Pertemuan Dubes RI dengan Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri, Parlemen Korea Selatan

Photo1.1

Pada hari ini, Selasa 3 Maret 2015, Duta besar RI, Bapak John A. Prasetio bertemu dengan ketua Komisi Hubungan Luar Negeri, Parlemen Korea Selatan, Kim Jeong-hoon bertempat di Kantor Parlemen Korea Selatan. Pada pertemuan tersebut, Duta Besar RI didampingi oleh Atase Perdagangan dan Korsi Pensosbud KBRI Seoul.

Pada pertemuan, dibahas berbagai hal mulai dari perkembangan hubungan bilateral di bidang ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan sampai dengan bagaimana Korea Selatan berhasil mengubah mind set dari Nation of Loser menjadi Nation of Winner. Kim Jeon-hoon yang merupakan mantan menteri Perdagangan pada era presiden Lee Myung-bak pada kesempatan tersebut juga menjelaskan bagaimana pertama kali Saemeul Undong (Pemberdayaan Masyarakat Desa) dilahirkan pada zaman Presiden Park Chun Hee pada tahun 1970 an.

Saemeul Undong ini adalah salah satu program yang dijalankan oleh Presiden Park karena melihat masyarakat pedesaan yang rata-rata tingkat perekonomiannya jauh lebih rendah dari masyarakat kota. Salah satu sebabnya ialah banyak masyarakat desa pada musim dingin karena lahan yang tidak memungkinkan mereka banyak menganggur di rumah. Akibatnya banyak dari mereka menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Oleh karenanya dibuatlah program oleh pemerintah, sehingga masyarakat desa dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat dan produktif. Peningkatan kesejahteraan masyarakat desa tersebut dilakukan melalui pembelajaran bagaimana meningkatkan produksi pertanian, pemberdayaan rumah tangga dan masyarakat desa serta peningkatan partisipasi wanita dalam menggerakkan ekonomi rumah tangga.

Selanjutnya, Kim yang merupakan salah satu politisi senior dari partai berkuasa saat ini, Saenuri Party menyampaikan bahwa salah satu yang membuat bangsa Korea Selatan dapat maju seperti sekarang ini adalah keinginan untuk mengecap pendidikan setinggi mungkin dan hal ini secara konsisten dan disiplin didukung oleh pemerintah. Pada awal tahun 1970, di mana saat itu wajib belajar 6 tahun diterapkan maka pemerintah dengan ketat mengawasi pelaksanaan program tersebut. Bagi orang tua yang memaksa tidak menyekolahkan anaknya karena harus membantu mereka bekerja, maka akan dapat hukuman dan anak tersebut akan diawasi oleh pemerintah untuk bersekolah. Pentingnya pendidikan bagi warga Korea Selatan ini dapat dilihat dari data bahwa rata-rata keluarga Korea menghabiskan lebih dari 50% penghasilannya untuk pendidikan.

Logo Resmi Konferensi Asia Afrika di Indonesia Tahun 2015

LogoResmiKAA

 

Gambar di atas yang merupakan sebuah logo dengan latar belakang putih merupakan logo resmi yang bakal digunakan dalam konferensi Asia-Afrika April 2015 mendatang.

‎Tulisannya dari siluetnya terlihat seperti angka 60, tapi terbacanya seperti AA. Logo itu memang tergambar seperti huruf a kecil. Untuk warna merah, menandakan warna Asia. Sementara hijau itu‎ adalah Afrika.

Yang membangg‎akan, logo ini buatan warga Indonesia. Lebih khususnya lagi seorang warga Bandung bernama Firman. Desain ini berlaku sebagai logo resmi untuk semua kegiatan KAA.

‎Mengenai acara, akan dibagi menjadi dua tempat, Jakarta dan Bandung. Namun kota Bandung akan menjadi puncak perayaan konferensi ini.

Silaturahmi Akbar tahun 2015

silakbar4

Pada hari Kamis tanggal 19 Februari 2015, pukul 10.00 sampai 16.00 dilaksanakan Silahturahmi Akbar (Silakbar) warga muslim Indonesia di Korea Selatan bertempat di Kim Daejung Convention Center, Gwangju. Silakbar tersebut diprakarsai oleh Komunitas Muslim Indonesia (KMI) yang mengundang seluruh tenaga kerja Indonesia dan masyarakat Indonesia yang berada di Korea Selatan.

Acara kali ini menjadi Istimewa karena mengundang salah satu ustadz terkenal dari Indonesia yaitu Habib Syeh bin Abdul Qadir Assegaf. Sehingga acara yang biasanya pada tahun-tahun sebelumnya hanya dihadiri sekitar 1000 undangan namun pada Silakbar tahun ini dihadiri oleh lebih dari 2000 warga Indonesia. Selain itu dari Kedutaan Besar Republik Indonesia hadir jugaWakil Kepala Perwakilan RI (Wakeppri), Bapak Cecep Herawan.

Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dan ditutup dengan ceramah dan pembacaan zikir serta shalawat bersama yang dipimpin oleh Habib Syeh. Pada kesempatan sambutan tersebut Bapak Wakeppri menyampaikan salam dari Bapak Duta Besar RI karena ada kegiatan lain sehinga beliau tidak dapat hadir pada kegiatan tersebut. Bapak Wakeppri menyambut baik kegiatan-kegiatan positif ini dimana dengan mendengar ceramah dan melakukan zikir serta shalawat diharapkan para teman-teman TKI dapat menjadi lebih baik sesuai dengan tema dari Silakbar kali ini yaitu melalui zikir dan shalawat kita jalin ukhuwah untuk hidup dijalan yang lurus.

Selanjutnya sehubungan dengan tema dari Silakbar tersebut, bapak Wakeppri juga menghimbau pada TKI untuk lebih mempererat kerjasama dan kekompakkan satu dengan yang lainnya, yang senior diharapkan dapat membimbing dan melindungi yang junior dan yang junior mau mendengar dan mengikuti saran yang baik dari senior sehingga situasi yang nyaman dapat tercipta.

Secara keseluruhan acara Silakbar dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Selain acara utama yaitu zikir dan shalawat bersama, pada acara tersebut juga dilaksanakan bazar yang menjual produk-produk Indonesia dan makanan-makanan Indonesia.

Pertemuan Duta Besar RI dengan Ulama Indonesia Terkemuka

silakbar2

Pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2015, Duta Besar RI, Seoul, Bapak John A. Presetio menerima tamu salah satu ulama terkemuka Indonesia, Habib Syeh bin Abdul Qadir Assegaf. Pada pertemuan yang berlangsung di KBRI Seoul tersebut bapak Dubes didampingi oleh bapak Wakil Kepala Perwakilan dan beberapa staf, sedangkan Habib Syeh ditemani oleh beberapa pengurus dari Komunitas Muslim Indonesia (KMI).

