Himbauan untuk WNI di Korea Selatan

logo kbri

 

HIMBAUAN

 

Sehubungan dengan insiden ledakan yang terjadi di Universitas Yonsei, Kampus Sinchon, Seoul, tanggal 13 Juni 2017, maka KBRI Seoul menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar:

1. Meningkatkan kewaspadaan dan selalu mencermati perkembangan situasi keamanan di sekitar tempat tinggal;

2. Senantiasa peka dan waspada terhadap berbagai upaya dari golongan/komunitas/individu tertentu yang ingin mempengaruhi dan mengajak untuk bertindak radikal dan mengganggu keamanan publik dan lingkungan;

3. Menghormati hukum setempat dan bekerjasama dengan otoritas Korea;

4. Meningkatkan komunikasi antar warga dan meningkatkan perhatian terhadap keberadaan masing-masing rekan dan/atau keluarga;

5. Selalu membawa identitas diri dan paspor untuk memudahkan indentifikasi diri dan bersedia bekerja sama dan mendukung pihak berwenang bilamana terdapat pemeriksaan keamanan di tempat umum;

6. Menyampaikan kepada KBRI Seoul bilamana terdapat informasi yang perlu diketahui oleh WNI lainnya terkait kondisi dan situasi keamanan lingkungan;

7. Senantiasa terkoneksi dengan M-KBRI Seoul versi 2.0 untuk update perkembangan dan informasi.

8. Dalam hal WNI membutuhkan informasi dan bantuan, silahkan hubungi hotline 24 jam KBRI Seoul +82 10-5394-2546 atau melalui M-KBRI Seoul.

 

Demikian harap maklum, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

 

Seoul 13 Juni 2017

KBRI Seoul

Diplomasi Taman: Megawati Garden diresmikan di Jeju, Korea Selatan

WhatsApp Image 2017-06-01 at 2.38.21 PM

Presiden kelima RI meresmikan kebun raya Megawati Soekarnoputri di daerah Seigeipo, Jeju, Korea Selatan. Taman ini bisa dibilang kado indah warga Jeju kepada Indonesia menjelang peringatan Hari Kelahiran Pancasila.

Kebun Raya Megawati diresmikan hari ini, Rabu (31/5/2017). Megawati bersama pemilik lahan Kim Sung Soo, Dubes Umar Hadi, Rokhmin Dahuri, dan beberapa petinggi Provinsi Jeju menarik tali pembukaan taman. Penantian panjang selama 4 tahun terpenuhi sudah. 

Kebun Megawati Soekarnoputri seluas 100 ribu meter persegi ini berada dalam sebuah lingkungan resor kesehatan 240 ribu meter persegi. Kebun ini terdiri dari lapangan terbuka, jalan setapak, dan hutan buatan. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah pohon yang berbunga merah-putih yang ditanam Megawati pada Maret 2013 bersama mantan Menteri Kelautan Rokhmin Dahuri.

Ketika pagi datang, kabut tipis menyelimuti area Megawati Garden dan sekitarnya. Suhu relatif dingin. Sedangkan pada siang hari, suhu cukup hangat sehingga sangat cocok untuk jalan-jalan dan trekking. Adapun pada malam hari, suasana layaknya hutan lebat dengan suara-suara alam.

Di kebun raya Megawati masih sering ditemui berbagai binatang, khususnya ayam-ayam liar. Mereka datang dan pergi tanpa ada yang mengganggu. Burung bebas berkicau dan bisa dinikmati di setiap waktu.

Berdekatan dengan Megawati Garden terdapat hotel eksklusif bintang lima, WE Hotel. Inilah mungkin satu-satunya resor kesehatan di Korea yang menggabungkan hotel, rumah sakit, dan alam. Sebuah konsep perpaduan apik dan ciamik. Tidak ada kebisingan sama sekali. Maklumlah, jarak tempat ini dengan Kota Jeju relatif jauh, berkisar 15 km. 

"Terima kasih Ibu Megawati atas ide brilian dan dukungan yang atas konsep hotel dan lingkungannya," ujar Kim Sung Soo.

Dalam pidatonya, Megawati mengaku kaget dan terhormat atas penamaan kebun raya ini. Menurutnya, semua ini terjadi karena dia dan Kim Sung Soo memiliki hobi yang sama, yakni mencintai alam dan tumbuh-tumbuhan.

"Saya selalu memotivasi untuk pembangunan kebun raya, karena akan menjadi sarana rekreasi, pendidikan, riset, dan pertumbuhan plasma nutfah. Dahulu Indonesia hanya punya 5 kebun raya, namun saat ini sudah ada 32 buah," katanya.

Megawati juga mengingatkan bahwa dengan adanya global warming, banyak hutan yang mudah rusak dan tanaman jadi mati. Semua pihak diharapkan ikut serta menyelamatkan bumi dan isinya.

Menurut pemilik lahan yang juga merupakan salah satu orang terkaya di pulau perdamaian Jeju, Kim Sung Soo, Megawati Garden adalah sebuah simbol keakraban dan penghargaan bangsa Korea terhadap Indonesia.

"Pada saat Korea Selatan dalam keadaan sulit di masa lalu, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soekarno memberikan bantuan. Kita tidak akan lupakan itu. Kebun raya ini saya harap menjadi simbol hubungan yang saling mengisi antara kedua bangsa," ujar dokter bedah dan pemilik rumah sakit terbesar di Jeju ini.

Megawati datang pertama kali ke kebun ini pada 2013 atas undangan Kim Sung Soo. Saat itu Mega sangat tertarik terhadap konsep taman yang penuh dengan bunga dan aneka tumbuhan yang sangat lebat. Megawati kemudian memberikan banyak masukan atas konsep lingkungan yang sedang dibangun itu. 

Melihat ketertarikan yang begitu tinggi, Kim Sung Soo langsung setuju menamai kebun raya tersebut 'Megawati Garden' atau 'Megawati Jongwon'. Peresmian telah direncanakan beberapa kali namun belum menemukan momentum yang tepat.

Bagi Kim sendiri, Megawati adalah sosok politikus yang tangguh. Pertemuan beberapa kali setelah 2013 itu memberikan tambahan keyakinan bahwa Megawati adalah seseorang yang suka menebar perdamaian dan pencinta lingkungan hidup.

"Secara pribadi, saya dapat katakan bahwa Megawati adalah sosok teduh dan hangat, bagaikan kakak perempuan saya," tuturnya.

