Wakil Gubernur Provinsi Gyeongsang Utara Berkunjung ke Wisma Duta RI

 GyeongsangPhoto11

Pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2015, Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio mengadakan makan siang bersama wakil gubernur provinsi Gyeongsang Utara, Ambassador Hong Jong-kyoung di Wisma Duta RI. Bersamaan dengan itu juga diundang Bapak Prof. Dr. Arief Rahman yang merupakan ketua komisi Indonesia untuk Unesco, dimana yang bersangkutan datang Korea sebagai wakil Indonesia untuk hadir dalam seminar Internasional Global Citizenship Education in Korea and Asean di Seoul dan bertindak sebagai pembahas pada seminar tersebut.

Selain itu pada pertemuan tersebut Ambassador Hong menyampaikan bahwa provinsi Gyeongsang Utara tahun ini bermaksud untuk melaksanakan Gyeongju World Culture Expo dengan tema Gyeongju Silk Road Festival 2015 yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus – 18 Oktober 2015 (59 hari). Pada even ini akan terdiri dari 3 acara utama yaitu Performance, Grand Bazaar dan Acara Pembukaan dan Penutupan serta Nasional Day. Pada kesempatan tersebut Ambassador Hong meminta agar KBRI Seoul dapat ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Duta Besar RI menyambut baik ajakan tersebut dan menyampaikan akan menjajagi kemungkinan agar ada tim kesenian dari Indonesia yang bisa ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Selain itu mengingat bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan mulai bulan Agustus – Oktober 2015, Dubes RI juga menjajaki kemungkinan jika kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan dihubungkan dengan ulang tahun kemerdekaan RI ke 70.

Biak Numfor Kembangkan Pariwisata dan Perikanan Kelautan

biaknumfor9

22 Januari 2015

Kabupaten Biak Numfor, Papua yang berada di perairan Samudera Pasifik tengah mengembangkan potensi pariwisatanya. Pemkab Biak Numfor menyiapkan anggaran hingga Rp7 miliar untuk membangun insfrastruktur kampung wisata di Kepulauan Samberpasi pada 2015. Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor juga akan membangun sarana pendidikan, pengembangan usaha kecil menengah, dan pengembangan Kampung Nelayan Samberpasi.

Plt. Bupati Biak Numfor Thomas Ondy mengutarakan bahwa prasarana yang akan dibangun berupa jalan lingkungan, drainase, lampu jalan, marina, penginapan, bedah rumah, pondok informasi wisata, ruang serbaguna, serta sarana wisata bahari berupa rubberboat, jet sky, peralatan selam, klinik dan playground.

Dengan disiapkan fasilitas pariwisata dan perikanan, diharapkan Kampung Wisata Samberpasi dan sekitarnya menjadi daerah tujuan wisata bahari. Ke depan juga kawasan ini diharapkan dapat memberikan pemasukan dari sektor pariwisata dan perikanan kepada daerah.

Pemkab Biak Numfor berharap semua elemen masyarakat mendukung program sektor pariwisata dan perikanan dalam rangka mengimplementasikan sektor kemaritiman yang menjadi program pemerintahan Presiden Jokowi.

Perairan di sekitar Biak Numfor memiliki kekayaan bahari yang melimpah. Pulau terbesar di antara rantai kepulauan kecil di utara Pulau Papua itu memiliki lahan budidaya laut mencapai 9,9 juta hektare dan lahan budidaya pantai 42 ribu hektare. Lahan tersebut mampu menghasilkan ikan laut 1,5 juta ton per tahun dan hasil tambak 1,6 juta ton per tahun. Oleh karenanya, Presiden Jokowi juga melirik pengembangan pelabuhan di Biak.

"Perlu dipersiapkan pelabuhan modern untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Presiden.

Lokasi penangkapan ikannya berada di Nusi Babaruk, Wundi, dan Miosbefondi (Kepulauan Padaido), Numfor Timur, perairan Numfor Barat, perairan pantai utara Biak, perairan Urfu, Samber dan Waroi (Yendidori ), serta perairan Tanjung Barari.

Hasil perikanan di Kabupaten Biak Numfor telah dipasarkan ke pasar lokal, ke pasar antarpulau, dan pasar internasional dengan pemasaran ke Thailand, Australia, dan Singapora. Komoditi utamanya adalah teripang (31.161 kg), lobster (15.154 kg), dan ikan segar (2.187 kg), dan selebihnya berupa kerang-kerangan, kepiting, sirip ikan hiu, dan ikan asin.

Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor, Zeth Sandy, mengatakan Pemerintah memang akan memprioritaskan sektor pariwisata dan perikanan kelautan. Hal ini sesuai dengan Program Jangka Menengah Daerah 2014-2019.

"Program ini segera disahkan menjadi perda pada 31 Desember mendatang," jelasnya.

Biak Numfor di Pulau Biak sendiri dapat dijangkau dari berbagai pulau di Indonesia dengan memanfaatkan penerbangan ke Bandara Frans Kaisiepo (Maskapai Garuda dan Sriwijaya). Di Biak, tersedia di beberapa penginapan dan waktu seminggu cukup untuk menjelajahi beragam keindahan memukau di sana.

Beberapa lokasi tujuan wisata yang dapat Anda jangkau di antaranya Kepulauan Padaido seluas 137 km2 yang memiliki keindahan bawah laut dan pesisir pantai. Pantai Inpendi di Desa Adoki, Distrik Yendidori dapat ditempuh selama 15 menit dari Kota Biak. Pantai Wari di Kampung Bosnabraidi Distrik Biak Utara dapat ditempuh sekira 1,5 jam dari kota Biak. Pantai Korem dengan teluknya yang melengkung seluas 1 km dan areal pasir delta dapat dijangkau sekira 32 km dari Kota Biak. Pantai Bosnik (Pantai Segara Indah) di Distrik Biak Timur dapat dicapai 25 menit dari Kota Biak. Juga Pantai Asaibori yang cocok untuk berenang, snorkeling serta berjemur dengan pantai berpasir putih bersih dan memiliki garis pantai memanjang.

Bandara Frans Kaisiepo untuk Penerbangan Internasional

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Papua mewacanakan pembukaan kembali Bandara Frans Kaisiepo di Biak Numfor, Papua untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah timur Indonesia.