Kedatangan Habib ke KBRI Seoul adalah dalam rangka silaturahmi dan selanjutnya pada hari Kamis 19 Februari 2015, Ybs akan mengisi acara ceramah dalam rangka Silaturahmi Akbar yang dilaksanakan oleh KMI di Kota Gwangju.

Pada pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Bapak Dubes menyampaikan sekilas mengenai hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan yang berlangsung baik, dalam segala bidang yaitu Investasi, Perdagangan, Pendidikan dan Ketenaga kerjaan. Pelajar Indonesia di Korea Selatan saat ini terus meningkat dari tahun ke tahun sampai saat ini diperkirakan ada sekitar 1300 pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Korea Selatan dan sekitar 80% dari mereka mendapat beasiswa.

Selain itu pada pertemuan tersebut juga disampaikan mengenai kecenderungan makin kurangnya kekompakkan dan kebersamaan diantara masyarakat Indonesia di Korea Selatan, sehingga pada berbagai kesempatan KBRI Seoul terus menerus mendorong para TKI yang merupakan jumlah terbesar dari masyarakat Indonesia, untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakkan diantara mereka, termasuk mendorong agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat bersinergi antara organisasi satu dengan lainnya mengingat saat ini ada sekitar 38 masjid, 18 gereja dan 33 paguyuban masyarakat Indonesia di seluruh Korea Selatan. Oleh karenanya bapak Dubes menyampaikan agar pada kesempatan Silakbar tersebut Habib dapat menyampaikan pula perlunya kerukunan dan kekompakkan antara masyarakat Indonesia yang saat ini tinggal di Korea Selatan.

Selanjutnya juga disinggung dalam ramah tamah tersebut perlunya kearifan dan kesadaran bersama dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh WNI termasuk isu overstayer.

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

office closed

PELAYANAN KONSULER KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 18-21 FEBRUARI 2015. PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 23 FEBRUARI 2015.

 


 

 

주한 인도네시아대사관과 부산 인도네시아영사관은

구정연휴기간  2015 2 18일부터 2 21일까지

휴무입니다.    2 23일부터 정상근무 합니다.

 


 

 

CONSULAR SERVICE OF THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM 18-21 FEBRUARY 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON FEBRUARY 23, 2015.

Konferensi Asia-Afrika di Indonesia Tahun 2015

KAA1

Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Indonesia rencananya akan berlangsung di Bandung dan Jakarta pada April 2015, mengusung tema kerja sama promosi perdamaian dan kesejahteraan dunia. Tema yang akan yang akan ditampilkan adalah perkuatan kerja sama selatan-selatan. Pemerintah Indonesia juga menginginkan kerja sama ini memberikan kontribusi dalam mempromosikan perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Meskipun kini sebagian besar negara peserta Konferensi Asia Afrika sudah merdeka dari jajahan kolonialisme, namun masih banyak yang belum terlepas dari kemiskinan, inilah alasan diadakannya kembali KAA di Jakarta dan Bandung pada April 2015 mendatang. Konferensi ini masih sangat relevan untuk dilaksanakan. Kalau dulu tujuan KAA pertama seluruh negara berkumpul untuk merdeka, sekarang semua juga bekerja sama untuk mengupayakan memerdekakan negara Asia- Afrika dari kemiskinan. Salah satu agenda utama KAA di Indonesia, yang akan dihadiri oleh 109 pemimpin negara adalah mengenai kemajuan ekonomi.

Pemerintah Indonesia melalui dukungan negara-negara lainnya akan berusaha mendorong dan memajukan kerja sama selatan-selatan, yang memberikan hasil konkret dan kontribusi nyata untuk kesejahteraan negara di Asia Afrika dan juga akan merevitalisasi kemitraan strategis lainnya. Seperti diketahui, 75 persen penduduk dunia ada di Asia-Afrika. GDP di Asia-Afrika juga mencapai US$21 triliun. Sebanyak satu miliar warganya berasal dari kelas menengah, berarti ada peluang pasar yang besar. Selain masalah ekonomi, KAA juga akan mengangkat sejumlah topik, seperti solidaritas dalam politik, pembangunan, dan hubungan sosial budaya antar-negara Asia dan Afrika.

Pertemuan pejabat tinggi dari kawasan Asia-Afrika akan dihelat di Jakarta pada 22-23 April. Kemudian, pada 24 April, seluruh perwakilan negara akan menuju ke Bandung untuk melakukan prosesi napak tilas KAA.

Semakin dekat dengan waktu penyelenggaraan, persiapan panitia penyelenggara dari kementerian luar negeri dan lintas kementerian lainnya sudah maksimal. Dimana pertemuan dengan stakeholders, pimpinan redaksi media, akademisi, dan para senior untuk memberi masukan KAA telah beberapa kali dilakukan. Selain itu diseminasi informasi juga sudah terlaksana, dimana panitia sudah berkoordinasi dengan kementerian luar negeri negara lain dan kedubes mereka di Jakarta.

Ditunjuknya Indonesia menjadi tuan rumah dalam peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA), tentu saja menjadi momen berharga bagi Indonesia untuk kembali memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia. Dalam sejarahnya Konferensi Asia-Afrika pertama kali digelar pada 18-24 April tahun1955.

Indonesia dan negara lainnya seperti Myanmar, Srilanka, India, dan Pakistan menjadi inisiatornya. Selain untuk mempromosikan kerja sama ekonomi dan Asia-Afrika, gerakan ini juga dianggap sebagai sikap melawan kolonialisme Amerika Serikat dan Uni Soviet serta negara imperialis lainnya. Dan discussion board ini pula yang menjadi cikal bakal terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961. Selain memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika, dalam perhelatan ini juga akan diperingati 10 tahun kerja sama strategis negara-negara Asia dan Afrika, New Asia-Africa Partnership Strategic (NAPS).

Presiden Jokowi Gelar Rapat Terbatas Soal Pariwisata Indonesia

JKW1

Presiden Joko Widodo hari ini menggelar rapat terbatas di Istana Bogor. Rapat tersebut membahas soal upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Rapat dimulai pukul 10.00 WIB di Gedung Utama Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2015). Dalam sambutannya, Jokowi ingin agar para menterinya bekerja keras meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.

"Akan kita bahas berkaitan dengan proses-proses pembangunan brand pariwisata yang baik. Kita ingin mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan," kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia memiliki potensi wisata yang beragam. "Malah jika dibandingkan dengan negara tetangga, kita lebih unggul.

Sebetulnya dengan destinasi wisata Indonesia yang sangat beragam, kultur beragam, jadi potensi, lokasi wisata yang juga jadi sebuah potensi. Harusnya kalau dibandingkan dengan negara tetangga kita harusnya lebih," ujar Jokowi.