Kim Sung Soo, yang juga pemilik Halla University dan Halla Hospital di Jeju, sangat berharap kiranya konsep perdamaian Soekarno yang, antara lain, tertuang dalam Pancasila itu dapat terus berkembang dan menginspirasi dunia. Jeju sendiri telah dinyatakan sebagai pulau perdamaian.

"Pohon Korea yang ditanam Ibu Megawati 3 tahun lalu kini semakin besar dan hijau. Semoga hubungan Indonesia-Korea Selatan juga tumbuh seiring makin subur dan dewasanya pohon tersebut," ujarnya.

Megawati sempat menggarisbawahi tentang momen penting lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945. Pidato Bung Karno tentang Pancasila dan keputusan BPUPKI secara aklamasi saat itu telah menjadi cikal-bakal kemerdekaan dan memperkokoh kebangsaan Indonesia. Konsep Pancasila rencananya akan diangkat kembali oleh Megawati dalam Jeju Forum, yang akan dihelat pada 1 Juni 2017.

Pembukaan Kebun Raya Megawati disemarakkan dengan tarian dan musik tradisional khas Jeju. Suara seruling dan beduk terdengar nyaring dan bersih mengiringi lagu Arirang. Megawati Garden diharapkan makin berkembang. 

 

Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri di Jeju Forum: Pancasila Mampu Menjawab Persoalan Dunia

WhatsApp Image 2017-06-01 at 2.14.10 PM

Jeju - Di hari lahirnya Pancasila, Megawati berbicara di depan forum internasional. Pancasila, dikatakan masih tetap relevan dan dapat menjadi formula ampuh untuk mengatasi aneka pergolakan dunia saat ini.

Menurut Presiden Kelima RI ini, Pancasila merupakan panduan hidup tidak hanya bagi bangsa Indonesia, namun seluruh warga dunia. Penting dan urgensi lima sila tersebut tidak bisa dinafikan oleh siapapun juga.

Demikian inti pidato Megawati Soekaenoputri di Sesi Pemimpin Dunia, Jeju Forum pagi ini (1/6/17) yang dihadiri beberapa tokoh dunia seperti mantan Wapres AS Al Gore, mantan Presiden Portugal Anibal Cavaco Silva, dan mantan Presiden Mongolia Punsalma Ochirbat serta Mantan PM Korsel Lee Hong-ko.

Dikatakan, Pancasila adalah sebuah konsep dasar untuk mengatasi berbagai perbedaan di tengah-tengah konflik, khususnya yang terkait dengan isu keagamaan dan terorisme. Pancasila akan membawa sebuah pemahaman tentang pentingnya persatuan dalam kebhinekaan.

Sila-Sila yang ada dalam Pancasila merupakan kumpulan norma yang relevan untuk mengatasi aneka intoleransi primordial yang berkembang beberapa waktu terakhir ini. Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, memiliki nilai-nilai yang dimiliki oleh semua bangsa.

Sementara sila ketiga dapat ditafsirkan sebagai internasionalisme. Internasionalisme yang tetap hidup subur diatas nasionaliame. Internasionalisme yang menghargai dan menjaga hak-hak semua negara dan meninggalkan supremasi rasial.

"Pancasila memiliki makna universal dan bisa diimplementasikan secara global. Pancasila bisa dijadikan nilai-nilai untuk mencari solusi untuk hidup bersama di abad 21. Dengan semangat Pancasila, saya yakin Asia bisa lebih adil dan makmur hari ini dan mendatang," imbuhnya.

Megawati juga mengingatkan tentang pelajaran penting dari Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Pertemuan itu, katanya merupakan sebuah contoh bagaimana berbagai bangsa yang berbeda agama dan budaya namun mampu menyatu demi tujuan bersama.

Konferensi Asia Afrika tidak hanya menginspirasi bangsa di Asia dan Afrika namun juga Amerika latin. Itu semua bisa terjadi karena adanya toleransi yang tinggi diantara mereka.

"Perbedaan yang ada bukan hanya untuk kepentingan bangsanya, namun bisa menjadi kekuatan untuk menelorkan dan mendorong peradaban baru bagi manusia," katanya.

"Inilah saatnya kita belajar dari founding fathers. Belajar dari Konferensi Asia Afrika. Perbedaan harus dijaga dengan cara bekerja sama," ujarnya.

Di sesi awal, mantan Wakil Presiden AS, Al Gore mengingatkan hadirin tentang bahaya pemanasan bumi. Digarisbawahi bahwa global warming adalah sesuatu yang nyata dan telah berdampak pada perubahan alam, persediaan pangan, berkembangnya aneka penyakit, memicu pergolakan sosial politik serta mengancam mangancam keberlangsungan kehidupan manusia.

Al Gore menekankan perlunya untuk terus mengembangkan energi yang terbarukan untuk memenuhi semua kebutuhan hidup manusia. Penghentian penggunaan energi fosil dan perbaikan lingkungan akan menyelamatkan kehidupan umat manusia.

"Saya sepenuhnya setuju dengan ide-ide yang dilontarkan oleh mantan Wapres Al Gore. Kita semua harus bergerak bersama untuk mengatasi global warming yang ada di depan mata," kata Megawati.

Jeju Forum merupakan platfom dialog tahunan tokoh-tokoh internasional untuk penyelesaian masalah Semenanjung Korea dan Asia yang di bawah tema perdamaian dan kemakmuran. Selain Megawati, Menko PMK Puan Maharani dan mantan Menlu Marty Natalegawa juga menjadi salah pembicara. ()

Duta Besar Umar Hadi Memulai Tugasnya di KBRI di Seoul

DSC 4207

Selasa (16/5),  telah dilakukan serah terima jabatan Kepala Perwakilan RI di Seoul dari KUAI Cecep Herawan kepada Duta Besar Umar Hadi  bertempat di lobi KBRI. Acara serah terima jabatan dilaksanakan secara sederhana dan diikuti oleh seluruh staf KBRI Seoul, IIPC, ITPC Busan, serta perwakilan dari kantor BNI dan Garuda Indonesia di Seoul.

Dalam sambutannya, Dubes Umar Hadi mengingatkan seluruh staf pada moto Presiden Joko Widodo "Kerja, Kerja, Kerja" dari semua pihak dalam mewujudkan kepentingan Republik Indonesia di Republik Korea. Misi perwakilan untuk menjaga dan meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral Pemerintah Indonesia dengan ROK, memerlukan "kerja keras", "kerja cermat" dan "kerja sama" dari seluruh staf.

