Dubes Umar Hadi Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Presiden Moon

dc7f1542-58f8-4f86-87d1-aa8ec8775449

Setelah menunggu sebulan lebih, Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi, secara resmi menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Moon Jae-in di Istana Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul (18/7). Presiden Korsel yakin hubungan bilateral akan terus meningkat di masa datang.

Upacara penyerahan Surat Kepercayaan juga dihadiri oleh Menlu Kang Kyung-wha serta sejumlah pejabat tinggi Republik Korea. Dubes Umar Hadi didampingi istrinya Siti Nila Purnama Hadi dan putrinya Ratna Aini Hadi, serta Atase Pertahanan Kolonel (Laut) Oka Wirayudha dan Koordinator Fungsi Politik KBRI Seoul Tudiono.

Dalam pertemuan yang begitu hangat pasca penyerahan surat kepercayaan, Dubes Umar Hadi menyampaikan salam dari Presiden RI Joko Widodo dan seluruh rakyat Indonesia kepada Presiden Moon dan seluruh rakyat Korea Selatan. Dubes RI juga menyampaikan undangan dari Presiden Jokowi kepada Presiden Moon yang baru terpilih dalam Pemilu bulan Mei yang lalu untuk dapat berkunjung ke Indonesia.

Dubes Umar Hadi mengapresiasi hubungan yang telah terjalin selama ini antara Indonesia dan Republik Korea. Korea Selatan adalah mitra strategis Indonesia sejak tahun 2006, dimana sejak itu hubungan bilateral kedua negara semakin berkembang. Dia juga memastikan komitmen Pemerintah RI untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Republik Korea dan berharap dapat mendorong implementasi kemitraan strategis kedua negara yang lebih dalam dan luas serta mendatangkan manfaat bagi rakyat kedua negara.

Sementara itu, Presiden Moon percaya bahwa kedua negara akan dapat memperkuat hubungan bilateralnya. Secara khusus Presiden Moon mencatat kemajuan kerjasama yang menggembirakan di bidang industri pertahanan. Selain itu, Korea Selatan juga memberikan perhatian yang tinggi terhadap kerjasama dengan ASEAN, oleh karena itu Presiden Moon telah mengirim Utusan Khusus untuk ASEAN guna bertemu Presiden Jokowi pada akhir Mei 2017 yang lalu.

97e0b0bc-1ed7-42d2-9aac-de90b8f856dd

Korea Selatan selama ini adalah salah satu mitra terpenting dan strategis di kawasan bagi Indonesia. Indonesia dan Korea Selatan memiliki forum Joint Commission Meeting pada tingkat Menlu dan Strategic Dialogue pada tingkat Wamenlu untuk membahas isu-isu strategis kedua negara.

Di bidang pertahanan khususnya dalam pengadaan alutsista, Indonesia dan Republik Korea telah mengimplementasikan Strategic Partnership dengan meletakkan trust and confidence sebagai prinsip kerjasama. Saat ini tengah dibangun 3 unit kapal selam untuk TNI AL yang disertai dengan proses transfer teknologi kepada PT PAL. Indonesia juga pemesan pertama produk jet trainer T50 dan saat ini tengah dilakukan program pengembangan bersama pesawat tempur KFX/IFX.

Di bidang ekonomi, kerjasama kedua negara terus menunjukkan prospek yang menggembirakan. Investasi Korea Selatan ke Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-4 dengan total realisasi investasi pada tahun 2016 sebesar USD 1.065,8 juta. Di bidang perdagangan, Korea Selatan bagi Indonesia merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-6, dan negara asal impor terbesar ke-5.

Di sektor pariwisata, wisatawan asal Korea Selatan menempati urutan ke-6 negara asal wisman yang berlibur ke Indonesia tahun 2016 berjumlah 350 ribu, sementara wisatawan asal Indonesia yang berlibur ke Korea juga terus meningkat mencapai hampir 300 ribu orang. Sementara itu, Korea merupakan salah satu tujuan mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah ke luar negeri. Saat ini jumlah mahasiswa Indonesia di berbagai universitas di Korea mencapai 1200 orang dengan tren yang terus meningkat pada tahun-tahun yang akan datang.

Yang juga tidak kalah menariknya, negeri ginseng adalah "rumah" bagi TKI. Sebanyak 35an ribu pekerja Indonesia mendulang devisa di berbagai industri dengan perlakuan yang sama dengan pegawai setempat. Rata-rata penghasilan sebulan mereka antara Rp 20 -Rp 30 juta.

Dubes Umar Hadi merupakan diplomat karier senior. Dia dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Dubes RI untuk Republik Korea pada tanggal 13 Maret 2017 lalu. Sebelum menjadi Dubes RI di Seoul, Umar Hadi menjabat sebagai Konsul Jenderal RI di Los Angeles (2014-2017), Direktur Eropa Barat (2012-2014), Wakil Dubes RI di Den Haag (2009-2012), dan Direktur Diplomasi Publik (2005-2009). Dubes Umar Hadi juga pernah bertugas di Perutusan Tetap RI untuk PBB di Jenewa. (*)

Importir Korea Bakal Borong Produk Karet Hingga Tekstil RI

0e4961d1-745b-4d9c-b6f6-8a6e595bc126

Seoul - Delegasi importir Korsel berencana datang ke Indonesia untuk memborong berbagai produk tanah air. Misi dagang ini akan dipimpin langsung oleh pimpinan Asosiasi Importir Korea (KOIMA) bersama Wakil Dubes RI.

Tidak main-main, lebih 100 importir produk Korea Selatan telah disiapkan oleh KBRI Seoul untuk bertandang ke tanah air. Pada kunjungan 12-15 Juli 2017 itu akan dilaksanakan serangkaian kegiatan, yang meliputi business forum, one-on-one business matching dan industrial visit. Delegasi dipimpin langsung oleh Wakil Duta Besar Indonesia, Cecep Herawan serta Chairman KOIMA, Myoung-Jin Shin.

Menurut Atase Perdagangan KBRI Seoul, Aksamil Khair, sampai saat ini tercatat jumlah delegasi mencapai 120 orang terdiri dari para pimpinan (CEO/President) perusahaan serta official dari KOIMA sendiri. 

Produk yang diminati oleh anggota delegasi cukup beragam diantaranya produk karet, CPO, elektronik, tekstil, kayu, produk kelapa, produk kimia, building material, bahan untuk kosmetik, produk dari gelas, handicraft, produk makan dan lainnya.

 
Agar misi ini dapat menghasilkan kontrak dagang maka jauh hari sebelum berangkat, mereka telah difasilitasi komunikasi dengan para pemasok potensial dari tanah air. Dengan demikian, ketika datang nanti tinggal finalisasi serta mengembangkan di masa datang.

Dubes RI Seoul, Umar Hadi, telah melakukan pembicaraan secara intens dengan Chairman KOIMA dalam upaya peningkatan perdagangan Indonesia-Korea Selatan. Salah satunya adalah kesepakatan pengiriman misi importir dalam jumlah yang lebih besar kali ini.

