Diskusi Ngabuburit Ramadhan 2015

ngabuburit4

KBRI Seoul, Korea Selatan bekerja sama dengan berbagai masyarakat Indonesia di Korea Selatan setiap Sabtu pada bulan Ramadhan 2015 (1436 H) mengadakan diskusi ngabuburit bertempat di ruang pertemuan KBRI Seoul. Selama Bulan Ramadhan telah dilaksanakan 4 kali diskusi ngabuburit yaitu pada Sabtu tanggal 20, 27 Juni dan 4,11 Juli 2015.

Pada diskusi ngabuburit pertama bertema Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan narasumber dua dokter Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Korea Selatan, dr. Machin dan dr. Elok. Diskusi ke dua bertema Keberagaman dan Pembentukan Karakter Bangsa dengan narasumber Atase Pertahanan KBRI Seoul, Kolonel Budi Setiawan. Pada diskusi ke tiga bertema Mencermati Peluang Usaha dengan nara sumber Mr. Jun Choi, salah satu CEO muda dari Korea Selatan dan Diskusi terakhir bertema Pelajaran Berharga dari Korea dengan nara sumber dari Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) dan pekerja Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Community in Corea (ICC).

Diskusi yang berlangsung menjelang buka puasa ini dihadir oleh berbagai kalangan baik itu home staf dan pegawai setempat KBRI Seoul, pekerja Indonesia, mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya. Duta Besar RI, Bapak. John A. Prasetio dan Wakil Kepala Perwakilan, Bapak Cecep Herawan, juga berkenan hadir pada kesempatan tersebut.

Pada setiap kesempatan saat diskusi ngabuburit, Bapak Dubes selalu menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia di Korea Selatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan dan kekompakan di antara sesama warga negara Indonesia.

Selain itu Bapak Dubes juga menyampaikan agar kita bisa menjadi agent of change, yaitu dengan membawa perubahan, perbaikan dan nilai-nilai positif serta pengalaman baik yang telah di dapat di Korea Selatan untuk bisa ditularkan di Indonesia.

Setiap acara diskusi yang dihadiri lebih dari 100 peserta berlangsung cukup menarik dan konstrukif. Hal ini dapat dilihat dari cukup banyak dari peserta yang mengajukan pertanyaan dan tanggapan. Setiap akhir dari acara diskusi ngabuburit ditutup dengan berbuka puasa bersama.

Diskusi Ngabuburit dengan Warga Muslim Indonesia di Korea Selatan Mengenai Keselamatan Kerja dan Kesehatan

Ngabuburit1

Pada 20 Juni 2015 Duta Besar RI telah menghadiri Diskusi Ngabuburit dengan warga muslim Indonesia di Korea Selatan bertemakan Keselamatan Kerja dan Kesehatan yang dibawakan oleh dokter Machin dan dokter Elok serta dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Ustadz dari Komunitas Muslim Indonesia.

Forum diskusi dilaksanakan setiap Sabtu malam selama bulan suci Ramadhan dan menjadi wadah untuk menjaga dan memperkuat tali silaturahmi, kerukunan, peraturan dan kesatuan warga negara Indonesia di Korea Selatan yang saat ini telah mencapai lebih dari 40.000 orang.

Tema kesehatan dan keselamatan kerja dipandang sangat relevan dan penting sebagai salah satu upaya perlindungan WNI melalui tindakan-tindakan preventif sehingga dapat diminimalisir atau dihilangkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Diskusi kesehatan membahas mengenai penyakit jantung dan stroke dan pola hidup sehat yang perlu diperhatikan. Selain itu dibahas virus Mers, tingkat ancaman, cara-cara penyebaran, dan hal-hal yang perlu dihindari dan sebagainya. Sebagaimana diketahui, sampai 24 Juni 2015 jumlah kasus Mers mencapai 175 dan menyebabkan 27 orang meninggal.

Promosi Pariwisata Indonesia di Gwanghwamun Square

wmc1

KBRI Seoul, Korea Selatan ikut berpartisipasi pada Embassies Day in Seoul 2015 dari tanggal 19 Juni – 21 Juni 2015 di Gwanghwamun Square, kota Seoul. Kegiatan yang diselenggarakan oleh World Masters Committee tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan baik itu dari perwakilan asing yang ada di kota Seoul, Korea Selatan, maupun berbagai sangar seni Korea.

Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan networking dengan berbagai perwakilan asing dan mempromosikan tempat tujuan wisata ini diikuti lebih dari 130 peserta dimana sekitar 37 peserta adalah perwakilan asing dan sisanya diisi oleh berbagai sanggar seni serta promosi kegiatan seni dan budaya di Korea Selatan.

Pada kegiatan yang dikunjungi oleh lebih dari 5000 pengunjung tersebut, KBRI Seoul memfokuskan untuk melakukan kegiatan promosi dan memperkenalkan Indonesia melalui diseminasi informasi dan membagikan brosur-brosur lux berisi tempat-tempat tujuan wisata di Indonesia seperti Bali, Borobudur, Pulau Komodo, Candi Prambanan dan berbagai tempat kunjungan wisata lainnya.