“Untuk itu semua stakeholder Pemerintah Indonesia yang berada di ROK diharapkan dapat bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara Indonesia,” demikian disampaikan Dubes Umar Hadi.

Seusai acara Serah Terima Jabatan, Duta Besar RI melakukan perkenalan dan ramah tamah dengan semua staf KBRI dan perwakilan instansi Pemerintah dan BUMN Indonesia di Republik Korea.

Himbauan kepada WNI di Korea Selatan

unnamed

Dihimbau kepada seluruh WNI di Korea Selatan agar selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya. Senantiasa mematuhi ketentuan dan peraturan pemerintah setempat dan semaksimal mungkin menghindari tempat-tempat keramaian. Apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan dan membutuhkan bantuan, silahkan hubungi KBRI Seoul di No. HP. +82 10-5394-2546

Akhiri Masa Tugas, Dubes RI Seoul Bertemu Menlu Korea Selatan

20170126 180428

Dubes RI John A. Prasetio bertemu dengan Menlu Korsel, Yun Byung-se pada Kamis petang waktu setempat (26/1) di kantor Kementerian Luar Negeri ROK. 

Pertemuan yang berlangsung sangat hangat dan penuh keakraban  tersebut selain menjadi pertemuan penutup di penghujung masa tugas Dubes John sebagai diplomat RI yang sekitar 4,5 tahun memimpin KBRI Seoul di Korsel juga mencerminkan kedekatan hubungan kedua bangsa.

Menlu Yun mengakui bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi pada Mei 2016 lalu, telah menghasilkan berbagai kesepakatan kerjasama di berbagai bidang yang memperkuat hubungan bilateral kedua negara. "Capaian yang luar biasa ini terwujud  berkat dukungan kuat dari Dubes John" demikian puji Menlu Yun.

Menlu Yun mengapresiasi upaya Pemerintah RI dan Dubes John dalam memajukan hubungan kerja sama kedua negara yang kian pesat. “Indonesia merupakan sahabat baik Korsel dalam forum kerja sama bilateral, regional, dan global” ujar Yun.

Menlu Yun memandang hubungan Indonesia dan Korsel dewasa ini sebagai "hubungan yang terdekat", terutama pada saat terjadi uji coba nuklir dan berbagai tindakan Korea Utara yang dipandangnya provokatif, Indonesia telah mengeluarkan pernyataan yang keras mengutuk hal tersebut.

20170126 180407

Sementara itu, Dubes John menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama ini oleh Pemerintah ROK. Kerja sama kedua belah pihak kian berkembang di berbagai sektor, khususnya pada bidang perdagangan dan ekonomi.

Investasi Korea kian tumbuh subur di Indonesia dengan masuk dan berkembangnya perusahaan-perusahaan terkemuka negeri ginseng seperti raksasa elektronik LG, Hankook Tires, Lotte Chemicals, POSCO, dan lain sebagainya. Mewakili sektor perbankan, Shinhan Bank akan mulai beroperasi di Indonesia pada 6 Februari mendatang.

Selain itu Menlu Korsel turut menggarisbawahi komitmen kedua negara dalam menyukseskan forum Strategic Dialogue antar Wakil Menlu RI dan Korsel yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 6-7 Februari yang akan datang.

Duta Besar John A. Prasetio rencananya akan menuntaskan masa tugasnya dan kembali ke tanah air pada akhir bulan Januari 2017 ini. Ketika ditanya apa rencana sang Dubes usai menjabat, kepada Menlu Korsel Beliau menjawab “ingin santai dulu” sebelum kembali ke ranah asalnya sebagai seorang pengusaha. Sebelum menjabat sebagai Dubes RI, Dubes John pernah menjabat sebagai Ketua CBA Consulting Group sekaligus board member Bank Permata dan anggota dewan penasehat P&G Indonesia, Crowe Horwath Indonesia serta Mitsui Indonesia. (*)

Bahas Upaya Tingkatkan Hubungan bilateral, Dubes RI Temui Ketua Majelis Nasional Republik Korea

WhatsApp Image 2017-01-10 at 11.24.10

                       Dalam upaya terus memperkuat dan meningkatkan hubungan bilateral RI-ROK, pada 10 Januari 2017 Dubes RI John A. Prasetio telah menemui Ketua Majelis Nasional ROK H.E. Chung Sye-Kyun. Pada pertemuan itu, Dubes RI antara lain menyampaikan RI-ROK memiliki hubungan yang sangat dekat. Sejak 2006 hubungan RI-ROK telah memasuki Kemitraan Strategis. Kedua negara terus berupaya meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang. Kerjasama bisnis dan investasi kedua negara terus berkembang. Lebih dari 2.200 perusahaan Korea beroperasi di Indonesia termasuk perusahaan besar seperti POSCO, Lotte Chemical, Hankook. Bahkan berbagai restauran Korea berkembang pesat dan saat ini dapat dijumpai di berbagai kota di Indonesia.

                "RI-ROK memiliki hubungan yang sangat baik sejak lama" demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Nasional ROK H.E. Chung Sye-Kyun. Indonesia merupakan negara penting dengan jumlah penduduk, luas wilayah, dan sumber-sumber alam yang melimpah. Indonesia juga memainkan "leading role" di ASEAN. H.E. Chung Sye-Kyun mengharapkan hubungan yang telah terbina demikian baik antar kedua negara dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Secara khusus Ketua Majelis Nasional mengharapkan perlunya penguatan hubungan RI-ROK dalam forum MIKTA yang merupakan forum negara-negara Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia. Menanggapi situasi perdagangan yang agak turun akibat situasi ekonomi global yag lesu, dirinya menekankan pentingnya mendorong penguatan kerjasama perdagangan kedua negara. Untuk lebih memperkuat hubungan bilateral Ketua Majelis Nasional RO akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 11 2/d 13 Januari 2017.

Surat Terbuka Dubes RI kepada Masyarakat Indonesia di Korea Selatan

DSC 0904

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera untuk kita semua.