"Saya yakin, kunjungan kali ini dapat memompa kembali performa perdagangan bilateral yang sempat mengalami penurunan," kata Dubes Umar Hadi serius.

Total perdagangan Indonesia-Korea tahun 2016 tercatat sebesar US$ 14,8 miliar, atau terjadi penurunan sebesar 11% terhadap total perdagangan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, terdapat surplus di sisi Indonesia sebesar US$ 1,6 miliar.

Sementara itu, pada tahun 2017 (Januari-Mei) total perdagangan sebesar US$ 7,3 miliar atau terjadi peningkatan sebesar 22,6% terhadap tahun 2016.

Impor Korea dari Indonesia masih didominasi oleh bahan baku dan barang setengah jadi seperti batu bara, karet, plywood, produk tambang lainnya, dan komponen elektronik, namun juga juga terdapat produk lainnya seperti garmen, alas kaki, vegetable oil dan produk non-migas lainnya yang menunjukkan peningkatan di 2 tahun terakhir.

Dubes Umar Hadi Beri Enam Kiat bagi TKI di Korea

8c80979d-6a15-49f1-b808-8a592bdb1e8c

KBRI Seoul kembali mengadakan pembekalan tambahan kepada TKI yang baru datang di Korea. Kali ini, Dubes RI Seoul Umar Hadi datang langsung dan memberikan pembekalan kepada 54 TKI sektor manufaktur di gedung pelatihan Federation of Small-Medium Enterprizes (KBIZ) di Hwaseong, berjarak 70 km dari kota Seoul.

"Kesempatan 4 tahun 10 bulan disini hendaknya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh pekerja Indonesia untuk menyerap ilmu, teknologi dan etos kerja di negeri ginseng ini. Jadikan semuanya sebagai modal untuk membangun Industri di Indonesia," demikian ujar Dubes Umar Hadi.

Umar Hadi juga berpesan agar semua TKI dapat kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kontraknya. "Kembalilah dan bangunlah Indonesia dengan usaha mandiri setelah selesai kontrak. Indonesia membutuhkan kemampuan dan kreatifitas teman-teman semua," pesan Umar Hadi yang disambut tepuk tangan meriah oleh peserta.

Umar Hadi menekankan 6 hal yang perlu diperhatikan agar selamat di Korea. Pertama, jaga kesehatan. Menjaga kesehatan dengan olahraga yang cukup, makan dan tidur teratur harus dilakukan agar dapat bekerja dengan baik. Kedua, jangan berkelahi baik sesama warga indonesia maupun warga asing. Ketiga, jaga pergaulan baik di lingkungan kerja maupun di luar.

Keempat dan ini sangat penting, hindari kecelakaan kerja. Ini dapat dilakukan antara lain dengan tidak tidur terlalu malam atau minum-minuman keras. Kebiasaan ini dapat merusak konsentrasi saat bekerja dan akhirnya kecelakaan. Kelima, unduh aplikasi m-kbri seoul di Handphone nya. Laporkan masalahnya melalui pengaduan kasus atau hotline. KBRI selalu siap membantu dan melindungi seluruh WNI sesuai ketentuan yang berlaku.

Keenam, Ojo dumeh ojo gumunan ojo kagetan. "Ini falsafah Jawa kuno yang sering diberikan orang tua ke kita anak-anaknya. Artinya, jangan mentang, jangan heran dan kagetan. Dengan memegang falsapah ini, kita akan tetap rendah hati dan selalu waspada serta ingat negeri kita tercinta," demikian tukas Umar Hadi.

Disela-sela kunjungan, Dubes Umar Hadi juga mengadakan pertemuan dengan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan di Korea KBIZ, Kim Bong. Dalam pertemuan, kedua pihak menekankan pentingnya kerjasama yang lebih erat di masa mendatang khususnya dalam penanganan TKI di Korea.

KBRI Seoul memiliki banyak program bagi TKI di Korea. Dua diantaranya adalah Pembekalan tambahan dan  welcoming programme (penyambutan) TKI baru di bandara incheon setiap kedatangan.

Sebagai informasi, dalam tahun ini, sudah 1640 TKI baru. Tahun lalu, kuota TKI Indonesia sebanyak 5300 atau ketiga setelah Vietnam dan Kamboja.

Heboh! Panggung Kemenangan 1438H di Seoul Digoyang Dubes Timor Leste

 

Dubes Ximenes pimpin tari poco poco, KBRI Seoul, 25 Juni 2017 (Dok GATRAnews/KBRI Seoul/Ondengan)
Dubes Ximenes pimpin tari poco poco, KBRI Seoul, 25 Juni 2017 (Dok GATRAnews/KBRI Seoul/Ondengan)

 

Seoul, GATRAnews - Sekitar Seribuan warga Negara Indonesia di Seoul serasa pulang kampung ke KBRI pada hari Lebaran, Minggu (25/6/17). Mereka menyerbu KBRI Seoul, melampiaskan rasa kangen kampung halaman dengan mencicipi aneka jajanan hingga panggung hiburan bertema "Panggung Kemenangan 1438H".

Sejak Open house lebaran KBRI Seoul dibuka jam 14.00, masyarakat langsung mengular untuk bersalaman dan foto bersama Duta besar Umar Hadi dan keluarganya. 

Diiringi suara hingar-bingar dari "Panggung Kemenangan 1438H". Pentas dari warga untuk warga ini dimeriahkan dengan pencak silat, barongan, akustikan, band rock hingga dangdut dan poco-poco. Di panggung ini boleh berakting ala profesional maupun bernyanyi dengan suara sumbang. Tepuk tangan dan teriakan terdengar diantara keramaian.

Tak kalah meriah, dan tentu ini yang paling ditunggu warga perantauan, hidangan lebaran yang disediakan KBRI secara gratis. Ada lontong sayur, sambel goreng kentang hati, rendang, krupuk, sambal dan buah semangka. Tidak lupa, tersedia beberapa makanan khas lebaran seperti kue sagu.

Bila masih belum puas, bisa lari ke ujung KBRI. Di sana ada bazar dari beberapa kelompok WNI. Tersedia bakso, mpek-mpek, jus alpokat, martabak telor dan es teler dan tempe mendoan. Semua dijamin memanjakan lidah setelah sebulan berpuasa.

Ibu Ibu KBRI Seoul melayani WNI mencicipi hidangan lebaran di Seoul, 25 Juni 2016. (Dok GATRAnews/KBRI Seoul/Ondengan)
Ibu Ibu KBRI Seoul melayani WNI mencicipi hidangan lebaran di Seoul, 25 Juni 2016. (Dok GATRAnews/KBRI Seoul/Ondengan)

"Wow, luar biasa. KBRI menyediakan obat kangen keluarga saat lebaran. Sudah bertahun-tahun kami pengin suasana meriah seperti ini," ujar seorang WNI yang biasa dipanggil Ari Odengan.

