Perayaan Natal Diisi Doa Bersama Terhadap Korban Kapal Oryong

Natal142

Pada hari Kamis, tanggal 25 Desember 2014, warga negara Indonesia yang beragama Kristen di Korea Selatan, melakukan Natal bersama di gereja Youido. Pada Acara yang dihadiri oleh sekitar 300 undangan tersebut berlangsung khidmat dan meriah.

Pada acara tersebut dari KBRI Seoul, Korea Selatan hadir Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakeppri) Bapak Cecep Herawan dan beberapa staf KBRI. Pada kesempatan tersebut Bapak Wakeppri atas nama pimpinan dan staf KBRI Seoul menyampaikan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh undangan dan warga negara Indonesia yang merayakannya.

Pada kesempatan tersebut bapak Wakeppri juga menginfokan bahwa para korban tenggelamnya kapal Oryong 501 akan tiba di Busan pada Jumat, tanggal 26 Desember 2014, dimana diantara korban terdapat warga negara Indonesia. Pencarian sampai saat ini masih terus dilakukan dan sampai saat ini awak kapal Indonesia yang telah ditemukan 3 korban selamat dan 14 lainnya ditemukan telah meninggal. Pada kesempatan tersebut Bapak Wakeppri mengajak para hadirin untuk berdoa bersama terhadap para korban tersebut.

Jokowi Perintahkan BNP2TKI Pulangkan 1,8 Juta TKI Ilegal

jokowi2

Jakarta - BNP2TKI diberi mandat Presiden Joko Widodo untuk bisa memulangkan 1,8 juta TKI ilegal dari seluruh dunia. Nantinya mereka akan diberi pelatihan agar tidak tergiur kembali ke luar negeri.

"Perintahnya disuruh mulangin 1,8 juta TKI ygang nonprosedural dan ilegal di seluruh dunia," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Aksi ini akan dikoordinir oleh Menko PMK Puan Maharani. Tujuan penarikan tersebut tentu saja agar keberadaan TKI itu tidak menjadi masalah di negara sahabat.

Ada tiga negara yang menjadi tempat favorit TKI Ilegal. Mulai dari Timur Tengah, Malaysia dan Korea. Semua biaya pemulangan itu akan dicover oleh APBN.

Jika berhasil memulangkan, mereka akan diajarkan berbagai ketrampilan. Harapannya agar mereka tidak lagi tergiur untuk mengadu nasib ke negeri orang.

"Jadi nanti ada tenaga kerja yang tersedia sebanyak 1,8 juta orang," lanjut politisi Golkar ini. (detik.com)

Pemerintah Berencana Pulangkan 1,8 Juta TKI Non Prosedural

jokowi2

Jakarta, BNP2TKI, Kamis (18/12) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, mengatakan pemerintah berencana memulangkan 1,8 juta TKI non prosedural dari Indonesia yang bekerja di luar negeri. Proses pemulangan para TKI non prosedural itu akan menggunakan anggaran negara.

"Akan dibahas untuk memulangkan 1,8 juta TKI non prosedural yang tidak punya kontrak. Dana disediakan dari APBN," ujar Nusron di Kantor Presiden, Rabu (17/12/2014).

Nusron mengaku sejumlah menteri akan membahas teknis pemulangan para TKI non prosedural itu. Pemerintah juga akan mempertimbangkan proses hukum yang berlaku di tempat tersebut.

Saat ini 1,8 juta TKI non prosedural itu, menurut Nusron, paling banyak berada di Malaysia sebanyak 1,2 juta orang. Sementara sisanya tersebar di kawasan Timur Tengah, Korea, Taiwan, dan Hongkong. Saat ini setidaknya ada 6,2 juta tenaga kerja Indonesia, jumlah itu sudah mencakup TKI non prosedural.

Meski tetap melakukan penindakan, Nusron mengungkapkan bahwa upaya pencegahan TKI non prosedural berangkat ke luar negeri tetap dilakukan. Salah satunya adalah memangkas biaya dan memudahkan syarat untuk menjadi tenaga kerja Indonesia resmi.

Nusron mengakui proses menjadi TKI prosedural sangat lama dan mahal. Karena itu pemerintah akan mengambil kebijakan menurunkan cost of structure dan pengawasan di daerah tertentu.

Mantan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bidang Keuangan ini mengatakan akan berkomunikasi instansi pemerintah lainnya untuk koordinasi pemulangan para TKI ini.

PENGUMUMAN: KUKRI Busan tutup pada tanggal 11 dan 12 Desember 2014

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

 

-

PENGUMUMAN: Pelayanan Konsuler Akan Tutup Sementara

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

 

PELAYANAN KONSULER KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 22 - 31 DESEMBER 2014 DAN 1 JANUARI 2015. PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 2 JANUARI 2015.

PEMBAYARAN BIAYA PELAYANAN KEKONSULERAN HARUS DILAKUKAN PALING LAMBAT PADA TANGGAL 19 DESEMBER 2014.

 

 

주한 인도네시아 대사관과 부산 인도네시아 영사관  연말 접수 마감일은 12 19일까지 입니다.

2014 12 22일부터  12 31일까지는 비자 접수가 불가합니다.

.  1 2일부터 정상근무 합니다.

 


CONSULAR SERVICE OF THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND THE CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM DECEMBER 22-31, 2014 AND JANUARY 1, 2015. WE WILL REOPEN ON JANUARY 2, 2015.