Cukup banyak pengunjung yang tertarik untuk berkunjung ke stand Indonesia karena selain membagikan brosur juga terdapat berbagai patung hasil karya seniman Indonesia diperagakan, sehingga banyak dari pengunjung selain meminta brosur juga mengambil photo patung-patung tersebut.

Pada kesempatan tersebut, sebagian besar dari mereka bertanya mengenai tempat-tempat tujuan wisata yang ada di Indonesia dan menyampaikan ketertarikannya untuk berkunjung ke Indonesia. (KBRI Seoul)

PENGUMUMAN

office-hours

PENGUMUMAN / 공지 사항 / NOTIFICATION

 

SELAMA BULAN SUCI RAMADHAN PADA TANGGAL 18 JUNI – 15 JULI 2015, JAM KERJA KBRI SEOUL DAN KANTOR KUKRI BUSAN AKAN MENGALAMI PERUBAHAN MENJADI:

JAM KERJA: 10.00 – 17.00

JAM ISTIRAHAT: 12.30 – 13.30

 KBRI SEOUL DAN KANTOR KUKRI BUSAN AKAN TUTUP DALAM RANGKA IDUL FITRI DARI TANGGAL 16 – 21 JULI 2015. KAMI AKAN BUKA KEMBALI PADA TANGGAL 22 JULI 2015 DAN JAM KERJA AKAN KEMBALI SEPERTI BIASA.

 

 

이슬람 라마단금식 기간 2015 618 – 715 까지, 주한 인도네시아 대사관과 부산 인도네시아 영사관 근무시간이 변경됩니다.

 근무시간  :  10.00.-17.00.

점심시간 :  12.30.-13.30.

 주한 인도네시아 대사관과 부산 인도네시아 영사관은 금식종료일 이둘피트리기간 2015 7 16-21까지 휴무일 입니다.  722일부터 정상근무 합니다.

 

 

 DURING THE HOLY MONTH OF RAMADHAN ON JUNE 18 – JULY 15, 2015, OFFICE HOURS AT THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE:

 OFFICE HOURS: 10.00 – 17.00

BREAK TIME: 12.30 – 13.30

 THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FOR IED MUBARAK ON JULY 16-21, 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON JULY 22, 2015 AND THE OFFICE HOURS WILL BE CHANGED BACK TO NORMAL.

Program Pembinaan Warga, Dubes RI Silaturahmi dengan KMI dan 42 Pengurus Mushola dan Masjid di Korea

Masjidincheon

Pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2015, Duta Besar RI telah berkunjung ke Mesjid Al Muhajirin, Incheon. Dalam kesempatan tersebut hadir masyarakat Indonesia yang terdiri dari Komunitas Muslim Indonesia (KMI), 22 pengurus Masjid dan Musholla, para tenaga kerja dan mahasiswa.

Duta Besar RI menyampaikan bahwa Republik Korea merupakan salah satu mitra strategis Indonesia oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk menjaga hubungan baik RI-Republik Korea. Beliau juga menjelaskan tentang kondisi ekonomi Indonesia saat ini, dimana tertekannya Rupiah disebabkan nilai ekspor yang lebih kecil dibanding nilai impor.

Menanggapi pertanyaan yang diajukan tentang program Pemerintah apa yang telah disiapkan di tanah air bagi para tenaga kerja/mahasiswa tersebut sekembalinya ke tanah air, Duta Besar menjelaskan, bahwa Pemerintah telah menggandeng para perusahaan pengguna jasa di Korea yang memiliki perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman TKI eks Korea untuk dapat bekerja pada perusahaan-perusahaan mereka di Indonesia.

Selain itu diupayakan dapat diwujudkan program pelatihan seperti kewirausahaan bagi TKI asal Korsel. Pada Kesempatan tersebut juga Duta Besar memberikan cinderamata bagi masyarakat Indonesia yang hadir. (KBRI Seoul)

Promosi Pariwisata Bali di Korea Selatan

Bali1

Pada tanggal 10 Juni 2015, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Seoul, Bapak Cecep Herawan didampingi oleh Koordinator fungsi Pensosbud menghadiri kegiatan promosi wisata –South Korea Sales Mission 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Badung dan kalangan pelaku pariwisata bali baik itu dari Badan Promosi Pariwisata Badung, Perusahaan Perjalanan dan Hotel di Bali. Kegiatan yang dilakukan di hotel Lotte Seoul tersebut dihadiri oleh sekitar 100 pelaku pariwisata Korea Selatan.

Tujuan utama dari penyelenggaraan acara tersebut adalah untuk memberikan update kepada pelaku usaha perjalanan di Korea Selatan tentang daerah tujuan wisata yang ada di Bali beserta fasilitas-fasilitas pendukung yang tersedia. Hadir pada kegiatan tersebut juga wakil-wakil dari Kementerian Pariwisata dan PT. Garuda . Sebelum di kota Seoul acara serupa juga diselenggarakan di Kota Busan.