"Event-event rutin, strategi besar harus segera dirancang, segera di-action-kan, dengan ini, ekonomi kecil dan produk di kampung, desa bisa kemajuan dan punya efek ekonomi yang lebih besar," tambah Jokowi.

Menteri yang hadir dalam rapat ini di antaranya, Menko PMK Puan Maharani, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Mendikbud Anies Baswedan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan, Mensesneg Pratikno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno. (detik.com)

Ketua Parlemen Korea Selatan Bertemu dengan Tenaga Kerja Indonesia di Kota Ansan

PhotoChung

Tanggal 5 Februari 2015, Ketua Parlemen Korea Mr. Chung Ui Hwa didampingi oleh 8 anggota parlemen, Wakil Menteri Tenaga Kerja Korea (MOEL), perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (MOFA), Ansan Foreign Worker Support Center dan Wakepri Seoul melakukan kunjungan dan pertemuan dengan 13 orang TKI yang bekerja di Yushin Melamine MFG Co., Ltd, Ansan. Perusahaan tersebut membuat berbagai jenis produk seperti : lantai dari melamin, kimia dan produk kimia.

Kunjungan tersebut didahului dengan melihat proses produksi dilanjutkan dengan dialog dan makan malam bersama dengan para TKI. Dalam sambutannya, Mr. Chung Ui Hwa menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Korea, khususnya Parlemen terhadap pekerja asing yang ikut mendorong perkembangan industri Korea. Selain itu, disebutkan pula bahwa ini merupakan kelanjutan dari hasil kunjungannya ke Jakarta pada bulan Desember 2014. Ketika di Jakarta, Mr. Chung Ui Hwa bertemu Presiden R.I. dan Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) R.I. yang antara lain meminta agar Parlemen Korea ikut memperhatikan keberadaan puluhan ribu TKI di Korea.

Oleh karena itu, Mr. Chung Ui Hwa minta kepada TKI untuk menyampaikan keluhan atau usulan apapun agar diperhatikan dan dibahas oleh Parlemen. Secara umum TKI di perusahaan tersebut mendapatkan perlakuan baik; tempat tinggal disediakan, makan sehari tiga kali, menerima upah sesuai standar dengan lembur dan bonus serta dilindungi asuransi sesuai ketentuan. Oleh karena itu, tidak ada keluhan apapun dari mereka selama bekerja. Satu hal yang diusulkan oleh para TKI, yaitu kemudahan untuk masuk-bekerja kembali di Korea. Mereka usul untuk kembali bekerja ke Korea tidak dilakukan test dari awal, atau cukup dengan Surat Keterangan dari perusahaan saja.

Pada kesempatan tersebut Wakepri menyampaikan apresiasi kepada Ketua Parlemen dan Pemerintah Korea yang tidak hanya memberikan kesempatan tetapi juga perhatian kepada pekerja Indonesia. Disebutkan bahwa menurut catatan yang ada secara umum kondisi pekerja Indonesia cukup baik, meskipun masih ada ruang untuk melakukan berbagai perbaikan. Wakepri juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan dan berbagai pihak yang selama ini membantu pekerja Indonesia, seperti Foreign Worker Support Center, migrant center dll. Ditegaskan bahwa kerjasama antar Pemerintah dalam penempatan pekerja masih terfokus pada sektor 3-D, padahal banyak pekerja Indonesia yang mampu menguasai berbagai peralatan mekanik dan elektronik. Untuk itu, diharapkan agar kedepannya, kedua negara juga dapat mengembangkan kerjasama untuk mengisi jenis pekerjaan ahli dengan jenis visa pekerja professional.

Selanjutnya, ketua Parlemen mengajak seluruh TKI dari perusahaan Yushin Melamine MFG Co., Ltd untuk makan malam bersama. Dalam acara makan malam tersebut juga disertakan 20 TKI dari dua perusahaan lain, yaitu : Gemseong Jeogi Co. Ltd. dan Hyo Myoung Eng Co. Ltd. Di perusahaan pertama terdapat 10 orang TKI sedangkan di perusahaan kedua terdapat 12 orang TKI. Gemseong Jeogi Co. Ltd. Memproduksi alat-alat listrik dan Hyo Myoung Eng Co. Ltd memproduksi berbagai mesin dan peralatan besar dari baja.

Dalam suasan makan malam yang bersahabat, kembali Mr. Chung Ui Hwa meminta seluruh TKI untuk menggunakan kesempatan tersebut menyampaikan keluhan atau usulan apapun. Tampak para TKI cukup puas dengan kondisi kerjanya masing-masing karena status mereka semua yang hadir legal dan bekerja di perusahaan yang baik sehingga tidak banyak menghadapi masalah dan keluhan. Kembali, satu usulan dari TKI adalah penyederhanaan proses untuk kerja kembali ke Korea. Saat ini ada ketentuan bagi perusahaan yang memiliki pekerja lokal 50 orang atau lebih dibatasi untuk mempekerjakan kembali TKI (menerima program re-entry maupun re-employ). Sementara itu, TKI menilai banyak perusahaan yang berminat untuk mempekerjakan mereka kembali namun tidak bisa karena pembatasan tersebut. Oleh karena itu, mohon agar persyaratan tersebut dikurangi dan bahkan dihapuskan.

Presiden Jokowi: Kepala Perwakilan Harus Tajamkan Insting Lihat Potensi Ekonomi

Joklowi11

Presiden Joko "Jokowi" Widodo membuka Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Kementerian Luar Negeri dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia (Keppri) di Gedung Pancasila Kemlu RI (2/2).

Presiden Joko Widodo kembali tekankan pentingnya diplomasi ekonomi. Dalam sambutannya, Presiden RI menyebutkan bahwa para kepala perwakilan Indonesia harus mempunyai insting tajam untuk melihat potensi ekonomi yang ada di negara penempatannya.

Menurut Presiden RI, kesempatan selalu terbuka dimana – mana. Ekonomi selalu menjadi fokus dalam hubungan antar negara.

"Selama tiga bulan menjadi presiden, 90 persen urusannya soal ekonomi," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menuturkan pengalamannya selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selama dua tahun menjabat gubernur DKI Jakarta, 99 persen urusan yang ditanganinya bersama para perwakilan negara sahabat di Indonesia adalah menyangkut ekonomi.

Saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan membangun proyek mass rapid transportation (MRT), misalnya, banyak duta besar yang datang menemuinya untuk menanyakan apa saja yang bisa disediakan perusahaan dari negara asal mereka.

Dalam kesempatan doorstop sesudah pembukaan Raker Keppri, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa banyak sekali potensi ekonomi yang dimiliki oleh Indonesia. Begitu banyak, sehingga sulit untuk memilih satu produk unggulan saja.

Presiden mencontohkan satu industri yang beliau hafal diluar kepala, yakni industri produk kayu dan mebel.