PAYMENT FOR ALL CONSULAR SERVICE FEE MUST BE PAID ON DECEMBER 19, 2014 AT THE LATEST. 

Dubes RI Meminta Pemerintah Korea Agar Pencarian Awak Kapal Ikan yang Tenggelam Lebih diIntensifkan Lagi

oryong3

Sehubungan dengan tenggelamnya kapal penangkap ikan Korea Selatan, Oryong 501 di laut Bering, Rusia tanggal 1 Desember yang lalu, sampai saat ini, KBRI Seoul terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan untuk mendorong pihak-pihak tersebut untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi dari korban mengingat dari 60 kru kapal tersebut ada 35 kru merupakan WNI.

Pada hari Jumat ini Duta Besar RI didampingi oleh pejabat-pejabat senior KBRI Seoul, Korea Selatan bertemu dengan Direktur Jenderal Asia Selatan dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (ROK). Pada pertemuan tersebut Dubes RI menekankan pentingnya pemerintah Korea Selatan untuk lebih intensif lagi melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan tersebut. Mengingat sampai saat ini masih cukup banyak korban yang belum ditemukan.

Selanjutnya pihak ROK menyampaikan pada kesempatan tersebut bahwa pemerintah ROK sangat serius dalam penanganan masalah tersebut dengan ditunjuknya First Vice Minister Mofa sebagai koordinator pencarian korban kapal Oryong 501 tersebut.

Selain itu disampaikan juga bahwa selain kapal-kapal yang sudah melakukan pencarian saat ini pemerintah ROK juga akan segera menambah 2 kapal penyelamat angkatan udara untuk dikirimkan ke lokasi kecelakaan ditambah dengan 1 kapal laut (surveillance vessel). Sehingga seluruh kapal yang akan melakukan pencarian menjadi 6 kapal Korea Selatan, 6 kapal Rusia, 1 kapal Coast Guard Amerika Serikat dan 1 kapal Rusia.

Pada hari ini juga KBRI Seoul mengirimkan seorang pejabat senior untuk bertemu dengan chairman dari Sajo Industry untuk meminta agar perusahaan tersebut lebih intensif lagi melakukan pencarian terhadap korban.

Sampai hari Jumat tanggal 5 Desember 2014 kru yang ditemukan berjumlah 34 orang dengan 7 selamat dan 27 orang ditemukan telah meninggal. Dari 7 kru yang selamat terdapat 3 WNI, 3 Filipina dan 1 warga Rusia. Sedangkan dari 27 kru yang meninggal dunia 14 diantaranya WNI sedangkan yang lain terdapat 6 warga Korea, 6 warga Filipina dan 1 belum teridentifikasi.

Rencananya seluruh kru yang telah ditemukan akan dibawa ke Busan pada tanggal 7 Desember dan diharapkan akan tiba di Busan pada tanggal 20 Desember 2014. Untuk kru yang telah meninggal akan dilakukan proses identifikasi lebih lanjut (post mortem). Dan selanjutnya secepatnya akan langsung dikirim ke Indonesia. (KBRI Seoul) (photo : Metronews.com)

Korban Kapal Oryong 501 Terus Bertambah

oriong 501

        An undated photo of the Oriong-501 fishing vessel. Photograph: Yonhap/AFP/Getty

Sehubungan dengan tenggelamnya kapal penangkap ikan Korea Selatan Oryong 501 di laut Bering, Rusia, pencarian terhadap awak terus berlangsung.

Sampai dengan tanggal 4 Desember 2014, korban yang meninggal dunia sudah mencapai 20 (duapuluh) orang yang sudah diketemukan. Diantara korban yang meninggal, terdapat 9 (sembilan) WNI; 6 (enam) Warga Korea; 3 (tiga) Warga Filipina; 2 (dua) jenazah tidak teridentifikasi.

Sedangkan untu korban yang selamat sampai berita ini diturunkan sebanyak 7 orang, 3 (tiga) WNI, 3 (tiga) Filipine dan 1 (satu) Rusia. Mengenai nama-nama korban terus dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan dan di Pusat serta akan diumumkan oleh Kemlu Pusat.

Jumlah kru berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian Luar Negeri Korea adalah (60) enam puluh orang, masing-masing (35) tiga puluh lima orang WNI, (13) tiga belas orang warga Philipine, (11) sebelas orang warga Korea, dan (1) satu orang Rusia. Sehingga sampai saat ini masih 33 kru lagi yang dalam proses pencarian dimana 23 diantaranya adalah WNI.

KBRI Seoul terus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Korea guna memastikan kondisi para awak kapal termasuk upaya penyelamatan yang dilakukan. KBRI Seoul juga berkoordinasi dengan Kepolisian/Coast guard, perusahaan pemilik kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadi berada di wilayah Rusia. Adapun agensi dari Indonesia pengirim ABK terdiri dari 4 (empat) perusahaan, yang saat ini tengah dalam proses pencarian informasi dan koordinasi selanjutnya. KBRI Seoul juga telah mengidentifikasi alamat dan keluarga semua korban. (KBRI Seoul)

10 orang telah ditemukan tewas pada kecelakaan Kapal Penangkap Ikan Korea Selatan

oriong 501

        An undated photo of the Oriong-501 fishing vessel. Photograph: Yonhap/AFP/Getty

Proses pencarian terhadap awak kapal Pencari Ikan Oryong 501 yang tenggelam di laut Bering sampai saat ini terus berlangsung.Hingga saat ini, ada empat (4) kapal yang dikirimkan untuk membantu proses evakuasi, yaitu satu (1) kapal dari perusahaan Sajo Industry, satu (1) kapal dari Russia, dan dua (2) kapal perusahaan lain. Sementara itu, terdapat kapal lain yang juga menuju ke tempat kecelakaan untuk membantu proses evakuasi.