Pada sambutan acara tersebut Wekeppri KBRI Seoul menyampaikan bahwa KBRI Seoul sangat mendukung acara-acara seperti ini karena sejalan dengan program dari KBRI untuk memperkenalkan Indonesia ke sebanyak mungkin masyarakat Korea Selatan.

Diharapkan dengan kegiatan ini akan dapat berdampak pada peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia umumnya dan Bali khususnya. Sehingga diharapkan tujuan 20 juta wisatawan pada tahun 2019, yang dicanangkan oleh presiden Jokowi dapat tercapai.

Selanjutnya Bapak Wakeppri juga menyampaikan mengenai besarnya potensi wisatawan dari Korea Selatan mengingat negara ini sekarang sudah merupakan negara maju yang salah satu kebutuhannya adalah berlibur. Pada tahun 2014 tercatat wisatawan dari Korea Selatan yang melakukan perjalanan wisata ke luar negeri mencapai 14,7 juta jiwa.

Acara Sales Mission yang diselenggarakan kali ini mendapat sambutan baik dari para pelaku pariwisata Korea Selatan. Hal ini dapat terlihat dari besarnya antusiasme mereka selama berlangsungnya acara.

Duta Besar RI Perkuat Upaya Peningkatan Kerjasama Bilateral pada Industri Finansial dengan Menghadirkan CEO Bursa Efek Indonesia pada Workshop on Indonesian Economy and Financial Industry

Ifc11

Pada 5 Juni 2015, Duta Besar RI telah diundang sebagai pembicara utama pada Workshop on Indonesian Economy and Financial Industry yang diselenggarakan oleh Council on International Financial Cooperation atau CIFC. Workshop dihadiri oleh berbagai industri keuangan seperti perbankan, sekuritas dan asuransi. Mengingat minat para pengusaha Korea yang semakin menguat untuk menjalin bisnis di industri keuangan dengan Indonesia, Duta Besar RI menghadirkan Bapak Ito Warsito CEO Bursa Efek Indonesia yang sebelumnya menjabat Chief Financial Officer PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.

Dalam presentasinya, Duta Besar RI antara lain menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CIFC yang telah menyelenggarakan acara ini. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini sedikit rendah yang antara lain disebabkan oleh penundaan belanja pemerintah. Jika beberapa tahun sebelumnya, Indonesia masih masuk ke dalam daftar "The Fragile Five" bersama India, Brazil, Turki dan Afrika Selatan, saat ini Indonesia sudah "graduated" dari posisi ini. Kepercayaan lembaga-lembaga keuangan internasional ke Indonesia sangat kuat. Tumbuh dan meningkatnya kelompok kelas menengah di Indonesia dibarengi oleh perluasan pembangunan infrastruktur di Indonesia telah memperluas peluang bisnis di Indonesia. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan lebih kuat.

Saat ini industri perbankan di Indonesia sangat baik dan menunjukkan kinerja yang kuat. Kerjasama RI-ROK di bidang industria finansial semakin menguat. Pada hari ini CEO Bursa Saham Indonesia telah menandatangani kerjasama di bidang deposit sekuritas dengan KSD (Korea Securities Depository). Peluang investasi industri finansial di Indonesia terbuka lebar dan mengharapkan para investor memanfaatkan dengan baik peluang ini.

Selanjutnya, CEO Bursa Efek Indonesia menyampaikan mengenai proses perubahan dan perbaikan bursa efek indonesia, termasuk pesatnya pertumbuhan trading value dan Initial Public Offering (IPO) di Indonesia. Beberapa sektor yang mencapai market capitalization cukup besar adalah sektor transportasi, perbankan, properti, retail dan pertambangan. Tantangan yang dihadapi Pasar Modal Indonesia adalah terkait bagaimana terus menghasilkan inovasi produk-produk pasar modal yang baru, meningkatkan jumlah investor lokal, meningkatkan awareness tentang investasi pasar modal, peningkatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan pasar. Bapak Ito Warsito juga menyampaikan mengenai dinamika kawasan dan ASEAN Economic Community (AEC) serta persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia guna mendapatkan maximum benefit dari AEC 2015.

KBRI Seoul Sampaikan Updates Korea Selatan dan Hubungan Bilateral RI-ROK pada Acara Diklatpim LAN

Lan11

Dalam acara pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I Angkatan XXXI Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 3 Juni 2015, Wakil Kepala Perwakilan RI menyampaikan update perkembangan Republik Korea dan Hubungan Bilateral RI-ROK.