 

Saudara-saudaraku yang saya banggakan,

Tidak terasa, tahun 2016 sebentar lagi akan berakhir. Pada tahun ini cukup banyak kegiatan penting yang dilaksanakan oleh KBRI Seoul bersama masyarakat Indonesia di Korea Selatan. Pada bulan Mei yang lalu misalnya, bekerjasama dengan Komunitas Indonesia, KBRI menyelenggarakan pertemuan dan dialog Presiden Joko Widodo dengan sekitar 1300 diaspora Indonesia di Korea Selatan pada awal kunjungan kenegaraan beliau di Republik Korea. Presiden Jokowi sungguh sangat gembira dan menghargai berbagai masukan yang beliau peroleh langsung dari dialog dengan masyarakat Indonesia.

 

Selengkapnya...

MoU Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi di TPA Bantar Gebang Bekasi Ditandatangani di Seoul

WhatsApp Image 2016-12-15 at 11.52.20

Pihak Korsel dan Indonesia telah menyepakati untuk pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi di TPA Bantar Gebang Bekasi. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam MoU on Waste to Energy Project yang penandatangannya dilakukan di KBRI Seoul pada Jumat (9/12).

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh konsorsium Korea Selatan dengan PT NW Abadi yang merupakan perusahaan PMDN pemegang konsesi pengolahan limbah menjadi energi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Keempat pihak yang menandatangani MoU diwakili masing-masing oleh Jun Young Sam (Executive Director of Capital Market Division KDB), Hyun Moon Sik (Chairman KORBI), Jun Young Doo (Vice President of Environment Division GS E&C), dan Teddy Sujarwanto (Dirut PT NW Abadi) dengan disaksikan oleh Wakil Dubes RI untuk Republik Korea Cecep Herawan.

MoU antara lain menyepakati bahwa pihak konsorsium Korsel akan bertanggung jawab dalam hal penyediaan fasilitas pembiayaan, manajemen proyek dan konstruksi. Sementara dari pihak Indonesia PT NW Abadi yang akan bertanggung jawab dalam hal integrasi sistem dan teknologi waste-to-energy (WTE).

Fasilitas WTE yang akan mulai dibangun di Bekasi, Jawa Barat pada bulan Februari 2017 merupakan fasilitas pengolahan limbah menjadi energi yang pertama di Indonesia dengan kapasitas energi yang akan dihasilkan sebesar 34.6 MW dengan total rencana investasi senilai US$ 120 juta.

Potensi jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 184,000 ton per hari (2015). Sampah yang berasal dari Bekasi sendiri potensinya 1,500 ton per hari, belum termasuk sampah dari Jakarta yang dibuang ke Bekasi (TPA Bantar Gebang) sebanyak 7,000 ton per hari. Jadi kalau ditotal sekitar 8,500 ton per hari sampah yang menumpuk di Bekasi.

Kunjungi Korban, Presiden Jokowi Sebut Penanganan Korban Gempa di Pidie Jaya, Aceh, Sudah Sangat Baik

WhatsApp Image 2016-12-09 at 10.50.30

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, penanganan terhadap korban bencana gempa Pidie Jaya, Aceh, sudah sangat baik, dan evakuasi korban sudah mencapai 99 persen. Penilaian ini disampaikan Presiden setelah menjenguk korban bencana gempa Pidie Jaya di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh, Kamis (8/12) malam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu (7/12) pukul 05.36 WIB dengan kekuatan Magnitude 6,5 Skala Richter (SR). Pusat gempa bumi terletak pada 5,19 LU dan 96,36 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh, pada kedalaman 15 km. Gempa bumi ini mengakibatkan sejumlah bangunan roboh dan rusak berat, dan puluhan orang dinyatakan meninggal.

Adapun korban bencana yang mendapatkan perawatan di RS dr. Zainoel Abidin berjumlah 23 orang yang sebagian besar mengalami patah tulang. “Ada 19 tapi tadi masuk lagi 4 orang, yang sudah ditangani operasi ada 8 orang,” kata Presiden.

Jumat pagi ini (9/12), Presiden direncanakan akan berkunjung ke Pidie Jaya, daerah yang paling parah terkena gampa bumi tektonik, untuk melihat penanganan di lapangan termasuk bantuan-bantuan yang akan diberikan.

Terutama untuk merekonstruksi kembali setelah nanti kita lihat lapangan seperti apa. Yang penting evakuasi penanganan korban di RS sudah ditangani dengan baik,” ucap Presiden.

Sebelumnya dalam rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melaporkan tentang dampak gempa di Pidie Jaya dan sekitarnya. “Korban meninggal 102 tewas dan 1 hilang, 136 luka berat, 616 luka ringan, dan 10.029 mengungsi tersebar di 28 penampungan di tiga kabupaten,” ucap Presiden.

Bencana yang terjadi, lanjut Teten, memberikan dampak di tiga kabupaten yakni Pidie Jaya, Bireuen, dan Pidie. Di Pidie Jaya kerugian material sebanyak 105 unit ruko roboh, 12.560 unit rumah rusak ringan hingga berat, 49 unit masjid roboh, 1 RSUD Pidie rusak berat, beberapa ruas jalan rusak, dan tiang listrik roboh. Sementara di Kabupaten Bireuen sebanyak 41 rumah rusak ringan hingga berat, satu masjid rusak berat, satu bangunan sekolah rusak, dan satu kilang padi rusak berat.

Di Kabupaten Pidie sebanyak 40 rumah juga rusak berat,” kata Teten.

Gubernur Aceh sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari (7-20 Desember 2016) melalui surat Nomor 39/PER/2016. Masa tanggap darurat ini berlaku untuk tiga kabupaten yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. Penetapan tanggap darurat diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses.

Turut menyertai Presiden saat menjenguk korban di RS dr. Zainoel Abidin, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo. (sumber: setkab.go.id)

Dubes John A. Prasetio Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Sungkyul University

WhatsApp Image 2016-12-05 at 17.00.49

Dubes RI di Seoul John A. Prasetio menyatakan Indonesia adalah negara yang sangat potensial untuk menjadi negara yang sukses di Asia. Namun kesuksesan tersebut akan sangat tergantung pada apakah Presiden Jokowi berhasil untuk terus mengkonsolidasikan berbagai komponen di Indonesia agat memiliki kemauan politik untuk bersama-sama mentransformasi dan membangun Indonesia.  Dan hingga saat ini tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintahan Presiden Jokowi cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikan Dubes RI dalam kuliah umum di depan lebih dari 1000 mahasiswa Sungkyul University, Anyang, pada tanggal 28 November 2016.  Kuliah umum tersebut dibuka oleh President Sungkyul University Profesor Dong Cheol Yoon. 

