Tarian Betawi dan Madura Meramaikan “2016 Itewon Global Village Festival”

WhatsApp Image 2016-10-16 at 19.01.04

Tari dan Produk Kerajinan Tangan Indonesia Tampil pada festival budaya di Pusat Turis Kota Seoul. Di tengah cuaca cerah dan suhu yang sejuk pada musim gugur, penampilan Indonesia mendapat sambutan hangat dari pengunjung festival.

Promosi budaya dan pariwisata Indonesia tersebut digawangi oleh KBRI Seoul melalui partisipasi dalam festival budaya "2016 Itaewon Global Village Festival", yang diadakan selama 2 hari berturut-turut Sabtu dan Minggu di Itaewon yang terkenal sebagai zona khusus turis kota Seoul (15-16/10).

Festival budaya tahunan ini diramaikan hampir 100 stand terutama dari komunitas manca negara yang terdiri dari komunitas restoran dan budaya, termasuk 19 stand dari kedutaan asing di Seoul Korea.

Indonesia yang diwakili KBRI Seoul turut meramaikan festival yang diadakan di pusat turis kota Seoul ini. Kelompok Tari Tradisional Indonesia (KTTI) binaan KBRI Seoul tampil di panggung utama dalam event world performance. Secara medley 10 orang penarinya yang terdiri dari mahasiswa Indonesia di Korea ini membawakan tari Lenggang Nyai (Betawi) dan tari Sape Kerab (Madura). Tampil di urutan ketiga dari 6 negara, yang berlatih tiap minggu di KBRI Seoul tersebut mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton yang duduk di panggung utama.

WhatsApp Image 2016-10-16 at 19.00.42

Selain tampil di panggung utama, Indonesia juga ikut dalam pawai Parade Budaya yang menempuh jarak sekitar 1,5 km dan mendapat tepukan riuh dari ribuan pengunjung di sepanjang jalan utama distrik Itaewon, Seoul. Peserta parade dari Indonesia berjalan sambil terus membuat gerakan tari-tari mulai dari Poco-poco, goyang Lenggang Nyai yang menghibur pengunjung festival yang dikunjungi lebih dari 1 juta orang ini.

Bazaar produk-produk kerajinan Indonesia yang ditawarkan di booth Indonesia juga diminati pengunjung. Produk-produk batik mulai dari scarf, taplak meja, tas hingga payung motif batik, taplak meja kayu wangi, serta berbagai asesoris dan souvenir dari kayu seperti kalung dan gelang laris terjual.

Diharapkan dengan keikutsertaan Indonesia pada festival budaya ini, akan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dari Korea ke Indonesia di tahun 2016 ini guna memenuhi target 400 ribu wisatawan. Tahun lalu, wisatawan asal Korea menempati peringkat ke-6 wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. (*)

Bos Go-Jek Terima ASEAN Entrepreneur Award di Seoul

WhatsApp Image 2016-10-12 at 19.27.47

CEO Go-Jek, Nadiem Anwar Makarim, malam ini menerima penghargaan ASEAN Entrepreneur Award dari World Knowledge Forum di Seoul, Korea Selatan. Go-Jek dianggap sebagai salah satu perusahaan yang melesat dalam hal inovasi.

Penghargaan diserahkan oleh pendiri World Knowledge Forum, Chang Dar-whan, dalam acara 17th World Knowledge Forum di Seoul, Rabu (12/10/2016). 

Selain Nadiem, satu penerima award lainnya adalah perempuan pengusaha asal Vietnam, Nguyuen Thi Nga. Nadiem dan Nguyuen adalah dua orang pertama yang menerima award dari World Knowloedge Forum.

"Saya tak menyangka semua akan terjadi. Hidup itu harus percaya padaluck, keberuntungan. Luck adalah teman saya," kata Nadiem dalam sambutannya.

Nadiem yang mengenakan jas dan celana warna gelap ini mengatakan, dalam berbisnis tak perlu merisaukan aturan. Meski belum ada aturan, bisnis harus jalan terus. 

"Nanti akan muncul aturan yang mengekor inovasi," katanya.

Kemunculan Go-Jek memang kontroversial. Mulai dari perseteruan dengan ojek pangkalan hingga aturan-aturan baru dalam bidang transportasi. Meski demikian, ojek berbasis online ini tumbuh pesat dan menyasar ke berbagai bidang.

"Saya senang dapat award ini. Atas nama 200 ribu pengendara Go-Jek yang menyapa pelanggan tiap hari, saya ucapkan terima kasih," kata Nadiem.

"Semoga lebih banyak orang Indonesia terinspirasi," tutup pria 32 tahun ini disambut tepuk tangan 600-an peserta yang hadir. 

Enam Karya Sineas Indonesia Ikut Serta dalam Ajang BIFF ke-21

Indonesian Cinema

Enam film karya sineas Indonesia tampil dalam ajang festival film terbesar Asia, Busan International Film Festival (BIFF) ke-21 yang berlangsung 8-14 Oktober 2016 di Busan, Korea Selatan. Partisipasi sineas Indonesia di BIFF tersebut tak lepas berkat dukungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan mengusung nama "Indonesian Cinema".

Terpilih enam film Indonesia dalam festival tersebut, yaitu Nyai, Istirahatlah Kata-Kata (Solo, Solitude), Three Sassy Sister (Tiga Dara), dan Athirah, serta dua film pendek Memoria dan On The Origin Of Fear. Selama 7 hari festival keenam film tersebut diputar di bioskop-bioskop ternama di wilayah Haeundae dan Centum City Busan, seperti CGV, Lotte Cinema, dan Megabox .

Untuk meningkatkan kesempatan para pembuat film Indonesia berinteraksi dengan calon-calon investor, Bekraf juga mengadakan acara networking bertajuk "Indonesian Night", Senin malam (10/10) di Park Hyatt Hotel, hotel bergengsi di Busan. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain sutradara kondang Nia Dinata, Joko Anwar, Yosep Anggi Noen, dan Bayu Prihantoro.

“Melalui dukungan Bekraf, diharapkan industri perfilman Indonesia dapat berkembang dan menembus pangsa pasar luar negeri,” demikian Ricky Pesik, Wakil Kepala Bekraf yang membuka acara.

Tak berhenti di situ, Bekraf juga membantu pengadaan booth promosi untuk film terpilih dan film Indonesia pada umumnya di BIFF.