Yang unik, menurut Minister Counsellor M Aji Surya, diantara 2000-an WNI yang hadir, terselip seorang wanita negara sahabat yang fasih berbahasa Indonesia. Ia ikut bernyanyi dan berjoget tanpa basa-basi. Wanita bergelar duta besar itu bernama Adalgisa Maria Soares Ximenes berasal dari Timor Leste.

Maklumlah, Duta Besar Timor Leste untuk Korea Selatan ini menghabiskan masa mudanya mencari Ilmu di Universitas Muhammadiyah Malang, Jatim. Pertemuan  lebaran ini pasti mengingatkan susasana akrab di Indonesia dahulu. Tak pelak, ia baru mau beranjak pulang setelah acara berakhir pukul 18.00.

Padahal dia datang ke KBRI sejak jam 11 pagi, bersama beberapa Dubes negara sahabat seperti Laos, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Selandia Baru dan Amerika Serikat, untuk mengucapkan selamat hari raya idul fitri kepada Dubes Umar Hadi.

"Terimakasih untuk acara hari ini. Semoga menambah kekuatan  rasa silaturahmi semua wni yang tinggal di korea ini. Sehat selalu untuk semua warga WNI," kata seorang warga bernama Anna Kusumah yang sudah lama tinggal di negeri ginseng

Dubes Umar Hadi: Sebagai Minoritas di Korsel WNI Harus Bersyukur

Seoul - Umat Islam, termasuk WNI muslim, adalah kaum minoritas. Namun tetap harus mengucapkan syukur alhamdulillah. Mengapa?

Demikian sambutan Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi, sebelum dilaksanakannya salat Idul Fitri di taman Yeongdeungpo, Seoul (25/6/2017). Salat Id di kalangan WNI tersebut diikuti tidak kurang dari 1000 orang dari wilayah sekitar ibu kota.

Dikatakan, umat Islam Indonesia di Korsel hanya 35 ribuan dari lebih 50 juta penduduk Negeri Ginseng. Namun sejauh ini mereka memiliki kebebasan melakukan ibadah dan menjalankan kewajiban keagamannya.

Pemerintah dan masyarakat Korea melihat pekerja Indonesia di sana merupakan 'sahabat' yang ikut berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Itulah mengapa kaum muslim Indonesia di Negeri Kimchi saat ini boleh memiliki 57 masjid dan musala.

"Salat Idul Fitri ini merupakan sebuah kenyataan yang harus disyukuri. Sebagai minoritas, kita mesti berterima kasih kepada Allah atas nikmat keimanan dan pelaksanaan ketakwaan ini. Jangan pernah lupakan itu," ujar Umar dengan mimik serius.

Dalam kesempatan itu, Umar juga mengajak masyarakat Indonesia di Korea Selatan merawat kebinekaan untuk meraih Indonesia yang lebih baik di masa datang. Berbagai pertikaian yang pernah ada harus pupus begitu datang Ramadan dan Idul Fitri.

Di akhir acara, Umar membagikan dua sepeda lipat. Satu diberikan kepada TKI bidang baja yang berhasil menghafal teks proklamasi. Sedangkan satu lagi direbut mahasiswa bidang bioteknologi yang agak terbata-bata mengucapkan rukun iman.

"Selain bekerja dan belajar, jangan lupa mengaji, ya," begitu nasihat umar yang disambut meriah tepuk tangan.

Pesantren Kilat di KBRI Seoul

19113880 1246814385447713 4939676718393006260 n

Sore itu, anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan Pesantren Kilat di KBRI Seoul (17/6). Kegiatan ini merupakan kerjasama antara KBRI dengan Rumah Muslimah Indonesia di Korea Selatan (Rumaisa School), dan sebagai bagian dari program kegiatan KBRI selama bulan Ramadhan 1438 H.

Pesantren dibuka oleh Ketua DWP, nyonya Nila Umar Hadi, yang menyampaikan penghargaan dan apresiasinya atas pelaksanaan Pesantren Kilat tersebut. Ketua DWP menyambut positif kegiatan ini karena memungkinkan anak-anak muslim Indonesia di Republik Korea tetap dapat belajar agama Islam.

Pesantren kilat diikuti oleh sekitar 30 anak-anak Indonesia berusia 2 (dua) tahun keatas. Pesantren kilat dengan tema “Ramadhan Bertualang, Ramadhan Berbagi” ini mengajak anak-anak untuk belajar Iqra, Asmaul Husna dan cerita Islam dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui kegiatan seni dan permainan. Selain pesantren kilat untuk anak-anak, pada saat yang bersamaan juga dilaksanakan kajian Islam yang diikuti oleh ibu-ibu muslimah.

Selama bulan Ramadhan ini, KBRI Seoul menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang melibatkan WNI di Korea Selatan, seperti buka bersama setiap sabtu, sholat tarawih, pengajian untuk anak-anak dan ibu-ibu. Untuk kegiatan bulan Ramadhan, KBRI secara khusus mendatangkan Ustad Faiz Husaini dari Kairo.

Bubuy Bulan Terlantun Merdu di Ansan

19113876 1244821745646977 3406665161815290460 n

Dubes Umar Hadi berpesan kepada generasi muda Korsel untuk tidak segan-segan menjelajahi Indonesia dan Asia Tenggara. Peran kawasan tersebut diyakini semakin penting bagi masyarakat Korsel di masa depan.

"Pada 10 tahun mendatang, kawan-kawan kalian dari Indonesia dan negara ASEAN lainnya akan datang ke Korea untuk bekerja, dan sebaliknya kalian pun dapat ke sana untuk bekerja," ujar Dubes RI Seoul, Umar Hadi di hadapan siswa-siswa sekolah menengah pertama dalam ASEAN School Tour Program, di Kota Ansan (15/6).

Sebanyak 800 siswa sekolah menengah pertama dari berbagai penjuru kota Ansan memenuhi Dalmaji Theater guna mengikuti ASEAN School Tour Program yang diselenggarakan oleh ASEAN Korea Centre. Perhelatan tahunan ini diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan ASEAN dan kawasan Asia Tenggara kepada masyarakat Korea Selatan, khususnya generasi muda. Selain Dubes RI Seoul, turut hadir dalam acara tersebut berbagai perwakilan dari negara-negara anggota ASEAN.

Acara ini dikemas secara interaktif, dimana para siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti talk show, kuis berhadiah, pameran foto, pertunjukkan seni dan peragaan busana. Tampak antusiasme yang tinggi dari para siswa atas kesenian Indonesia saat Dubes Umar melantunkan lagu "Bubuy Bulan" di atas panggung. Dalam kesempatan tersebut, busana Indonesia yang diperagakan oleh siswa Korsel meraih penghargaan terbaik dalam kategori "Team Impact".

