Pagelaran Budaya dan Konser Amal di Universitas Ulsan

Ulsan2Dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Komunitas Muslim Indonesia (KMI) wilayah Selatan, pada tanggal 3 Agustus 2014 menyelenggarakan kegiatan pagelaran budaya dan konser amal di Universitas Ulsan, Ulsan, Korea Selatan. Pada acara tersebut hadir dari KBRI Seoul, Wakil Kepala Perwakilan (Wakeppri) Bapak Cecep Herawan dan Dekan Urusan Hubungan Internasional Fakultas Ulsan, Prof Chang Woo Nam.

Pada kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara kesenian seperti Tari, Pencak Silat, Reog Ponorogo, Band Pelajar dan Pekerja Indonesia dan Kesenian Rebana, dengan acara puncak  tausiah dari Emha Ainun Nadjib yang diselingi dengan nyanyian dari Letto dan Novia Kolopaking.

Sebelum acara puncak acara diisi dengan sambutan dari Dekan Hubungan International, Fakultas Ulsan, Prof Chang Woo Nam, sambutan dari Imam Mesjid Ulsan dan sambutan dari bapak Wakeppri. Pada kesempatan tersebut bapak Wakeppri menyampaikan salam dan selamat lebaran kepada para hadirin dari bapak Duta Besar dan seluruh staf KBRI Seoul serta menyampaikan mohon maaf karena bapak Duta Besar tidak bisa hadir karena ada acara lain. Selanjutnya beliau juga menyampaikan pesan agar para tenaga kerja Indonesia bisa menjadi warga negara asing teladan yang dihargai oleh masyarakat Korea Selatan melalui sikap dan tingkah laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari dengan istilah meninggalkan "Soju menjadi Sujud", dan juga didalam bekerja sehingga menjadi pekerja yang diandalkan serta dikenal sebagai pegawai yang tekun, jujur dan pekerja keras. Pada acara tersebut juga diisi dengan pengumpulan dana bagi warga Palestina. (KBRI Seoul)

Dialog Menyongsong Pemilu Presiden 2014

Semkebangsaan

Pada hari Minggu tanggal 29 Juni 2014 bertempat di Aula KBRI Seoul Korea Selatan, KBRI Seoul bekerjasama dengan Panwaslu Korea Selatan, Indonesian Community in Corea (ICC) dan Dompet Dhuafa menggelar dialog kebangsaan bertajuk Menyongsong Pemilu Presiden 2014. Acara yang disambung dengan buka puasa bersama tersebut dihadiri oleh sekitar 250 orang WNI yang terdiri dari mahasiswa, pekerja dan para staf KBRI. Acara dibuka oleh sambutan dari Ketua Panitia, Asri Julianti dan dilanjutkan dengan dialog santai bersama beberapa pembicara yakni Didik Eko Pujianto dan Bambang Witjaksono (KBRI Seoul), Chairul Hudaya (Panwaslu Korea) dan Saiful Islam (Mahasiswa S3 dari Kemkeu).

Dalam dialog yang mengangkat tema partisipasi aktif WNI pada Pilpres 2014 itu, Didik menyampaikan bahwa sebagai WNI yang tinggal di luar negeri, seyogyanya tetap berperan aktif dalam pemilu serta meningkatkan rasa toleransi antar suku/daerah asal. Hal senada juga ditambahkan oleh Bambang Witjaksono perihal WNI yang harus menyeimbangkan hubungan dengan Tuhan dan juga hubungan dengan sesama manusia.

Dalam dialog selanjutnya, Chairul Hudaya memaparkan mengenai sejarah pemilu di Indonesia dan tugas pokok serta fungsi Panwaslu Korea. Sebagai pengawas pemilu, Chairul mengajak seluruh WNI di Korea untuk bersama-sama aktif berpartisipasi dan ikut mengawasi jalannya Pilpres mendatang. Sementara Saiful Islam menyampaikan tentang pentingnya musyawarah dengan mengutip kitab suci Al-Quran dalam memilih pemimpin yang amanah. Hal ini berhubungan dengan penyelenggaraan pemilu sebagai representasi proses pemilihan pemimpin oleh rakyat.