Antusiasme kalangan film Korea terhadap karya sineas Indonesia cukup baik, terlihat dari kehadiran sekitar 150 orang kalangan film peserta Busan International Film Festival pada coctail party yang diadakan Bekraf, selain jumlah kunjungan ke booth Cinema Indonesia.

BIFF merupakan festival paling bergengsi di seluruh Asia yang diadakan sejak tahun 1998. "Di samping acara Market Screening, promosi para sienas muda melalui Asian Film Market (AFM), merupakan acara penting yang menjadi bagian dari festival," demikian dijelaskan Boni Pudjianto, Direktur International Marketing, Bekraf yang menggawangi selama kegiatan di Busan.

"Lewat AFM, banyak sutradara film yang kemudian memperoleh pendanaan dari investor dimana permodalan ini penting bagi produksi film," pungkas Boni. (*)

Film 1

Film 2

Film 3

Diaspora Indonesia di Korea Antusias Berdialog dengan Ridwan Kamil

WhatsApp Image 2016-10-07 at 13.47.29

“Perubahan harus dijemput bukan ditunggu”, kata Walikota Bandung di depan Diaspora Indonesia di Korea Selatan pada Jumat (6/10).

Pertemuan Walikota Bandung, Ridwan Kamil dengan Diaspora Indonesia dilakukan disela-sela kunjungan kerja ke Republik Korea (6/10). Dipandu oleh Dubes RI John Aristianto Prasetio, pertemuan dilaksanakan dalam bentuk talk show dengan suasana penuh keakraban.

Mengawali acara, Dubes RI memperkenalkan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Korea yang beberapa diantaranya berasal dari Bandung. Para mahasiswa juga ingin mendengar langsung bagaimana Walikota Bandung menghadapi prioritas dan tantangan dalam menjadikan Bandung sebagai kota dunia.

Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Kang Emi menekankan bahwa Pemerintah harus pro-aktif, termasuk aktif dalam hubungan internasional terutama untuk sektor perkotaan. Untuk itu Bandung memiliki dua “Duta Besar bayangan” yang bertugas connecting the doors dan menjalin kerjasama.

Diakuinya bahwa infrastruktur di Indonesia lambat karena mengandalkan dana pemerintah. Sementara negara lain telah menerapkan konsep public private partnership (PPP) untuk pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu dirinya pro-aktif menjalin kerjasama dengan pihak negara lain, termasuk kerjasama dengan Pemerintah Kota Seoul dalam berbagai bidang.

Talkshow ini disambut antusias oleh Diaspora Indonesia, terutama para pelajar. Bahkan pelajar dari luar kota Seoul juga bersemangat hadir. Usai acara, masyarakat Indonesia berebut untuk foto bersama dengan Ridwan Kamil. 

Bandung dan Seoul Tandatangani MoU Kerjasama

WhatsApp Image 2016-10-07 at 16.28.35

Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Walikota Seoul Park Wonsoon menandatangani MoU kerjasama di berbagai bidang di City Hall, Seoul, pada Jumat siang (7/10), disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Korea John A. Prasetio.

Kedua Walikota sepakat untuk melakukan pertukaran dan kerja sama melalui berbagi keahlian dan praktik-praktik terbaik dalam 4 bidang: ekonomi perkotaan, perencanaan kota, transportasi perkotaan, dan e-government.

“Saya yakin dengan penandatanganan MoU ini akan menginspirasi lebih banyak aktivitas innovatif dan sinergi antara kedua Kota Bandung dan Seoul serta akan meningkatkan kerja sama pembangunan di keempat bidang tersebut ”, demikian dikatakan Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Di samping itu kedua pemerintah kota akan berbagi pengalaman dan melakukan program pertukaran dalam bidang kebudayaan, seni, dan pariwisata, serta melakukan diskusi aktif mengenai kebijakan-kebijakan dalam bidang kebudayaan dan seni melalui kunjungan satu sama lain serta pertukaran-pertukaran lainnya.

WhatsApp Image 2016-10-07 at 16.28.38

 

Kedua kota juga akan berbagi informasi mengenai kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi dan dengan demikian mendorong ekonomi lokal, serta dapat memberikan dukungan dengan menghubungkan bisnis dan minat investasi kepada satu sama lain.  Kedua pihak akan secara aktif memfasilitasi pertukaran praktis dan kolaborasi melalui program-program seperti pertukaran personel dan pelatihan jangka pendek ataupun panjang.

Kerjasama kedua kota dimulai sejak pendatanganan LOI pada Mei 2015. Kerjasama berjalan intensif dengan kunjungan tim ahli Seoul, antara lain dalam menyusun master plan sistem  transportasi Bandung yang cepat dan tertata baik. Seoul juga diharapkan dapat membantu rehabilitasi sungai dan memperkuat techno park di Bandung.

Selain menandatangani Mou dengan Kota Seoul, Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini direncanakan juga akan ke Suwon untuk menghadiri International Sister Cities Culinary Festival pada Sabtu (8/10) dimana Bandung dan Suwon telah menandatangani MoU Sister City pada tahun 1997.  Kang Emil juga berkesempatan bertemu sekitar 40 orang Diaspora Indonesia di Korea pada Jumat pagi (7/10) di Wisma Duta, KBRI Seoul, untuk berbagi kiat dan pengalaman dalam memimpin dan membangun Bandung.  Kunjungan kali ini juga dimanfaatkan untuk penjajagan lokasi pendirian "Little Bandung" di Korea. (*KBRI Seoul*)

“Gundala-gundala Bondres” Ramaikan ASEAN Gala Show

20161002 174027 01

Tari Topeng Indonesia ‘Gundala-gundala Bondres’ ikut meramaikan ASEAN Gala Show di kota Gwangju (1/10) dan Andong (2-3/10), Republik Korea.

Indonesia yang diwakili oleh Phil Studio Karo Arts Partitur menampilkan tari topeng kontemporer yang merupakan fusion dari topeng Bondres (Bali) dan Gundala-gundala (Batak Karo). Tarian yang menggambarkan perpaduan dua budaya tersebut melambangkan persatuan dalam keragaman (Bhineka Tunggal Ika).

Penampilan Indonesia mendapatkan sambutan meriah dari sekitar 250 penonton di Asia Culture Centre, kota Gwangju. Sementara lebih dari 1000 penonton memenuhi Mask Dance Theater, tempat diselenggarakannya ASEAN Gala Show di kota Andong.