Korsel merupakan salah satu negara dengan jumlah WNI yang cukup signifikan. Sekitar 38 ribu jiwa WNI tinggal di Korsel dan tergabung dalam komunitas pekerja, pelajar, maupun mixed marriage. Kota Ansan sendiri merupakan salah satu kota dengan konsentrasi WNI yang terbilang tinggi, dan merupakan salah satu "Indonesia Town" di Korsel.

KBRI Seoul Sukses Helat Pelatihan Bisnis Bakso

WhatsApp Image 2017-06-05 at 12.32.20 PM

Di bulan penuh kesalehan sosial ini, Bakso Bejo Korea berbagi ilmu dengan publik. Sebanyak 40 WNI yang telah mendaftar di Facebook KBRI Seoul dididik menjadi pebisnis bakso. Acara dihelat mulai 17.30 hingga buka puasa pada 4 Juni 2017 di Ruang Pertemuan KBRI Seoul.

Selain berbagi kiat sukses bisnis bakso, Subandi, pria asal Lampung mantan TKI yang juga menjadi pemilik Bakso Bejo Korea ini membagikan resep membuat bakso enak dan kenyal. Menurutnya, sukses dalam bisnis apapun termasuk jualan bakso adalah tidak mudah menyerah dan terjun langsung.

"Jangan sempat berpikir bahwa dengan modal melimpah bisa berbisnis dengan sukses. Kita harus terjun langsung dan paham seluk beluk bisnis dari A sampai Z," ujarnya.

Subandi dan timnya juga tidak enggan buka-bukaan cara membuat bakso. Peserta juga diajak praktek langsung membuat bakso dan memasak sendiri. Meracik bumbu bakso dan kuahnya didampingi langsung oleh ahlinya membuat pelatihan kali ini sangat menarik. "Luar biasa, sangat bagus untuk bekal usaha TKI purna dari Korea," demikian ungkap Ikhsan, salah satu peserta asal Pocon.

Yang lebih menarik lagi, Duta Besar RI di Korea, Umar Hadi, hadir dari awal hingga akhir acara. Dalam pembukaannya, Dubes Umar Hadi berpesan kepada seluruh peserta untuk berpikir tidak lagi mencari kerja, tetapi menciptakan lapangan kerja. Ekonomi Indonesia terus berkembang. Rata-rata penduduk Indonesia sangat muda, yaitu 28 tahun. Dengan kondisi seperti itu, jumlah pencari kerja jauh lebih banyak dari lapangan kerja yang ada.

"Dengan modal yang dimiliki dari Korea, saya berharap teman-teman semua mulai usaha saat kembali ke Indonesia," pesan Dubes Umar Hadi kepada peserta.

Pelatihan bisnis dan praktek membuat bakso adalah bagian dari kegiatan KBRI Seoul dalam rangka pemberdayaan WNI terutama Pekerja di Korea. Melalui pelatihan ini, diharapkan TKI purna asal Korea memiliki modal ilmu yang cukup untuk membuka usaha saat kembali Indonesia.

Dalam tahun ini, KBRI Seoul telah menyelenggarakan 5 kali pelatihan wirausaha, yaitu budidaya lele, penyablonan dan pelatihan komputer di bagian utara dan selatan serta bisnis bakso. Hingga Desember nanti, akan diselenggarakan lagi acara serupa. ()

Diplomasi Taman: Megawati Garden diresmikan di Jeju, Korea Selatan

WhatsApp Image 2017-06-01 at 2.38.21 PM

Presiden kelima RI meresmikan kebun raya Megawati Soekarnoputri di daerah Seigeipo, Jeju, Korea Selatan. Taman ini bisa dibilang kado indah warga Jeju kepada Indonesia menjelang peringatan Hari Kelahiran Pancasila.

Kebun Raya Megawati diresmikan hari ini, Rabu (31/5/2017). Megawati bersama pemilik lahan Kim Sung Soo, Dubes Umar Hadi, Rokhmin Dahuri, dan beberapa petinggi Provinsi Jeju menarik tali pembukaan taman. Penantian panjang selama 4 tahun terpenuhi sudah. 

Kebun Megawati Soekarnoputri seluas 100 ribu meter persegi ini berada dalam sebuah lingkungan resor kesehatan 240 ribu meter persegi. Kebun ini terdiri dari lapangan terbuka, jalan setapak, dan hutan buatan. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah pohon yang berbunga merah-putih yang ditanam Megawati pada Maret 2013 bersama mantan Menteri Kelautan Rokhmin Dahuri.

Ketika pagi datang, kabut tipis menyelimuti area Megawati Garden dan sekitarnya. Suhu relatif dingin. Sedangkan pada siang hari, suhu cukup hangat sehingga sangat cocok untuk jalan-jalan dan trekking. Adapun pada malam hari, suasana layaknya hutan lebat dengan suara-suara alam.

Di kebun raya Megawati masih sering ditemui berbagai binatang, khususnya ayam-ayam liar. Mereka datang dan pergi tanpa ada yang mengganggu. Burung bebas berkicau dan bisa dinikmati di setiap waktu.

Berdekatan dengan Megawati Garden terdapat hotel eksklusif bintang lima, WE Hotel. Inilah mungkin satu-satunya resor kesehatan di Korea yang menggabungkan hotel, rumah sakit, dan alam. Sebuah konsep perpaduan apik dan ciamik. Tidak ada kebisingan sama sekali. Maklumlah, jarak tempat ini dengan Kota Jeju relatif jauh, berkisar 15 km. 

"Terima kasih Ibu Megawati atas ide brilian dan dukungan yang atas konsep hotel dan lingkungannya," ujar Kim Sung Soo.

Dalam pidatonya, Megawati mengaku kaget dan terhormat atas penamaan kebun raya ini. Menurutnya, semua ini terjadi karena dia dan Kim Sung Soo memiliki hobi yang sama, yakni mencintai alam dan tumbuh-tumbuhan.

"Saya selalu memotivasi untuk pembangunan kebun raya, karena akan menjadi sarana rekreasi, pendidikan, riset, dan pertumbuhan plasma nutfah. Dahulu Indonesia hanya punya 5 kebun raya, namun saat ini sudah ada 32 buah," katanya.

Megawati juga mengingatkan bahwa dengan adanya global warming, banyak hutan yang mudah rusak dan tanaman jadi mati. Semua pihak diharapkan ikut serta menyelamatkan bumi dan isinya.

Menurut pemilik lahan yang juga merupakan salah satu orang terkaya di pulau perdamaian Jeju, Kim Sung Soo, Megawati Garden adalah sebuah simbol keakraban dan penghargaan bangsa Korea terhadap Indonesia.

"Pada saat Korea Selatan dalam keadaan sulit di masa lalu, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soekarno memberikan bantuan. Kita tidak akan lupakan itu. Kebun raya ini saya harap menjadi simbol hubungan yang saling mengisi antara kedua bangsa," ujar dokter bedah dan pemilik rumah sakit terbesar di Jeju ini.