Dalam paparannya, Wakil Kepala Perwakilan menyampaikan beberapa hal antara lain 1) gambaran umum Korea Selatan, 2) Angka perdagangan Indonesia-Korea Selatan yang surplus dan menjadikan Indonesia sebagai mitra dagang kelima Korea Selatan, (3) Potensi investasi dimana saat ini terdapat 2,200 perusahaan Korea di Indonesia dengan rata-rata domestic expenditure sebesar US$ 700-900 milyar, termasuk realisasi tahap 2 POSCO di Cilegon sebesar US$ 3,5 milyar dan Lotte Petrochemical sebesar US$ 4-5 milyar yang saat ini masih terhambat regulasi perijinan tanah; (4) jumlah Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan dan peluang pengiriman lebih banyak TKI di bidang Manufaktur serta rekomendasi moratorium pengiriman TKI di sektor perikanan dan perijinan Anak Buah Kapal (ABK) karena pendapatan yang sangat rendah.

Disampaikan pula Korea Selatan aktif melaksanakan Middle Power Diplomacy dan aktif menghimpun kekuatan di kawasan dengan tujuan ikut menentukan governance architecture untuk isu-isu regional dan global seperti perubahan iklim, isu ketahanan energi dan cyberspace. Korea Selatan juga merupakan salah satu penggagas MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) yang diposisikan sebagai middle power network untuk menjembatani perbedaan kepentingan antara negara maju dengan negara berkembang.

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Angkatan XXXI Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah berkunjung ke Korea Selatan pada 3-6 Juni 2015 untuk benchmarking visit. Selama kunjungan, Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan telah diprogramkan pertemuan dengan sejumlah instansi mitra Korea Selatan diantaranya Kantor Propinsi Gyeonggi, kantor OECD. Supreme Prosecutors' Office (SPO), dan Central Official Training Institute dengan fasilitasi dan pengaturan dari KBRI Seoul. (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Bahas Peningkatkan Hubungan dan Kerjasama Bilateral RI-ROK dengan Director General of South Asian & Pacific Affairs Bureau

DGKang11

Sebagai upaya terus memperkuat dan dan meningkatkan hubungan dan kerjasama RI-ROK (Republic of Korea), pada 1 Juni 2015 Duta Besar RI didampingi Wakil Kepala Perwakilan dan Minister Councellor Politik mengadakan working dinner dengan Director General of South Asian & Pacific Affairs Bureau Mr. Kang Young-hoon yang didampingi oleh Director South East Asia Division Mr. Ham Jeong-han dan Second Secretary Ms. Yun, Jiyoung.

Duta Besar RI menyampaikan perlunya langkah-langkah yang lebih "agressive" dalam mendorong dan meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral RI-ROK. Republik Korea perlu berperan signifikan dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Presiden Jokowi dan mendorong para pengusaha dan investor Korea untuk meningkatkan bisnis dan investasinya di Indonesia.

Disadari adanya sedikit ganjalan dalam investasi perusahaan POSCO di Indonesia yang antara lain disebabkan perbedaan budaya dalam komunikasi bisnis antara POSCO dan perusahaan mitra. Pemerintah RI berharap isu POSCO dapat segera diselesaikan. Sebagaimana dimaklumi, dalam pertemuan One-on-One Presiden Jokowi dengan sejumlah pimpinan/CEO perusahaan Korea, yakni POSCO, Hyosung, Lotte Chemical, Hanwa Life Insurance, dan BK Energy pada 10 dan 12 Desember 2014, POSCO mengharapkan dukungan Pemerintah Indonesia atas rencana investasi tahap kedua di Krakatau Steel senilai US$ 3.5 miliar untuk peningkatan produksi besi dan baja sampai dengan 10 juta ton/tahun. Saat ini, kebutuhan produk besi dan baja di Indonesia mencapai 15 juta ton/tahun.

Sementara itu Director General Kang selain menyampaikan terima kasih atas fasilitasi yang sangat baik Delegasi Korea Selatan yang dipimpin oleh Deputy Prime Minister H.E. Hwang Woo-yea pada Konferensi Asia Afrika pada April lalu, Director General of South Asian & Pacific Affairs Bureau menyampaikan Indonesia sebagai negara besar sangat penting bagi Republik Korea. Dalam kaitan ini Pemerintah Korea mengharapkan Presiden RI melakukan kunjungan bilateral ke Korea Selatan tahun ini.

Presiden Jokowi dalam hal ini telah melakukan kunjungan bilateral ke RRT dan Jepang. Kunjungan Presiden Jokowi akan sangat penting bagi future directions hubungan dan kerjasama kedua negara. Mengenai investasi POSCO, Director General menyampaikan kiranya permasalahan ini dapat segera diselesaikan dan pihaknya akan terus mendorong investor Korea untuk lebih banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Pertemuan juga membahas dimulainya kembali Indonesia-Korea Comprtehensive Economic Partnership Agreement.