Berdasarkan berita yang didapat dari Sajo Industry, Sore hari ini (Rabu 3/12) telah ditemukan sepuluh jasad ABK, yang terdiri dari dua warga Korea, satu warga Phillipinne, dan tujuh jasad WNI. Dengan demikian, terdapat tujuh ABK Indonesia yang diketahui telah meninggal dunia. Saat ini, ketujuh jasad ABK Indonesia tersebut empat berada dalam Kapal Carolina 77 sedangkan tiga lagi di Kapal Zaliv Zabiyaka. Sedangkan Tiga orang yang selamat juga berada di kapal Carolina 77 dan Zaliv Zabiyaka. Untuk nama korban masih dalam proses verifikasi lebih lanjut dan akan diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri RI dalam kesempatan pertama.

Sampai saat ini KBRI terus menerus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan maupun Indonesia sehingga dapat menerima info yang dibutuhkan secepat mungkin untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait maupun untuk keluarga di Indonesia.

Adapun, upaya yang dilakukan KBRI Seoul, antara lain: membuka hotline yang dapat dihubungi; membentuk satgas untuk melakukan pemantauan, bahkan KBRI Seoul telah mengirimkan staf ke Busan untuk memperoleh perkembangan informasi dari Pihak Sajo Industry; bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Korea guna memastikan kondisi para awak kapal termasuk upaya penyelamatan yang dilakukan dan berkoordinasi dengan Kepolisian/Coast guard, perusahaan pemilik kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadian berada di wilayah Rusia. Bahkan, Coast Guard Amerika ikut membantu pencarian ABK yang masih belum diketahui. (KBRI Seoul)

 

Perkembangan Berita Kecelakaan Kapal Oryeong 501

oriong 501

          An undated photo of the Oriong-501 fishing vessel. Photograph: Yonhap/AFP/Getty

Pada tanggal 1 Desember 2014, kapal Oryeong 501 tenggelam di Laut Bering, Rusia. Sebelum tenggelam, Para ABK mendapat perintah untuk meninggalkan kapal. Terdapat beberapa ABK yang keluar dengan life raft kemudian diselamatkan oleh kapal lain. Sedangkan, sisa ABK lainnya kemungkinan keluar memakai pelampung (life vest). Terdapat 4 life raft untuk dua puluh orang (20) orang dan empat (4) life raft untuk 16 orang. Kapal diyakini tenggelam karena cuaca buruk, dengan kecepatan angin 20 m/s dan ombak 4m.

Kapal Oryong 501 dibuat di Spanyol pada November 1978 dan selanjutnya pada tahun 2010 kapal tersebut serah terima kepada Sajo Industry untuk menggantikan kapal yang lebih tua. Setelah Februari 2014, kapal Oryong 501 menjadi milik Korea. Sebelumnya, kapal ini memiliki dua kebangsaan dengan perjanjian codeshare, Korea, dan Rusia.

Sampai saat ini tim penyelamat masih bekerja keras untuk mencari kru yang masih hilang. Dimana dari 60 kru baru 8 orang yang ditemukan dengan 7 orang selamat 3 diantaranya warga Indonesia sedangkan 1 orang warga Korea Selatan ditemukan meninggal dunia sehingga masih 52 orang dalam proses pencarian dan 32 orang diantaranya warga Indonesia.

Kapal yang menyelamatkan 3 orang warga Indonesia adalah kapal nelayan Rusia (Carolina 77) dan kapal nelayan Korea-Rusia (Zaliv Zabiyaka). Hingga saat ini, ada 4 kapal yang dikirimkan untuk membantu proses evakuasi, yaitu 1 kapal dari perusahaan Sajo Industry, 1 kapal dari Rusia, dan 2 kapal perusahaan lain. Sementara itu, terdapat kapal lain yang juga menuju ke tempat kecelakaan untuk membantu proses evakuasi. Pihak Sajo Industry terus berkomunikasi dengan tim penyelamat dan proses evakuasi difokuskan pada ABK terlebih dahulu.

KBRI Seoul terus melakukan pemantauan dengan seksama mengenai insiden ini. Sampai saat ini KBRI telah menerima data, nama dan alamat  para kru Indonesia dari Kemlu ROK  guna proses verifikasi lebih lanjut dengan data dari agensi dan perusahaan. KBRI Seoul terus berkoordinasi guna memperoleh berita terkini dengan Kementerian Luar Negeri Korea, Kepolisian, Perusahaan Pemilik Kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadian berada di wilayah Rusia. Bahkan, Coast Guard Amerika ikut membantu pencarian ABK yang masih belum diketahui.

Sebagai info, pagi ini Menlu ROK telah menelepon Menlu RI mengenai insiden ini dan menyampaikan rasa simpati dan prihatin yang mendalam atas insiden tersebut. Pihaknya akan melakukan upaya terbaik untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan dan penanganan terhadap para korban dan berkoordinasi dengan pemerintah Rusia.