Megawati datang pertama kali ke kebun ini pada 2013 atas undangan Kim Sung Soo. Saat itu Mega sangat tertarik terhadap konsep taman yang penuh dengan bunga dan aneka tumbuhan yang sangat lebat. Megawati kemudian memberikan banyak masukan atas konsep lingkungan yang sedang dibangun itu. 

Melihat ketertarikan yang begitu tinggi, Kim Sung Soo langsung setuju menamai kebun raya tersebut 'Megawati Garden' atau 'Megawati Jongwon'. Peresmian telah direncanakan beberapa kali namun belum menemukan momentum yang tepat.

Bagi Kim sendiri, Megawati adalah sosok politikus yang tangguh. Pertemuan beberapa kali setelah 2013 itu memberikan tambahan keyakinan bahwa Megawati adalah seseorang yang suka menebar perdamaian dan pencinta lingkungan hidup.

"Secara pribadi, saya dapat katakan bahwa Megawati adalah sosok teduh dan hangat, bagaikan kakak perempuan saya," tuturnya.

Kim Sung Soo, yang juga pemilik Halla University dan Halla Hospital di Jeju, sangat berharap kiranya konsep perdamaian Soekarno yang, antara lain, tertuang dalam Pancasila itu dapat terus berkembang dan menginspirasi dunia. Jeju sendiri telah dinyatakan sebagai pulau perdamaian.

"Pohon Korea yang ditanam Ibu Megawati 3 tahun lalu kini semakin besar dan hijau. Semoga hubungan Indonesia-Korea Selatan juga tumbuh seiring makin subur dan dewasanya pohon tersebut," ujarnya.

Megawati sempat menggarisbawahi tentang momen penting lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945. Pidato Bung Karno tentang Pancasila dan keputusan BPUPKI secara aklamasi saat itu telah menjadi cikal-bakal kemerdekaan dan memperkokoh kebangsaan Indonesia. Konsep Pancasila rencananya akan diangkat kembali oleh Megawati dalam Jeju Forum, yang akan dihelat pada 1 Juni 2017.

Pembukaan Kebun Raya Megawati disemarakkan dengan tarian dan musik tradisional khas Jeju. Suara seruling dan beduk terdengar nyaring dan bersih mengiringi lagu Arirang. Megawati Garden diharapkan makin berkembang. 

Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri di Jeju Forum: Pancasila Mampu Menjawab Persoalan Dunia

WhatsApp Image 2017-06-01 at 2.14.10 PM

Jeju - Di hari lahirnya Pancasila, Megawati berbicara di depan forum internasional. Pancasila, dikatakan masih tetap relevan dan dapat menjadi formula ampuh untuk mengatasi aneka pergolakan dunia saat ini.

Menurut Presiden Kelima RI ini, Pancasila merupakan panduan hidup tidak hanya bagi bangsa Indonesia, namun seluruh warga dunia. Penting dan urgensi lima sila tersebut tidak bisa dinafikan oleh siapapun juga.

Demikian inti pidato Megawati Soekaenoputri di Sesi Pemimpin Dunia, Jeju Forum pagi ini (1/6/17) yang dihadiri beberapa tokoh dunia seperti mantan Wapres AS Al Gore, mantan Presiden Portugal Anibal Cavaco Silva, dan mantan Presiden Mongolia Punsalma Ochirbat serta Mantan PM Korsel Lee Hong-ko.

Dikatakan, Pancasila adalah sebuah konsep dasar untuk mengatasi berbagai perbedaan di tengah-tengah konflik, khususnya yang terkait dengan isu keagamaan dan terorisme. Pancasila akan membawa sebuah pemahaman tentang pentingnya persatuan dalam kebhinekaan.

Sila-Sila yang ada dalam Pancasila merupakan kumpulan norma yang relevan untuk mengatasi aneka intoleransi primordial yang berkembang beberapa waktu terakhir ini. Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, memiliki nilai-nilai yang dimiliki oleh semua bangsa.

Sementara sila ketiga dapat ditafsirkan sebagai internasionalisme. Internasionalisme yang tetap hidup subur diatas nasionaliame. Internasionalisme yang menghargai dan menjaga hak-hak semua negara dan meninggalkan supremasi rasial.

"Pancasila memiliki makna universal dan bisa diimplementasikan secara global. Pancasila bisa dijadikan nilai-nilai untuk mencari solusi untuk hidup bersama di abad 21. Dengan semangat Pancasila, saya yakin Asia bisa lebih adil dan makmur hari ini dan mendatang," imbuhnya.

Megawati juga mengingatkan tentang pelajaran penting dari Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Pertemuan itu, katanya merupakan sebuah contoh bagaimana berbagai bangsa yang berbeda agama dan budaya namun mampu menyatu demi tujuan bersama.

Konferensi Asia Afrika tidak hanya menginspirasi bangsa di Asia dan Afrika namun juga Amerika latin. Itu semua bisa terjadi karena adanya toleransi yang tinggi diantara mereka.

"Perbedaan yang ada bukan hanya untuk kepentingan bangsanya, namun bisa menjadi kekuatan untuk menelorkan dan mendorong peradaban baru bagi manusia," katanya.

"Inilah saatnya kita belajar dari founding fathers. Belajar dari Konferensi Asia Afrika. Perbedaan harus dijaga dengan cara bekerja sama," ujarnya.

Di sesi awal, mantan Wakil Presiden AS, Al Gore mengingatkan hadirin tentang bahaya pemanasan bumi. Digarisbawahi bahwa global warming adalah sesuatu yang nyata dan telah berdampak pada perubahan alam, persediaan pangan, berkembangnya aneka penyakit, memicu pergolakan sosial politik serta mengancam mangancam keberlangsungan kehidupan manusia.

Al Gore menekankan perlunya untuk terus mengembangkan energi yang terbarukan untuk memenuhi semua kebutuhan hidup manusia. Penghentian penggunaan energi fosil dan perbaikan lingkungan akan menyelamatkan kehidupan umat manusia.

"Saya sepenuhnya setuju dengan ide-ide yang dilontarkan oleh mantan Wapres Al Gore. Kita semua harus bergerak bersama untuk mengatasi global warming yang ada di depan mata," kata Megawati.

Jeju Forum merupakan platfom dialog tahunan tokoh-tokoh internasional untuk penyelesaian masalah Semenanjung Korea dan Asia yang di bawah tema perdamaian dan kemakmuran. Selain Megawati, Menko PMK Puan Maharani dan mantan Menlu Marty Natalegawa juga menjadi salah pembicara. ()

Duta Besar Umar Hadi Memulai Tugasnya di KBRI di Seoul

DSC 4207

Selasa (16/5),  telah dilakukan serah terima jabatan Kepala Perwakilan RI di Seoul dari KUAI Cecep Herawan kepada Duta Besar Umar Hadi  bertempat di lobi KBRI. Acara serah terima jabatan dilaksanakan secara sederhana dan diikuti oleh seluruh staf KBRI Seoul, IIPC, ITPC Busan, serta perwakilan dari kantor BNI dan Garuda Indonesia di Seoul.