Pada kesempatan yang sama hadir pula Duta Besar RI untuk Korea Selatan, John A. Prasetio yang mengucapkan selamat datang kepada para peserta dialog serta pesan bagi WNI di Korea agar dapat memenangkan hati orang Korea, supaya kita lebih dihargai dan dihormati sebagai orang Indonesia. Selanjutnya Dubes menyampaikan bahwa agar kita lebih dihargai maka kita harus dapat lebih baik dalam segala hal baik itu lebih rajin, lebih baik dalam kebersihan, lebih baik dalam etos kerja, lebih santun, sopan dan bersahabat. Selain itu, hadir pula Wakil Duta Besar, Cecep Herawan, yang menyampaikan perkenalan dan harapannya agar dapat mendampingi WNI di Korea.

Indonesia Pimpin Dialog ASEAN – ROK ke-18 di Busan pada tanggal 18-20 Juni 2014

Asean3

Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu RI, Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja, telah menghadiri Pertemuan 18th ASEAN-Republik Korea (ROK) Dialogue di Busan, Republik Korea, tanggal 18-20 Juni 2014. Dalam kapasitas Indonesia selaku country coordinator kerja sama kemitraan ASEAN-ROK untuk periode tahun 2012-2015, pada pertemuan tingkat SOM tersebut beliau telah bertindak sebagai Co-Chair bersama dengan Dubes Lee Kyung-Soo, Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Politik Republik Korea.

Pertemuan telah membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama seperti arah kerja sama ASEAN-ROK di masa mendatang dan konektivitas di antara kedua kawasan, Semenanjung Korea termasuk isu denuklirisasi Semenanjung Korea dan kelanjutan Six Party Talks (SPT), isu-isu global dan internasonal, seperti perkembangan di Suriah, Palestina dan Ukraina, kondisi perekonomian global, ketahanan pangan, energi, dan penanganan bencana. Pertemuan menggarisbawahi sikap proaktif ASEAN dan ROK atas kepeduliannya terhadap isu-isu global. Untuk pertama kalinya, pertemuan telah membahas secara khusus isu keamanan dalam agenda yang terpisah. Pertemuan juga membahas proyeksi peningkatan nilai perdagangan ASEAN-ROK menjadi US$ 150 juta pada tahun 2015 dan US$ 200 juta pada tahun 2020.

Tahun 2014 juga merupakan momentum khusus bagi hubungan kerja sama ASEAN-ROK karena ASEAN-ROK memperingati 25 tahun kemitraannya. Dalam kesempatan ini, turut dibahas persiapan penyelenggaraan ASEAN-ROK Commemorative Summit di ROK pada bulan Desember 2014. Pertemuan tingkat Kepala Negara tersebut diharapkan akan menghasilkan capaian substantif bagi peningkatan kerja sama ASEAN-ROK di masa mendatang.

Kemitraan ASEAN dan ROK dirintis pada bulan November 1989. Kemitraan ini mengalami peningkatan dengan menjadi sebuah kemitraan strategis pada tahun 2010 dan diperkuat dengan dibukanya Perwakilan Tetap Republik Korea untuk ASEAN di Jakarta pada tanggal 29 Oktober 2012.

Top! Mobil Listrik dan Hybrid Mahasiswa Indonesia Berjaya di Korea

greencar2

Jakarta -Jerih payah mahasiswa Yogyakarta membuat mobil hybrid dan listrik berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaran International Student Green Car Competition 2014, di Korea. Tim yang dikenal dengan Garuda UNY Racing Team (GURT) berhasil meraih peringkat satu dan tiga di kategori acceleration.

"Garuda UNY Racing Team telah mendobrak Korea Selatan di hari pertama pelaksanaan 2014 International Student Green Car Competition, Jumat (23/5). Kedua tim yang masing-masing mengusung EVO (Electric Vehicle Odyssey) dan HYVO (Hybrid Vehicle Odyssey) sebagai jago lajunya mampu bersaing dan mengungguli lawan-lawan yang berasal dari negara-negara di Asia," ujar Public Relation GURT, Dyah Nurul Hajar dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (24/5/2014).

Diceritakan Dyah kompetisi dibagi menjadi dua kategori untuk diperlombakan yaitu acceleration dan maneuverability. HYVO sendiri merupakan mobil formula hybrid pertama buatan anak Indonesia.