Bersama grup penari dari 9 negara ASEAN lain, Indonesia tampil pada ASEAN Gala Show yang diadakan tanggal 1-3 Oktober 2016 di kedua kota tersebut. ASEAN Gala Performance merupakan rangkaian kegiatan 2016 ASEAN Culture and Tourism Fair yang menampilkan tari-tarian negara-negara ASEAN. Acara yang diselenggarakan oleh ASEAN – Korea Center tersebut, juga untuk menyambut ASEAN – Korean Exchange Year 2017.

 

Aktor Indonesia Joe Taslim Mendapat Award di Ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards"

WhatsApp Image 2016-10-04 at 11.09.14

Aktor kebanggaan Indonesia Joe Taslim mendapatkan penghargaan pada ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards" (2016 APAN Star Awards) yang diselenggarakan di MBC Sangam pada Minggu, 2 oktober 2016. Joe, yang baru-baru ini membintangi Star Trek: Beyond, dianugerahi penghargaan ini bersama dengan beberapa aktor Asia-Pacifik lainnya diantaranya Tanayong Wongtrakul (Thailand), Jessy Mendiola (Filiphina), Narimiya Hiroki (Jepang), Kim Hee-sun (Korea Selatan) dan Song Joong-ki (Korea Selatan), yang menjadi aktor megahit Korea setelah membintangi drama "Descendant of the Sun". Song Joong-ki juga mengunggah fotonya bersama Dubes John dan Joe Taslim di akun twitternya (@SONGJOONGFKI).

Pada acceptance speech-nya Joe menyatakan bahwa dirinya berharap agar dapat lebih banyak lagi kolaborasi yang tercipta di Asia-Pasifik. Selain menerima penghargaan, Joe juga didaulat untuk berduet bersama Eru dan menyanyikan lagu berjudul "Black Glasses", sebuah lagu yang direkam Eru bersama artis kenamaan Indonesia, Atika Hasiholan. Ajang "2016 Asia-Pacific Actors Network Star Awards" ini merupakan bagian dari Digital Media City Festival yang diselenggarakan oleh MBC dan berlangsung mulai 1-11 Oktober 2016. Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea John A. Prasetio juga berkesempatan hadir pada acara tersebut.

 

Dubes John Prasetio Wisuda Sarjana TKI Korea Selatan

WhatsApp Image 2016-10-03 at 17.26.46

Seoul. Lima belas TKI resmi jadi sarjana dari Universitas Terbuka Cabang Korea. Mereka layak menyandang gelar sarjana setelah kisaran 5 tahun banting tulang kerja sambil belajar. Dubes John Prasetio mengingatkan bahwa kompetisi ke depan makin sengit.

Hanya delapan dari TKI mahasiwa UT Korea yang kemarin (02/10/12) yang ikut wisuda sarjana di KBRI Seoul. Salah satu wisudawan tidak hadir karena harus masuk kerja sedangkan lainnya sudah keburu pulang karena kontrak kerjanya sudah habis.

Bertempat di aula KBRI Seoul, perhelatan wisuda sarjana UT Korea dilaksanakan dengan penuh khidmat. Hadir 200-an pengunjung yang memenuhi ruangan walaupun hujan deras mengguyur kota Seoul sejak siang hari. Selain Dubes, ikut mewisuda Wakil Dubes Cecep Herawan dan Koordinator Umum UT Korea, Syarif Hidayat.

Lulusan yang kali ini mengambil jurusan Bahasa Inggris dan Management ini adalah para pekerja bidang manufaktur yang bekerja dari Senin sampai Sabtu. Rata-rata, mereka Pulang kerja baru pukul 20.00 malam. Tidak hanya itu, hari Minggu pun terkadang dihabiskan untuk lembur. Tidak heran Kalau waktu untuk belajar sangatlah minim.

Dubes RI untuk Korea Selatan yang memberikan orasi ilmiah memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian para TKI. Para pekerja itu disebut telah meningkatkan daya tawar mereka dengan ilmu pengetahuan yang dicapainya sehingga bisa pulang kampung dengan kepala yang tegak.

"Dunia saat ini diwarnai dengan kompetisi yang sangat ketat. Bangsa Indonesia hanya akan menjadi salah satu negara yang disegani manakala memiliki daya kompetisi yang tinggi. Prediksi positif masa depan Indonesia hanya bisa terwujud dengan kualitas SDM yang tinggi," ujar John Prasetio.

WhatsApp Image 2016-10-03 at 17.32.06

KBRI Seoul menjadikan wisuda kali ini sebagai perhelatan yang sangat wow. Selain kemeriahan acara, berbagai BUMN, perusahaan lokal dan organisasi kemasyarakatan memberikan hadiah serta apresisasi bagi wisudawan. Dijamin, wisudawan akan kerepotan dalam membawa pulang bingkisan.

Tidak hanya itu, mahasiswa yang hadir wisuda berhasil menjadikan #TKIjadisarjana sebagai trending topik dunia Twitter selama satu jam lamanya. Mereka tampak girang karena biasanya hanya bermain Facebook. "Ayo pertahankan. Jangan sampai meorot," ujar mereka.

BNI Cabang Seoul ikut memfasilitasi kemeriahan acara wisuda. Menurut GM BNI, Wan Andi Aryadi TKI yang menjadi sarjana berarti menambah bekal pulang, selain modal dan pengalaman kerja. "Untuk itu, kami siapkan buat mereka dengan Skema Kredit Usaha Rakyat," katanya. ()

Korsel Jadi Negara Prioritas Investor

thomas-lembong-korsel2

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menilai Korea Selatan merupakan negara prioritas bagi Indonesia dalam hal investasi. Dalam beberapa tahun terakhir investasi dari negeri gingseng tersebut terjadi peningkatan. 

Thomas mengatakan Indonesia memiliki potensi besar pada sektor industri manufaktur dan padat karya. Kedua sektor tersebut juga merupakan industri yang diminati investor Korsel. Selain itu, Thomas juga menyatakan komitmen pemerintah untuk memangkas regulasi yang dinilai menghambat investasi.

"Deregulasi serta paket kebijakan ekonomi Pemri yang membuat Indonesia menjadi lebih kondusif dan investor-friendly," kata Thomas dalam acara bertajuk Indonesia Business Forum: Investment Opportunities in Manufacturing  Sector, Senin (29/8). Acara ini dihadiri 100 pengusaha papan atas dan investor potensial sektor manufaktur di Korea. 