KBRI Seoul Terus Mengikuti Perkembangan Kecelakaan Kapal Korea Selatan di Laut Bering

oriong 501

         An undated photo of the Oriong-501 fishing vessel. Photograph: Yonhap/AFP/Getty

Kapal penangkap ikan jenis trawler dengan nama lambung Oryeong 501 berangkat tanggal 10 Juli 2014 pukul 14.00 waktu Korea dari Pelabuhan Busan menuju Rusia. Para ABK ditugaskan melakukan fishing 40-50 hari terhitung sejak ketibaan mereka di Laut Bering sekitar akhir bulan November. Oleh karena itu, mereka seharusnya dijadwalkan kembali lagi ke Korea bulan Januari 2015.

Pada tanggal 1 Desember 2014, kapal tersebut tenggelam di Laut Bering, Rusia sekitar pukul 14.00 (pukul 12.00 waktu Korea). Kapal diyakini tenggelam karena cuaca buruk. Kru yang berada dalam kapal berjumlah enam puluh (60) orang, yakni tiga puluh lima (35) orang WNI, tiga belas (13) orang warga Phillipine, sebelas (11) orang warga Korea, dan satu (1) orang Rusia.

Sampai saat ini terdapat delapan (8) kru yang berhasil diselamatkan, yaitu tiga (3) orang warga Indonesia, (3) tiga orang warga Philipine, (1) satu orang warga Rusia. Kapal yang menyelamatkan (3) tiga orang warga Indonesia adalah kapal nelayan Rusia (Carolina 77) dan kapal nelayan Korea-Rusia (Zaliv Zabiyaka)

KBRI Seoul terus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Korea guna memastikan kondisi para awak kapal termasuk upaya penyelamatan yang dilakukan. KBRI Seoul juga berkoordinasi dengan Kepolisian/Coast guard, perusahaan pemilik kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadi berada di wilayah Rusia. Adapun agensi dari Indonesia pengirim ABK terdiri dari 4 perusahaan, yang saat ini tengah dalam proses pencarian informasi dan koordinasi selanjutnya

Mengenai nama-nama dari awak kapal, saat ini KBRI Seoul dan Kementerian Luar Negeri RI terus mengadakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan Kemlu RI akan mengumumkan nama nama tersebut pada kesempatan pertama.

            Pimpinan dan seluruh staf KBRI Seoul turut prihatin atas kejadian tersebut dan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait serta akan segera menyampaikan kabar terkini mengenai perkembangan kejadian tersebut. (KBRI Seoul, Korea Selatan)

Kecelakaan Kapal Pencari Ikan Korea Selatan

oriong 501

An undated photo of the Oriong-501 fishing vessel. Photograph: Yonhap/AFP/Getty

 

Kementerian Luar Negeri Republik Korea telah mengonfirmasikan kecelakaan yang menyebabkan tenggelamnya kapal penangkap ikan jenis trawler dengan nama lambung Oryong 501. Kapal tersebut dimiliki oleh Sajo Industries, perusahaan yang berbasis di Republik Korea. Kecelakaan terjadi di Laut Bering, Rusia sekitar pukul 14.00 waktu Korea (12.00 WIB). Kapal tersebut diyakini telah tenggelam dikarenakan kondisi cuaca yang memburuk.

Jumlah kru berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian Luar Negeri Korea adalah (60) enam puluh orang, masing-masing (35) tiga puluh lima orang WNI, (13) tiga belas orang warga Philipine, (11) sebelas orang warga Korea, dan (1) satu orang Rusia.

Upaya penyelamatan terus dilakukan oleh otoritas Rusia dengan dibantu kapal-kapal yang berada disekitar tempat kejadian. Sampai saat ini, terdapat delapan kru yang berhasil diselamatkan : (3) tiga dari Indonesia, (3) tiga dari Philipinne, (1) satu dari Rusia, dan (1) satu orang meninggal dunia Warga Negara Republik Korea.

Data ABK yang selamat tersebut masih terus berubah mengingat proses penyelamatan dan identifikasi terus berjalan. Pemerintah Republik Korea telah membentuk gugus tugas yang dikoordinir Kementerian Luar Negeri setempat.

Duta Besar RI Seoul telah menghubungi Menteri Luar Negeri Republik Korea. Menteri Luar Negeri Republik Korea menyampaikan ucapan simpati bagi seluruh keluarga dari awak kapal yang masih belum diketahui nasibnya. KBRI Seoul telah pula membentuk gugus tugas dan menetapkan nomor hotline yang bisa dihubungi yaitu +821053942546.

KBRI Seoul terus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Korea guna memastikan kondisi para awak kapal termasuk upaya penyelamatan yang dilakukan. KBRI Seoul berkoordinasi pula dengan Kepolisian/Coast guard, perusahaan pemilik kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadian berada di wilayah Rusia.

(Sumber : KBRI Seoul)

Mantan Presiden SBY Menerima Penghargaan Di Korea Selatan

IMGL8557 - buat website

Pada tanggal 19 November 2014, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan The Grand Order of Mugunghwa dari Presiden Park Geun Hye dalam kunjungan 5 hari beliau ke Korea Selatan dalam rangka sidang konferensi Green Global Growth Institute dimana SBY bertugas sebagai Presiden GGGI.

The Grand Order of mugunghwa merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan kepada individu yang telah banyak memberikan kontribusi kepada Pemerintah Korea, termasuk dalam peningkatan hubungan bilateral dengan negara sahabat.