Sebagai informasi, perusahaan Korea di Indonesia menurut Kadin dan Kocham saat ini berjumlah 2.200. Warga Indonesia bekerja di Perusahaan Korea lebih dari 1 juta orang. Sales Revenue termasuk Export Sales dari perusahaan-perusahaan tersebut mencapai US$ 20 milyar. (KBRI Seoul)

Acara Kenduri Indonesia - Sarana untuk Mempererat Persatuan dan Persaudaraan

Kenduri1

Acara "Kenduri Indonesia" sebagai wujud tekad kebersamaan, kepedulian dan kecintaan masyarakat Indonesia di Korea Selatan kepada tanah air dan bangsa telah diselenggarakan pada 31 Mei 2015 di kota Ansan. Acara yang bertema “Satukan Hati Mari Berbagi dan Selalu Cintai Negeri” merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat Indonesia di Korea Selatan dengan dukungan KBRI Seoul.

Dilaksanakan dalam rangka milad Indonesia Community Center ( ICC) ke-10, Kenduri Indonesia yang didukung oleh Pos Keadilan Peduli Umat ( PKPU) diisi dengan kegiatan Charity, Parade Budaya Indonesia, Festival Karya Seni Anak Negeri serta Bazar kerajinan tangan dan kuliner Nusantara. Acara dimeriahkan dengan kehadiran salah satu band terkenal Indonesia, Gigi.

Sehari sebelumnya, 30 Mei 2015 personil band Gigi, Armand Maulana, Thomas Ramdhan, Gusti Hendy dan crew beserta panitia Kenduri Indonesia diterima oleh Duta Besar RI di Wisma Duta,KBRI Seoul. Duta Besar RI, selain mengapresiasi Panitia Pelaksana dan tim pendukung termasuk band Gigi, menitipkan pesan kepada warga negara Indonesia umumnya dan Tenaga Keeja Indonesia khususnya untuk selalu menjaga nama baik bangsa Indonesia, menjaga kekompakan, kerukunan dan persatuan. Kepada teman teman TKI yg sudah overstayers juga di himbau agar kembali ke tanah air, menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuan yg dimiliki untuk turut membangun masyarakat di daerahnya.

Hasil donasi antara lain disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan dalam membantu pengungsi Rohingya, korban bencana Nepal dan anak-anak yatim di Indonesia.

Acara Kenduri Indonesia menampilkan 53 stand menghadirkan berbagai kuliner khas daerah di Indonesia dan hasil-hasil kerajinan tangan. Tidak kurang dari 3000 masyarakat Indonesia dari berbagai kota di Korea Selatan memeriahkan acara kebersamaan dan refleksi kepedulian sosial tersebut.

Membuka acara tersebut, Wakil Kepala Perwakilan RI atas nama Duta Besar menyampaikan selamat dan apresiasi kepada hadirin, panitia penyelenggara, khususnya ICC yang merayakan hari jadinya ke-10. Selanjutnya disampaikan bahwa acara yang berlangsung sangat meriah dan kehadiran seluruh masyarakat Indoneaia di acara ini menunjukkan Indonesia satu, Indonesia kuat dan Indonesia peduli umat. Kebersamaan, kerukunan dan kepedulian seperti ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

Sementara itu Kepala Kepolisian Ansan yang hadir menyampaikan kegembiraan melihat keceriaan dan kemeriahan acara kebersamaan masyarakat Indonesia. Pihaknya menyampaikan kesiapannya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat Indonesia di Ansan. (KBRI Seoul)

KBRI Seoul Tutup Karena Libur Nasional Hari Waisak

office closed

PELAYANAN KONSULER KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 2 JUNI 2015. PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 3 JUNI 2015.

 

주한 인도네시아대사관과 부산 인도네시아영사관은

2015 6 2일은 휴무입니다.

 6 3일부터 정상근무 합니다.

  

CONSULAR SERVICE OF THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM JUNE 2, 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON JUNE 3, 2015.

Duta Besar RI Menerima Delegasi Komisi V DPR RI Tekankan Pentingnya Konektifitas untuk Meningkatkan Daya Saing

photokomisi521

Pada 27 Mei 2015 Duta Besar RI telah menerima Delegasi Komisi V DPR RI yang membidangi Infrastruktur yang dipimpin oleh Ketua Komisi V Ir. Fary Djemy Francis, MMA. Kepada Duta Besar RI, Ketua Delegasi menyampaikan bahwa maksud kunjungan ke Korea Selatan adalah untuk memperoleh masukan komparatif bagi rencana revisi UU Jasa Konstruksi yang dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi dan perkembangan jaman. Pemerintah RI menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas tinggi. Lebih lanjut dikatakan APBN terbesar berada di kewenangan Komisi V- yakni lebih dari Rp. 200 trilyun.

Duta Besar RI menyampaikan antara lain perkembangan hubungan bilateral Indonesia dengan Korea Selatan yang terus tumbuh dan menguat. Terkait infrastruktur, disampaikan bahwa infrastruktur di Korea Selatan sangat bagus dan bisa digunakan sebagai model referensi, dicontohkan misalnya, transportasi publik di Korea tepat waktu dan bersih.