Bandara Frans Kaisiepo direncanakan dibuka kembali untuk penerbangan internasional. Sebelumnya bandara ini pernah disinggahi penerbangan Jakarta - Biak - Honolulu - Los Angeles. Akan tetapi, jalur tersebut ditutup akibat krisis moneter tahun 1997. Kondisi itu berikutnya seakan memperlambat roda perekonomian Pulau Biak.

"Saya memperhatikan aspirasi bupati dan walikota, harapannya untuk membangun daerah dan masyarakat Papua," kata Jokowi setelah bertemu dengan kepala daerah se- Papua, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Manuhua, Biak.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyatakan masih menunggu permintaan arus penumpang ke Biak untuk membuka penerbangan internasional di Bandara Frans Kaisiepo.

"Kalau demand-nya bagus, nanti maskapai juga akan ke sana," ungkap pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murj atmodjo.

Menurut Djoko, untuk mendorong permintaan penumpang, mesti ada kerja sama lintas sektor. Misalnya, ada paket-paket wisata, industri pertanian, sampai perikanan.

"Sekarang Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan sedang mengkaji kesiapan bandara dan operasinya."

Sejak dahulu memang Pulau Biak dianggap strategis lokasinya karena berada di tapal batas wilayah NKRI, bahkan pada masa Perang Dunia II, Biak adalah basis strategis Angkatan Laut Jepang di Pasifik sehingga Amerika Serikat membombardirnya pada 29 Mei 1944. Pada 2005, Pemerintah Rusia juga pernah berencana menjadikan Biak sebagai lokasi peluncuran roket dan satelit luar angkasa karena lokasi dipandang strategis.

Belanja pemerintah dalam RAPBN-P 2015 menjadi Rp1.330,8 triliun

jokowi01

Senin, 19 Januari 2015, Pemerintah menetapkan belanja pemerintah dalam RAPBN-P 2015 sebesar Rp1.330,8 triliun, turun Rp61,7 triliun dari pagu sebelumnya dalam APBN yang diproyeksikan sebesar Rp1.392,4 triliun.

"Perubahan belanja pemerintah pusat, terlihat dari belanja Kementerian Lembaga yang lebih tinggi Rp132,2 triliun dari APBN dan belanja non Kementerian Lembaga yang lebih rendah Rp193,9 triliun dari APBN," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Senin.

Bambang menjelaskan belanja Kementerian Lembaga meningkat dari sebelumnya dalam APBN Rp647,3 triliun menjadi Rp779,5 triliun karena adanya penambahan alokasi anggaran untuk program prioritas Rp120,5 triliun, realokasi belanja Rp9,1 triliun dan berbagai perubahan lainnya.

Sedangkan, belanja non Kementerian Lembaga turun dari sebelumnya Rp745,1 triliun menjadi Rp551,2 triliun dalam RAPBN-Perubahan yang disebabkan penurunan subsidi BBM Rp194,2 triliun, penghematan subsidi elpiji, peningkatan pembayaran bunga utang Rp3,4 triliun dan peningkatan belanja hibah Rp1,1 triliun.

"Ini merupakan struktur anggaran yang baru, karena dalam sepuluh tahun terakhir, belanja Kementerian Lembaga selalu lebih rendah dari belanja non Kementerian Lembaga, kecuali tahun 2013 dan 2015 ini," kata Bambang.

Belanja subsidi BBM telah menyusut dari sebelumnya dalam APBN Rp276 triliun menjadi Rp81,8 triliun, subsidi LPG turun dari sebelumnya Rp55,1 triliun menjadi Rp28,7 triliun, namun subsidi listrik naik dari Rp68,7 triliun menjadi Rp76,6 triliun.

Sementara, ruang fiskal yang didapat dari restrukturisasi belanja subsidi dialihkan antara lain untuk tambahan pembangunan infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi Rp49,8 triliun, pemenuhan kewajiban dasar Rp20,8 triliun dan pengurangan kesenjangan Rp43,5 triliun.

Selain itu, tambahan dana anggaran prioritas lainnya adalah untuk pembangunan infrastruktur konektivitas sebesar Rp12,9 triliun, penambahan alokasi transfer ke daerah Rp20,5 triliun dan prioritas lainnya sebesar Rp7,7 triliun.

Sedangkan, total anggaran pendidikan sedikit menurun dari Rp409,1 triliun dalam APBN menjadi Rp406,7 triliun dalam RAPBN-Perubahan, meskipun rasio anggaran relatif meningkat dari 20,06 persen menjadi 20,39 persen.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN-Perubahan 2015 sebesar Rp1.769 triliun atau lebih rendah dari target dalam APBN sebesar Rp1.793,6 triliun, atau ada selisih Rp24,6 triliun.

Sementara, pagu belanja negara dalam RAPBN-Perubahan 2015 diproyeksikan mencapai Rp1.994,9 triliun atau lebih rendah dari pagu dalam APBN sebesar Rp2.039,5 triliun, atau ada selisih sebesar Rp44,6 triliun.

Dengan demikian, defisit anggaran pada 2015 diproyeksikan mencapai Rp225,9 triliun atau 1,9 persen terhadap PDB, lebih rendah dari perkiraan semula dalam APBN sebesar Rp245,9 triliun atau 2,21 persen terhadap PDB.

Penyusunan draf RAPBN-Perubahan 2015 ini dilakukan berdasarkan asumsi makro yaitu pertumbuhan ekonomi 5,8 persen, tingkat inflasi 5,0 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp12.200 dan tingkat bunga SPN 3 bulan 6,2 persen.

Selain itu, asumsi makro lainnya dalam RAPBN-Perubahan 2015 antara lain harga ICP minyak 70 dolar AS per barel, lifting minyak 849 ribu barel per hari dan lifting gas 1.177 ribu barel setara minyak per hari.

CVR AirAsia QZ8501 akhirnya ditemukan

kotakhitam

Komite Nasional Kecelakaan Pesawat (KNKT) menyatakan 100 persen kotak hitam --baik itu perekam data penerbangan Flight Data Recorder (FDR) yang sudah ditemukan lebih dulu kemarin dan perekam suara di kokpit pesawat Cockpit Voice Recorder (CVR)-- pesawat AirAsia QZ8501 telah berhasil ditemukan.