"Dalam katagori acceleration, tim berhasil menempati posisi pertama dengan catatan waktu terbaik yaitu 12.25 detik dan 10.56 detik untuk dua kali kesempatan yang diberikan. HYVO ini bersaing dengan 15 tim mobil hybrid lainnya," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan di hari yang sama dalam kompetisi, EVO mobil listrik genarasi kedua mahasiswa UNY berhasil menempati posisi nomor tiga.

"Mobil listrik UNY yang dilombakan dalam ISGCC juga mampu mendobrak 41 deret tim mobil lawan dengan menempati posisi ketiga dalam kategori acceleration dengan catatan waktu 11.76 detik," lanjutnya

Menurutnya kesuksesan yang diraih tim Garuda UNY ini berkat keuletan Roni Suprapto pada mobil hybrid dan Hasbi Brilian Kumara pada mobil Electric sebagai pengemudi. Serta kesiapan yang dilakukan sebelum perlombaan oleh tim.

"Tim yang meliputi perakitan kembali kemudian melakukan test drive final sebelum mobil siap berlaga dalam perlombaan dilaksanakan selama dua hari. Waktu yang sedikit tersebut digunakan sebaik mungkin oleh anggota tim untuk mempersiapkan dan merakit kembali kendaraan yang sebelumnya telah dikirim ke Korea Selatan pada tanggal 12 Mei lalu via Garuda Cargo. Kedua mobil sendiri diberangkat ke Korea melalui Bandara Adisucipto Yogyakarta dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia,"

Dyah mengatakan usaha tim dalam kompetisi ini belumlah selesai. Meski sempat ada sedikit masalah dalam manuverbility hal itu tidak akan mematahkan semangat untuk memberikan penampilan terbaik.

"Hari ini akan dilaksanakan perlombaan untuk kategori endurance yang dilanjutkan dengan penentuan juara umum dan the best creative technology. Kita doakan saja semoga tim mobil kebanggaan Indonesia ini mampu membawa bendera kemenangan tertinggi dalam kompetisi tersebut, untuk Indonesia," ungkapnya. (detikOto)

KRI Banjarmasin Berlabuh di Busan

KRIbanjarmasin

KRI Banjarmasin-592 telah merapat ke pelabuhan Busan dalam rangkaian kunjungan persahabatan ke Korea Selatan (Korsel) pada tanggal 27-29 April 2014. Kapal Angkatan Laut RI yang mengangkut 132 awak dan 89 Taruna AAL ini berkunjung ke Korsel dalam rangkaian pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) ke beberapa negara sahabat, yaitu RRT, Korea Selatan, Jepang dan Filipina. Lawatan persahabatan tersebut sekaligus dipergunakan untuk memperkenalkan KRI Banjarmasin yang merupakan kapal perang hasil karya anak bangsa, yaitu PT. PAL, dan mulai dioperasikan di jajaran TNI AL pada tahun 2009.

Selengkapnya...

Lantik Pejabat Eselon I, Menlu RI Tekankan Etos Kebersamaan dalam Tugas

Eselon1.1

Menteri Luar Negeri RI Dr. R. M. Marty M. Natalegawa, telah melantik tujuh pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian Luar Negeri RI pada hari Rabu (23/04) bertempat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI. Menlu RI menekankan etos kebersamaan dalam pelaksanaan tugas sembari mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik.

Menlu Marty juga menyampaikan harapannya agar tugas berat dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesungguhan.

Situasi nasional dan internasional, lanjut Menlu RI, menuntut seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri untuk bekerja lebih keras lagi dalam melanjutkan karya bakti pada Nusa dan Bangsa.

Tugas-tugas strategis dalam pengelolaan informasi dan kerja sama teknik, penasehat Pemerintah RI terkait hukum internasional, pengkajian kebijakan untuk menggali potensi dan tantangan yang ada menjadi peluang ke depan, serta mengembangkan SDM, manajemen, hubungan kelembagaan sesuai dengan tertib administrasi, keuangan dan segala bentuk tertib lainnya.