Dalam kesempatan sama, Duta Besar Indonesia untuk Korsel, John A Prasetio mengatakan Korea merupakan mitra penting bagi Indonesia. Ia juga menyampaikan mengenai angka pertumbuhan kuartal kedua 2016 Indonesia sebesar 5,2% berdasarkan laporan Bank Dunia baru-baru ini yang menunjukkan hasil nyata proses reformasi ekonomi. 

John juga menjabarkan kepada para investor mengenai hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Korea bulan Mei yang lalu. "Pada kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Joko Widodo secara khusus menekankan Republik Korea sebagai mitra Indonesia dalam percepatan industrialisasi," kata John. 

Acara juga diisi dengan diskusi panel yang menampilkan Ikmal Lukman, Direktur Promosi Sektoral BKPM, Lili Soleh Wartadipraja, Kepala BKPMD Jatim dan Mr. Shim Man Kee, Ketua Asosiasi Perusahaan Sepatu Korea di Indonesia. Bertindak selaku moderator Vedi Buana, Korfung Ekonomi KBRI Seoul. 

Pada kesempatan di Busan, Thomas didampingi Imam Soejoedi, Pejabat Promosi Investasi di Korea, juga lakukan one on one meeting dengan beberapa pimpinan perusahaan besar Korea. Thomas Lembong juga sudah dijadwalkan melakukan beberapa pertemuan penting lainnya di Seoul dengan Chairman perusahaan utama Korea yang akan berinvestasi dan mengembangkan usahanya di Indonesia. 

 

Empat Pengusaha Sahabat TKI di Korsel Terima Ambassador Award

IMG 3197

 

Sebanyak 4 pengusaha Korea Selatan menerima penghargaan dari Dubes John Prasetio. Mereka dinilai telah memberikan fasilitas yang lebih dari ketentuan yang berlaku bagi TKI. Diplomasi per-TKI-an itu diharapkan dilanjutkan di masa-masa datang.

Malam penganugerahan the Ambassador Award yang dihelat di Wisma Duta Seoul, Jumat malam (26/08/16) terasa meriah. Selain pengusaha Korea penerima award yang "menenteng" beberapa pekerja Indonesia, hadir juga Wamenlu AM Fachir dan imam besar masjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasaruddin Umar.

Dubes mengatakan bahwa pemberian award tersebut merupakan salah satu upaya KBRI dalam perlindungan TKI di Korsel yang jumlahnya mencapai lebih dari 33 ribu orang. Hal ini juga berarti Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi kepada pengusaha yang telah berjasa menyediakan fasilitas yang bisa dianggap sangat memadai. "Kita berharap, mereka menjadi suri tauladan bagi pengusaha lain di Korea dalam arti lebih memperhatikan kekhususan kebutuhan pekerja asal Indonesia," katanya.

Sebanyak 3 CEO yang mendapatkan award adalah pengusaha yang menggeluti bidang makanan, metal dan teknologi laser. Mereka umumnya hanya mempekerjakan orang asing asal Indonesia, memberikan tempat tinggal yang baik, makanan halal serta libur di hari-hari besar nasional Indonesia tertentu. Satu CEO lain mendapatkan award karena dianggap sangat humanis, membantu pengobatan seorang TKI yang terkena penyakit kanker yang akut hingga sembuh lalu mempekerjakannya kembali.

Wamenlu AM Fachir yang juga ikut menyerahkan award menggarisbawahi bahwa kegiatan inspiratif ini dinilai sangat positif dan perlu dilanjutkan di masa-masa mendatang. Pekerja Indonesia telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Korea sehingga berhak mendapatkan perlakuan yang baik dari pengusaha Disana. "Pesan saya kepada penerima award, sebarkan apa yang talah Anda lakukan kepada pengusaha lainnya," katanya yang disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Seorang penerima award, Jin-Ho Chung dari Shin Young Metal memberikan testimoni bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk memberikan hak yang cukup kepada karyawannya, termasuk dari Indonesia. Disampaikan bahwa bangsa Korea dulu juga pernah menjadi tenaga kerja di Jerman, lalu pulang membangun negaranya hingga maju. TKI Indonesia juga diharapkan dapat kembali ke Indonesia untuk membangun negeri.

Menurut database KBRI Seoul, saat ini terdapat 513 perusahaan Korea yang mempekerjakan TKI Indonesia dengan gaji dasar sekitar Rp 14 juta per bulan. Sebanyak 234 diantaranya bersedia disurvey oleh KBRI Seoul dan akhirnya menggerucut menjadi 4 pengusaha penerima award. Selain para CEO, malam kemarin, KBRI juga memberikan penghargaan kepada Indra Wijayanto, Kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) di Busan, karena selama dua tahun lebih terus memberikan pembinaan dan perlindungan kepada WNI di Busan dan sekitarnya. 

"Pemberian award ini Insya Allah bisa dipertanggungjawabkan karena telah melalui survey yang teliti oleh Konsuler KBRI Seoul," ujar Wakil Dubes Cecep Herawan. ()

Wakil Menlu RI AM Fachir Bertemu Presiden Human Resources Developmenf of Korea (HRDK) di Seoul

WhatsApp Image 2016-08-25 at 20.17.35

Pekerja Indonesia banyak disukai pengusaha Korea Selatan. Mereka dianggap cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan. Namun sayangnya, ekonomi negeri ginseng sedang tidak terlalu sehat.

Demikian disampaikan Wakil Menlu, AM Fachir setelah bertemu dengan Presiden Human Resources Developmenf of Korea (HRDK), Park Young - Bum, di Seoul, hari ini (25/08/16). Kunjungan Wamen ini antara lain menindaklanjuti kunjungan Presiden Jokowi Mei lalu.

"Saya senang bahwa pekerja kita di sini disukai namun tantangan kedepan menang berat. Selain persaingan dari 15 negara lain makin ketat, ekonomi Korsel sedang tidak kondusif. Pengangguran anak muda mulai marak," katanya.

Untuk itu, pembekalan para TKI ke Korea harus ditingkatkan kualitasnya dan pemberdayaan sebelum pulang ditingkatkan. Disamping itu, overstayers yang jumlahnya lebih dari 7 ribu harus juga diperhatikan dan dituntaskan.