Mantan Presiden SBY dinilai telah banyak memberikan kontribusi terhadap peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dan hubungan tersebut menjadi semakin erat ditandai dengan meningkatnya pedagangan dan investasi di kedua negara. Selain itu, meningkatnya hubungan antara kedua bangsa juga semakin meningkat dengan banyak lalu lintas orang antara Indonesia dengan Korea Selatan baik untuk bisnis, belajar maupun wisata.

Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono Resmi Terpilih Sebagai Presiden GGGI

IMGL8419 - buat website

Pada pertemuan ke-3 Assembly of the Global Green Growth Institute (GGGI) dan sidang ke-6 Council of the GGGI yang dilaksanakan di Seoul pada hari Selasa, tanggal 18 November 2014, DR. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah terpilih dan disahkan secara aklamasi sebagai Presiden Assembly GGGI dan Chair of the GGGI Council.

SBY telah memimpin pertemuan ke-6 Council GGGI tersebut, setelah Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Mr. Yun Byung Se selaku Acting Chair pada awal pertemuan, menyerahkan kepemimpinan dengan disahkannya SBY secara aklamasi sebagai Ketua Council.

Menteri Luar Negeri Republik Korea, H.E. Yun Byung Se, serta perwakilan dari berbagai negara anggota GGGI lainnya menyatakan keyakinan dan harapannya akan kepemimpinan SBY yang dapat mengangkat inisiatif dan program-program GGGI ke level yang lebih tinggi serta meningkatkan international prominence dan relevance dari inisiatif GGGI.

Dalam pertemuan tersebut telah disepakati juga penggabungan fungsi 2 (dua) organ GGGI yaitu Assembly dan Council dalam rangka perampingan struktur manajemen dan peningkatan efisiensi pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut juga telah dibahas isu-isu penting GGGI kedepan, antara lain mengesahkan Strategic Plan untuk tahun 2015-2020, serta rencana kerja dan anggaran untuk tahun 2015-2016. Diskusi agenda pada pertemuan telah memberikan masukan untuk peningkatan lebih lanjut peran GGGI dalam upaya pencapaian global green growth.

GGGI juga perlu meningkatkan program yang lebih inklusif dan menarik minat negara-negara lain untuk menjadi anggota dengan cara membuat program-program yang menarik dan relevan. Untuk penguatan ini, GGGI juga perlu memperkuat kelembagaan dan organisasinya.

Sby berpandangan bahwa GGGI memiliki pendekatan unik yang menggabungkan kerja sama dan komitmen berbagai aktor negara dan non-negara serta para pakar dalam pembahasan strategi pertumbuhan hijau. "GGGI can not do everything, but GGGI can do a lot of things. Value added dari GGGI adalah sebagai bagian dari upaya global dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan berwawasan lingkungan". Dalam perkembangannya, program inisiatif GGGI diharapkan dapat menggerakkan banyak pihak dan seluruh pemangku kepentingan sehingga kebijakan dan solusi yang ditawarkan oleh GGGI dapat diimplementasikan oleh berbagai negara.

Disela-sela pertemuan tersebut juga telah diadakan penandatanganan aksesi Senegal sebagai anggota GGGI dan penandatanganan kesepakatan antara Sekretariat GGGI dengan Pemerintahan Kota Incheon.

Sidang menyetujui tanggal pertemuan berikutnya yaitu tanggal 15-16 Juni 2015 dan minggu ketiga November 2015.

Ini Tugas Baru SBY Sebagai Presiden GGGI

Sby05

Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono didaulat untuk memimpin Global Green Growth Institute (GGGI). Selain terpilih sebagai Chair of the Council, SBY juga ditunjuk sebagai President of Assembly dari perkumpulan filantropis ini. Sebenarnya apa tugas dan peranan SBY sebagai presiden di organisasi yang berpusat di Seoul, Korea Selatan ini?

GGGI adalah organisasi yang mempromosikan 'pertumbuhan hijau' yakni paradigma pertumbuhan yang ditandai dengan keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. GGGI mendukung 'pertumbuhan hijau' terutama di negara-negara berkembang untuk menggantikan paradigma yang menitikberatkan pada pengembangan industri.

GGGI awalnya diluncurkan sebagai think tank oleh Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak pada tahun 2010. Bentuknya berubah menjadi organisasi berbasis perjanjian internasional saat Rio + 20 Summit di Brazil pada tahun 2012. Pada Desember 2013, GGGI mendapat Observer Status dari Majelis PBB yang diserahkan pada Konferensi Para Pihak (COP) di Warsawa.

Tiga hasil yang ingin dicapai oleh GGGI adalah adopsi dan pelaksanaan rencana pertumbuhan hijau, penyediaan penelitian bagi para pembuat kebijakan, dan keterlibatan sektor swasta dalam pelaksanaan rencana pertumbuhan hijau nasional. Negara-negara anggota GGGI adalah Australia, Kamboja, Kosta Rika, Denmark, Ethiopia, Guyana, Indonesia, Kiribati, Korea, Meksiko, Mongolia, Norwegia, Papua Nugini, Paraguay, Filipina, Qatar, Rwanda, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Vietnam sebagai Majelis. Sementara Guyana, Filipina, Inggris, dan Kamboja berlaku sebagai Biro Majelis.