Korea Selatan memiliki banyak perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur. Di bidang tenaga listrik, misalnya, LS Group mengembangkan smart grid yang memungkinkan pengaturan listrik dilakukan dengan teknologi sehingga sangat efisien. Selain itu dikembangkan micro grid untuk memenuhi kebutuhan listrik desa-desa dengan menggunakan renewable energy termasuk tenaga matahari. Dalam pertemuan tersebut Dubes RI juga menyampaikan pembangunan infrastruktur sangat penting untuk penguatan konektifitas antar daerah di Indonesia sehingga meningkatkan daya saing terutama mengantisipasi segera berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN di penghujung tahun ini. (KBRI Seoul)

Pertemuan Tingkat Menteri MIKTA di Korea Selatan

mikta1

Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri MIKTA (Mexico, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) telah diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan pada Jumat, 22 Mei 2015. Delegasi RI dipimpin oleh Dirjen Multilateral sebagai Special Envoy Menlu RI, Hasan Kleib dan didampingi oleh Duta Besar RI Seoul, John A. Prasetio.

Pertemuan dipimpin oleh Menlu ROK, Yun Byung-se yang menyampaikan bahwa MIKTA terus mengalami kemajuan sejak digulirkan pada September 2013. Sebagai middle power, MIKTA memiliki potensi yang besar untuk bekerjasama dan berkontribusi terhadap permasalahan-permasalahan global. MIKTA countries memiliki banyak kesamaan nilai-nilai seperti demokrasi, open economy, lokasi strategis dan berperan penting terhadap kawasan di banyak aspek.

Pertemuan Tingkat Menteri membahas isu-isu global dan regional yang disampaikan oleh masing-masing negara. Indonesia mempresentasikan situasi terakhir di laut Andaman dan irregular movements of people in Southeast Asia. Meksiko menyampaikan update perkembangan di Latin Amerika, UN PKO dan Reformasi DK PBB.

Turkey menyampaikan perkembangan situasi di Syria diikuti oleh Australia tentang terorisme. ROK menyampaikan kerjasama pembangunan, perubahan iklim, cyber security, situasi di Semenanjung Korea dan hasil hasil 2nd MIKTA Development Workshop.

MIKTA juga membahas sejumlah proyek-proyek kerjasama seperti program pertukaran jurnalis, pelajar/mahasiswa, diplomat yunior. PTM juga meluncurkan website resmi MIKTA dan Vision Statement yang menjadi arah hubungan dan kerjasama ke depan.

Dalam vision statement disebutkan memgenai peran MIKTA sebagai katalis dari upaya global governance reform dan fasilitator upaya global terhadap isu-isu dinamika kawakan dan isu global saat ini. (KBRI Seoul)

 

 

Pertemuan Duta Besar RI, Seoul dengan Walikota Bandung

Ridwankamil1

Pada Rabu, 20 Mei 2015, Duta Besar RI, Seoul, John A. Prasetio mengundang jamuan makan siang Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil dan rombongan, di Wisma Duta KBRI Seoul. Pada kesempatan tersebut Bapak Duta Besar juga mengundang beberapa tokoh masyarakat dan pengusaha Korea Selatan yaitu Mr. Choi Soon-hong, senior adviser dari LSIS dimana LS group merupakan perusahaan Konglomerat terbesar ke 11 di Korea Selatan, Mr. Jeong Choon-bo, pemilik Shinyong Co dan Mr. Ahn Hong-joon, anggota Parlemen dan ketua Korea-Indonesia Partnership Council.

Pada kesempatan tersebut Bapak Walikota menyampaikan maksud kedatangannya ke Seoul adalah dalam rangka memutuskan lokasi dari rencana kota Bandung untuk membuat pusat kebudayaan dan sekaligus restoran Sunda dan Indonesia. Konsep dari pusat kebudayaan tersebut rencananya merupakan tempat untuk pameran kekayaan budaya dan pariwisata Jawa Barat dan juga kekayaan Indonesia.

Selain itu juga akan dibuka restoran Sunda dan makanan Indonesia. Restoran tersebut rencananya akan menjadi salah satu sumber penghasilan guna membiayai operasional pusat kebudayaan tersebut selain subsidi dari pemkot Kota Bandung yang juga akan dibantu oleh Kementerian Pariwisata sehingga diharapkan pusat kebudayaan tersebut dapat bertahan lama. Pada kesempatan tersebut Bapak Walikota juga menyampaikan mengenai rencananya untuk membuat Bandung Teknopolis yaitu kota mandiri sebagai pusat pengembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut Bapak Duta Besar menyambut baik berbagai inisiatif dari Bapak Walikota tersebut. Untuk rencana mengembangkan pusat kebudayaan Jawa Barat dan Indonesia di Seoul, KBRI akan dengan senang hati membantu agar rencana tersebut dapat terealisir.

Selain itu pada kesempatan tersebut para undangan dari Korea Selatan juga menyambut baik mengenai rencana tersebut dan juga akan membantu agar pusat kebudayaan tersebut dapat berdiri.

Para pengusaha Korea juga tertarik untuk ikut terlibat dalam pendirian Bandung Teknopolis. Secara keseluruhan pertemuan makan siang tersebut berlangsung secara lancar, efektif dan efisien.