Saat ini di Korea terdapat lebih dari 33 ribu TKI di berbagai bidang yang utamanya di manufaktur. Mereka bisa mengantongi 2 ribu dolar per-bulan atau sama dengan UMR setempat. Masalah yang sering mengemuka bagi TKI adalah illegal workers. ()

Penandatangan MoU antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)-Indonesia dan National Pension Service (NPS)-Korea

WhatsApp Image 2016-08-04 at 09.23.41

Pada Jum’at 29 Juli 2016, telah dilakukan penandatanganan MOU antara NPS dengan BPJS Indonesia tentang “pembayaran pensiun dan kerjasama antara kedua instansi”. Penandatangan MoU dilakukan oleh CEO NPS Mr. Hyung Pyo Moon dengan Dirut BPJS Agus Susanto dan disaksikan oleh Wakil Kepala Perwakilan RI di Seoul Cecep Herawan.

Manfaat MoU BPJS-NPS terutama akan dirasakan bagi l.k 25.000 pekerja Indonesia yang saat ini telah selesai masa kontrak dan kembali ke Indonesia namun belum mengambil/mengajukan klaim asuransinya. Bagi para pekerja Indonesia purna tersebut, tetap dapat memperoleh hak asuransinya dengan mengajukan klaim di kantor BPJS setempat.

Adanya MoU ini jelas lebih mempermudah, sekaligus mengefisienkan prosedur klaim asuransi/pembayaran pensiun karena tidak diperlukan lagi legalisir dokumen-dokumen pengajuan klaim di Kedutaan Korea.

Selain itu, dengan adanya MOU ini, maka pekerja Indonesia dapat mencairkan asuransi NPS melalui 2 (dua) cara yaitu sebelum kepulangan di Korea atau setelah kepulangan di Indonesia melalui kantor BPJS.

Ke depan kerjasama antara BPJS-NPS akan terus diperluas melalui kerjsama bidang pendidikan, penataran, penelitian dan menukar informasi tentang pengelolaan sistem pensiun.

Pada kesempatan penandatanganan MoU tersebut, Ketua NPS menyampaikan bahwa MOU BPJS-NPS dapat dijadikan contoh untuk kerjasama-kerjasama selanjutnya dengan pihak/negara lain. Dan pihaknya akan terus menjalin hubungan kerjasama erat dengan pihak BPJS guna melindungi hak pekerja dan pembayaran upah yang nyaman.

Gerak Cepat, Indonesia Pertegas Komitmen Kerjasama Kawasan di Bidang Kehutanan Melalui Pendirian Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO)

1470100399428

 

Presiden RI mengutus Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), DR. Siti Nurbaya, melakukan penandatanganan perjanjian pendirian Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO) pada Selasa, 2 Agustus 2016 di Seoul. Penandatanganan AFoCO dilaksanakan di Kementerian Luar Negeri Republik Korea dan  disaksikan oleh Duta Besar RI Seoul, John A. Prasetio dan Direktur Jenderal Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri, Republik Korea, Park Chull-Joo. 

Gerak cepat ini semakin menegaskan komitmen Indonesia dalam meningkatkan kerja sama bidang kehutanan di kawasan.  Keikutsertaan Indonesia dalam Organisasi AFoCO diharapkan dapat meningkatkan profil kerja sama bidang kehutanan dan dapat mendorong implementasi program nyata pembangunan kehutanan di tingkat nasional dan regional.

Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menandatangani perjanjian pendirian organisasi AFoCO, setelah sebelumnya ditandatangani oleh Republik Korea dan Timor Leste. Perjanjian tersebut akan diberlakukan (entry into force) apabila sedikitnya lima negara menandatangani dan melakukan ratifikasi.  Indonesia berkomitmen untuk segera menyiapkan proses ratifikasi dan siap menjadi salah satu negara pendiri AFoCO.

Seusai penandatanganan, Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan bahwa Indonesia selaku negara pemilik hutan tropis terbesar ke-3 di dunia berkomitmen untuk mengambil peran utama dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya pengelolaan hutan lestari. Pendirian AFoCO merupakan salah satu upaya nyata kemitraan kawasan dalam rangka mengurangi degradasi dan deforestasi, mengelola hutan secara lestari, dan menghadapi dampak perubahan iklim untuk menuju Asia yang lebih hijau.

AFoCO merupakan organisasi kawasan yang bertujuan membangun kemitraan bidang kehutanan termasuk kerja sama capacity building dan community development.

Pembentukan AFoCO difasilitasi oleh Sekretariat ASEAN-Republic of Korea Forestry Cooperation (AFoCo) yang memiliki kantor pusat di Seoul, Republik Korea dan dipimpin oleh DR. Hadi Pasaribu, mantan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan, yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif sejak 2012 sampai Agustus 2016.

Laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia, Juni 2016: Tangguh Berkat Reformasi

blue-growth-chart

Bank Dunia telah menerbitkan Laporan Triwulan Perekonomian Indonesia dimana intisari laporan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Bank Dunia telah menurunkan proyeksi pertumbuhan dunia sebesar setengah persen, tetapi ekonomi Indonesia tetap bertahan. Namun, pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih rendah dari perkiraan berdampak pada pemulihan ekonomi Indonesia.
  • Serangkaian kebijakan yang pro-aktif telah membantu bertahannya ekonomi Indonesia, termasuk kebijakan moneter yang penuh kehati-hatian, bertambahnya investasi infrastruktur oleh pemerintah, dan reformasi kebijakan untuk memperkuat iklim investasi. Namun, risiko terhadap ekonomi meningkat – baik risiko internasional maupun domestik.
  • Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,1% pada tahun 2016 dan 5,3% pada 2017 – tidak berubah dari proyeksi Indonesia Economic Quarterly edisi Maret 2016. Konsumsi masyarakat diperkirakan akan lebih kuat. Pertumbuhan akan bergantung pada investasi swasta, yang menyambut baik serangkaian paket kebijakan ekonomi akhir-akhir ini.
  • Ekspor dan impor keduanya melemah, baik dalam volume maupun nilai pada kuartal-1 tahun 2016. Namun, impor turun lebih cepat dari ekspor dan telah membantu memperkecil defisit anggaran menjadi 2,1% PDB.
  • Pengeluaran pemerintah bertambah walaupun pendapatan pemerintah melemah. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun 2016, pemerintah mencamtumkan pemasukan yang besar dari proposal tax amnesty. Apabila penerimaan kurang dari yang diharapkan, pembelanjaan dapat mengalami perubahan.
  • Inflasi pada bulan Mei sebesar 3,3% tahun-ke-tahun. Karena angka inflasi yang relatif rendah ini, tingginya inflasi harga pangan kurang menonjol - walaupun harga pangan dunia sudah turun. Salah satu sebab tingginya inflasi harga pangan domestik adalah proteksionisme perdagangan. Beberapa reformasi perdagangan yang diperkenalkan awal 2016 memberi indikasi adanya perubahan penting dalam arah kebijakan perdagangan, yang bisa membantu menurunkan inflasi harga pangan.
  • Laporan edisi ini juga membahas tingginya tingkat suku bunga bank di Indonesia. Laporan ini juga menyoroti bagaimana kebijakan fiskal dapat mengurangi ketimpangan. Dana dari realokasi subsidi BBM yang dilakukan pada tahun 2015 sudah membantu, namun banyak tindakan lain yang dapat mendukung pengatasan ketimpangan. Juga dibahas tantangan untuk menghidupkan kembali daya saing industri sektor manufaktur Indonesia.