GGGI tak hanya memberi dukungan untuk perencanaan pertumbuhan hijau dan implementasi dalam mengembangkan individu serta negara berkembang. Organisasi ini juga bertujuan untuk menciptakan platform global sebagai sarana berbagi pengalaman antarnegara yang mengejar strategi pertumbuhan hijau.

Pemimpin dari komunitas pertumbuhan hijau ini memposisikan diri sebagai forum untuk bertukar saran. GGGI menjadi 'kolam global' bagi para pakar dan pembuat kebijakan.

SBY bertolak ke Seoul sejak Jumat (14/11) malam lalu. Di ibukota Korea Selatan itu, SBY mendapatkan pengarahan dari Direktur Jenderal GGGI Yvo de Boer. Foto briefing tersebut diunggah SBY di akun Twitter nya. Suami Ani Yudhoyono itu juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Yonsei, Korea Selatan.

Selamat menjalankan tugas baru, Pak SBY! (Detikcom)

Ngobrol 1 Jam dengan Dubes Korsel, Susi Ingin Genjot Ekspor Ikan ke Korea

susikorsel

Jakarta -Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin nilai ekspor produk perikanan ke Korea Selatan (Korsel) digenjot. Hari ini Susi bertemu dan dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai Young.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir 1 jam itu, Susi menyatakan ekspor produk perikanan ke Korea Selatan masih rendah. Nilainya sekitar kurang dari Rp 1 triliun per tahun atau US$ 80 juta.

"Ke depan kita ingin memperluas pasar, sekarang ekspor produk perikanan kita ke Korea baru US$ 80 juta per tahun," ungkap Susi di Gedung Mina Bahari I, kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Susi yang menggunakan pakaian kebaya putih dan selendang batik bermotif, melihat hal itu bisa terjadi karena peluang pasar di Korsel yang cukup besar. Apalagi mayoritas kebiasaan masyarat Korsel mengkonsumsi produk perikanan.

"Korea ini sangat besar pasarnya dan sama dengan Jepang, sama-sama banyak makan sea food. Potensi pasar masih cukup lebar," imbuhnya.

Selain peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke Korsel, kedua negera tersebut menyepakati beberapa hal seperti penangkapan ikan yang berkelanjutan sesuai tata kelola internasional.

Sementara itu Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai Young mengaku senang bertemu dengan Susi. Ini adalah kali pertama ia bertemu langsung dan berdiskusi serta menyepakati berbagai hal dengan mantan bos Susi Air itu.

"Saya senang bertemu dan berdiskusi dengan bu menteri dan Indonesia Korea itu teman dan sekarang kita bekerja sama di sektor kelautan dan perikanan," tuturnya.

"Kami sekarang berdiskusi dan melakukan MOU untuk hubungan dua negara. Kami akan terus meningkatkan hubungan ini. Ini yang saya akan menunjukan kepada kalian hari ini," katanya. (Detik.com)

Pidato Kenegaraan Pertama Jokowi

jokowi 7

Inilah pidato pertama Jokowi sebagai Presiden RI

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam samai sejahtera untuk kita semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya

Baru saja kami mengucapkan sumpah, sumpah itu memiliki makna spritual yang dalam, yang menegaskan  komitmen untuk bekerja keras mencapai kehendak kita  bersama sebagai bangsa yang besar.

Kini saatnya kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Saya yakin tugas sejarah yang berat itu akan bisa kita pikul bersama dengan persatuan, gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong royong adalah syarat bagi kita untuk menjadi bangsa besar.

Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan dan keterpecahan. Dan, kita tidak pernah betul-betul merdeka tanpa kerja keras.

Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan. Saya juga mengajak seluruh lembaga Negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

Saya yakin, negara ini akan semakin kuat dan berwibawa jika semua lembaga negara bekerja memanggul mandat yang telah diberikan oleh Konstitusi.

Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional, saya menyerukan  untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerj, bekerja, dan bekerja

Hadirin Yang Mulia,

Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan  martabat, dengan harga diri. Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradabannya sendiri. Bangsa besar yang  kreatif yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global.

Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk.

Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh presiden, wakil presiden ataupun jajaran pemerintahan yang saya pimpin, tetapi  membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa.

Lima tahun ke depan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa merdeka. Oleh sebab itu, kerja, kerja, dan kerja adalah yang utama. Saya yakin, dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan akan mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.


Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat.

Saya ingin menegaskan, di bawah pemerintahan saya, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, yang diabdikan untuk kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan atas nama bangsa Indonesia  menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof. Dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun terakhir.


Hadirin yang saya muliakan,

Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat.  Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama.

Merdeka !!!, Merdeka !!! Merdeka !!!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga Tuhan memberkati,

Om Shanti Shanti Shanti Om.”

 

Wiryanti Sukamdani: Tiongkok dan Korsel Pasar Potensial Indonesia

yanti

Tiongkok dan Korea Selatan merupakan pasar pariwisata potensial bagi Indonesia, mengingat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di kedua negara tersebut berdampak dengan meningkatnya jumlah masyarakatnya yang berlibur ke luar negeri.

Berdasarkan data BPS pada tahun 2013 tercatat wisatawan Tiongkok (RRT) 747.921 orang dan Korea Selatan sebesar 343.627 orang masuk ke Indonesia. Meski relatif masih sedikit namun potensi pertumbuhannya cukup besar. Demi lebih menggenjot pertumbuhan wisatawan di kedua negara tersebut, baru-baru ini Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) menggelar kegiatan sales mission di kedua negara tersebut.