"Itu pasarnya 480 milyar dolar AS. Indonesia baru masuk 1,8 milyar AS karena kurang dipromosikan. Perwakilan Indonesia di luar negeri harus bisa melakukan market intelligence, memberitahu kita dan mencari peluang."kata Presiden RI.

"Yang jelas, bekerja itu harus menggunakan target."pungkas Presiden Jokowi. (KemluRI)

Wakil Gubernur Provinsi Gyeongsang Utara Berkunjung ke Wisma Duta RI

 GyeongsangPhoto11

Pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2015, Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio mengadakan makan siang bersama wakil gubernur provinsi Gyeongsang Utara, Ambassador Hong Jong-kyoung di Wisma Duta RI. Bersamaan dengan itu juga diundang Bapak Prof. Dr. Arief Rahman yang merupakan ketua komisi Indonesia untuk Unesco, dimana yang bersangkutan datang Korea sebagai wakil Indonesia untuk hadir dalam seminar Internasional Global Citizenship Education in Korea and Asean di Seoul dan bertindak sebagai pembahas pada seminar tersebut.

Selain itu pada pertemuan tersebut Ambassador Hong menyampaikan bahwa provinsi Gyeongsang Utara tahun ini bermaksud untuk melaksanakan Gyeongju World Culture Expo dengan tema Gyeongju Silk Road Festival 2015 yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus – 18 Oktober 2015 (59 hari). Pada even ini akan terdiri dari 3 acara utama yaitu Performance, Grand Bazaar dan Acara Pembukaan dan Penutupan serta Nasional Day. Pada kesempatan tersebut Ambassador Hong meminta agar KBRI Seoul dapat ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Duta Besar RI menyambut baik ajakan tersebut dan menyampaikan akan menjajagi kemungkinan agar ada tim kesenian dari Indonesia yang bisa ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Selain itu mengingat bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan mulai bulan Agustus – Oktober 2015, Dubes RI juga menjajaki kemungkinan jika kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan dihubungkan dengan ulang tahun kemerdekaan RI ke 70.

Biak Numfor Kembangkan Pariwisata dan Perikanan Kelautan

biaknumfor9

22 Januari 2015

Kabupaten Biak Numfor, Papua yang berada di perairan Samudera Pasifik tengah mengembangkan potensi pariwisatanya. Pemkab Biak Numfor menyiapkan anggaran hingga Rp7 miliar untuk membangun insfrastruktur kampung wisata di Kepulauan Samberpasi pada 2015. Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor juga akan membangun sarana pendidikan, pengembangan usaha kecil menengah, dan pengembangan Kampung Nelayan Samberpasi.

Plt. Bupati Biak Numfor Thomas Ondy mengutarakan bahwa prasarana yang akan dibangun berupa jalan lingkungan, drainase, lampu jalan, marina, penginapan, bedah rumah, pondok informasi wisata, ruang serbaguna, serta sarana wisata bahari berupa rubberboat, jet sky, peralatan selam, klinik dan playground.

Dengan disiapkan fasilitas pariwisata dan perikanan, diharapkan Kampung Wisata Samberpasi dan sekitarnya menjadi daerah tujuan wisata bahari. Ke depan juga kawasan ini diharapkan dapat memberikan pemasukan dari sektor pariwisata dan perikanan kepada daerah.

Pemkab Biak Numfor berharap semua elemen masyarakat mendukung program sektor pariwisata dan perikanan dalam rangka mengimplementasikan sektor kemaritiman yang menjadi program pemerintahan Presiden Jokowi.

Perairan di sekitar Biak Numfor memiliki kekayaan bahari yang melimpah. Pulau terbesar di antara rantai kepulauan kecil di utara Pulau Papua itu memiliki lahan budidaya laut mencapai 9,9 juta hektare dan lahan budidaya pantai 42 ribu hektare. Lahan tersebut mampu menghasilkan ikan laut 1,5 juta ton per tahun dan hasil tambak 1,6 juta ton per tahun. Oleh karenanya, Presiden Jokowi juga melirik pengembangan pelabuhan di Biak.

"Perlu dipersiapkan pelabuhan modern untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Presiden.

Lokasi penangkapan ikannya berada di Nusi Babaruk, Wundi, dan Miosbefondi (Kepulauan Padaido), Numfor Timur, perairan Numfor Barat, perairan pantai utara Biak, perairan Urfu, Samber dan Waroi (Yendidori ), serta perairan Tanjung Barari.

Hasil perikanan di Kabupaten Biak Numfor telah dipasarkan ke pasar lokal, ke pasar antarpulau, dan pasar internasional dengan pemasaran ke Thailand, Australia, dan Singapora. Komoditi utamanya adalah teripang (31.161 kg), lobster (15.154 kg), dan ikan segar (2.187 kg), dan selebihnya berupa kerang-kerangan, kepiting, sirip ikan hiu, dan ikan asin.

Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor, Zeth Sandy, mengatakan Pemerintah memang akan memprioritaskan sektor pariwisata dan perikanan kelautan. Hal ini sesuai dengan Program Jangka Menengah Daerah 2014-2019.

"Program ini segera disahkan menjadi perda pada 31 Desember mendatang," jelasnya.

Biak Numfor di Pulau Biak sendiri dapat dijangkau dari berbagai pulau di Indonesia dengan memanfaatkan penerbangan ke Bandara Frans Kaisiepo (Maskapai Garuda dan Sriwijaya). Di Biak, tersedia di beberapa penginapan dan waktu seminggu cukup untuk menjelajahi beragam keindahan memukau di sana.

Beberapa lokasi tujuan wisata yang dapat Anda jangkau di antaranya Kepulauan Padaido seluas 137 km2 yang memiliki keindahan bawah laut dan pesisir pantai. Pantai Inpendi di Desa Adoki, Distrik Yendidori dapat ditempuh selama 15 menit dari Kota Biak. Pantai Wari di Kampung Bosnabraidi Distrik Biak Utara dapat ditempuh sekira 1,5 jam dari kota Biak. Pantai Korem dengan teluknya yang melengkung seluas 1 km dan areal pasir delta dapat dijangkau sekira 32 km dari Kota Biak. Pantai Bosnik (Pantai Segara Indah) di Distrik Biak Timur dapat dicapai 25 menit dari Kota Biak. Juga Pantai Asaibori yang cocok untuk berenang, snorkeling serta berjemur dengan pantai berpasir putih bersih dan memiliki garis pantai memanjang.

Bandara Frans Kaisiepo untuk Penerbangan Internasional

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Papua mewacanakan pembukaan kembali Bandara Frans Kaisiepo di Biak Numfor, Papua untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah timur Indonesia.