Berdasarkan laporan triwulan ini dinyatakan bahwa ekonomi Indonesia cukup kuat bertahan di tengah-tengah kelesuan ekonomi dunia. Hal ini dicapai karena banyak reformasi birokrasi dan kebijakan ekonomi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonom. Diharapkan dapat meningkatkan antusiasme investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia sekaligus meningkatkan hubungan dagang dengan negara-negara mitra. Laporan ini sekaligus dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah Indonesia dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi baru yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk Laporan selengkapnya dapat mengunjungi situs Bank Dunia di http://www.worldbank.org/in/country/indonesia/publication/indonesia-economic-quarterly-june-2016-resilience-through-reforms. (KBRI Seoul)

Pengumuman Libur Idul Fitri 1437 H

office closed

 

 

DALAM RANGKA IEDUL FITRI 1437 H/ 2016,

PELAYANAN KONSULER KBRI SEOUL AKAN TUTUP PADA TANGGAL

04-10 JULI 2016, DAN AKAN DIBUKA KEMBALI SEPERTI BIASA PADA

TANGGAL 11 JULI 2016

 

SEGENAP KELUARGA BESAR KBRI SEOUL MENGUCAPKAN

SELAMAT IEDUL FITRI 1437 H, MOHON MAAF LAHIR BATIN

Menyelami Jiwa Bangsa Indonesia melalui Batik

DSC 2181 copy

Batik memang identik dengan Indonesia.  Batik jiwa Indonesia, demikian pameran koleksi batik klasik dan kontemporer yang mengambil tema “Batik, the Soul of Indonesia” akan bisa disaksikan oleh publik negeri Ginseng dari tanggal 22-27 Juni 2016.  Pameran selama enam hari yang diadakan di Ganainsa Art Center di pusat distrik seni terkenal di kota Seoul, Insadong, telah dibuka secara resmi oleh Dubes RI untuk Republik Korea John A. Prasetio dan Chairman Hansae Yes24 FoundationMr. Lee Ke Woo pada Rabu malam (22/6).

Di tengah hujan yang mengguyur Kota Seoul di awal musim panas ini, upacara pembukaan pameran dihadiri lebih dari 100 undangan, antara lain Dirjen Hubungan Budaya Kemlu Korea Mr. Choi Young-sam, ASEAN-Korea Center, akademisi dan media, serta publik pecinta seni.

Pameran batik ini diselenggarakan oleh Hansae Yes 24 Foundation bekerjasama dengan Kemlu Republik Korea, KBRI Seoul, Museum Tekstil Indonesia dan Indonesian-Korean Culture Studies.Sebanyak 30 kain-kain batik motif tradisional yang indah dan menawan koleksi Museum Seni Indonesia dan puluhan koleksi batik kontemporer milik empat desainer terkenal akan dapat dinikmati oleh publik, khususnya pecinta seni di Korea selama 6 hari ke depan.

Batik-batik yang dipamerkan bermacam-macam motif mulai dari batik tradisional keraton sampai dengan batik pesisir seperti batik motif Mega Mendung.Terdapat juga display seni batik kontemporer karya seniman batik Indonesia Harry Darsono, seorang perancang busana haute-couture yang sudah terkenal di dunia fesyen international dimana hasil karyanya digunakan oleh berbagai bangsawan dunia antara lain mendiang Putri Diana dan Ratu Thailand. Selain karya Harry Darsono, beberapa karya seniman batik lainnya juga menjadi bagian dari pameran ini, seperti karya Agus Ismoyo dan Nia Fliam dari studio batik Brahma Tirta Sari, Rumah Batik Azmiah dengan motif batik Jambi dan produsen batik high-end Indonesia Alleira Batik.

Dubes John A Prasetio dalam sambutannya mengharapkan pameran batik ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat Korea untuk lebih mengenal Indonesia.  “Melalui pameran batik yang sudah diakui UNESCO sebagai a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, dapat meningkatkan hubungan persahabatan antara rakyat Korea dan rakyat Indonesia”, demikian dikatakan Dubes John.

Sementara itu Chairman Hansae Yes24 Foundation Mr. Lee Kye-Woo menyampaikan, yayasannya memutuskan untuk mengadakan pameran batik ini berdasarkan keyakinan bahwa pemahaman yang mendalam tentang budaya, sejarah, dan filosofi yang dimiliki oleh suatu negara akan menjadi dasar yang kuat bagi persahabatan yang tulus sehingga akan memperluas dan memperkuat hubungan dan kerjasama ekonomi.  Perusahaan Hansae Yes24 yang bergerak di bidang tekstil dan produk pakaian, memiliki pabrik di Indonesia, selain di Vietnam, Myanmar, China, Nicaragua dan Guatemala.

President Seoul Institute of Arts Prof. Duk-Hyung Yoo yang berkesempatan hadir dalam pembukaan pameran menyatakan sangat mengagumi karya batik Indonesia dan tertarik untuk membuat pameran serupa di waktu mendatang. Secara khusus Prof. Duk-Hyung Yoo mengundang wakil dari Museum Tekstil Indonesia untuk melakukan demo membatik di kampusnya selepas pameran ini.

Marathon One on One Meeting Menpar Arief Yahya di Seoul, Korea: Empat Investor Tertarik Bangun Amenitas dan Atraksi

IMG 2036

Empat investor besar Korea terpikat untuk menanamkan modal di sektor pariwisata Indonesia. Keempatnya adalah DW Development Co. Ltd, E&C, Lotte Group (Lotte World, Lotte Development), AJU Group, dan Teddy Bear Group. Hal itu ditegaskan saat One on One Meeting dengan Menpar Arief Yahya di Board Room Lantai 6 Conrad Hotel, Seoul, Korea, Kamis 2 Juni 2016.