Dalam pembukaannya, Profesor Yoon menyatakan bahwa Dubes RI sudah melakukan banyak hal untuk memajukan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Korea, khususnya telah membantu Sungkyul University untuk menjalin kerjasama dengan Pemkot Bandung dan beberapa universitas di Bandung.

Selain Dubes John Prasetio, turut memberikan presentasi seorang Indonesianis Ms. Daisy Park, yang membawakan paparan berjudul “Why I love Indonesia”.

Melalui kuliah umum tersebut diharapkan pemahaman publik Korea terhadap Indonesia khususnya di kalangan mahasiswa dapat meningkat.  Dalam kesempatan tersebut juga dibuka stand “Wonderful Indonesia” yang menampilkan brosur-brosur dan DVD guna mempromosikan pariwisata Indonesia.

Dubes RI Berikan Sambutan pada “SNU GSIS-KOICA DCPP Evaluation Conference”

WhatsApp Image 2016-12-03 at 10.37.49

Dubes RI di Seoul John A. Prasetio menggarisbawahi prinsip Pemerintahan Presiden Jokowi yaitu “kerja, kerja dan kerja” sejalan dengan etos kerja Korea “pali pali” yang berarti “lakukan dengan sigap dan cepat” (2/12). Melalui prinsip tersebut para pegawai pemerintah diharapkan tidak lagi tinggal dalam zona nyaman, bersikap proaktif dan bekerja lebih sigap dan cepat untuk pembangunan negaranya.

Sambutan tersebut disampaikan kepada para mahasiswa dan alumni Development Cooperation Policy Program (DCPP), Graduate School of International Studies, Seoul National University (GSIS SNU) yang hadir pada “SNU GSIS-KOICA DCPP Evaluation Conference: Effective Development Cooperation on Higher Education” pada tanggal 2 Desember 2016 di Seoul.

Konferensi tersebut juga dihadiri oleh Dubes Vietnam di Seoul, Vice President Hyundai Engineering dan Vice President of Global Volunteers and Fellowship Program KOICA.

Dalam sambutannya, Dubes RI juga mengapresiasi Republik Korea dalam membagikan best practices dan pengalaman mereka dalam membangun negaranya menjadi maju seperti sekarang ini kepada negara-negara berkembang. Dikenal sebagai salah satu negara termiskin pada tahun 60-an, Korea Selatan kini masuk dalam 10 besar negara industri, merupakan middle income countries dan merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-12 di dunia. Tentunya pengetahuan dan pengalaman yang didapat para mahasiswa dapat diterapkan di institusi dan negara masing-masing.

Republik Korea telah menjadi negara donor sejak pendirian Korea International Cooperation Agency (KOICA) pada tanggal 1 April 1991 sebagai badan pemerintah yang berfungsi sebagai pelaksana bantuan hibah pemerintah Korea kepada negara berkembang dan program kerjasama teknis.

Pertemuan dihadiri oleh 60 orang para mahasiswa dan alumni Development Cooperation Policy Program (DCPP), GSIS SNU yang merupakan para pengawai pemerintah negara berkembang termasuk Indonesia yang mendapatkan beasiswa Pemerintah Korea untuk melanjutkan studinya di Seoul National University dibawah program DCPP SNU-KOICA.

Selain Dubes John Prasetio, pada awal konferensi, Dubes Vietnam di Seoul dan Dekan International Affairs Professor Geun Lee memberikan sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi dan harapan bahwa melalui konferensi ini para mahasiswa dan alumni DCPP dapat memperkuat persahabatan dengan tujuan membangun dunia yang lebih baik. Sambutan pembukaan tersebut disambut dengan tepuk tangan hangat dari mahasiswa dan alumni DCPP SNU yang hadir. 

Special Lecture Dubes RI pada Korea-Indonesia Global Future Forum

WhatsApp Image 2016-12-01 at 16.47.59

Duta Besar RI Seoul John A. Prasetio memberikan special lecture dalam pertemuan Korea-Indonesia Global Future Forum di Press Room, Gedung Korea Press Center, Seoul, Rabu (9/11). Pertemuan dihadiri sekitar 100 orang warga Korea dari kalangan pebisnis dan akademisi yang memiliki ketertarikan terhadap Indonesia, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Duta Besar John Prasetio menyampaikan paparan mengenai perkembangan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan hubungan bilateral Indonesia – Korea.

Dikatakannya, hubungan bilateral RI-Korea menunjukkan kecenderungan yang terus menguat. Tercermin dari intensitas saling kunjung pejabat dan kepala negara termasuk kunjungan kenegaraan khususnya pada kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Korea bulan Mei 2016.

Terdapat sekitar 70 ribu orang Korea di Indonesia dan 2200 perusahaan Korea di Indonesia dan investasi perusahaan Korea, seperti POSCO, LOTTE, Hankook Tire, LG dan Samsung yang menunjukkan intensnya kerja sama People-to-People Contact dan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Di bidang investasi, Republik Korea menempati urutan ke-4 dari total Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia.

Terdapat banyak success story perusahaan dan pebisnis Korea di Indonesia, namun khusus sektor automobile, produk Korea masih memiliki pangsa pasar yang relatif kecil di Indonesia.

Di bidang pertahanan, Indonesia adalah negara pertama yang membeli kapal selam dan pesawat jet trainer tipe T-50 golden eagle dari Korea dan merupakan satu-satunya negara yang bekerja sama dengan Korea dalam mengembangkan pesawat jet fighter dengan teknologi terbaru tipe KFX.

Sementara itu pihak penyelenggara dalam presentasinya memaparkan bahwa tujuan dari kegiatan adalah untuk membangun exchange network antara Korea dan Indonesia di bidang ekonomi, seni budaya, dan pendidikan, khususnya di 10 bidang yaitu pendidikan, pers, seni dan budaya, kecantikan, jasa, hukum, kesehatan dan kesejahteraan, pariwisata, pemberdayaan perempuan, serta pertanian dan perikanan.

Acara Korea-Indonesia Global Future Forum berjalan lancar dan dihadiri oleh berbagai kalangan di Korea dan menunjukkan minat besar Korea terhadap peningkatan hubungan bilateral Korea-Indonesia serta menunjukkan apresiasi warga Korea terhadap perkembangan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Chairman dari kegiatan Korea – Indonesia Global Future Forum Mr. Kim Young-bae adalah juga Chairman of Board dari Korea Institute of Service Industry. Ybs bersama-sama dengan President Asia Journalist Association (AJA) Mr. Lee Sang-ki pada akhir April lalu telah bertemu Presiden Jokowi di Jakarta.