BPPI meggelar kegiatan sales mission di Shanghai, Tiongkok pada 5 September 2014 dan Busan, Korea Selatan pada 15 September 2014. Event Nichemarket di Shanghai, Tiongkok merupakan ajang promosi pariwisata yang bersifat b to b (business to business) di mana para narasumber Nichemarket berlaku sebagai sellers melakukan presentasi yang berujung pada pertemuan bisnis dengan para industri pariwisata Tiongkok sebagai buyers.

Ketua BPPI SB Wiryanti Sukamdani yang menginisiasi kegiatan Nichemarket tersebut sangat optimis bisa membantu pencapaian target kunjungan wisatawan dari Tiongkok sebesar 1,1 juta pada tahun 2014. Selain agenda Nichemarket ini, sebelumnya BPPI juga melaksanakan kegiatan sales mission di Xiamen dan Hangzhou pada 26-31 Agustus 2014.

Pada kesempatan tersebut Wiryanti Sukamdani memberikan paparan tentang perspektif dan potensi pariwisata Indonesia dihadapan para buyers industri pariwisata Tiongkok. Kegiatan Nichemarket 2014 ini juga dihadiri Dubes RI untuk Tiongkok Soegeng Rahardjo dan Konjen RI di Shanghai Kenssy D Ekaningsih.

"Dengan kemajuan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di Tiongkok, pada tahun 2013 saja jumlah outbound-nya sebesar 60 juta, dan Indonesia baru bisa meraih 747.921 wisatawan Tiongkok. Itu belum mencapai 1 persen. Sementara negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia dan Thailand sudah meraih lebih dari 2-3 juta kunjungan wisatawan dari Tiongkok," ujar Wiryanti Sukamdani di Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Wiryanti menjelaskan, sangatlah mungkin jika dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang cukup tinggi dengan potensi outbound tahun 2014 diperkirakan mencapai 100 juta. Maka sudah selayaknya Indonesia berperan lebih aktif dengan melakukan promosi yang gencar guna mencapai cita– ita kunjungan wisatawan Tiongkok sebesar 3 juta pada akhir tahun 2019.

Target 400.000 Wisatawan Korsel

Kegiatan sales mission BPPI di Korea Selatan dipusatkan di Busan pada tanggal 15 september 2014, dikemas dalam bentuk presentasi oleh Ketua BPPI, Ayodya Hotel Bali, Vito (visit indonesia tourism officer) Korsel dan Cathay Pacific, serta penampilan sejumlah tarian tradisional Indonesia. BPPI menargetkan kunjungan wisatawan Korsel ke Indonesia meningkat menjadi 400.000 orang.

Pembukaan dihadiri lebih dari 100 industri pariwisata Korsel. Dalam kegiatan tersebut, Wiryanti Sukamdani mempresentasikan potensi pariwisata indonesia terutama yang sangat disukai dan digemari oleh wisatawan Korsel yaitu tempat–tempat bulan madu (honeymoon destination) serta marine tourism.

Wiryanti juga berkesempatan melanjutkan pertemuan dengan Dubes RI untuk Korsel John Prasetyo di Seoul. Selain itu juga menemui beberapa travel agent yang banyak berkontribusi untuk menjual paket ke Indonesia seperti paket golf, honeymoon, industrial estate tours dan paket-paket wisata bahari.

"Pemerintah Indonesia menetapkan target kunjungan wisatawan dari Korsel sebesar 400.000 orang pada tahun 2014. Kiranya target tersebut dapat dicapai dengan adanya sejumlah penerbangan langsung seperti Garuda Indonesia, Korean Air, Asiana Air dan Cathay Pacific. Tren kunjungan wisatawan Korsel pun meningkat setiap tahun," ujarnya.

Wiryanti yakin pasar Korsel dengan inbound 20 juta sangat potensial Indonesia bisa menjaring wisatawan Korsel lebih banyak lagi. (Kompas.com)

 

SBY Pimpin GGGI, Marty: Ini Pengakuan Internasional terhadap Indonesia

SBY2

Posisi Indonesia dalam upaya pelestarian lingkungan sudah diakui dunia internasional. Indonesia sudah dinilai sebagai bagian dari solusi. Pengakuan dan kepercayaan internasional terhadap Indonesia semakin tinggi setelah Presiden SBY juga dipercaya menjadi Presiden Majelis sekaligus Ketua Dewan Global Green Growth Institute (GGGI).

"Ini bukan saja trust masyarakat internasional kepada beliau sebagai pribadi dan Indonesia, tapi juga semacam pengakuan Indonesia bisa menjembatani berbagai kepentingan yang perlu direkonsiliasi," kata Menlu Marty Natalegawa seusai menghadiri resepsi penerimaaan SBY sebagai pemimpin CGGI di Markas Besar PBB, New York, Selasa (23/9/2014).

Menurut Marty, hal unik dari GGGI adalah perlu ditumbuhkembangkannya kemitraan antara pemerintah, masyarakat madani, komunitas saintifik, dan pelaku bisnis. "Jadi empat komponen utama ini yang perlu dipertemukan. Dan saya kira Bapak Presiden dianggap sebagai figur yang menyuarakan dan mempersatukan kepentingan-kepentingan yang dianggap berseberangan," ujar Marty.