"Ini 100 persen sudah bisa didapatkan. Jika dilihat secara fisik keduanya (FDR dan CVR) dalam keadaan baik," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi didampingi Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto dan Panglima Komando RI Armada Wilayah Barat Laksamana Muda TNI Widodo di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa.

Ia sempat mengkhawatikanr kotak hitam sulit ditemukan karena kondisi alam yang menyulitkan "ping" kotak hitam bisa terdeteksi.

CVR langsung dibawa ke kantor KNKT di Jakarta.

Menurut dia, FDR yang telah ditemukan dan dibawa ke Jakarta, kemarin (12/1), telah dibuka pada pukul 09.00 WIB. Modul memori dikeringkan dan setelahnya akan mulai diunduh.

"Kalau di download (diunduh) tidak lama. Yang lama ketika grafik atau parameter harus dibaca," ujar dia.

Sementara itu Pangarmabar Laksda TNI Widodo mengatakan setelah operasi SAR gabungan berjalan 17 hari, tim gabungan telah berhasil menemukan dan mengangkat ekor pesawat, FDR, dan CVR AirAsia yang dicari.

Dengan demikian karena sebagian besar yang dicari telah ditemukan parfa prajurit dengan dukungan KN Jadayat, kapal riset Baruna Jaya I, kapal Crest Onyx milik SKK Migas, kapal survei Geosurvey, dan kapal-kapal lain, maka hasil operasi dinyatakan optimal.

Yang menemukan CVR adala Lettu Aang Zainal, Sertu Widodo Hadi, dan Serda Rajak Suwarno. CVR tidak ditemukan di bawah sayap pesawat, tetapi di bawah puing-puing yang tertutup pasir.

"Setelah pasir disingkirkan ternyata itu mesin pesawat. Penyelam sudah menandai dengan buoy berwarna kuning sehingga keluarga bisa melakukan tabur bunga di sana," ungkap dia.

Ia mengatakan posisi mesin pesawat ditemukan tersebar dan berserakan 1,7 mil laut atau sekitar 3,4 kilometer dari ekor pesawat. Jarak dari lokasi penemuan FDR sekitar 500 meter di kedalaman 32 meter. (Antaranews)

Warga Korea Selatan Korban AirAsia QZ8501 Teridentifikasi

airasia1

Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi tiga jasad korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Dua di antaranya berhasil dikenali dari gigi emasnya.

Jasad pertama diketahui bernama Kyung Hwa Lee, perempuan, 34 tahun, warga negara Korea Selatan. Lee dikenali berdasarkan pencocokan antara antemortem berupa jenis kelamin, usia, serta properti berupa bra khusus untuk menyusui dengan data postmortem-nya.

"Data itu diperkuat dengan data primer, yakni kecocokan antara data antemortem tambalan gigi berbahan emas dengan data postmortem," ujar Ketua Tim DVI Kombes Budiyono di kompleks Mapolda Jawa Timur, Minggu (11/1/2015).

Jasad kedua diketahui bernama Seong Beom Park, laki-laki, 37 tahun, warga negara Korea Selatan. Park dikenali berdasarkan pencocokan antara antemortem berupa usia, jenis kelamin, serta properti, yakni gendongan bayi dengan postmortem.

"Hal itu juga diperkuat dengan pencocokan antara data antemortem, yakni foto panoramic gigi tambalan berbahan emas korban dengan data postmortem," lanjut dia.

Berdasarkan manifes pesawat, Lee dan Park adalah sepasang suami istri. Keduanya diketahui membawa bayi mereka yang masih berusia satu tahun. Meski demikian, sang bayi belum ditemukan hingga saat ini.

Adapun jasad ketiga yakni diketahui atas nama Vera Chandra Kho, perempuan berusia 19 tahun dengan label jenazah B037. Vera dikenali dari kecocokan data sekunder, yakni jenis kelamin, usia, dan properti anting antara data antemortem dengan postmortem.

"Data itu diperkuat setelah tim DVI mendapat rekam medis gigi kirban dari dokter gigi yang pernah merawat korban. Hasilnya cocok," ujar Budiyono.

Dengan teridentifikasinya tiga jasad tersebut, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 32 jasad dari 48 jasad yang masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Adapun, dari 32 jasad itu, 29 jasad di antaranya telah diserahkan kepada keluarganya masing-masing untuk dikebumikan atau diperabukan. (kompas.com)

KBRI Seoul Menyerahkan Langsung Jenazah Korban Oryong 501

oriong 501

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi hari Jumat (9/12/2015) menerima penyerahan 13 jenazah warga negara Indonesia yang menjadi korban tenggelamnya kapal Oryong 501 milik Korea Selatan di Selat Bering, Rusia. Penyerahan 13 jenazah yang telah diidentifikasi tersebut dilaksanakan di terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta.

Melalui kerjasama KBRI Seoul  dengan pemerintah Korea Selatan proses identifikasi dapat diselesaikan dengan cepat dan jenazah diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Perwakilan RI, Seoul, Korsel, Cecep Herawan.

Dalam serah terima tersebut selain pihak Kemlu RI melalui KBRI Seoul dan KBRI Moskwa yang selama ini memang intensif memantau pencarian dan identifikasi, turut hadir pula perwakilan daerah asal korban yaitu dari Pemerintah Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Dengan dipulangkannya 13 jenazah ini, total 19 korban Oryong telah ditemukan.

Pekan lalu, tiga korban selamat yaitu Wanto asal Brebes, Teguh Hariono asal Lumajang, dan Naryanto Bin Wastara asal Indramayu telah dipulangkan. Sementara itu, ada tiga jenasah yang saat ini masih dalam tahap identifikasi akan dikirimkan ke Indonesia secepatnya.

Seperti dilaporkan Kemlu sebelumnya, Kapal Oryong 501 yang tenggelam di Selat Bering, Rusia pada 1 Desember lalu ini membawa total 35 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia. Dengan ditemukannya 19 korban, maka total 16 ABK asal Indonesia belum ditemukan.

Sementara itu Kemlu dan KBRI Seoul berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak korban, baik asuransi maupun kewajiban perusahaan.