Bandara Frans Kaisiepo direncanakan dibuka kembali untuk penerbangan internasional. Sebelumnya bandara ini pernah disinggahi penerbangan Jakarta - Biak - Honolulu - Los Angeles. Akan tetapi, jalur tersebut ditutup akibat krisis moneter tahun 1997. Kondisi itu berikutnya seakan memperlambat roda perekonomian Pulau Biak.

"Saya memperhatikan aspirasi bupati dan walikota, harapannya untuk membangun daerah dan masyarakat Papua," kata Jokowi setelah bertemu dengan kepala daerah se- Papua, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Manuhua, Biak.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyatakan masih menunggu permintaan arus penumpang ke Biak untuk membuka penerbangan internasional di Bandara Frans Kaisiepo.

"Kalau demand-nya bagus, nanti maskapai juga akan ke sana," ungkap pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murj atmodjo.

Menurut Djoko, untuk mendorong permintaan penumpang, mesti ada kerja sama lintas sektor. Misalnya, ada paket-paket wisata, industri pertanian, sampai perikanan.

"Sekarang Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan sedang mengkaji kesiapan bandara dan operasinya."

Sejak dahulu memang Pulau Biak dianggap strategis lokasinya karena berada di tapal batas wilayah NKRI, bahkan pada masa Perang Dunia II, Biak adalah basis strategis Angkatan Laut Jepang di Pasifik sehingga Amerika Serikat membombardirnya pada 29 Mei 1944. Pada 2005, Pemerintah Rusia juga pernah berencana menjadikan Biak sebagai lokasi peluncuran roket dan satelit luar angkasa karena lokasi dipandang strategis.

Belanja pemerintah dalam RAPBN-P 2015 menjadi Rp1.330,8 triliun

jokowi01

Senin, 19 Januari 2015, Pemerintah menetapkan belanja pemerintah dalam RAPBN-P 2015 sebesar Rp1.330,8 triliun, turun Rp61,7 triliun dari pagu sebelumnya dalam APBN yang diproyeksikan sebesar Rp1.392,4 triliun.

"Perubahan belanja pemerintah pusat, terlihat dari belanja Kementerian Lembaga yang lebih tinggi Rp132,2 triliun dari APBN dan belanja non Kementerian Lembaga yang lebih rendah Rp193,9 triliun dari APBN," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Senin.

Bambang menjelaskan belanja Kementerian Lembaga meningkat dari sebelumnya dalam APBN Rp647,3 triliun menjadi Rp779,5 triliun karena adanya penambahan alokasi anggaran untuk program prioritas Rp120,5 triliun, realokasi belanja Rp9,1 triliun dan berbagai perubahan lainnya.

Sedangkan, belanja non Kementerian Lembaga turun dari sebelumnya Rp745,1 triliun menjadi Rp551,2 triliun dalam RAPBN-Perubahan yang disebabkan penurunan subsidi BBM Rp194,2 triliun, penghematan subsidi elpiji, peningkatan pembayaran bunga utang Rp3,4 triliun dan peningkatan belanja hibah Rp1,1 triliun.

"Ini merupakan struktur anggaran yang baru, karena dalam sepuluh tahun terakhir, belanja Kementerian Lembaga selalu lebih rendah dari belanja non Kementerian Lembaga, kecuali tahun 2013 dan 2015 ini," kata Bambang.

Belanja subsidi BBM telah menyusut dari sebelumnya dalam APBN Rp276 triliun menjadi Rp81,8 triliun, subsidi LPG turun dari sebelumnya Rp55,1 triliun menjadi Rp28,7 triliun, namun subsidi listrik naik dari Rp68,7 triliun menjadi Rp76,6 triliun.

Sementara, ruang fiskal yang didapat dari restrukturisasi belanja subsidi dialihkan antara lain untuk tambahan pembangunan infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi Rp49,8 triliun, pemenuhan kewajiban dasar Rp20,8 triliun dan pengurangan kesenjangan Rp43,5 triliun.

Selain itu, tambahan dana anggaran prioritas lainnya adalah untuk pembangunan infrastruktur konektivitas sebesar Rp12,9 triliun, penambahan alokasi transfer ke daerah Rp20,5 triliun dan prioritas lainnya sebesar Rp7,7 triliun.

Sedangkan, total anggaran pendidikan sedikit menurun dari Rp409,1 triliun dalam APBN menjadi Rp406,7 triliun dalam RAPBN-Perubahan, meskipun rasio anggaran relatif meningkat dari 20,06 persen menjadi 20,39 persen.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN-Perubahan 2015 sebesar Rp1.769 triliun atau lebih rendah dari target dalam APBN sebesar Rp1.793,6 triliun, atau ada selisih Rp24,6 triliun.

Sementara, pagu belanja negara dalam RAPBN-Perubahan 2015 diproyeksikan mencapai Rp1.994,9 triliun atau lebih rendah dari pagu dalam APBN sebesar Rp2.039,5 triliun, atau ada selisih sebesar Rp44,6 triliun.

Dengan demikian, defisit anggaran pada 2015 diproyeksikan mencapai Rp225,9 triliun atau 1,9 persen terhadap PDB, lebih rendah dari perkiraan semula dalam APBN sebesar Rp245,9 triliun atau 2,21 persen terhadap PDB.

Penyusunan draf RAPBN-Perubahan 2015 ini dilakukan berdasarkan asumsi makro yaitu pertumbuhan ekonomi 5,8 persen, tingkat inflasi 5,0 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp12.200 dan tingkat bunga SPN 3 bulan 6,2 persen.

Selain itu, asumsi makro lainnya dalam RAPBN-Perubahan 2015 antara lain harga ICP minyak 70 dolar AS per barel, lifting minyak 849 ribu barel per hari dan lifting gas 1.177 ribu barel setara minyak per hari.

CVR AirAsia QZ8501 akhirnya ditemukan

kotakhitam

Komite Nasional Kecelakaan Pesawat (KNKT) menyatakan 100 persen kotak hitam --baik itu perekam data penerbangan Flight Data Recorder (FDR) yang sudah ditemukan lebih dulu kemarin dan perekam suara di kokpit pesawat Cockpit Voice Recorder (CVR)-- pesawat AirAsia QZ8501 telah berhasil ditemukan.

"Ini 100 persen sudah bisa didapatkan. Jika dilihat secara fisik keduanya (FDR dan CVR) dalam keadaan baik," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi didampingi Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto dan Panglima Komando RI Armada Wilayah Barat Laksamana Muda TNI Widodo di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa.

Ia sempat mengkhawatikanr kotak hitam sulit ditemukan karena kondisi alam yang menyulitkan "ping" kotak hitam bisa terdeteksi.

CVR langsung dibawa ke kantor KNKT di Jakarta.

Menurut dia, FDR yang telah ditemukan dan dibawa ke Jakarta, kemarin (12/1), telah dibuka pada pukul 09.00 WIB. Modul memori dikeringkan dan setelahnya akan mulai diunduh.