Banyaknya kepentingan ini telah disinggung oleh mantan Presiden Guyana Bharrat Jagdeo yang bertindak sebagai Presiden Majelis GGGI 2012-2014. "Jadi di antara negara berkembang, ada anggapan bahwa green gowth (pertumbuhan hijau) sebagai sesuatu yang seolah-olah dicurigai apa maksud dan tujuannya. Apa ini persyaratan dari negara-negara maju terhadap negara berkembang, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi mereka ataua bagaimana. Saya kira Presiden SBY melalui peranan beliau bisa menembatani untuk menghapus anggapan-anggapan itu," kata Marty.

Seperti diberitakan, Presiden SBY resmi menerima tawaran untuk menjadi Presiden Majelis sekaligus Ketua Dewan Global GGGI. SBY berkomitmen GGGI akan memainkan peran kunci dalam pertumbuhan hijau, pertumbuhan ekonomi yang berwawasan lingkungan. "Saya yakin GGGI dapat memainkan peran kunci dalam mengarusutamakan pertumbuhan hijau, pertumbuhan berwawasan lingkungan. GGGI harus menjadi yang terdepan dari pembahasan mengenai isu-isu global," kata Presiden SBY dalam pidato penerimaannya sebagai pemimpin GGGI.

SBY menggantikan Lars Lokke Rasmussen (mantan PM Denmark) dan Bharrat Jagdeo sekaligus, yang saat ini menjabat Ketua Dewan dan Presiden Majelis GGGI. SBY akan memulai mengemban dua jabatan ini pada 18 November 2014. Pada saat itu, SBY sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden Indonesia. Organisasi ini berpusat di Seoul.

GGGI memiliki dua badan, yakni Majelis dan Dewan. Majelis merupakan organ tertinggi, sedangkan Dewan bertindak sebagai eksekutif. Organisasi ini memiliki kantor operasi di lima benua dan memiliki 20 negara anggota. Lembaga ini bertujuan membantu memberikan asistensi pada negara-negara berkembang dalam merumuskan pembangunan yang ramah lingkungan. GGGI juga memberikan asistensi bagi program kerja sama pemerintah dan swasta.

Presiden Korsel Park Geun-hye yang hadir dalam resepsi penerimaan SBY sebagai pemimpin GGGI, menjelaskan alasannya meminta SBY memimpin organisasi yang diinisiasi Korea Selatan itu. Indonesia, ujar Park, kini telah menjadi bagian dari solusi, sehingga dunia menempatkan pelestarian hutan sebagai bagian inti dari permasalahn lingkungan. "Ini berkat upaya keras Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden SBY," kata Park Geun-hye. (Detik.com)

OCA Setuju Indonesia Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018

AseanGames1

Badan Eksekutif Dewan Olimpiade Asia (OCA) menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Pernyataan ini dikeluarkan di Incheon, Korea Selatan, Jumat (19/9/2014). Pesta olahraga antarbangsa Asia itu sempat mengalami masalah tempat penyelenggaraan setelah Vietnam yang sebelumnya ditunjuk ternyata mengundurkan diri karena masalah dana.

"Hari ini badan eksekutif telah menyetujui tahun 2018 nanti Asian Games akan berlangsung di Jakarta, Indonesia," kata Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah. Sidang pleno OCA akan berlangsung Sabtu (20/9/2014), yang agendanya juga akan mengesahkan penunjukan tersebut.

Namun, Sheikh Amad menegaskan bahwa pertemuan khusus OCA sebelumnya telah memberikan dia "wewenang untuk memutuskan dan menemukan tuan rumah pengganti Vietnam".

Pertemuan eksekutif OCA di Incheon hari Jumat itu berlangsung menjelang dibukanya Asia Games ke-17 yang diikuti sekitar 13 ribu atlet dan ofisial dari 45 negara.

Vietnam semula mendapat hak sebagai tuan rumah Asian Games ke-18 pada 2019, tetapi mengundurkan diri karena krisis ekonomi. Indonesia menjadi favorit sebagai pengganti, sementara kandidat lainnya kurang serius.

OCA semula menjadwalkan event itu pada 2019 untuk menghindari benturan dengan Olimpiade musim dingin yang berlangsung di Korea Selatan pada 2018.

Namun, pihak Indonesia menyampaikan kepada OCA bahwa jika terpilih menjadi tuan rumah Asian Games, waktu penyelenggaraannya harus setahun lebih awal dari jadwal semula, yakni 2018, karena pada 2019 ada pemilihan presiden. (Kompas.com)

Ini Urutan Parade 45 Negara Peserta Asian Games ke-17

incheon-asian-gamesJumat, 19 September 2014

UPACARA pembukaan pesta olahraga Asian Games ke-17 yang akan digelar malam nanti di Incheon Asiad Main Stadium yang terletak di wilayah Yeonhi-dong akan menampilkan parade atlet dari 45 negara peserta yang tergabung dalam Olympics Council of Asia (OCA).

Menurut rilis dari laman resmi Asian Games ke-17, parade atlet akan diurutkan berdasarkan alfabet dari nama resmi masing-masing negara peserta. Sebagai perumpamaan, Indonesia diurutkan atas nama resminya yakni Republic of Indonesia atau Nepal akan diurutkan berdasarkan nama resminya, Federal Democratic Republic of Nepal. Namun pengecualian bagi tuan rumah, Korea Selatan yang akan muncul dalam urutan terakhir di parade itu.

Selengkapnya...

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014