Kemlu tunggu proses identifikasi jenazah penumpang QZ8501

airasia1

Kementerian Luar Negeri menunggu proses identifikasi jenazah penumpang Air Asia QZ8501 untuk memastikan proses pemulangan bila terdapat warga negara asing.

"Jadi saya sudah bicara dengan Pak Kapolri kan ini evakuasi sudah dilakukan pihak terkait," kata Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Selasa.

Menlu mengatakan pihaknya telah menyepakati proses penanganan korban bila berkewarganegaraan asing.

"Kita sudah menyepakati mekanisme dengan Kapolri karena itu (proses identifikasi) di bawah mereka. (jika) ada warga negara asing, Kemenlu yang akan memberikan notifikasi kepada kedutaan warga negaranya yang sudah teridentifikasi," kata Menlu.

Menlu Retno mengatakan, kementerian luar negeri akan dilibatkan untuk proses pemulangan jenazah penumpang yang berkewarganegaraan asing.

"Notifikasi, karena mengenai masalah pemulangan jenazah diurus operator, jadi tugas kementerian luar negeri adalah memberikan notifikasi kepada kedutaan besar dimana warga negaranya teridentifikasi," kata Menlu.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur kepada wartawan di Surabaya, Selasa, mengatakan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim pada Selasa pagi akan melaksanakan rapat rekonsiliasi terhadap 21 jenazah yang sudah selesai pendataan post mortem untuk menemukan identitas jenazah. (Antara news)

Pesawat Korsel Temukan 6 Jenazah

airasia1

Pesawat P3-C Orion KN-01 milik Korea Selatan yang kepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma tak membawa tangan kosong dalam operasi pencarian hari keduanya. Pesawat ini berhasil menemukan 6 jenazah korban Pesawat AirAsia yang jatuh di selatan Perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

"Setelah menyisir area pencarian selama lebih dari 2 jam akhirnya pada pukul 11.58 mereka berhasil menemukan 3 jenazah duduk di kursi dalam satu baris (row) pada koordinat 03.52.34.S dan 110.29.50.E," demikian tertulis dalam siaran pers Dispen TNI AU, Jumat (2/1/2015).

Penemuan selanjutnya dari operasi Pesawat Orion yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pagi tadi terjadi pada pukul 12.31 WIB, 12.48 WIB, dan terakhir pukul 13.00 WIB. Salah satu jenazah terlihat dari pantauan udara dengan posisi terlentang.

"Ketiganya terletak di lokasi tidak jauh dari 3 jenazah pertama. Setiap penemuan korban segera disampaikan lewat radio di samping melempar suar pendanda posisi setiap korban untuk dievakuasi oleh KRI 357 Bung Tomo yang juga mengatur kapal lain termasuk USS Sampson di dekat situ," lanjut keterangan Dispenau.

Pesawat Korsel dibawah pimpinan Mission Commander Colonel Yoon Kiheui itu saat ini telah kembali mendarat di Lanud Halim. Dalam operasi SAR AirAsia hari kedua Orion Korsel, pesawat intai anti kapal selam tersebut terbang cukup rendah pada ketinggian 300 feet atau 100 meter dari permukaan laut. (detik.com)

Ini Kronologi Penemuan AirAsia QZ8501

airasia1

Setelah melakukan pencarian terus menerus pada hari ke 3, Selasa 30 Desember 2014 , Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama tim berhasil menemukan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 dan jenazah penumpang. Temuan ini berpusat di Laut Jawa, dekat dengan Selat Karimata.

Berikut kronologi proses penemuan tersebut seperti disampaikan Kepala Basarnas Marsdya FHB Soelistyo di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat sebagai berikut:

Pukul 10.05 WIB
Pesawat C295 milik TNI AU menemukan benda-benda berupa serpihan yang mengapung pada posisi 03°46' 50'', dan 110° 29' 27''.

Pukul 11.07 WIB
Pesawat Hercules TNI AU °°menemukan kembali lempengan logam pada posisi 08° 50'' 43', dan 110° 29''21.8'.

Pukul 12.50 WIB
Pesawat Hercules TNI AU menemukan objek yang menggambarkan bayangan di dalam laut seperti diduga bentuk pesawat.

Pukul 13.25 WIB
Pencarian kembali dilakukan untuk meyakinkan temuan-temuan itu, dan tim pencari kembali melihat benda mengapung yang diduga salah satu jasad penumpang.

Pukul 13.50 WIB
Unsur TNI AL yaitu KRI Bung Tomo melihat benda terapung yang diduga emergency exit door dari pesawat.

Pukul 14.00 WIB
KRI Bung Tomo bersama-sama dengan helikopter Basarnas melaksanakan pencarian untuk meyakinkan sekaligus mengevakuasi serpihan berupa emergency exit menuju kapal KRI Bung Tomo. (Photo : Merdeka.com)

Pesawat Air Asia Hilang Kontak

airasia1

by. Merdeka.com

Pencarian besar-besaran telah dimulai hari ini untuk menemukan AirAsia yang hilang kontak saat terbang dari Surabaya menuju Singapura. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tak ada batas waktu pencarian pesawat bernomor QZ8501.

"Pemeritah tidak akan pernah putus asa dan tak berikan batas waktu kapan pencarian itu, yang penting temukan korbannya dan pesawatnya," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di Bandara Juanda, Sidoarjo, Senin (29/12/2014).

JK mengatakan semua pihak bekerja keras bahu membahu baik dari Basarnas, TNI, termasuk dari pihak AirAsia sendiri untuk secepat mungkin menemukan pesawat yang mengangkut 162 orang tersebut.

"Semua bekerja sama termasuk AirAsia berusaha keras temukan pesawat itu," ujar ketua umum PMI itu.

"Memang menemukan pesawat di lautan yang luas, tentu tidak semudah ditemukan di darat. Tapi usaha keras selalu kita usahkan apalagi di dalam cuaca buruk," tegas JK.
Pesawat AirAsia hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura pada Ahad pagi, 28 Desember 2014. Pesawat dijadwalkan tiba di Singapura pukul 07.20 WIB.