Apresiasi Masyarakat Indonesia Kepada Masyarakat Korea Tertuang Dalam Kamsahamnida Korea! 2015

kamsahamnida

Pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2015, Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan mengadakan acara Kamsahamnida Korea! 2015. Acara ini merupakan ajang apresiasi masyarakat Indonesia kepada masyarakat Korea atas bantuan yang diberikan selama ini termasuk beasiswa yang diterima oleh para pelajar Indonesia. Acara ini terdiri dari penampilan tarian tradisional Indonesia, talkshow dengan para Indonesianis asal Korea dan bazar promosi Indonesia dimana salah satunya adalah stan promosi pariwisata Indonesia oleh KBRI Seoul.

Acara yang digelar di Children’s Grand Park di Seoul, dihadiri dan dibuka oleh Bapak Dubes John A. Prasetio. Banyak sekali orang Korea yang berkunjung ke Kamsahamnida Korea! 2015, disamping karena diselenggarakan di tengah-tengah taman, juga karena diadakan pada hari Minggu dimana banyak sekali orang Korea yang mengunjungi taman tersebut beserta dengan anak-anak mereka. Keceriaan dan antusiame pengunjung terlihat selama acara berlangsung dan diharapkan acara ini dapat memperat hubungan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Korea Selatan.

Pada acara tersebut juga dimeriahkan dengan adanya photo booth dan pengenalan permainan tradisional Indonesia yang sangat digemari oleh anak-anak. Selain itu, pihak Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), yang juga mengisi salah satu stand, membagikan kopi asli Indonesia secara gratis. Penampilan tari tradisonal Indonesia, terutama penampilan Reog Ponorogo oleh tenaga kerja asal Indonesia banyak menarik perhatian pengunjung. Acara ditutup dengan tari Poco-poco dimana setiap pengunjung diajak menari bersama.

Perusahaan Produk Makanan Terbaik Indonesia Berpartisipasi Pada Pameran The 33rd Seoul Food & Hotel 2015 di Korea Selatan

PhotoSoeulFood21

Seoul, 12 Mei 2015 – Dalam upaya untuk mengenjot peningkatan ekspor produk non-migas unggulan Indonesia ke Korea Selatan, khususnya produk makanan dan minuman, KBRI/ Atase Perdagangan Seoul, Korea Selatan bekerjasama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC)–Busan dan dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan ikut berpartisipasi pada pameran Seoul Food & Hotel 2015 yang berlangsung dari tanggal 12 s/d 15 Mei 2015 bertempat di KINTEX, Seoul Korea Selatan.

Pameran The 33rd Seoul Food & Hotel 2015 yang bertemakan "Wave on Table" ini, selain diikuti oleh peserta dari Korea Selatan juga turut berpartisipasi perusahaan dari manca Negara, tidak kurang dari 45 negara mengikutsertakan perusahaannya pada pameran ini, dengan total seluruh peserta sebanyak 1.475 perusahaan. Duta Besar RI untuk Korea Selatan Bapak John A. Prasetio turut menghadiri acara pembukaan, bersamaan dengan duta besar dari negara lainnya beserta pejabat dari kalangan Pemerintah Korea yaitu Presiden & CEO KOTRA Mr. Jaehong Kim, Presiden Korean Food Industry Association (KFIA), Dubes dari berbagai negara seperti Amerika, Italy, Jeran, Turki, Equador, Peru, Philipina, Sri Lanka, Kenya dan lain-lain.

Produk makanan dan minuman Indonesia sudah cukup dikenal di Korea Selatan, sector ini salah satu bisnis yang cukup berkembang, sehingga menjadi target pasar bagi pelaku usaha makanan dan minuman Indonesia, dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekspor ke Negara ini. Melalui pameran ini, importer, agen penjualan, distributor produk makanan dan minuman di Korea Selatan dapat bertemu langsung dengan eksportir produk makanan dan minuman dari Indonesia.

Korea Selatan adalah Negara dengan penduduk sebesar 50 juta jiwa, pendapatan perkapita sebesar $ 33.200, sehingga menjadikan Korea pasar yang sangat potensial untuk berbagai macam produk termasuk produk makanan dan minuman. Dengan memanfaatkan peluang pada pameran ini, diharapkan produk makanan dan minuman Indonesia akan lebih dikenal secara luas di Korea Selatan.

Walaupun share nilai ekspor produk makanan ke Korea relative masih kecil yaitu sebesar 1,76% dari total ekspor produk non-migas, akan tetapi dalam periode 3 (tiga) tahun terakhir menunjukan trend pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu sebesar 38,8%, lebih tinggi dari trend pertumbuhan eskpor secara keseluruhan. Tercatat nilai ekspor produk makanan dan minuman pada tahun 2014 ke Korea Selatan mencapai nilai sebesar US$ 124,5 juta. Dengan keikutsertaan pelaku usaha Indonesia pada pameran tahun 2015 ini diharapkan ekspor produk makanan Indonesia ke Korea kedepannya dapat lebih meningkat lagi dalam upaya pencapaian target ekspor Indonesia meningkat sebesar 300% dalam lima tahun kedepan.