Dalam sambutannya, Dubes Umar Hadi mengingatkan seluruh staf pada moto Presiden Joko Widodo "Kerja, Kerja, Kerja" dari semua pihak dalam mewujudkan kepentingan Republik Indonesia di Republik Korea. Misi perwakilan untuk menjaga dan meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral Pemerintah Indonesia dengan ROK, memerlukan "kerja keras", "kerja cermat" dan "kerja sama" dari seluruh staf.

“Untuk itu semua stakeholder Pemerintah Indonesia yang berada di ROK diharapkan dapat bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara Indonesia,” demikian disampaikan Dubes Umar Hadi.

Seusai acara Serah Terima Jabatan, Duta Besar RI melakukan perkenalan dan ramah tamah dengan semua staf KBRI dan perwakilan instansi Pemerintah dan BUMN Indonesia di Republik Korea.

KUAI RI dan Walikota Seoul Gowes Bareng Wisatawan Indonesia

Santai Sepeda Axa

Rabu (26/4), sekitar 100 agen asuransi PT. AXA Financial Indonesia bersepeda santai dengan Walikota Seoul, Park Won-soon, dan KUAI RI di Seoul, Cecep Herawan di sepanjang Taman Sungai Han, Seoul. Kegiatan sepeda santai tersebut merupakan program wisata Special Experience Program yang khusus diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Seoul untuk para agen asuransi AXA.

Dalam sambutannya, KUAI RI Seoul menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Walikota Seoul atas sambutannya yang hangat dalam menerima wisatawan Indonesia di Seoul. KUAI RI Seoul turut mengajak para peserta untuk memanfaatkan momen langka tersebut untuk menjadi duta Indonesia yang berperan menjalin dan menjaga hubungan baik kedua negara. KBRI Seoul menyatakan kesiapannya membantu seluruh WNI yang membutuhkan pertolongan selama berada di Seoul melalui hotline KBRI Seoul dan aplikasi ponsel m-KBRI Seoul.

Walikota Park memuji komitmen KBRI Seoul dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi WNI di Korea, yang kemudian turut menawarkan bantuan kepada seluruh WNI yang berada di Seoul dengan memberikan nomor telepon hotline Pemerintah Seoul. Walikota Park menyatakan bahwa program wisata ini bertujuan untuk merekatkan hubungan kedua negara yang telah terjalin. Dalam kesempatan tersebut Walikota Seoul menyampaikan bahwa pada bulan Mei 2016 dirinya telah bertemu dan menganugerahkan Warga Kehormatan Kota Seoul kepada Presiden RI Joko Widodo.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Seoul untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya dari Asia Tenggara, antara lain, dengan mengembangkan program MICE (Meetings, Incentive Travels, Conventions, and Exhibitions) dan memperbanyak restoran halal untuk mengakomodasi kebutuhan turis Muslim di Seoul. Pengembangan program MICE yang dilakukan oleh Pemerintah Seoul adalah dengan menyelenggarakan program wisata khusus bagi kelompok wisatawan asing dengan skema incentive travel. Wisatawan Indonesia dari AXA Financial Indonesia ini menjadi peserta perdana dari program wisata khusus dimaksud.

Pengumuman Hari Libur Pilpres Korea ke-19

office closed

PENGUMUMAN/ 공지 사항/ NOTIFICATION

 

DALAM RANGKA PEMILIHAN PRESIDEN REPUBLIK KOREA, KBRI SEOUL TERMASUK LAYANAN KONSULER AKAN TUTUP PADA TANGGAL 09 MEI 2017. DAN AKAN DIBUKA KEMBALI SEPERTI BIASA PADA TANGGAL 10 MEI 2017

 

주한 인도네시아 대사관은 2017 년 5 월 9 일 대한민국 대통령 선거일 임시 공휴일로 지정되어서 업무를 하지 않습니다. 5 월 10 일 정상 근무합니다.

 

ON THE OCCASION OF KOREAN PRESIDENT ELLECTION, IT IS NOTIFIED FOR INFORMATION OF ALL CONCERNED THAT THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL INCLUDING CONSULAR SERVICE WILL BE CLOSED ON MAY 09, 2017. IT WILL RE-OPEN ON MAY 10, 2017.

Candi Borobudur Hadir di 2017 Seoul International Buddhism Expo

e89f388d-24b4-473c-bc02-5739d96fae90

Bidik calon wisatawan Korea Selatan, KBRI Seoul promosikan Candi Borobudur di 2017 Seoul International Buddhism Expo. Pameran ini diselenggarakan di Seoul Trade Exhibition and Convention Center (SETEC) yang berlangsung daritanggal 23-26 Maret 2017.

Bagi umat Budha Korea, Candi Borobudur merupakan salah satu tujuan utama wisata religi yang wajib dikunjungi. Banyak pengunjung booth Indonesia yang bercerita tentang kunjungannya ke Candi Borobudur dan kagum dengan kemegahannya.

Bekerjasama dengan kantor Garuda Indonesia di Republik Korea dan travelagent Korea, serta didukung oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, KBRI Seoul ingin mempromosikan Borobudur sebagai Candi Budha terbesar di dunia dan menawarkan berbagai paket wisata ke Candi Borobudur. Selain itu, kehadiran Candi Borobudur pada Buddhism Expo ini juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya Budha Indonesia kepada masyarakat Korea.

Sekitar 71.000 pengunjung diperkirakan menghadiri pameran selama 4 hari tersebut.Selain peserta dari Republik Korea, pameran juga diikuti oleh peserta dari negara lain yaitu China, India, Laos, Mongolia, Nepal, Srilanka, Taiwan dan Indonesia.

 Booth Indonesia dikunjungi oleh banyak orang yang tertarik dengan Candi Borobudur. Seorang pengunjung bahkan menyatakan keheranannya karena ada Candi Budha di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pengunjung lain menyampaikan rencananya untuk mengunjungi Candi Borobodur pada musim panas ini dan mencari informasi mengenai paket wisata ke Yogyakarta. 

Publik Negeri K-Pop Nikmati Alunan Suara Gamelan Jawa

WhatsApp Image 2017-02-21 at 17.14.14

Pada Senin malam (20/2), grup gamelan ”Swara Gangsa” yang terdiri dari anak-anak muda alumni ISI Surakarta tampil dalam sebuah konser berdurasi satu jam di Korea Foundation Gallery. Membawakan tembang Jawa dan lagu rakyat Korea, penampilan Swara Gangsa memukau sekitar 180 orang penonton publik negeri K-Pop yang memenuhi ruangan galeri yang dijadikan tempat pertujukan gamelan tersebut.