Di akhir sambutannya, Menlu RI menekankan pentingnya untuk selalu memupuk etos team work yang baik, "karena tugas-tugas yang berat akan lebih ringan dirasakan dengan kerja sama dan tanggung jawab bersama".

Dalam kesempatan tersebut, para pejabat struktural Eselon I yang dilantik adalah:

1. Drs. Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo sebagai Sekretaris Jenderal;
2. Muhammad Ibnu Said, S.H. sebagai Inspektur Jenderal;
3. Ferry Adamhar, S.H., LL.M. sebagai Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional;
4. Dra. R. A. Esti Andayani sebagai Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik;
5. Drs. Darmansjah Djumala, M.A. sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan;
6. Salman Al Farisi, S.E. sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan; dan
7. R. Bagas Hapsoro, S.H., M.A. sebagai Staf Ahli Bidang Manajemen. (Sumber: Dit. Infomed)

Ratusan TKI di Korsel Berdoa untuk Para Korban Kapal Tenggelam

TKIAnsanSeoul - Lebih dari 250 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Ansan, Korea Selatan, berdiri menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa untuk para korban kapal tenggelam di Jindo, Korsel.

Para TKI itu berkumpul di ruang serba guna di kantor Migrant Center Ansan pagi hari ini Minggu 20 April 2014 untuk mengikuti pelatihan kewirusahaan yang diselenggarakan oleh Korea Network Solution (KNS) bekerjasama dengan BNI, BI dan KBRI Seoul serta sejumlah pihak lainnya.

Selengkapnya...

Kunjungan Kepala BKPM ke Korea Selatan

KabkpmdanMotieKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), telah mengadakan kunjungan ke Seoul, Korea Selatan pada tanggal 18 – 20 Maret 2014. Kunjungan ini diadakan untuk meng-update pengusaha Korea mengenai iklim investasi Indonesia dan mendorong mereka untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Selama tiga hari kunjungan ke Korea Selatan, Kepala BKPM telah bertemu dengan pimpinan perusahaan-perusahaan besar Korea Selatan yang berminat investasi dan memperluas usahanya di bidang petrokimia, perkebunan kelapa sawit, pembangkit listrik, minyak dan gas, otomotif dan suku cadang kendaraan bermotor, konstruksi dan infrastruktur, mesin dan elektronika. Kepala BKPM juga telah terbang ke Ulsan untuk melakukan Site Visit di dua lokasi industri milik perusahaan terkemuka asal Korea Selatan.

Selain mengadakan pertemuan dengan para pemimpin perusahaan asal Korea Selatan, Kepala BKPM juga bertemu dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan, Mr. Yoon Sang-jick. Dalam pertemuan tersebut, Kepala BKPM dan Menteri Yoon membahas mengenai perkembangan dan upaya peningkatan kerjasama bilateral di bidang perdagangan dan investasi. Kepala BKPM juga bertemu dengan Ketua Korea Chamber of Commerce and Industry (KCCI) membahas peluang kerjasama dalam bentuk capacity building dan seminar investasi bersama.

Dalam pertemuan dengan berbagai pihak tersebut, Kepala BKPM menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia menunjukkan sinyal positif. Meskipun Indonesia sedang menyongsong agenda pemilihan umum dan terdapat media yang memberitakan bahwa beberapa pihak masih ragu untuk berkomitmen investasi, namun kenyataannya nilai persetujuan investasi asing di Indonesia cenderung naik sehingga minat investasi tetap tinggi. Pemilihan umum disebutkan justru menjadi momentum untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Selain dorongan investasi di berbagai sektor, Kepala BKPM juga mengharapkan masuknya investasi yang memberikan nilai tambah terhadap sumber daya Indonesia serta peningkatan produktifitas human capital di Indonesia. Kepala BKPM juga memberikan dorongan investasi tidak hanya terpusat di daerah Jakarta dan sekitarnya namun dapat diperluas di wilayah Indonesia lainnya. Kepala BKPM menawarkan kawasan industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang pengelolanya ikut serta dalam kunjungan ini, dengan dua lokasi Industri di Kendal, Jawa Tengah dan Gresik, Jawa Timur.