"Kalau di download (diunduh) tidak lama. Yang lama ketika grafik atau parameter harus dibaca," ujar dia.

Sementara itu Pangarmabar Laksda TNI Widodo mengatakan setelah operasi SAR gabungan berjalan 17 hari, tim gabungan telah berhasil menemukan dan mengangkat ekor pesawat, FDR, dan CVR AirAsia yang dicari.

Dengan demikian karena sebagian besar yang dicari telah ditemukan parfa prajurit dengan dukungan KN Jadayat, kapal riset Baruna Jaya I, kapal Crest Onyx milik SKK Migas, kapal survei Geosurvey, dan kapal-kapal lain, maka hasil operasi dinyatakan optimal.

Yang menemukan CVR adala Lettu Aang Zainal, Sertu Widodo Hadi, dan Serda Rajak Suwarno. CVR tidak ditemukan di bawah sayap pesawat, tetapi di bawah puing-puing yang tertutup pasir.

"Setelah pasir disingkirkan ternyata itu mesin pesawat. Penyelam sudah menandai dengan buoy berwarna kuning sehingga keluarga bisa melakukan tabur bunga di sana," ungkap dia.

Ia mengatakan posisi mesin pesawat ditemukan tersebar dan berserakan 1,7 mil laut atau sekitar 3,4 kilometer dari ekor pesawat. Jarak dari lokasi penemuan FDR sekitar 500 meter di kedalaman 32 meter. (Antaranews)

Warga Korea Selatan Korban AirAsia QZ8501 Teridentifikasi

airasia1

Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi tiga jasad korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Dua di antaranya berhasil dikenali dari gigi emasnya.

Jasad pertama diketahui bernama Kyung Hwa Lee, perempuan, 34 tahun, warga negara Korea Selatan. Lee dikenali berdasarkan pencocokan antara antemortem berupa jenis kelamin, usia, serta properti berupa bra khusus untuk menyusui dengan data postmortem-nya.

"Data itu diperkuat dengan data primer, yakni kecocokan antara data antemortem tambalan gigi berbahan emas dengan data postmortem," ujar Ketua Tim DVI Kombes Budiyono di kompleks Mapolda Jawa Timur, Minggu (11/1/2015).

Jasad kedua diketahui bernama Seong Beom Park, laki-laki, 37 tahun, warga negara Korea Selatan. Park dikenali berdasarkan pencocokan antara antemortem berupa usia, jenis kelamin, serta properti, yakni gendongan bayi dengan postmortem.

"Hal itu juga diperkuat dengan pencocokan antara data antemortem, yakni foto panoramic gigi tambalan berbahan emas korban dengan data postmortem," lanjut dia.

Berdasarkan manifes pesawat, Lee dan Park adalah sepasang suami istri. Keduanya diketahui membawa bayi mereka yang masih berusia satu tahun. Meski demikian, sang bayi belum ditemukan hingga saat ini.

Adapun jasad ketiga yakni diketahui atas nama Vera Chandra Kho, perempuan berusia 19 tahun dengan label jenazah B037. Vera dikenali dari kecocokan data sekunder, yakni jenis kelamin, usia, dan properti anting antara data antemortem dengan postmortem.

"Data itu diperkuat setelah tim DVI mendapat rekam medis gigi kirban dari dokter gigi yang pernah merawat korban. Hasilnya cocok," ujar Budiyono.

Dengan teridentifikasinya tiga jasad tersebut, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 32 jasad dari 48 jasad yang masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Adapun, dari 32 jasad itu, 29 jasad di antaranya telah diserahkan kepada keluarganya masing-masing untuk dikebumikan atau diperabukan. (kompas.com)

KBRI Seoul Menyerahkan Langsung Jenazah Korban Oryong 501

oriong 501

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi hari Jumat (9/12/2015) menerima penyerahan 13 jenazah warga negara Indonesia yang menjadi korban tenggelamnya kapal Oryong 501 milik Korea Selatan di Selat Bering, Rusia. Penyerahan 13 jenazah yang telah diidentifikasi tersebut dilaksanakan di terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta.

Melalui kerjasama KBRI Seoul  dengan pemerintah Korea Selatan proses identifikasi dapat diselesaikan dengan cepat dan jenazah diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Perwakilan RI, Seoul, Korsel, Cecep Herawan.

Dalam serah terima tersebut selain pihak Kemlu RI melalui KBRI Seoul dan KBRI Moskwa yang selama ini memang intensif memantau pencarian dan identifikasi, turut hadir pula perwakilan daerah asal korban yaitu dari Pemerintah Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Dengan dipulangkannya 13 jenazah ini, total 19 korban Oryong telah ditemukan.

Pekan lalu, tiga korban selamat yaitu Wanto asal Brebes, Teguh Hariono asal Lumajang, dan Naryanto Bin Wastara asal Indramayu telah dipulangkan. Sementara itu, ada tiga jenasah yang saat ini masih dalam tahap identifikasi akan dikirimkan ke Indonesia secepatnya.

Seperti dilaporkan Kemlu sebelumnya, Kapal Oryong 501 yang tenggelam di Selat Bering, Rusia pada 1 Desember lalu ini membawa total 35 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia. Dengan ditemukannya 19 korban, maka total 16 ABK asal Indonesia belum ditemukan.

Sementara itu Kemlu dan KBRI Seoul berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak korban, baik asuransi maupun kewajiban perusahaan.

Kemlu tunggu proses identifikasi jenazah penumpang QZ8501

airasia1

Kementerian Luar Negeri menunggu proses identifikasi jenazah penumpang Air Asia QZ8501 untuk memastikan proses pemulangan bila terdapat warga negara asing.

"Jadi saya sudah bicara dengan Pak Kapolri kan ini evakuasi sudah dilakukan pihak terkait," kata Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Selasa.

Menlu mengatakan pihaknya telah menyepakati proses penanganan korban bila berkewarganegaraan asing.

"Kita sudah menyepakati mekanisme dengan Kapolri karena itu (proses identifikasi) di bawah mereka. (jika) ada warga negara asing, Kemenlu yang akan memberikan notifikasi kepada kedutaan warga negaranya yang sudah teridentifikasi," kata Menlu.

Menlu Retno mengatakan, kementerian luar negeri akan dilibatkan untuk proses pemulangan jenazah penumpang yang berkewarganegaraan asing.