Di penghujung musim dingin dengan temperatur masih di bawah 0 derajat celcius, grup Swara Gangsa yang membawakan 7 lagu dan 2 tarian, mendapatkan sambutan hangat, khususnya saat membawakan lagu rakyat Korea, seperti Doraji, Neoyeong Nayeong dan Arirang.

Kami ingin menunjukkan kepada publik Korea bahwa selain untuk mengiringi lagu-lagu tradisional Jawa, gamelan juga dapat mengiringi lagu tradisional Korea,”  kata Ji-tae Chung, satu-satunya orang Korea diantara sebelas orang anggota grup gamelan Swara Gangsa.

Tertarik dengan suara magis yang keluar dari setiap instrumen gamelan milik KBRI Seoul ini, selesai pertunjukan para penonton tampak enggan untuk pulang dan meminta dijelaskan nama dan karakteristik suara yang dihasilkan setiap instrumen.

Suara gamelan dan penyanyinya (sinden) sangat luar biasa dan unik,” ujar Mrs. Yun Geum Jin, Executive Vice President Korea Foundation, yang mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan gamelan.

Dalam misi budayanya di Korea, selain tampil di Korea Foundation Gallery, grup Swara Gangsa juga tampil memukau penonton di Ansan Art Center. Tampil dua kali di depan sekitar 700 penonton yang memenuhi Dulmaji Hall, grup gamelan Swara Gangsa membawakan komposisi klasik mengiringi tari Gambyong Mudhatama dan komposisi kolaborasi berjudul “Floating Out to Sea” bersama grup Ansan Korean Music Orchestra.

Pertunjukan gamelan oleh Swara Gangsa di negeri Ginseng ini merupakan bentuk promosi pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea yang diinisiasi oleh KBRI Seoul, Ansan Korean Music Orchestra dan Korea Foundation. Pada kegiatan di Korea Foundation ini KBRI Seoul juga mempromosikan kopi Indonesia dan destinasi pariwisata Indonesia kepada para pengunjung yang hadir. (*)

RAJAI IMPOR PRODUK INDONESIA, 5 PERUSAHAAN KORSEL RAIH PRIMADUTA AWARD

IMGO5610 01

“Dengan kelebihan yang dimiliki masing-masing negara, kerjasama Indonesia-Korea di bidang ekonomi saling melengkapi satu sama lain” demikian disampaikan oleh KUAI KBRI Seoul Cecep Herawan dalam sambutannya pada penyerahan Primaduta Award di Wisma Duta KBRI Seoul (13/2). Turut hadir Lee Dong-bok, perwakilan Korea International Trade Association, serta para wakil dari 31 perusahaan Korsel.

Dalam rangka meningkatkan daya tarik produk Indonesia di kancah perdagangan internasional, Pemerintah Indonesia sejak akhir tahun 2014 menyelenggarakan ajang tahunan penganugerahan Primaduta Award sebagai bentuk penghargaan bergengsi bagi para importir/buyer produk Indonesia di luar negeri yang telah loyal mengimpor produk Indonesia ke negaranya masing-masing.

Penganugerahan Primaduta Award di Seoul kali ini diberikan kepada lima perusahaan importir Korea Selatan (Korsel). Pemenang dari kategori manufaktur adalah Heesung Catalyst Corporation, ITC Co., Ltd, dan CK Global Co., Ltd. Sementara para pemenang dari kategori UKM adalah Poongsan Maru Co., Ltd. dan Ami Trading.

Menjadi pemenang Primaduta Award tidaklah mudah. Seorang importir harus bersaing secara ketat dengan ribuan pesaing senegaranya dalam menghadapi seleksi yang didasarkan atas berbagai kriteria penting. Sebagai contoh, selain menilai besarnya nilai dan kinerja impor dalam 5 tahun terakhir, tim juri juga akan menyoroti jenis produk yang diimpor, serta kontribusi nilai tambah produk tersebut bagi para pelaku usaha di Indonesia.

Para juri mencatat angka pertumbuhan impor produk Indonesia yang fantastis dari para pemenang Primaduta Award kali ini: Heesung Catalyst Corporation adalah pengimpor ceramic substrate dengan pertumbuhan impor sebesar 72 persen; ITC Co., Ltd adalah pengimpor produk kertas tissue dengan pertumbuhan impor 250 persen, sementara; Ami Trading adalah importir produk makanan dengan pertumbuhan impor sebesar 30 persen.

Melalui ajang penganugerahan ini, diharapkan para importir asal Korsel dapat terapresiasi atas perhatian dan penghargaan dari Pemerintah Indonesia sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan daya saing dan tingkat kepercayaan importir Korsel atas pelaku usaha dan produk asal Indonesia. Di samping itu diharapkan para penerima award akan menyebarkan citra positif Indonesia kepada pelaku usaha Korsel lainnya, sehingga akan meningkatkan reputasi Indonesia di Korsel.

"Indonesia memiliki pasar, sdm dan material yang berlimpah. Indonesia akan maju pesat dan senantiasa menjadi mitra dagang yang penting  bagi Korea," kata Moon Jeong Sang, Presiden  ITC Corporation mewakili penerima award lainnya.

Berdasarkan data, pada tahun 2016 tercatat angka perdagangan antara Indonesia-Korea sebesar USD 14,88 miliar, dengan surplus perdagangan bagi Indonesia senilai USD 1,67 miliar.  Nilai surplus tersebut naik 71,54 persen dari tahun 2015. (*)

Akhiri Masa Tugas, Dubes RI Seoul Bertemu Menlu Korea Selatan

20170126 180428

Dubes RI John A. Prasetio bertemu dengan Menlu Korsel, Yun Byung-se pada Kamis petang waktu setempat (26/1) di kantor Kementerian Luar Negeri ROK. 

Pertemuan yang berlangsung sangat hangat dan penuh keakraban  tersebut selain menjadi pertemuan penutup di penghujung masa tugas Dubes John sebagai diplomat RI yang sekitar 4,5 tahun memimpin KBRI Seoul di Korsel juga mencerminkan kedekatan hubungan kedua bangsa.

Menlu Yun mengakui bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi pada Mei 2016 lalu, telah menghasilkan berbagai kesepakatan kerjasama di berbagai bidang yang memperkuat hubungan bilateral kedua negara. "Capaian yang luar biasa ini terwujud  berkat dukungan kuat dari Dubes John" demikian puji Menlu Yun.

Menlu Yun mengapresiasi upaya Pemerintah RI dan Dubes John dalam memajukan hubungan kerja sama kedua negara yang kian pesat. “Indonesia merupakan sahabat baik Korsel dalam forum kerja sama bilateral, regional, dan global” ujar Yun.

Menlu Yun memandang hubungan Indonesia dan Korsel dewasa ini sebagai "hubungan yang terdekat", terutama pada saat terjadi uji coba nuklir dan berbagai tindakan Korea Utara yang dipandangnya provokatif, Indonesia telah mengeluarkan pernyataan yang keras mengutuk hal tersebut.

