh Presiden wanita pertama Korsel itu. Siang harinya Wapres dan rombongan tinggal landas dari bandar udara Seongnam menuju Manila. (sosbud)

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014