Presiden Jokowi juga telah dianugerahi AJA Award dalam sebuah forum di Ajou University pada saat kunjungan Presiden ke Republik Korea bulan Mei 2016.

Aneka Soto Menggoyang Lidah Publik Korea

WhatsApp Image 2016-11-02 at 11.16.20

Sebuah festival makanan yang menyajikan berbagai cita rasa dari 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) berakhir pada Sabtu sore waktu setempat di COEX Convention and Exhibition Center, Seoul, Korea Selatan. Pada acara ini, booth Indonesia yang digawangi Chef Budi Lee menyajikan aneka soto, gado-gado, dan rendang, makan terenak di dunia berdasarkan hasil voting CNN.

ASEAN Culinary Festival 2016 ini dilaksanakan dalam kaitannya dengan pameran industri makanan ASEAN Fair 2016 yang dihelat selama 4 hari penyelenggaraan dan dilaksanakan bersama-sama pameran produk makanan Korea Food Week.  Festival kuliner yang diselenggarakan oleh ASEAN-Korea Centre (AKC) dan Kedubes Negara-negara Asean di Korea ini masing-masing menawarkan 3 macam ikon kuliner yang disiapkan oleh chef dari 10 negara ASEAN.

Setelah rendang cukup sukses dikenal publik dunia, Indonesia kini mencoba memperkenalkan soto sebagai ikon kuliner baru Indonesia. “Kami memilih soto sebagai ikon kuliner baru karena makanan ini ada di seluruh Indonesia dengan beragam jenisnya. Makan ini juga mewakili keragaman budaya Indonesia,” kata Deputi Pemasaran Luar Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Joshua Simandjuntak yang datang ke Seoul turut mendukung kegiatan promosi kuliner ini.  Tiga jenis soto yang ditampilkan soto ayam, soto betawi, dan soto tauto Pekalongan.

Duta Besar RI untuk Republik Korea, John A. Prasetio menyatakan bahwa dirinya senang melihat kerumunan orang Korea yang menikmati makanan yang disajikan di booth Indonesia. Selama 4 hari penyelenggaraan festival kuliner, booth Indonesia yang menyajikan rendang, gado-gado, dan aneka soto, selalu mencatat jumlah terbanyak menggoyang lidah pengunjung dengan rata-rata 550 porsi makanan ludes setiap harinya.

Kim Young-sun, Sekjen AKC pada saat upacara pembukaan ASEAN Culinary Festival menyatakan bahwa dirinya berharap ASEAN Fair dapat menjadi jembatan bagi ASEAN dan Korea untuk meningkatkan jaringan bisnis dan kerjasama ekonomi. Kim juga menyatakan bahwa pameran ini akan menyajikan produk makanan yang kompetitif dan budaya makanan ASEAN yang beragam. (*)

Bandung dan Seoul Tandatangani MoU Kerjasama

WhatsApp Image 2016-10-07 at 16.28.38

Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Walikota Seoul Park Wonsoon menandatangani MoU kerjasama di berbagai bidang di City Hall, Seoul, pada Jumat siang (7/10), disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Korea John A. Prasetio.

Kedua Walikota sepakat untuk melakukan pertukaran dan kerja sama melalui berbagi keahlian dan praktik-praktik terbaik dalam 4 bidang: ekonomi perkotaan, perencanaan kota, transportasi perkotaan, dan e-government.

“Saya yakin dengan penandatanganan MoU ini akan menginspirasi lebih banyak aktivitas innovatif dan sinergi antara kedua Kota Bandung dan Seoul serta akan meningkatkan kerja sama pembangunan di keempat bidang tersebut ”, demikian dikatakan Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Di samping itu kedua pemerintah kota akan berbagi pengalaman dan melakukan program pertukaran dalam bidang kebudayaan, seni, dan pariwisata, serta melakukan diskusi aktif mengenai kebijakan-kebijakan dalam bidang kebudayaan dan seni melalui kunjungan satu sama lain serta pertukaran-pertukaran lainnya.

 

Kedua kota juga akan berbagi informasi mengenai kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi dan dengan demikian mendorong ekonomi lokal, serta dapat memberikan dukungan dengan menghubungkan bisnis dan minat investasi kepada satu sama lain.  Kedua pihak akan secara aktif memfasilitasi pertukaran praktis dan kolaborasi melalui program-program seperti pertukaran personel dan pelatihan jangka pendek ataupun panjang.

 

Kerjasama kedua kota dimulai sejak pendatanganan LOI pada Mei 2015. Kerjasama berjalan intensif dengan kunjungan tim ahli Seoul, antara lain dalam menyusun master plan sistem  transportasi Bandung yang cepat dan tertata baik. Seoul juga diharapkan dapat membantu rehabilitasi sungai dan memperkuat techno park di Bandung.

 

Selain menandatangani Mou dengan Kota Seoul, Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini direncanakan juga akan ke Suwon untuk menghadiri International Sister Cities Culinary Festival pada Sabtu (8/10) dimana Bandung dan Suwon telah menandatangani MoU Sister Citypada tahun 1997.  Kang Emil juga berkesempatan bertemu sekitar 40 orang Diaspora Indonesia di Korea pada Jumat pagi (7/10) di Wisma Duta, KBRI Seoul, untuk berbagi kiat dan pengalaman dalam memimpin dan membangun Bandung.  Kunjungan kali ini juga dimanfaatkan untuk penjajagan lokasi pendirian "Little Bandung" di Korea.

 

Aktor Indonesia Joe Taslim Mendapat Award di Ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards"

WhatsApp Image 2016-10-04 at 11.09.14

Aktor kebanggaan Indonesia Joe Taslim mendapatkan penghargaan pada ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards" (2016 APAN Star Awards) yang diselenggarakan di MBC Sangam pada Minggu, 2 oktober 2016. Joe, yang baru-baru ini membintangi Star Trek: Beyond, dianugerahi penghargaan ini bersama dengan beberapa aktor Asia-Pacifik lainnya diantaranya Tanayong Wongtrakul (Thailand), Jessy Mendiola (Filiphina), Narimiya Hiroki (Jepang), Kim Hee-sun (Korea Selatan) dan Song Joong-ki (Korea Selatan), yang menjadi aktor megahit Korea setelah membintangi drama "Descendant of the Sun". Song Joong-ki juga mengunggah fotonya bersama Dubes John dan Joe Taslim di akun twitternya (@SONGJOONGFKI).