20170126 180407

Sementara itu, Dubes John menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama ini oleh Pemerintah ROK. Kerja sama kedua belah pihak kian berkembang di berbagai sektor, khususnya pada bidang perdagangan dan ekonomi.

Investasi Korea kian tumbuh subur di Indonesia dengan masuk dan berkembangnya perusahaan-perusahaan terkemuka negeri ginseng seperti raksasa elektronik LG, Hankook Tires, Lotte Chemicals, POSCO, dan lain sebagainya. Mewakili sektor perbankan, Shinhan Bank akan mulai beroperasi di Indonesia pada 6 Februari mendatang.

Selain itu Menlu Korsel turut menggarisbawahi komitmen kedua negara dalam menyukseskan forum Strategic Dialogue antar Wakil Menlu RI dan Korsel yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 6-7 Februari yang akan datang.

Duta Besar John A. Prasetio rencananya akan menuntaskan masa tugasnya dan kembali ke tanah air pada akhir bulan Januari 2017 ini. Ketika ditanya apa rencana sang Dubes usai menjabat, kepada Menlu Korsel Beliau menjawab “ingin santai dulu” sebelum kembali ke ranah asalnya sebagai seorang pengusaha. Sebelum menjabat sebagai Dubes RI, Dubes John pernah menjabat sebagai Ketua CBA Consulting Group sekaligus board member Bank Permata dan anggota dewan penasehat P&G Indonesia, Crowe Horwath Indonesia serta Mitsui Indonesia. (*)

Bahas Upaya Tingkatkan Hubungan bilateral, Dubes RI Temui Ketua Majelis Nasional Republik Korea

WhatsApp Image 2017-01-10 at 11.24.10

            Dalam upaya terus memperkuat dan meningkatkan hubungan bilateral RI-ROK, pada 10 Januari 2017 Dubes RI John A. Prasetio telah menemui Ketua Majelis Nasional ROK H.E. Chung Sye-Kyun. Pada pertemuan itu, Dubes RI antara lain menyampaikan RI-ROK memiliki hubungan yang sangat dekat. Sejak 2006 hubungan RI-ROK telah memasuki Kemitraan Strategis. Kedua negara terus berupaya meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang. Kerjasama bisnis dan investasi kedua negara terus berkembang. Lebih dari 2.200 perusahaan Korea beroperasi di Indonesia termasuk perusahaan besar seperti POSCO, Lotte Chemical, Hankook. Bahkan berbagai restauran Korea berkembang pesat dan saat ini dapat dijumpai di berbagai kota di Indonesia.

             "RI-ROK memiliki hubungan yang sangat baik sejak lama" demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Nasional ROK H.E. Chung Sye-Kyun. Indonesia merupakan negara penting dengan jumlah penduduk, luas wilayah, dan sumber-sumber alam yang melimpah. Indonesia juga memainkan "leading role" di ASEAN. H.E. Chung Sye-Kyun mengharapkan hubungan yang telah terbina demikian baik antar kedua negara dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Secara khusus Ketua Majelis Nasional mengharapkan perlunya penguatan hubungan RI-ROK dalam forum MIKTA yang merupakan forum negara-negara Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia. Menanggapi situasi perdagangan yang agak turun akibat situasi ekonomi global yag lesu, dirinya menekankan pentingnya mendorong penguatan kerjasama perdagangan kedua negara. Untuk lebih memperkuat hubungan bilateral Ketua Majelis Nasional RO akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 11 2/d 13 Januari 2017.

Rukun dan Hangatnya Perayaan Natal para WNI di Seoul

WhatsApp Image 2016-12-25 at 17.01.48

Suasana ibadah dan perayaan Natal bagi WNI di Korea Selatan meriah dan khidmat. Di Seoul, tiba-tiba cuaca menghangat di musim dingin ini. Tidak biasa namun menyenangkan.

Ibadah Natal masyarakat Indonesia di negeri ginseng itu dilaksanakan di pusat kota Seoul, hanya 5 menit berjalan kaki dari KBRI Seoul. Lebih dari 250 pemeluk Kristiani Indonesia yang berkumpul di Gereja Yoido Full Gospel memperlihatkan rasa sukacitanya.

Cuaca musim dingin yang biasanya kurang bersahabat atau di bawah minus tiba-tiba menghangat. Suhu pada pagi hari yang mencapai minus 3 derajat Celcius, di saat ibadah dan perayaan sore hari menghangat jadi 5 derajat Celcius. Meski tidak ada salju, hal itu tetap dianggap berkah karena mempermudah perjalanan umat menuju tempat ibadah.

Wakil Dubes RI di Korea Selatan, Cecep Herawan dalam sambutannya menekankan bahwa Natal adalah momentum untuk melahirkan semangat baru dan pengharapan baru demi masa depan yang lebih cerah. "Natal berarti sukacita dan pengharapan," ujarnya.

Diingatkan juga bahwa di tengah masyarakat Indonesia yang bergerak dinamis, harus terus disemai benih-benih kerukunan antarumat beragama. Selain itu, WNI di luar negeri diminta senantiasa aktif dalam kegiatan promosi Indonesia.

Selain di Seoul, perayaan Natal WNI di Korsel dilaksanakan di Kota Daegu. Sejauh ini terdapat 14 gereja yang melayani WNI di sana di bawah naungan Persatuan Gereja Indonesia di Korea Selatan (PGIK) pimpinan Pendeta Rendy Padang.

PEMBERITAHUAN TUTUP ANGGARAN 2016

office closed

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

 

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

 

SEHUBUNGAN DENGAN TUTUP ANGGARAN

AKHIR TAHUN 2016

PELAYANAN KONSULER KBRI SEOUL AKAN TUTUP PADA TANGGAL 23 DESEMBER 2016 SAMPAI DENGAN 02 JANUARI 2017 PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 03 JANUARI 2017.

PEMBAYARAN BIAYA PELAYANAN KEKONSULERAN HARUS DILAKUKAN PALING LAMBAT PADA TANGGAL 22 DESEMBER 2016

 


주한 인도네시아 대사관 연말접수 입금마감일은2016 12 22일까지입니다. 20161223부터 0102일까지는 비자수수료 입금 모든 영사업무 접수 불가합니다

20170103부터 정상 근무합니다

 

*2016 12 30일까지 비자 공증서류 수령은 가능합니다. (9:00~12:30)

 


THE INDONESIAN EMBASSY SEOUL

WILL BE CLOSED FROM DECEMBER 23, 2016 UNTIL JANUARY 02, 2017 . WE WILL REOPEN ON JANUARY 03, 2017. PAYMENT FOR ALL CONSULAR SERVICE FEE MUST BE PAID THE LATEST ON DECEMBER 22, 2016.

 

*For visa pickup only and pickup another consular service that has been submitted before, Indonesian Embassy remain open until December 30, 2016 from 9 am to 12.30 pm.

 

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014