Kepala BKPM bersama Duta Besar RI di Seoul pada tanggal 18 Maret juga telah mengundang sejumlah pimpinan perusahaan Korea pada acara makan malam yang diadakan di Wisma Duta Besar. Pada kesempatan tersebut, Kepala BKPM dan Duta Besar telah memberikan penghargaan kepada tiga pengusahaa terkemuka Korea atas usaha ekstra mereka untuk lebih memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Kepala BKPM dan Duta Besar telah memberikan special awards sebagai special friends of Indonesia kepada Chairman Lotte Mr. Shin Dong Bin, Vice Chairman dan CEO LG International Corporation Mr. Hee-Beom Lee dan Vice Chairman & CEO Samtan Mr. Kang Tae-Whan.

Korea Selatan merupakan negara asal investasi terbesar keempat di Indonesia dengan realisasi investasi sebesar USD 2,2 miliar pada tahun 2013, meningkat 13% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012. Total realisasi investasi Korea Selatan pada kurun waktu 2010-2013 adalah USD 8,3 miliar dengan sektor dominan yaitu sektor manufaktur (lebih dari 80%) khususnya industri logam, mesin dan elektronika dengan nilai investasi yang meningkat hingga 20 kali pada periode 2010 – 2013. Secara keseluruhan investasi Korea Selatan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir merupakan kombinasi investasi dari perusahaan kecil, menengah dan besar.
Dalam kegiatan Kepala BKPM di Korea, didapat indikasi awal rencana investasi dan perluasan usaha perusahaan Korea Selatan di Indonesia sebesar USD 9,39 miliar meliputi proyek petrokimia, pembangkit listrik, perkebunan kelapa sawit, minyak dan gas.

Dalam kunjungannya ke Korea, Kepala BKPM juga memperkenakan kepada dunia usaha Korea telah dibukanya kantor Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Seoul yang berlokasi di gedung IFC Youido yang memberikan pelayanan dan memfasilitasi pengusaha Korea yang ingin menanamkan modal di Indonesia.(KBRI Seoul)

Perundingan Putaran Ketujuh IKCEPA

IKCepaPerundingan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IKCEPA) putaran Ketujuh telah terlaksana di Seoul, Korea, pada tanggal 21-28 Februari 2014. Putaran ini sebagai lanjutan dari putaran keenam IKCEPA yang diadakan di Bali pada tanggal 4-8 Nopember 2013.

IKCEPA disepakati untuk dibentuk berlandaskan 3 (tiga) pilar utama yaitu akses pasar perdagangan barang dan jasa, fasilitasi perdagangan dan investasi serta cooperation termasuk capacity buidling.

Selengkapnya...

Kehebatan Pesawat Tempur 'Baby Falcon' Korea

pesawattempurTentara Nasional Angkatan Udara menerima secara resmi 16 unit atau satu skuadron pesawat tempur latih T-50i Golden Eagle dari Kementerian Pertahanan hari ini, Kamis, 13 Februari 2014, di 'taxy way' Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Acara serah-terima dilakukan melalui upacara resmi yang dihadiri Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Staf TNI AU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, dan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonio, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto. Keenam belas pesawat buatan pabrikan Korea Selatan, Korean Aerospace Industry itu, sudah terparkir rapi berjajar di depan podium upacara. Dari segi bentuk, pesawat tempur ini punya panjang 13,14 meter, rentang sayap 9,45 meter, dan tinggi dari roda hingga ujung ekor 4,94 meter.

Selengkapnya...

Investasi Perusahaan Korea Selatan 2014

perusahaankorselKepala Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) Mahendra Siregar optimistis pada tahun 2014 akan banyak investor yang melirik Indonesia.

Selain karena berbagai perbaikan dan insentif yang akan diberikan pemerintah, mereka umumnya datang karena untuk memasok kebutuhan industri yang sebelumnya sudah investasi di Indonesia.

Selengkapnya...

Perkiraan pertumbuhan ekonomi Korsel 2014

hyundaiBadan pengembangan dan kerjasama ekonomi OECD memperkirakan rasio pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada tahun 2104 akan mencapai 3,8% dan lembaga pengembangan Nasional Korea (KDI) juga memprediksi rasio pertumbuhan Korea Selatan sebesar 3,7%. Angka prediksi KDI tersebut lebih tinggi 0,1% poin jika dibandingkan prediksi sebelumnya yang dirilis pada bulan Mei, yakni 3,6%.