Pada acceptance speech-nya Joe menyatakan bahwa dirinya berharap agar dapat lebih banyak lagi kolaborasi yang tercipta di Asia-Pasifik. Selain menerima penghargaan, Joe juga didaulat untuk berduet bersama Eru dan menyanyikan lagu berjudul "Black Glasses", sebuah lagu yang direkam Eru bersama artis kenamaan Indonesia, Atika Hasiholan. Ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards" ini merupakan bagian dari Digital Media City Festival yang diselenggarakan oleh MBC dan berlangsung mulai 1-11 Oktober 2016. Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea John A. Prasetio juga berkesempatan hadir pada acara tersebut.

Dubes John Prasetio Wisuda Sarjana TKI Korea Selatan

WhatsApp Image 2016-10-03 at 17.26.46

Lima belas TKI resmi jadi sarjana dari Universitas Terbuka Cabang Korea. Mereka layak menyandang gelar sarjana setelah kisaran 5 tahun banting tulang kerja sambil belajar. Dubes John Prasetio mengingatkan bahwa kompetisi ke depan makin sengit.

Hanya delapan dari TKI mahasiwa UT Korea yang kemarin (02/10/12) yang ikut wisuda sarjana di KBRI Seoul. Salah satu wisudawan tidak hadir karena harus masuk kerja sedangkan lainnya sudah keburu pulang karena kontrak kerjanya sudah habis.

Bertempat di aula KBRI Seoul, perhelatan wisuda sarjana UT Korea dilaksanakan dengan penuh khidmat. Hadir 200-an pengunjung yang memenuhi ruangan walaupun hujan deras mengguyur kota Seoul sejak siang hari. Selain Dubes, ikut mewisuda Wakil Dubes Cecep Herawan dan Koordinator Umum UT Korea, Syarif Hidayat.

Lulusan yang kali ini mengambil jurusan Bahasa Inggris dan Management ini adalah para pekerja bidang manufaktur yang bekerja dari Senin sampai Sabtu. Rata-rata, mereka Pulang kerja baru pukul 20.00 malam. Tidak hanya itu, hari Minggu pun terkadang dihabiskan untuk lembur. Tidak heran Kalau waktu untuk belajar sangatlah minim.

Dubes RI untuk Korea Selatan yang memberikan orasi ilmiah memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian para TKI. Para pekerja itu disebut telah meningkatkan daya tawar mereka dengan ilmu pengetahuan yang dicapainya sehingga bisa pulang kampung dengan kepala yang tegak.

"Dunia saat ini diwarnai dengan kompetisi yang sangat ketat. Bangsa Indonesia hanya akan menjadi salah satu negara yang disegani manakala memiliki daya kompetisi yang tinggi. Prediksi positif masa depan Indonesia hanya bisa terwujud dengan kualitas SDM yang tinggi," ujar John Prasetio.

KBRI Seoul menjadikan wisuda kali ini sebagai perhelatan yang sangat wow. Selain kemeriahan acara, berbagai BUMN, perusahaan lokal dan organisasi kemasyarakatan memberikan hadiah serta apresisasi bagi wisudawan. Dijamin, wisudawan akan kerepotan dalam membawa pulang bingkisan.

Tidak hanya itu, mahasiswa yang hadir wisuda berhasil menjadikan #TKIjadisarjana sebagai trending topik dunia Twitter selama satu jam lamanya. Mereka tampak girang karena biasanya hanya bermain Facebook. "Ayo pertahankan. Jangan sampai meorot," ujar mereka.

BNI Cabang Seoul ikut memfasilitasi kemeriahan acara wisuda. Menurut GM BNI, Wan Andi Aryadi TKI yang menjadi sarjana berarti menambah bekal pulang, selain modal dan pengalaman kerja. "Untuk itu, kami siapkan buat mereka dengan Skema Kredit Usaha Rakyat," katanya.

Menpar Korsel Dukung Pengembangan Wisata RI

IMG 2040

Menpar Arief Yahya bisa tersenyum lebar saat pulang menuju Bandara Incheon, Seoul, Jumat malam (03/06/16). Pasalnya, beberapa jam sebelum penerbangannya ia meraup dukungan pengembangan wisata RI dari sohibnya, Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korsel, Kim Jong Deok.

Sore itu, Menpar yang didampingi Dubes RI untuk Korea John Prasetyo dan Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana, meminta dukungan Pemerintah Korea untuk tiga kerjasama di bidang kepariwisataan guna menindaklanjuti pertemuan kedua kepala negara. "Kita bersyukur karena Menpar Korea, Kim Jong Deok, menyambut positif semua tawaran kerjasama kepariwisataan itu. Kini tinggal mendetailkan lalu implementasi," ujar Dubes John Prasetio.

Pertama, soal low cost carrier, maskapai penerbangan berbiaya murah yang bisa terbang secara resiprokal ke Indonesia - Korea. Kotanya nanti akan dibicarakan teknis di level bisnis, antarmaskapai. "Kami sudah bertemu Jeju Air dan Jin Air. Keduanya tertarik untuk terbang ke Manado dan Lombok. Kami mohon support Pemerintah Korea," ungkap Arief.

Kedua, membuat paket wisata untuk destinasi Bali and Beyond, dengan hub Bali, ke barat sampai Banyuwangi dan Bromo Tengger Semeru. Ke arah timur ada Lombok yang sama kerennya untuk honeymooners. Selain itu juga great Batam Bintan via Singapore.

Ketiga, Menpar mengundang tour and travel, media, tokoh, endorser untuk famtrip ke Borobudur dan beberapa destinasi lain yang belum cukup dikenal oleh publik Korea. "Intinya, kami mengajak joint promotion, sekaligus joint investment baik B to B, maupun G to G. Antar pemerintah dan antar industri pariwisata," ungkapnya.

Saat ini outbond Korea ke luar negeri hampir 20 juta, inbound-nya masih 13 juta. Yang ke Indonesia 340 ribu, sedang orang Indonesia yang ke Korea 130 ribu. "Kami sangat tertarik dengan kebudayaan Indonesia. Soal LCC saya akan bicara dengan Menteri Transportasi. Tentu itu terkait dengan penumpang dan promosi. Kami setuju untuk joint promotion dan joint investment. Mudah-mudahan kerjasama kedua negara berlangsung dengan baik dan berkelanjutan," kata Kim.