Pesawat jenis Airbus A320-200 ini membawa 155 penumpang, terdiri atas 138 orang dewasa, 16 anak, dan 1 bayi, serta 2 pilot, 4 awak kabin, dan 1 teknisi. Pesawat diterbangkan oleh Kapten Irianto.

AirAsia berangkat dari Surabaya pukul 06.36 WIB. Perjalanan dari Singapura ke Surabaya seharusnya memakan waktu 2 jam 20 menit.
Berikut 155 nama penumpang pesawat AirAsia yang hilang kontak tersebut, seperti yang di dapatkan dari manifes pesawat, Minggu (28/12) sbb:

1. Abraham, Viona Florensa
2. Alain Oktavianus, Siauw
3. Andriani, Ratri Sri
4. Andrijany, Vicencia Sri
5. Ang, Sharon Michelle
6. Ang, Steven Michael
7. Angelina, Ong
8. Anggara, Lindawati
9. Anggraini, Monica
10. Anggreni, Linda
11. Ann Santiago, Jasmine Rose
12. Ardhi, Jayden Cruz
13. Ardhi, Reggy
14. Astutik, Yuni
15. Aurelia, Thirza
16. Biantoro, Djarot
17. Biantoro, Kevin
18. Chandra, Gani
19. Choi, Chi Man
20. Choi, Zoe Man Suen
21. Claudia Ardhi, Marianne
22. Clemency Ardhi, Michelle
23. Darmaji, The
24. Diani, Inda
25. Djomi, Kaylee C
26. Djomi, Marianus
27. Emmanuel, Angeline Esther
28. Ernawati, Ernawati
29. Evientri Wahab, Musaba
30. Febriantus, Edward
31. Fei, Joe Jeng
32. Fernando, Adrian
33. Gani, Susilo
34. Giovanni, Justin
35. Giovani, Nico
36. Go, Feilensia Sularmo
37. Gunawan, David
38. Gunawan, Jie Charly
39, Gunawan, Jie Stephanie
40. Gunawan, Jie Steven
41. Gunawan, Jie Stevie
42. Gunawan, Kayla Audrey
43. Gunawan, Kenneth Matthew
44. Gunawan Syawal, Hendra
45. Halim, Hindarto
46. Hamid, Hayati Lutfiah
47. Handayani, Finna
48. Handoyo, Roni
49. Haripin, Sukiatna
50. Harja Subagio, Prawira
51. Hartono, David
52. Harwon, Lice, Caroline
53. Ho, Juliana
54. Hutama, Christanto Leoma
55. Indri, Jo
56. Jauw, Monita Wahyuni
57. Jessica, Jessica
58. Jong, Ang Mie
59. Josal, Shiane
60. Kho, Kosuma Chandra
61. Kho, Vera Chandra
62. Krisputra, Sesha Aldi
63. Krisputri, Felicia Sabrina
64. Kristiyono, Kristiyono
65. Kusuma, Nelson
66. Kusumo, Wirantono
67. Lee, Kyung Hwa
68. Liangsih, Indahju
69. Liem, Fransisca Lanny Winat
70. Ligo, Ekawati
71. Lim, Yan Koen
72. Liman, Susandhini
73. Limantara, Juanita
74. Linaksita, Grayson Herbert
75. Linaksita, Kathleen Fulvia
76. Linaksita, Tony
77. Linggarwati, Sri
78. Megawati, Megawati
79. Merry, Merry
80. Muttaqin, Abdullah
81. Noventus, Andrian
82. Nurwatie, Donna Indah
83. Octavani, Lanny
84. Oci, Jinny Sentosa Winata
85. Oktavianus, Denny
86. Ong, Sherlly
87. Pai, Soemamik Saeran
88. Park, Seongbeom
89. Permata, Gusti Atu Putriyan
90. Poo, Andri Wijaya
91. Pornomo, Christien Aulia
92. Pornomo, Ferni Yufina
93. Puspitasari, Ruth Natalia M
94. Putri, Gusti Ayu Made Keish
95. Ranuwidjojo, Mulyahadikusum
96. Ratna Sari, Ria
97. Romlah, Siti
98. Santoso, Fandi
99. Santoso, Karina
100. Santoso, Nikolas Theo
101. Sari, Lia
102. Sebastian, Yonatan
103. Sentoso, Samuel Joyo
104. Sholeh, Marwin
105. Sia, Soetikno
106. Sidartha, Gusti Made Bobi
107. Sii, Chung Huei
108. Soesilo, Elbert
109. Soetanto, Aris
110. Soetanto, Lima
111. Soetjipto, Cindy Clarissa
112. Soetjipto, Kevin Alexander
113. Soetjipto, Rudy
114. Soewono, Yenni
115. Su, Bundi
116. Sukianto, Kartika Dewi
117. Sulastri, Sulastri
118. Suryaatmadja, Hanny
119. Suseno, Djoko
120. Suseno, Naura Kanita Rosada
121. Susiyah, Susiyah
122. Tanus, Herumanto
123. Thejakusuma, The Meiji
124. Theodoros, Hendra
125. Theodoros, Raynaldi
126. Theodoros, Winoya
127. Usin, Suriani
128. Utomo, Soesilo
129. Wahyuni, Eny
130. Wen, Oktaria
131, Wicaksana, Bima Ali
132. Widjaja, Andreas
133. Widjaja, Djoko Satryo Tanoe
134. Widjaja, Eko
135. Widodo, Florentina Maria
136. Widodo, Nanang Priyo
137. Widyawati, Anna
138. Wijaya, Alfred
139. Wijaya, Bob Hartanto
140. Wijaya, Marilyn
141. Wijaya, William
142. Wijaya, Kwee Indar Prasetyo
143. Winata, Boby Hartanto
144. Winata, Inggrid Jessica
145. Wuntarjo, Natalina
146. Yani, Indri
147. Yongki, Jou
148. Youvita, Elisabeth
149. Youvito, Brian
150. Yuanita, Jou Christine
151. Yulianto, Albertus Eka Sury
152. Yulianto, Indra
153. Yulianto. Stephanie
154. Yuni, Indah
155. Infant: Park, Yuna

Korban Tenggelamnya Kapal Oryong 501 tiba di Busan

Oryong26des142

Pada hari Jumat, tanggal 26 September 2014, para awak kapal Oryong 501 yang tenggelam di selat Bering, Rusia tanggal 1 Desember 2014, telah sampai di pelabuhan Busan setelah melakukan perjalanan dari lokasi selama sekitar 17 hari. Para awak kapal yang dibawa oleh kapal Rusia ini terdiri dari 6 awak yang selamat dan 21 awak Indonesia dan Philipina yang meninggal. Sedangkan Awak kapal Korea Selatan yang meninggal akan dibawa dengan kapal lainnya.

Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan yang melibatkan 14 kapal Korea Selatan, Rusia dan Amerika Serikat ditambah dengan beberapa kapal Ikan yang berada selat tersebut. Dari perkembangan terakhir dari 60 awak kapal Oryong 501, korban yang ditemukan berjumlah 34 orang dengan 7 selamat dan 27 orang ditemukan telah meninggal sehingga 16 awak masih dalam proses pencarian. Dari 7 kru yang selamat terdapat 3 WNI, 3 Filipina dan 1 warga Rusia. Sedangkan dari 27 kru yang meninggal dunia 14 diantaranya WNI sedangkan yang lain terdapat 6 warga Korea, 6 warga Filipina dan 1 belum teridentifikasi. Sampai saat ini pencarian awak kapal yang tenggelam tersebut masih terus dilakukan.

Pada hari Jumat pagi seluruh korban yang ditemukan selamat maupun meninggal telah diterima oleh pihak berwenang Korea Selatan dan perwakilan masing-masing negara. Dari Indonesia tampak Wakil Kepala Perwakilan RI, Cecep Herawan dan beberapa Staf KBRI Seoul menyambut dengan penuh duka ke 3 WNI yang selamat dan 14 WNI yang telah meninggal.

Ke 3 WNI selamat, setelah tiba akan menjalani chek kesehatan dan beberapa prosedur administrasi dan dokumen lainnya serta juga akan menjalani pendalaman oleh pihak yang berwenang untuk mendapatkan informasi tentang kecelakaan tersebut. Selama proses tersebut para WNI terus didampingi oleh staf dari KBRI Seoul. Setelah seluruh proses selesai awak kapal Indonesia yang selamat tersebut secepatnya akan dipulangkan ke Indonesia.

Sedangkan untuk para korban WNI yang meninggal juga akan dilakukan proses identifikasi ulang oleh Tim Disaster Victim Identification yang berasal dari Indonesia dan Korea Selatan dan secepatnya korban WNI yang meninggal tersebut juga akan dikirimkan ke Indonesia.

Perayaan Natal Diisi Doa Bersama Terhadap Korban Kapal Oryong

Natal142

Pada hari Kamis, tanggal 25 Desember 2014, warga negara Indonesia yang beragama Kristen di Korea Selatan, melakukan Natal bersama di gereja Youido. Pada Acara yang dihadiri oleh sekitar 300 undangan tersebut berlangsung khidmat dan meriah.

Pada acara tersebut dari KBRI Seoul, Korea Selatan hadir Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakeppri) Bapak Cecep Herawan dan beberapa staf KBRI. Pada kesempatan tersebut Bapak Wakeppri atas nama pimpinan dan staf KBRI Seoul menyampaikan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh undangan dan warga negara Indonesia yang merayakannya.

Pada kesempatan tersebut bapak Wakeppri juga menginfokan bahwa para korban tenggelamnya kapal Oryong 501 akan tiba di Busan pada Jumat, tanggal 26 Desember 2014, dimana diantara korban terdapat warga negara Indonesia. Pencarian sampai saat ini masih terus dilakukan dan sampai saat ini awak kapal Indonesia yang telah ditemukan 3 korban selamat dan 14 lainnya ditemukan telah meninggal. Pada kesempatan tersebut Bapak Wakeppri mengajak para hadirin untuk berdoa bersama terhadap para korban tersebut.

Jokowi Perintahkan BNP2TKI Pulangkan 1,8 Juta TKI Ilegal

jokowi2

Jakarta - BNP2TKI diberi mandat Presiden Joko Widodo untuk bisa memulangkan 1,8 juta TKI ilegal dari seluruh dunia. Nantinya mereka akan diberi pelatihan agar tidak tergiur kembali ke luar negeri.

"Perintahnya disuruh mulangin 1,8 juta TKI ygang nonprosedural dan ilegal di seluruh dunia," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Aksi ini akan dikoordinir oleh Menko PMK Puan Maharani. Tujuan penarikan tersebut tentu saja agar keberadaan TKI itu tidak menjadi masalah di negara sahabat.

Ada tiga negara yang menjadi tempat favorit TKI Ilegal. Mulai dari Timur Tengah, Malaysia dan Korea. Semua biaya pemulangan itu akan dicover oleh APBN.

Jika berhasil memulangkan, mereka akan diajarkan berbagai ketrampilan. Harapannya agar mereka tidak lagi tergiur untuk mengadu nasib ke negeri orang.

"Jadi nanti ada tenaga kerja yang tersedia sebanyak 1,8 juta orang," lanjut politisi Golkar ini. (detik.com)

Pemerintah Berencana Pulangkan 1,8 Juta TKI Non Prosedural

jokowi2

Jakarta, BNP2TKI, Kamis (18/12) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, mengatakan pemerintah berencana memulangkan 1,8 juta TKI non prosedural dari Indonesia yang bekerja di luar negeri. Proses pemulangan para TKI non prosedural itu akan menggunakan anggaran negara.

"Akan dibahas untuk memulangkan 1,8 juta TKI non prosedural yang tidak punya kontrak. Dana disediakan dari APBN," ujar Nusron di Kantor Presiden, Rabu (17/12/2014).

Nusron mengaku sejumlah menteri akan membahas teknis pemulangan para TKI non prosedural itu. Pemerintah juga akan mempertimbangkan proses hukum yang berlaku di tempat tersebut.

Saat ini 1,8 juta TKI non prosedural itu, menurut Nusron, paling banyak berada di Malaysia sebanyak 1,2 juta orang. Sementara sisanya tersebar di kawasan Timur Tengah, Korea, Taiwan, dan Hongkong. Saat ini setidaknya ada 6,2 juta tenaga kerja Indonesia, jumlah itu sudah mencakup TKI non prosedural.