"Notifikasi, karena mengenai masalah pemulangan jenazah diurus operator, jadi tugas kementerian luar negeri adalah memberikan notifikasi kepada kedutaan besar dimana warga negaranya teridentifikasi," kata Menlu.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur kepada wartawan di Surabaya, Selasa, mengatakan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim pada Selasa pagi akan melaksanakan rapat rekonsiliasi terhadap 21 jenazah yang sudah selesai pendataan post mortem untuk menemukan identitas jenazah. (Antara news)

Pesawat Korsel Temukan 6 Jenazah

airasia1

Pesawat P3-C Orion KN-01 milik Korea Selatan yang kepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma tak membawa tangan kosong dalam operasi pencarian hari keduanya. Pesawat ini berhasil menemukan 6 jenazah korban Pesawat AirAsia yang jatuh di selatan Perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

"Setelah menyisir area pencarian selama lebih dari 2 jam akhirnya pada pukul 11.58 mereka berhasil menemukan 3 jenazah duduk di kursi dalam satu baris (row) pada koordinat 03.52.34.S dan 110.29.50.E," demikian tertulis dalam siaran pers Dispen TNI AU, Jumat (2/1/2015).

Penemuan selanjutnya dari operasi Pesawat Orion yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pagi tadi terjadi pada pukul 12.31 WIB, 12.48 WIB, dan terakhir pukul 13.00 WIB. Salah satu jenazah terlihat dari pantauan udara dengan posisi terlentang.

"Ketiganya terletak di lokasi tidak jauh dari 3 jenazah pertama. Setiap penemuan korban segera disampaikan lewat radio di samping melempar suar pendanda posisi setiap korban untuk dievakuasi oleh KRI 357 Bung Tomo yang juga mengatur kapal lain termasuk USS Sampson di dekat situ," lanjut keterangan Dispenau.

Pesawat Korsel dibawah pimpinan Mission Commander Colonel Yoon Kiheui itu saat ini telah kembali mendarat di Lanud Halim. Dalam operasi SAR AirAsia hari kedua Orion Korsel, pesawat intai anti kapal selam tersebut terbang cukup rendah pada ketinggian 300 feet atau 100 meter dari permukaan laut. (detik.com)

Ini Kronologi Penemuan AirAsia QZ8501

airasia1

Setelah melakukan pencarian terus menerus pada hari ke 3, Selasa 30 Desember 2014 , Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama tim berhasil menemukan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 dan jenazah penumpang. Temuan ini berpusat di Laut Jawa, dekat dengan Selat Karimata.

Berikut kronologi proses penemuan tersebut seperti disampaikan Kepala Basarnas Marsdya FHB Soelistyo di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat sebagai berikut:

Pukul 10.05 WIB
Pesawat C295 milik TNI AU menemukan benda-benda berupa serpihan yang mengapung pada posisi 03°46' 50'', dan 110° 29' 27''.

Pukul 11.07 WIB
Pesawat Hercules TNI AU °°menemukan kembali lempengan logam pada posisi 08° 50'' 43', dan 110° 29''21.8'.

Pukul 12.50 WIB
Pesawat Hercules TNI AU menemukan objek yang menggambarkan bayangan di dalam laut seperti diduga bentuk pesawat.

Pukul 13.25 WIB
Pencarian kembali dilakukan untuk meyakinkan temuan-temuan itu, dan tim pencari kembali melihat benda mengapung yang diduga salah satu jasad penumpang.

Pukul 13.50 WIB
Unsur TNI AL yaitu KRI Bung Tomo melihat benda terapung yang diduga emergency exit door dari pesawat.

Pukul 14.00 WIB
KRI Bung Tomo bersama-sama dengan helikopter Basarnas melaksanakan pencarian untuk meyakinkan sekaligus mengevakuasi serpihan berupa emergency exit menuju kapal KRI Bung Tomo. (Photo : Merdeka.com)

Pesawat Air Asia Hilang Kontak

airasia1

by. Merdeka.com

Pencarian besar-besaran telah dimulai hari ini untuk menemukan AirAsia yang hilang kontak saat terbang dari Surabaya menuju Singapura. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tak ada batas waktu pencarian pesawat bernomor QZ8501.

"Pemeritah tidak akan pernah putus asa dan tak berikan batas waktu kapan pencarian itu, yang penting temukan korbannya dan pesawatnya," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di Bandara Juanda, Sidoarjo, Senin (29/12/2014).

JK mengatakan semua pihak bekerja keras bahu membahu baik dari Basarnas, TNI, termasuk dari pihak AirAsia sendiri untuk secepat mungkin menemukan pesawat yang mengangkut 162 orang tersebut.

"Semua bekerja sama termasuk AirAsia berusaha keras temukan pesawat itu," ujar ketua umum PMI itu.

"Memang menemukan pesawat di lautan yang luas, tentu tidak semudah ditemukan di darat. Tapi usaha keras selalu kita usahkan apalagi di dalam cuaca buruk," tegas JK.
Pesawat AirAsia hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura pada Ahad pagi, 28 Desember 2014. Pesawat dijadwalkan tiba di Singapura pukul 07.20 WIB.

Pesawat jenis Airbus A320-200 ini membawa 155 penumpang, terdiri atas 138 orang dewasa, 16 anak, dan 1 bayi, serta 2 pilot, 4 awak kabin, dan 1 teknisi. Pesawat diterbangkan oleh Kapten Irianto.

AirAsia berangkat dari Surabaya pukul 06.36 WIB. Perjalanan dari Singapura ke Surabaya seharusnya memakan waktu 2 jam 20 menit.
Berikut 155 nama penumpang pesawat AirAsia yang hilang kontak tersebut, seperti yang di dapatkan dari manifes pesawat, Minggu (28/12) sbb:

1. Abraham, Viona Florensa
2. Alain Oktavianus, Siauw
3. Andriani, Ratri Sri
4. Andrijany, Vicencia Sri
5. Ang, Sharon Michelle
6. Ang, Steven Michael
7. Angelina, Ong
8. Anggara, Lindawati
9. Anggraini, Monica
10. Anggreni, Linda
11. Ann Santiago, Jasmine Rose
12. Ardhi, Jayden Cruz
13. Ardhi, Reggy
14. Astutik, Yuni
15. Aurelia, Thirza
16. Biantoro, Djarot
17. Biantoro, Kevin
18. Chandra, Gani
19. Choi, Chi Man
20. Choi, Zoe Man Suen
21. Claudia Ardhi, Marianne
22. Clemency Ardhi, Michelle
23. Darmaji, The
24. Diani, Inda
25. Djomi, Kaylee C
26. Djomi, Marianus
27. Emmanuel, Angeline Esther
28. Ernawati, Ernawati
29. Evientri Wahab, Musaba
30. Febriantus, Edward
31. Fei, Joe Jeng
32. Fernando, Adrian
33. Gani, Susilo
34. Giovanni, Justin
35. Giovani, Nico
36. Go, Feilensia Sularmo
37. Gunawan, David
38. Gunawan, Jie Charly
39, Gunawan, Jie Stephanie
40. Gunawan, Jie Steven
41. Gunawan, Jie Stevie
42. Gunawan, Kayla Audrey
43. Gunawan, Kenneth Matthew
44. Gunawan Syawal, Hendra
45. Halim, Hindarto
46. Hamid, Hayati Lutfiah
47. Handayani, Finna
48. Handoyo, Roni
49. Haripin, Sukiatna
50. Harja Subagio, Prawira
51. Hartono, David
52. Harwon, Lice, Caroline
53. Ho, Juliana
54. Hutama, Christanto Leoma
55. Indri, Jo
56. Jauw, Monita Wahyuni
57. Jessica, Jessica
58. Jong, Ang Mie
59. Josal, Shiane
60. Kho, Kosuma Chandra
61. Kho, Vera Chandra
62. Krisputra, Sesha Aldi
63. Krisputri, Felicia Sabrina
64. Kristiyono, Kristiyono
65. Kusuma, Nelson
66. Kusumo, Wirantono
67. Lee, Kyung Hwa
68. Liangsih, Indahju
69. Liem, Fransisca Lanny Winat
70. Ligo, Ekawati
71. Lim, Yan Koen
72. Liman, Susandhini
73. Limantara, Juanita
74. Linaksita, Grayson Herbert
75. Linaksita, Kathleen Fulvia
76. Linaksita, Tony
77. Linggarwati, Sri
78. Megawati, Megawati
79. Merry, Merry
80. Muttaqin, Abdullah
81. Noventus, Andrian
82. Nurwatie, Donna Indah
83. Octavani, Lanny
84. Oci, Jinny Sentosa Winata
85. Oktavianus, Denny
86. Ong, Sherlly
87. Pai, Soemamik Saeran
88. Park, Seongbeom
89. Permata, Gusti Atu Putriyan
90. Poo, Andri Wijaya
91. Pornomo, Christien Aulia
92. Pornomo, Ferni Yufina
93. Puspitasari, Ruth Natalia M
94. Putri, Gusti Ayu Made Keish
95. Ranuwidjojo, Mulyahadikusum
96. Ratna Sari, Ria
97. Romlah, Siti
98. Santoso, Fandi
99. Santoso, Karina
100. Santoso, Nikolas Theo
101. Sari, Lia
102. Sebastian, Yonatan
103. Sentoso, Samuel Joyo
104. Sholeh, Marwin
105. Sia, Soetikno
106. Sidartha, Gusti Made Bobi
107. Sii, Chung Huei
108. Soesilo, Elbert
109. Soetanto, Aris
110. Soetanto, Lima
111. Soetjipto, Cindy Clarissa
112. Soetjipto, Kevin Alexander
113. Soetjipto, Rudy
114. Soewono, Yenni
115. Su, Bundi
116. Sukianto, Kartika Dewi
117. Sulastri, Sulastri
118. Suryaatmadja, Hanny
119. Suseno, Djoko
120. Suseno, Naura Kanita Rosada
121. Susiyah, Susiyah
122. Tanus, Herumanto
123. Thejakusuma, The Meiji
124. Theodoros, Hendra
125. Theodoros, Raynaldi
126. Theodoros, Winoya
127. Usin, Suriani
128. Utomo, Soesilo
129. Wahyuni, Eny
130. Wen, Oktaria
131, Wicaksana, Bima Ali
132. Widjaja, Andreas
133. Widjaja, Djoko Satryo Tanoe
134. Widjaja, Eko
135. Widodo, Florentina Maria
136. Widodo, Nanang Priyo
137. Widyawati, Anna
138. Wijaya, Alfred
139. Wijaya, Bob Hartanto
140. Wijaya, Marilyn
141. Wijaya, William
142. Wijaya, Kwee Indar Prasetyo
143. Winata, Boby Hartanto
144. Winata, Inggrid Jessica
145. Wuntarjo, Natalina
146. Yani, Indri
147. Yongki, Jou
148. Youvita, Elisabeth
149. Youvito, Brian
150. Yuanita, Jou Christine
151. Yulianto, Albertus Eka Sury
152. Yulianto, Indra
153. Yulianto. Stephanie
154. Yuni, Indah
155. Infant: Park, Yuna

Korban Tenggelamnya Kapal Oryong 501 tiba di Busan

Oryong26des142

Pada hari Jumat, tanggal 26 September 2014, para awak kapal Oryong 501 yang tenggelam di selat Bering, Rusia tanggal 1 Desember 2014, telah sampai di pelabuhan Busan setelah melakukan perjalanan dari lokasi selama sekitar 17 hari. Para awak kapal yang dibawa oleh kapal Rusia ini terdiri dari 6 awak yang selamat dan 21 awak Indonesia dan Philipina yang meninggal. Sedangkan Awak kapal Korea Selatan yang meninggal akan dibawa dengan kapal lainnya.

Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan yang melibatkan 14 kapal Korea Selatan, Rusia dan Amerika Serikat ditambah dengan beberapa kapal Ikan yang berada selat tersebut. Dari perkembangan terakhir dari 60 awak kapal Oryong 501, korban yang ditemukan berjumlah 34 orang dengan 7 selamat dan 27 orang ditemukan telah meninggal sehingga 16 awak masih dalam proses pencarian. Dari 7 kru yang selamat terdapat 3 WNI, 3 Filipina dan 1 warga Rusia. Sedangkan dari 27 kru yang meninggal dunia 14 diantaranya WNI sedangkan yang lain terdapat 6 warga Korea, 6 warga Filipina dan 1 belum teridentifikasi. Sampai saat ini pencarian awak kapal yang tenggelam tersebut masih terus dilakukan.

Pada hari Jumat pagi seluruh korban yang ditemukan selamat maupun meninggal telah diterima oleh pihak berwenang Korea Selatan dan perwakilan masing-masing negara. Dari Indonesia tampak Wakil Kepala Perwakilan RI, Cecep Herawan dan beberapa Staf KBRI Seoul menyambut dengan penuh duka ke 3 WNI yang selamat dan 14 WNI yang telah meninggal.

Ke 3 WNI selamat, setelah tiba akan menjalani chek kesehatan dan beberapa prosedur administrasi dan dokumen lainnya serta juga akan menjalani pendalaman oleh pihak yang berwenang untuk mendapatkan informasi tentang kecelakaan tersebut. Selama proses tersebut para WNI terus didampingi oleh staf dari KBRI Seoul. Setelah seluruh proses selesai awak kapal Indonesia yang selamat tersebut secepatnya akan dipulangkan ke Indonesia.

Sedangkan untuk para korban WNI yang meninggal juga akan dilakukan proses identifikasi ulang oleh Tim Disaster Victim Identification yang berasal dari Indonesia dan Korea Selatan dan secepatnya korban WNI yang meninggal tersebut juga akan dikirimkan ke Indonesia.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014