MoU Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi di TPA Bantar Gebang Bekasi Ditandatangani di Seoul

WhatsApp Image 2016-12-15 at 11.52.20

Pihak Korsel dan Indonesia telah menyepakati untuk pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi di TPA Bantar Gebang Bekasi. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam MoU on Waste to Energy Project yang penandatangannya dilakukan di KBRI Seoul pada Jumat (9/12).

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh konsorsium Korea Selatan dengan PT NW Abadi yang merupakan perusahaan PMDN pemegang konsesi pengolahan limbah menjadi energi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Keempat pihak yang menandatangani MoU diwakili masing-masing oleh Jun Young Sam (Executive Director of Capital Market Division KDB), Hyun Moon Sik (Chairman KORBI), Jun Young Doo (Vice President of Environment Division GS E&C), dan Teddy Sujarwanto (Dirut PT NW Abadi) dengan disaksikan oleh Wakil Dubes RI untuk Republik Korea Cecep Herawan.

MoU antara lain menyepakati bahwa pihak konsorsium Korsel akan bertanggung jawab dalam hal penyediaan fasilitas pembiayaan, manajemen proyek dan konstruksi. Sementara dari pihak Indonesia PT NW Abadi yang akan bertanggung jawab dalam hal integrasi sistem dan teknologi waste-to-energy (WTE).

Fasilitas WTE yang akan mulai dibangun di Bekasi, Jawa Barat pada bulan Februari 2017 merupakan fasilitas pengolahan limbah menjadi energi yang pertama di Indonesia dengan kapasitas energi yang akan dihasilkan sebesar 34.6 MW dengan total rencana investasi senilai US$ 120 juta.

Potensi jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 184,000 ton per hari (2015). Sampah yang berasal dari Bekasi sendiri potensinya 1,500 ton per hari, belum termasuk sampah dari Jakarta yang dibuang ke Bekasi (TPA Bantar Gebang) sebanyak 7,000 ton per hari. Jadi kalau ditotal sekitar 8,500 ton per hari sampah yang menumpuk di Bekasi.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014