KDI memperkirakan ekonomi Korea Selatan akan mengalami pemulihan secara perlahan tahun depan. Dengan memperbesar pertumbuhan ekspor dan pulihnya konsumsi lokal, khususnya pada sektor pribadi, berdampak bagi keluarnya Korea selatan dari kelesuan yang terus menerus ini sejak tahun 2012. Prediksi pertumbuhan ekonomi juga kemungkinan berada sekitar 3,7%, lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,6%. Bila melihat rasio pertumbuhan ekonomi dunia selama 10 tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pernah menembus rasio pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2009 dan 2010.

KDI memastikan ekonomi Korea Selatan memasuki fase pemulihan perlahan. Pada dasarnya, ekonomi Korea Selatan memperlihatkan tanda jelas menuju pemulihan. Stabilnya rasio perekrutan dan inflasi, membuat produsen mobil Korea mampu memproduksi 426.000 unit mobil pada bulan Oktober sebagai angka tertinggi, dan pemulihan indikator-indikator ekonomi utama juga berlanjut. Lingkungan ekonomi eksternal juga pulih, yang mendorong optimisnya ekonomi yang lebih baik pada tahun depan. Pemulihan ekonomi global tahun depan juga dapat meningkatkan ekspor. Risiko geografis yang mengalami penurunan, menggerakkan turunnya harga minyak sebesar 5 % pada tahun depan. Tetapi masih ada faktor ketidakstabilan lain, seperti kebijakan pelonggaraan kuantitatif dari Amerika Serikat.

Disamping faktor eksternal tersebut, Korea Selatan memiliki isu lain untuk dituntaskan. Meskipun indeks ekonomi membaik secara signifikan, warga Korea Selatan masih tetap pesimis atas pemulihan, karena beban utang rumah tangga dan tingginya selisih pendapatan yang mengacu rata-rata utang per rumah tangga mencapai sekitar 58,2 juta won, atau 550,000 dolar. Bahkan, dengan pengecualian beberapa perusahaan raksasa, sebagian perusahaan Korea Selatan juga mengalami baik perkembangan positif maupun negatif.

Korsel mau masuk TPP

hanjinKorea Selatan tengah berupaya untuk menjadi anggota kemitraan Trans-Pasifik (Trans Pacific Partnership), bergabung dengan negara-negara sekitar samudra Pasifik, seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Chili, Peru dan Vietnam. Dengan disepakatinya perjanjian perdagangan bebas dengan Australia yang terhenti sejak 3 tahun lalu, Korea Selatan berminat mengalihkan pandangannya ke TPP sebagai perjanjian perdagangan yang memiliki level lebih tinggi.

Korea Selatan sudah berhasil menjalin FTA dengan 46 negara, dimulai dengan Chili pada tahun 2004. Diantaranya, terdapat 26 negara dari Uni Eropa dan 10 negara anggota ASEAN yang mencapai produk domestik bruto dari negara mitra FTA dengan Korea sebesar 40,3 triliun US dolar amerika, atau 57,7 % dari total PDB dunia. Ini menunjukkan Korea Selatan merupakan negara ketiga terbesar pada wilayah ekonomi FTA, menyusul Chili dan Meksiko. Bila negosiasi FTA antara Korea Selatan dan Australia disepakati dan FTA bersama Kanada juga diprediksi akan dapat disepakati sebisa mungkin, wilayah ekonomi FTA Korea Selatan akan melebar hingga 62,5 % dari PDB dunia. Mengapa Korea Selatan yang sudah menjalin FTA dengan banyak negara itu masih memfokuskan pada TPP?

TPP merupakan perjanjian perdagangan bebas multilateral diantara negara-negara di seputar kawasan samudra Pasifik. Perjanjian itu mencakup bidang jasa, investasi, pembangunan, lingkungan dan banyak sektor lain, sehingga menyajikan perjanjian yang levelnya lebih tinggi daripada FTA. Total 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru dan Jepang, sudah menjadi anggota TPP, yang bernegosiasi sejak tahun 2006. Bila PDB dari total negara TPP digabungkan, mencapai 38 % dari seluruh PDB dunia. Pakta perdagangan bebas multilateral ini dinilai sebagai tata perdagangan baru.