Di akhir pertemuan kedua Menteri menyaksikan penandatanganan MoU investasi antara DW Development Ltd dengan PT Jababeka Tbk yang menyepakati kerjasama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung senilai USD 500 juta atau sekitar Rp 6,5 Triliun dalam bentuk sharing equity investment dan pembangunan berbagai fasilitas infrastruktur.

Kunjungan kerja Menpar ke Negeri Ginseng ini adalah langkah lanjutan dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea 16 Mei 2016 lalu. ()

KUNJUNGAN KENEGARAAN PRESIDEN RI KE ROK

jokowi-park geun-hye

Dalam rangka memenuhi undangan Presiden Republik Korea, Presiden RI telah melakukan Kunjungan Kenegaraan ke Seoul, Republik Korea (ROK), tanggal 15-18 Mei 2016. Presiden RI didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, Kepala BKPM, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Kepala Staf Kepresidenan dan Ketua KPK.

Selama kunjungan di Seoul, Presiden RI telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden ROK, mengadakan bisnis dialog dengan 450 pengusaha ROK, dialog dengan 1.400 Diaspora Indonesia di ROK. Presiden RI juga menyampaikan keynote speech pada Pertemuan ke-7 Asian Leaders Conference, menerima kunjungan kehormatan Gubernur Propinsi Gyeongsangbuk-do, serta melakukan kunjungan ke unhwa Broadcasting Corporation (MBC) dan CJ Creative Center.  Presiden RI juga menerima penganugerahan Warga Kehormatan kota Seoul dari Walikota Seoul, ROK dan menerima AJA Award dari Asia Journalist Association.

Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Seoul mendapatkan sambutan yang hangat dari Pemerintah dan rakyat ROK. Selain mendapatkan liputan yang sangat luas dari media cetak dan media elektronik setempat, Kunjungan Kenegaraan ini sempat menjadi trending topic di media sosial.

Pertemuan bilateral kedua pemimpin telah berlangsung sangat produktif dan dalam suasana yang sangat bersahabat. Hal ini tercermin dari banyaknya kerja sama kongkrit yang telah disepakati baik dalam tataran pemerintahan (Government to Government) maupun dalam tataran dunia usaha (Business to Business). Selain itu, Korea juga bersedia menjadi mitra akselerasi industrialisasi dan pengembangan industri kreatif Indonesia. Terdapat 7 MoU yang ditandatangani antara kedua negara, yaitu: (i) MoU on Cooperation regarding Indonesia Special Economic Zones; (ii) MoU on Cooperation in the Creative Industries Fields; (iii) MoU on Sports Cooperation; (iv) MoU on Maritime Cooperation; (v) MoU on Cooperation in the Field of Geospatial Data Infrastructure and Land Administration; (vi) MoU on the Cooperation in the Field of Peatland; (vii) MoU on Mutual Cooperation in Combating Corruption

Presiden RI juga menghadiri forum bisnis pada tanggal 16 Mei 2016 yaitu:“Special Forum with President Jokowi” yang dihadiri oleh sekitar 450 CEO dan pengusaha ternama ROK serta 30 pengusaha Indonesia; One on One Meeting dan Business Luncheon yang dihadiri oleh 20 CEO/Pemilik Perusahaan Besar Korea.  Pada kesempatan tersebut, Presiden RI menyampaikan paparan mengenai prospek ekonomi Indonesia, program reformasi ekonomi dan potensi investasi di Indonesia. Indonesia optimis dapat mencapai pertumbuhan rata-rata di atas 5% di tengah-tengah kelesuan ekonomi dunia. Untuk mencapai pertumbuhan tersebut Indonesia melakukan pembangunan infrastruktur secara assif, membuka lebih lebar perekonomian untuk mendorong kompetisi dan melakukan deregulasi kebijakan ekonomi. Dalam dialog bisnis tersebut berhasil diperoleh komitmen investasi senilai USD 18 milyar. Selain mempunyai dampak nyata bagi promosi investasi dan ekonomi, kesuksesan kegiatan rangkaian kunjungan Presiden RI ke korea merupakan promosi branding Indonesia secara keseluruhan dan sebagai wujud nyata pengedepanan konsep “Indonesia Incorporated” secara riil dan terpadu. 

Meriahnya Sambutan di Istana Blue House

IMG 1873

Kunjungan Presiden Jokowi di Korsel tergolong sangat produktif. Minggu malam (15/05/16) bertemu dengan 1400-an WNI, pagi berikutnya melakukan business meeting dan dicapai komitmen investasi 18 milyar dolar. Sore ini, setelah berbincang dengan Presiden Park Geun-hye, diteken berbagai MOU Bilateral.

Presiden Jokowi meninggalkan hotel setelah makan siang menuju Blue House yang merupakan "istana negara" Korea Selatan pada pukul 15.00 dan baru kembali pada jam 17.00. Selama itu, kedua Kepala Negara melakukan pembicaraan dan menyaksikan penandatanganan MoU.

Menurut sumber yang layak dipercaya, pembicaraan bilateral terasa sangat hangat. Presiden Korea siap menjadi mitra akselerasi industrialistsi di Indonesia. Diantara pokok bahasan adalah tentang kerjasama perdagangan, investasi, industri kreatif, lingkungan hidup, kemaritiman, Perlindungan WNI,  dan pertahanan.

"Dibahas juga kerjasama dalam menjaga keamanan internasional, penanggulangan terorisme dan radikalisme serta soal Semenanjung Korea," ujar sumber tersebut.

Adapun MoU yang ditekan mencakup kerjasama Bidang industri kreatif, pemanfaatan lahan gambut, anti korupsi dan olah raga serta turisme. Selain itu, diteken juga kerjasama bidang maritim, zona khusus di Indonesia serta data infrasturuktur dan administrasi pertanahan.

Presiden Jokowi diterima di istana Cheong Wa Dae (Blue House) dengan hamparan karpet merah. Presiden Korea yang bergaun warna merah membuat susanana makin semarak. Bukan hanya itu, sebelum masuk istana, terdapat barisan anak-anak yang mengibarkan bendera kedua negara. Matahari akhir musim semi yang mencorong dengan suhu 20 Derajat Celcius membuat suasana makin hangat dan terasa nyaman. ()

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014