Meski tetap melakukan penindakan, Nusron mengungkapkan bahwa upaya pencegahan TKI non prosedural berangkat ke luar negeri tetap dilakukan. Salah satunya adalah memangkas biaya dan memudahkan syarat untuk menjadi tenaga kerja Indonesia resmi.

Nusron mengakui proses menjadi TKI prosedural sangat lama dan mahal. Karena itu pemerintah akan mengambil kebijakan menurunkan cost of structure dan pengawasan di daerah tertentu.

Mantan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bidang Keuangan ini mengatakan akan berkomunikasi instansi pemerintah lainnya untuk koordinasi pemulangan para TKI ini.

PENGUMUMAN: KUKRI Busan tutup pada tanggal 11 dan 12 Desember 2014

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

 

-

PENGUMUMAN: Pelayanan Konsuler Akan Tutup Sementara

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

 

PELAYANAN KONSULER KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 22 - 31 DESEMBER 2014 DAN 1 JANUARI 2015. PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 2 JANUARI 2015.

PEMBAYARAN BIAYA PELAYANAN KEKONSULERAN HARUS DILAKUKAN PALING LAMBAT PADA TANGGAL 19 DESEMBER 2014.

 

 

주한 인도네시아 대사관과 부산 인도네시아 영사관  연말 접수 마감일은 12 19일까지 입니다.

2014 12 22일부터  12 31일까지는 비자 접수가 불가합니다.

.  1 2일부터 정상근무 합니다.

 


CONSULAR SERVICE OF THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND THE CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM DECEMBER 22-31, 2014 AND JANUARY 1, 2015. WE WILL REOPEN ON JANUARY 2, 2015.

PAYMENT FOR ALL CONSULAR SERVICE FEE MUST BE PAID ON DECEMBER 19, 2014 AT THE LATEST. 

Dubes RI Meminta Pemerintah Korea Agar Pencarian Awak Kapal Ikan yang Tenggelam Lebih diIntensifkan Lagi

oryong3

Sehubungan dengan tenggelamnya kapal penangkap ikan Korea Selatan, Oryong 501 di laut Bering, Rusia tanggal 1 Desember yang lalu, sampai saat ini, KBRI Seoul terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan untuk mendorong pihak-pihak tersebut untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi dari korban mengingat dari 60 kru kapal tersebut ada 35 kru merupakan WNI.

Pada hari Jumat ini Duta Besar RI didampingi oleh pejabat-pejabat senior KBRI Seoul, Korea Selatan bertemu dengan Direktur Jenderal Asia Selatan dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (ROK). Pada pertemuan tersebut Dubes RI menekankan pentingnya pemerintah Korea Selatan untuk lebih intensif lagi melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan tersebut. Mengingat sampai saat ini masih cukup banyak korban yang belum ditemukan.

Selanjutnya pihak ROK menyampaikan pada kesempatan tersebut bahwa pemerintah ROK sangat serius dalam penanganan masalah tersebut dengan ditunjuknya First Vice Minister Mofa sebagai koordinator pencarian korban kapal Oryong 501 tersebut.

Selain itu disampaikan juga bahwa selain kapal-kapal yang sudah melakukan pencarian saat ini pemerintah ROK juga akan segera menambah 2 kapal penyelamat angkatan udara untuk dikirimkan ke lokasi kecelakaan ditambah dengan 1 kapal laut (surveillance vessel). Sehingga seluruh kapal yang akan melakukan pencarian menjadi 6 kapal Korea Selatan, 6 kapal Rusia, 1 kapal Coast Guard Amerika Serikat dan 1 kapal Rusia.

Pada hari ini juga KBRI Seoul mengirimkan seorang pejabat senior untuk bertemu dengan chairman dari Sajo Industry untuk meminta agar perusahaan tersebut lebih intensif lagi melakukan pencarian terhadap korban.

Sampai hari Jumat tanggal 5 Desember 2014 kru yang ditemukan berjumlah 34 orang dengan 7 selamat dan 27 orang ditemukan telah meninggal. Dari 7 kru yang selamat terdapat 3 WNI, 3 Filipina dan 1 warga Rusia. Sedangkan dari 27 kru yang meninggal dunia 14 diantaranya WNI sedangkan yang lain terdapat 6 warga Korea, 6 warga Filipina dan 1 belum teridentifikasi.

Rencananya seluruh kru yang telah ditemukan akan dibawa ke Busan pada tanggal 7 Desember dan diharapkan akan tiba di Busan pada tanggal 20 Desember 2014. Untuk kru yang telah meninggal akan dilakukan proses identifikasi lebih lanjut (post mortem). Dan selanjutnya secepatnya akan langsung dikirim ke Indonesia. (KBRI Seoul) (photo : Metronews.com)

Korban Kapal Oryong 501 Terus Bertambah

oriong 501

        An undated photo of the Oriong-501 fishing vessel. Photograph: Yonhap/AFP/Getty

Sehubungan dengan tenggelamnya kapal penangkap ikan Korea Selatan Oryong 501 di laut Bering, Rusia, pencarian terhadap awak terus berlangsung.

Sampai dengan tanggal 4 Desember 2014, korban yang meninggal dunia sudah mencapai 20 (duapuluh) orang yang sudah diketemukan. Diantara korban yang meninggal, terdapat 9 (sembilan) WNI; 6 (enam) Warga Korea; 3 (tiga) Warga Filipina; 2 (dua) jenazah tidak teridentifikasi.

Sedangkan untu korban yang selamat sampai berita ini diturunkan sebanyak 7 orang, 3 (tiga) WNI, 3 (tiga) Filipine dan 1 (satu) Rusia. Mengenai nama-nama korban terus dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan dan di Pusat serta akan diumumkan oleh Kemlu Pusat.

Jumlah kru berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian Luar Negeri Korea adalah (60) enam puluh orang, masing-masing (35) tiga puluh lima orang WNI, (13) tiga belas orang warga Philipine, (11) sebelas orang warga Korea, dan (1) satu orang Rusia. Sehingga sampai saat ini masih 33 kru lagi yang dalam proses pencarian dimana 23 diantaranya adalah WNI.