Berdasarkan prediksi lembaga kebijakan ekonomi internasional Korea Selatan, PDB nasional akan meningkat lagi 2,5 % dan pembukaan pasar lebih memacu ketatnya persaingan antar perusahaan-perusahaan, yang menggerakkan mereka merilis produk lebih bermutu tinggi dengan harganya lebih terjangkau dan mendorong produktivitas mereka.

Dengan negosiasi TPP yang akan berlanjut di tahun depan, Korea Selatan lebih berpeluang memperbaiki posisinya. Tetapi, negara-negara lain saat ini sudah menggelar 19 kali ronde pertemuan, dan Korea Selatan harus mengikuti peraturan atau regulasi yang disetujui oleh anggota-anggota tersebut. Untuk itu, Korea Selatan perlu mencermati isu secara menyeluruh dan membuat strategi negosiasi untuk menciptakan tata perdagangan regional baru.

40 Tahun RI-Korea, Investasi Korea di Indonesia Naik 55 Persen

menluu

Modal yang ditanamkan perusahaan-perusahaan Republik Korea (ROK) di Indonesia selama 40 tahun naik 55 persen dan mencapai 1,94 Milyar di tahun 2012. Hal ini merupakan salah satu capaian yang mengemuka dalam pertemuan Menlu RI Marty M. Natalegawa dengan Menlu ROK Yun Byung-se di sela-sela pertemuan FEALAC VI di Nusa Dua, Bali (13/06).

Tercatat bahwa kerja sama kedua negara mengalami kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Republik Korea saat ini tercatat sebagai mitra dagang terbesar keempat dan investor asing terbesar ketiga Indonesia.

Terkait hal ini, Kedua Menlu menyambut gembira berbagai perkembangan positif di sektor-sektor kerja sama prioritas, antara lain perdagangan, investasi, industri pertahanan, ketenagakerjaan, dan lingkungan hidup.

"Ini merupakan hasil dari summit diplomacy, konsultasi dan komunikasi pada tataran working level serta pertukaran antar-masyarakat yang intensif", tutur Menlu Marty.

Kedua Menlu sepakat bahwa tahun 2013 yang bertepatan dengan 40 tahun pembukaan hubungan diplomatik dan Tahun Persahabatan Indonesia-Korea merupakan momentum positif guna memaknai dan memperkuat kemitraan strategis kedua negara, baik dalam konteks kerja sama bilateral maupun regional dan global.

Indonesia dan Republik Korea mendirikan hubungan diplomatik pada tanggal 17 September 1973. Kemitraan strategis kedua negara mulai dijalin sejak 4 Desember 2006.

Diharapkan, melalui Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang telah memasuki negosiasi putaran ketiga, target perdagangan bilateral sebesar USD 50 milyar pada tahun 2015 dan USD 100 milyar tahun 2020 dapat tercapai.

Dalam kaitan ini, Menlu Marty menggarisbawahi bahwa IK-CEPA harus dapat menjadi kerangka dan modalitas kerja sama saling menguntungkan di bidang ekonomi secara komprehensif dan tidak hanya di sektor perdagangan.

Selain isu bilateral, kedua Menlu juga bertukar pandang mengenai situasi strategis di kawasan, khususnya terkait Semenanjung Korea.

Kedua Menlu juga sepakat untuk mempererat kerja sama di forum regional dan internasional, antara lain dalam kerangka ASEAN-ROK, ASEAN Plus Three, ARF, EAS, FEALAC, dan APEC.

Pada kesempatan ke Indonesia ini, Menlu Republik Korea juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden RI di Bali esok hari (14/06). (Sumber: Ditjen Aspasaf/Dit. Infomed/ed.PY)

 

Korsel ciptakan kamera digital mata serangga

seranggaTim penelitian yang dipimpin oleh Prof. Song Young-min mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengembangkan kamera digital yang menggunakan prinsip-prinsip bagaimana mata seekor serangga berfungsi.