“Mereka serius, akan mengembangkan amenitas dan juga atraksi man made di destinasi pariwisata kita,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Dia didampingi oleh Dubes RI Korea, John A Prasetio, Wakil Dubes Cecep Heryawan, Kepala Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul, Imam Soejoedi, Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana, Asdep Pengembangan Pemasaran Asia Pacific, Vincen Jemadu dan Ketua Pokja 10 Top Destinasi Hiramsyah Sambudhy Thaib.

Dari sisi jumlah wisman, Indonesia jauh dibandingkan dengan Malaysia yang sudah 25 juta, Thailand 30 juta, dan Singapore 15 juta. Tetapi potensi alam dan budaya Indonesia justru sebaliknya, jauh lebih hebat dibandingkan dengan tiga negara tetangga tersebut.

Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah Sambudhy Thaib mempresentasikan ke-10 titik destinasi unggulan. Dari Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok Selatan NTB, Labuan Bajo-Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. Khusus DW Development Co Ltd, yang serius bakal bermitra membangun Tanjung Lesung, Banten, Hiram menjelaskan potensi besar yang bakal booming 3-4 tahun ke depan.

“Tanjung Lesung jaraknya hanya 180 kilometer dari ibu kota Jakarta. Kini sedang proses pembangunan jalan tol dari Serang ke Panimbang, yang akan mempermudah dan mempercepat akses menuju KEK –Kawasan Ekonomi Khususu—Pariwisata seluas 1.500 hektare itu. Dari Jakarta-Tanjung Lesung bisa ditempuh jalan darat hanya 2 jam saja,” jelas Hiram, yang kaya pengalaman di development dan pernah menjadi Ketua Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia itu.

Rencananya, Jumat 3 Juni 2016, Tedjo Budianto Liman, Presdir Jababeka akan menandatangani MoU dengan DW Development Co Ltd, E&C itu, di depan Menpar Arief Yahya. Budianto Liman sendiri, menjelaskan bahwa KEK Tanjung Lesung sudah berdiri beberapa hotel, dari bintang 4-3 dan sedang dibangun padang golf yang baru beberapa holes yang jadi.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, saat ini jumlah ekspatriat Korea sudah terbesar di Indonesia, bahkan lebih banyak dari Jepang. Jumlahnya lebih dari 60 ribu orang, yang bekerja di perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia. Lokasinya, manufacturing Korea di bagian barat, dari Kawaraci sampai ke Serang, Provinsi Banten. Sedangkan Jepang berada di Cikarang, Bekasi, di bagian Timur. “Jadi kalau DW Development ini masuk ke Tanjung Lesung , wilayah Barat, itu sudah betul,” ungkap Menpar.

Perusahaan lain yang bertemu One on One adalah AJU Corporation, yang dihadiri oleh Presiden Mr Youn Byoung Eun, Chairman Mr Kyu-Young Moon, dan CEO Mr Yonnwhe Leo Moon. AJU adalah perusahaan yang juga bergerak di perhotelan, resort, konstruksi, engineering, financial services, real estate dan IT. Mereka sedang merencanakan pengembangan investasi di Indonesia, terutama amenitas hotel dan resort.

Ada juga calon investor yang tertarik membangun atraksi man made, yakni Teddy Bear Group. Mereka berminat mengulang sukses dengan Teddy Bear Museum yang sudah eksis di Jeju Island. Mereka ingin membangun Theme Park, Museum, dan Exhibition Center. “Kami tertarik untuk membangun Theme Park di sekitar Jakarta, Bandung, Makasar, Jogja, Surabaya dan Bali. Di Jeju, setahun lebih dari 950 ribu pengunjung,” kata Mr Richey Kim, CEO Teddy Bear Group dan Mr Sungmoon, Yoon, Representative of Overseas Business Teddy Bear.

Teddy Bear Museum yang di Jeju sendiri dibuka sejak 24 April 2001. Isinya, apa saja tentang Teddy Bears, seperti galleries, museum, gift shop, café dan bisa diisi dengan sejarah dan budaya lokal. “Di Indonesia juga bisa dikembangkan dengan cerita asli Indonesia, yang berbudaya Indonesia, tetapi menggunakan tokoh dan model Teddy Bear. Kami yakin ini akan menjadi atraksi yang menarik,” jelas Kim.(*)

Marathon One on One Meeting Menpar Arief Yahya di Seoul, Korea: Jeju Air dan Jin Air Tertarik Terbangi Manado dan Lombok

IMG 2035

Hanya dua minggu berselang setelah Presiden Joko Widodo bertemu muka dengan Presiden Korea di Seoul, 15 Mei 2016 lalu, Menpar Arief Yahya langsung bergerak. Mantan Dirut PT Telkom yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year 2013 itu tak mau buang waktu untuk menemukan teknis kerjasama di bidang pariwisata, sebagai tindak lanjut dari pertemuan dua pemimpin negara tersebut.

Didampingi oleh Dubes RI Korea, John A Prasetio, Wakil Dubes Cecep Heryawan, Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana, Asdep Pengembangan Pemasaran Asia Pacific, Vincen Jemadu dan Ketua Pokja 10 Top Destinasi Hiramsyah Sambudhy Thaib, Menpar Arief Yahya langsung menerima tamu non stop, dengan 8 bos perusahaan satu per satu, hingga sore menjelang makan malam. “Persoalan kritis mengapa wisman asal Korea rendah itu adalah akses! Direct flight Seoul ke Jakarta dan Denpasar sangat terbatas, dan semua full service! Tidak ada LCC, low cost carrier,” sebut Menpar Arief Yahya di Seoul.

Karena itu kesempatan bertemu muka dengan Presiden Jeju Air, Mr Ken Choi dan GM Jeju Air, Mr Park Hyuk itu menjadi istimewa. “Kami tertarik untuk terbang ke Manado, karena bisa di-connect dari penerbangan kami ke Filipina. Ada dua hal yang harus kami tempuh dulu, pertama izin mendapatpan slot untuk mendarat di Manado. Kedua, kami harus punya mitra lokal, atau penerbangan Indonesia untuk bekerjasama,” kata Mr Ken Choi, bos Jeju Air yang berdiri sejak 2005 itu.