KBRI Seoul terus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Korea guna memastikan kondisi para awak kapal termasuk upaya penyelamatan yang dilakukan. KBRI Seoul juga berkoordinasi dengan Kepolisian/Coast guard, perusahaan pemilik kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadi berada di wilayah Rusia. Adapun agensi dari Indonesia pengirim ABK terdiri dari 4 (empat) perusahaan, yang saat ini tengah dalam proses pencarian informasi dan koordinasi selanjutnya. KBRI Seoul juga telah mengidentifikasi alamat dan keluarga semua korban. (KBRI Seoul)

10 orang telah ditemukan tewas pada kecelakaan Kapal Penangkap Ikan Korea Selatan

oriong 501

        An undated photo of the Oriong-501 fishing vessel. Photograph: Yonhap/AFP/Getty

Proses pencarian terhadap awak kapal Pencari Ikan Oryong 501 yang tenggelam di laut Bering sampai saat ini terus berlangsung.Hingga saat ini, ada empat (4) kapal yang dikirimkan untuk membantu proses evakuasi, yaitu satu (1) kapal dari perusahaan Sajo Industry, satu (1) kapal dari Russia, dan dua (2) kapal perusahaan lain. Sementara itu, terdapat kapal lain yang juga menuju ke tempat kecelakaan untuk membantu proses evakuasi.

Berdasarkan berita yang didapat dari Sajo Industry, Sore hari ini (Rabu 3/12) telah ditemukan sepuluh jasad ABK, yang terdiri dari dua warga Korea, satu warga Phillipinne, dan tujuh jasad WNI. Dengan demikian, terdapat tujuh ABK Indonesia yang diketahui telah meninggal dunia. Saat ini, ketujuh jasad ABK Indonesia tersebut empat berada dalam Kapal Carolina 77 sedangkan tiga lagi di Kapal Zaliv Zabiyaka. Sedangkan Tiga orang yang selamat juga berada di kapal Carolina 77 dan Zaliv Zabiyaka. Untuk nama korban masih dalam proses verifikasi lebih lanjut dan akan diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri RI dalam kesempatan pertama.

Sampai saat ini KBRI terus menerus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan maupun Indonesia sehingga dapat menerima info yang dibutuhkan secepat mungkin untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait maupun untuk keluarga di Indonesia.

Adapun, upaya yang dilakukan KBRI Seoul, antara lain: membuka hotline yang dapat dihubungi; membentuk satgas untuk melakukan pemantauan, bahkan KBRI Seoul telah mengirimkan staf ke Busan untuk memperoleh perkembangan informasi dari Pihak Sajo Industry; bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Korea guna memastikan kondisi para awak kapal termasuk upaya penyelamatan yang dilakukan dan berkoordinasi dengan Kepolisian/Coast guard, perusahaan pemilik kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadian berada di wilayah Rusia. Bahkan, Coast Guard Amerika ikut membantu pencarian ABK yang masih belum diketahui. (KBRI Seoul)

 

Perkembangan Berita Kecelakaan Kapal Oryeong 501

oriong 501

          An undated photo of the Oriong-501 fishing vessel. Photograph: Yonhap/AFP/Getty

Pada tanggal 1 Desember 2014, kapal Oryeong 501 tenggelam di Laut Bering, Rusia. Sebelum tenggelam, Para ABK mendapat perintah untuk meninggalkan kapal. Terdapat beberapa ABK yang keluar dengan life raft kemudian diselamatkan oleh kapal lain. Sedangkan, sisa ABK lainnya kemungkinan keluar memakai pelampung (life vest). Terdapat 4 life raft untuk dua puluh orang (20) orang dan empat (4) life raft untuk 16 orang. Kapal diyakini tenggelam karena cuaca buruk, dengan kecepatan angin 20 m/s dan ombak 4m.

Kapal Oryong 501 dibuat di Spanyol pada November 1978 dan selanjutnya pada tahun 2010 kapal tersebut serah terima kepada Sajo Industry untuk menggantikan kapal yang lebih tua. Setelah Februari 2014, kapal Oryong 501 menjadi milik Korea. Sebelumnya, kapal ini memiliki dua kebangsaan dengan perjanjian codeshare, Korea, dan Rusia.

Sampai saat ini tim penyelamat masih bekerja keras untuk mencari kru yang masih hilang. Dimana dari 60 kru baru 8 orang yang ditemukan dengan 7 orang selamat 3 diantaranya warga Indonesia sedangkan 1 orang warga Korea Selatan ditemukan meninggal dunia sehingga masih 52 orang dalam proses pencarian dan 32 orang diantaranya warga Indonesia.

Kapal yang menyelamatkan 3 orang warga Indonesia adalah kapal nelayan Rusia (Carolina 77) dan kapal nelayan Korea-Rusia (Zaliv Zabiyaka). Hingga saat ini, ada 4 kapal yang dikirimkan untuk membantu proses evakuasi, yaitu 1 kapal dari perusahaan Sajo Industry, 1 kapal dari Rusia, dan 2 kapal perusahaan lain. Sementara itu, terdapat kapal lain yang juga menuju ke tempat kecelakaan untuk membantu proses evakuasi. Pihak Sajo Industry terus berkomunikasi dengan tim penyelamat dan proses evakuasi difokuskan pada ABK terlebih dahulu.

KBRI Seoul terus melakukan pemantauan dengan seksama mengenai insiden ini. Sampai saat ini KBRI telah menerima data, nama dan alamat  para kru Indonesia dari Kemlu ROK  guna proses verifikasi lebih lanjut dengan data dari agensi dan perusahaan. KBRI Seoul terus berkoordinasi guna memperoleh berita terkini dengan Kementerian Luar Negeri Korea, Kepolisian, Perusahaan Pemilik Kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadian berada di wilayah Rusia. Bahkan, Coast Guard Amerika ikut membantu pencarian ABK yang masih belum diketahui.

Sebagai info, pagi ini Menlu ROK telah menelepon Menlu RI mengenai insiden ini dan menyampaikan rasa simpati dan prihatin yang mendalam atas insiden tersebut. Pihaknya akan melakukan upaya terbaik untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan dan penanganan terhadap para korban dan berkoordinasi dengan pemerintah Rusia.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014