Prof. Song Young-min yang mengabdi di Universitas Illinois menjelaskan bahwa kamera yang dikembangkannya terinspirasi dari serangga arthopoda dan memiliki bentuk 16 derajat secara bulat, struktur serta fungsi yang dimiliki mata serangga.

Tim tersebut menambahkan bahwa pihaknya telah mengembangkan sensor gambar yang dapat dijadikan dalam bentuk secara bulat. Kamera baru tersebut akan digunakan untuk robot mikro-miniatur atau kamera endoskopi.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada jurnal sains internasional –Nature. (KBS)

Tingkat harapan hidup warga Korsel

orangtuaTingkat harapan hidup warga Korea Selatan mencapai rata-rata 81 tahun. Hal tersebut menduduki urutan ke-17 di antara 194 negara anggota Badan Kesehatan Dunia –WHO.

Menurut laporan WHO 2013, tingkat harapan hidup warga Korea Selatan meningkat rata-rata 9 tahun dari usia 72 tahun pada tahun 1990, sedangkan meningkat 1 tahun dibandingkan pada tahun 2009. Harapan hidup untuk pria Korea mencapai 77 tahun dan wanita Korea 84 tahun.

Tingkat harapan hidup rata-rata seluruh 194 negara anggota Badan Kesehatan Dunia –WHO mencapai 70 tahun, tercacat 68 tahun untuk pria dan 72 tahun untuk wanita.

Sementara itu, Jepang, Swiss dan San Marino memiliki tingkat harapan hidup tertinggi dengan usia 83 tahun. Sementara tingkat harapan hidup warga Korea Utara berada dibawah rata-rata global, yaitu 69 tahun. (KBS)

Dialog Korsel Korut

parkPresiden Park Geun-hye mengusulkan untuk mengadakan dialog dengan Korea Utara, karena pintu dialog antar-Korea masih terbuka lebar, sehingga dialog itu harus segera berlangsung.

Dalam pertemuan dengan anggota komisi parlemen urusan Luar Negeri dan Unifikasi, Presiden Park Geun-hye mengatakan bahwa kebijakan pemerintahan baru terhadap Korea Utara, yaitu 'Proses Kepercayaan Semenanjung Korea', harus tetap berlanjut.

Selanjutnya, dia mengharapkan Korea Utara dapat ikut ambil bagian untuk membentuk kerjasama ekonomi dan mewujudkan unifikasi damai.

Ditambahkan pula bahwa, Presiden Park Geun-hye menekankan bahwa pemerintah Korea Selatan akan mengambil tindakan tegas terhadap provokasi Korea Utara, namun jika ada perubahaan sikap Korea Utara, pihaknya akan melanjutkan kerjasama dengan Korea Utara. (KBS World)

Inovasi baru

elemenTim riset dalam negeri Korea Selatan telah mengembangkan elemen grafin pertama di dunia yang ditidak dapat pecah atau patah jika dilipat atau direntangkan.

Secara geometris, rahasia elemen tersebut terletak pada lapisan dielektrik anorganik yang dinilai lentur. Lapisan lentur itu mencapai daya rentang sekitar 20% jika elemen grafin tersebut ditarik.

Pengembangan baru tersebut merupakan terobosan teknologi dasar yang dapat memberikan perubahan revolusionir terhadap industri ponsel pintar dan medis.

Hasil riset tersebut diterbitkan pada jurnal sains internasional 'Nature Materials.' (KBS)

Ginseng tingkatkan daya ingat

ginsengBahan campuran antara ekstrak ginseng dan ekstrak beberapa tumbuhan obat, seperti tumbuhan Wonji dan Sukchangpo, terbukti memberikan efek untuk meningkatkan daya ingat.

Badan Promosi Pertanian Korea mengungkapkan bahwa otak binatang yang diberikan bahan campuran itu ternyata mengalami peningkatan daya ingat jika dibanding dengan otak binatang tanpa bahan campuran ginseng tersebut.

Selengkapnya...

Samsung di AS

samsungSamsung muncul sebagai pemasang iklan terbesar di AS

Perusahaan elektronik Samsung Korea Selatan mengalahkan pesaingnya, Perusahaan Apple dalam pasar telepon pintar di Amerika Serikat dan bahkan muncul sebagai pemasang iklan terbesar di negara setempat.

Selengkapnya...

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014