Jeju Air, adalah maskapai yang sahamnya dimiliki oleh Aekyung Group (81.7%) dan Pemerintah Provinsi Jeju (4.54%). Dia lahir untuk menggenjot kunjungan wisatawan ke Jeju, dan sekarang sudah menerbangi China, Jepang, Filipina, Vietnam, Thailand, Hongkong, Taiwan, dan Guam. Di Filipina yang paling dekat dengan Manado, mereka bermitra dengan Cebu Air, maskapai lokalnya. “Kalau kami dibantu untuk izin terbang, dan mitra sesama LCC, seperti Lion, kami tertarik mengembangkan penerbangan ke Manado,” ungkap Ken Choi.

Manado bisa menjadi pintu bagi wisman Korea yang diangkut oleh Jeju Air ini untuk menyebar ke destinasi lain di Indonesia. Cukup dengan domestic flight. Jeju Air sendiri bermarkas di Jeju City, dan terbang ke Seoul mendarat ke Gimpo International Airport. Dari Jeju ke Filipina itu sekitar 4 jam, dan jika dilanjut ke Manado, mungkin hanya 5 jam. Masih masuk akal untuk direct flights. “Oke, kami akan bantu dan follow up dari dua persoalan itu,” jawab Arief Yahya.

Pertemuan kedua dengan airlines adalah Jin Air Co. Ltd, maskapai LCC juga yang merupakan anak perusahaan Korean Air. Dulu Jin Air itu namanya Air Korea, dia berdiri tahun 2008 dengan hanya melayani rute regional di Korea saja. Oktober 2009, Jin Air mulai terbang ke Makau, Guam dan Bangkok. “Sekarang kami juga terbang ke Honolulu, Hawai, Phuket, Kinabalu, Laos, dan Filipina,” aku Mr Lee Kuang, Vice President of Jin Air.

Jin Air malah tertarik untuk terbang ke Lombok, NTB. Satu dari 10 Destinasi Utama yang sedang dibangun cepat oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Persoalannya juga sama dengan Jeju Air, soal izin untuk mendarat ke Lombok tersebut. “Selain itu, kami harus berpromosi bersama dengan Kemenpar untuk menjual paket wisata dengan tujuan Lombok Indonesia,” kata Mr Lee Kuang.

Menpar Arief Yahya pun menyanggupi dua hal itu, soal membantu mempercepat pengurusan izin mendarat dan beroperasi di Indonesia. Juga bersama-sama mempromosikan paket terbang ke Indonesia. “Saya juga mau Jin Air juga terbang ke Manado, sehingga ibu kota Sulawesi Utara itu semakin hidup pariwisatanya,” ungkap Arief Yahya. (*)

Potensi Korsel Besar, Promosi Gencar

foto kemenpar

Kementerian Pariwisata menggencarkan promosi ke Korea Selatan untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan dari negara itu. Korea Selatan menyimpan potensi pasar sangat besar sehingga menjadi target penting.

Untuk menarik minat wisatawan dari Korea Selatan, Kementerian Pariwisata menggelar promosi pariwisata langsung di Suwon, Korsel, Sabtu hingga Minggu (28-29/5). Kemenpar, seperti dilaporkan wartawan KompasErwin Edhi Prasetya, dari Korsel, memboyong tim penari dan pemain alat musik tradisional sasando dari Kupang dan sape dari Kalimantan Barat. Promosi langsung diadakan di Lotte Mall Suwon, pusat perbelanjaan modern terbesar di kota Suwon. Promosi langsung juga diikuti agen perjalanan wisata dan maskapai Garuda Indonesia.

Kepala Bidang Misi Penjualan Wilayah Asia-Pasifik Kementerian Pariwisata Jordi Paliama menuturkan, Korsel memiliki potensi pasar pariwisata sangat besar bagi Indonesia. Pada 2015, hampir 20 juta warga Korsel berwisata ke luar negeri. Dari jumlah itu, wisatawan Korsel yang berkunjung ke Indonesia pada 2015 baru 338.671 orang. Jumlah itu meningkat dari tahun 2014 sebanyak 328.122 orang atau meningkat 3,21 persen.

Korsel berada di peringkat keenam dalam daftar negara dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak ke Indonesia. Sejak awal 2016 hingga Februari 2016, wisatawan Korsel yang berkunjung ke Indonesia 67.245 orang.

"Tahun 2016 target kunjungan wisatawan dari Korsel 400.000 orang," kata Jordi, kemarin.

Koordinator Fungsi Media Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Korsel Fuad Adriansyah mengatakan, kunjungan wisatawan Korsel ke Indonesia masih di bawah negara-negara Asia Tenggara lain, seperti Thailand sekitar 1,3 juta orang, Filipina 1,3 juta, dan Malaysia sekitar 1 juta.

General Manager PT Garuda Indonesia Seoul I Wayan Supatrayasa mengatakan, Garuda telah melayani penerbangan langsung setiap hari dari Korsel ke Jakarta dan enam kali seminggu ke Denpasar, Bali. Kapasitas total penerbangan ke kedua kota itu 450 tempat duduk. Tingkat keterisian penumpang rata-rata 75 persen.

 

 

 

Presiden Jokowi Menjadi Warga Kehormatan Kota Seoul

IMG 1930

Menerima penghargaan sebagai warga Kehormatan di daerah khusus ibu kota Seoul merupakan suatu kehormatan. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menerima penganugerahan sebagai Warga Kehormatan Seoul oleh Walikota Seoul Park Won Soon di Seoul Museum of History, Selasa siang 17 Mei 2016.

"Ini menunjukkan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Republik Korea," ucap Presiden.

Presiden bercerita bahwa 11 tahun yang lalu dirinya masih menjadi walikota di kota kecil, Solo namanya. Tahun 2012, dirinya terpilih menjadi Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan dua setengah tahun setelah menjadi Presiden Indonesia. "Pada saat menjadi gubernur di Jakarta, saat itu sebenarnya saya ingin belajar untuk mengatasi macet dan banjir ke kota Seoul karena Kota Seoul adalah Sister City dengan Jakarta. Sayangnya belum sempat belajar ke Seoul," kata Presiden.

Oleh karena itu, saat bertemu dengan Walikota Seoul hari ini, Presiden banyak bertanya tentang banjir dan kemacetan. "Sekali lagi saya ingin mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur dan seluruh rakyat Seoul yang pada hari ini memberikan penghargaan kepada saya terima kasih," ucap Presiden.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014