Pada pameran tahun ini booth Indonesia mengusung tema "Trade with Remarkable Indonesia", dibangun di atas lahan seluas 90 m2. Booth Indonesia diisi oleh 10 (sepuluh) perusahaan makanan dan minuman terkemuka Indonesia, yaitu : PT. Mayora Indah Tbk; PT. Indowooyang; PT. Internusa; PT. Kampung Kearifan Indonesia; PT. Indojaya; PT. Tiga Pilar Sejahtera Food TBK; PT. Inti Eka Trading; CV. Esprecielo International; PT. Safeline Indonesia; dan PT. Ares Kusuma Raya. Adapun produk yang dipamerkan diantaranya adalah wafer, biscuit, confectionary, sweet potato, palm & coconut sugar, nata de coco, noodles snack, coffee latte, green tea latte, chocolate compound, chocolate paste dan lain-lain.

Keikutsertaan pelaku usaha makanan Indonesia pada pameran ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah frekuensi kontak, dan kontrak dagang antara peserta dari Indonesia dengan pembeli dari luar negeri khususnya dari Korea Selatan, untuk meningkatkan peran dunia usaha dalam penetrasi pasar dan promosi ekspor, serta juga untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada para buyer internasional sebagai salah satu produsen dan pemasok produk makanan dan minuman olahan yang berkualitas.

Pameran Seoul Food & Hotel 2015 merupakan pameran internasional yang diadakan setiap tahun, pada tahun 2014 pameran ini diikuti oleh sebanyak 1.200 perusahaan dari berbagai Negara dan dikunjungi oleh sebanyak 40.851 pengunjung dan menempati area seluas 53.541 m2. Sementara asal Negara peserta berasal dari berbagai kawasan dari Asia, Eropa, Amerika, Oceania dan juga dari Afrika dan Timur Tengah. (KBRI Seoul)

Bapak Duta Besar RI menerima Walikota Salatiga

WalkotaSltiga

Pada Senin, 4 Mei 2015, Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio bertemu dengan delegasi kota Salatiga yang dipimpin oleh Walikota Salatiga, Bapak Yuliyanto. Delegasi diterima di kantor KBRI Seoul. Pada pertemuan yang berlangsung cukup akrab tersebut Walikota manyampaikan bahwa kunjungan mereka ke Korea Selatan tersebut karena mengetahui bahwa Korea Selatan telah berhasil dalam berbagai bidang dan saat ini Korea Selatan menjadi salah satu negara paling maju di dunia.

Delagasi bermaksud untutk belajar dari Korea Selatan, khususnya dibidang pendidikan, industri dan kesehatan. Pada bidang pendidikan delegasi ingin belajar bagaimana Korea Selatan berhasil mengembangkan pendidikannya baik itu mengenai sistem belajar maupun kurikulumnya terutama di perguruan tinggi sehingga menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Untuk bidang industri, Pemkot Salatiga ingin mempelajari mengenai bagaimana Korea Selatan mengembangkan sistem pembuangan limbah hasil Industri dan rumah tangga.

Selanjutnya delegasi Pemkot Salatiga juga ingin mempelajari mengenai sistim kesehatan, hal ini untuk pengembangan sistim kesehatan di Salatiga karena dibandingkan dengan kabupaten dan kotamadya yang ada di sekitarnya saat ini rumah sakit yang ada di Salatiga merupakan salah satu rumah sakit rujukan. Oleh karena itu delegasi ingin mempelajari lebih jauh mengeni sistim pelayanan di rumah sakit di Korea Selatan yang memang sudah sangat maju untuk nantinya dapat diterapkan di rumah sakit di Salatiga.

Pada kesempatan tersebut Bapak Duta Besar juga menjelaskan mengenai pembangunan di Korea Selatan. Pada tahun 1960, Korea Selatan merupakan negara yang sangat miskin namun dengan kegigihan, kerja keras dan kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia maka Korea Selatan saat ini telah berhasil menjadi salah satu negara paling maju di dunia dengan sumber daya manusia yang mumpuni.

Soft Diplomasi melalui Bazaar Hi Seoul

Hiseoul1

Pada tanggal 2 – 3 Mei 2015, Pemerintah kota Seoul menyelenggarakan kegiatan bazaar tahunan terbesar di halaman balaikota Seoul dan sekitarnya. Pada kegiatan tersebut seluruh perwakilan-perwakilan negara asing diundang untuk berpartisipasi. Bazaar tahunan terbesar tersebut mengundang peserta untuk menampilkan seni budayanya dalam bentuk bazaar kuliner, kerajinan tangan, pertunjukan seni dan pameran promosi pariwisata.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia, juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pada kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 5000 pengunjung warga kota Seoul tersebut, KBRI ikut berpartisipasai pada bazaar kuliner, pameran promosi wisata, bazaar kerajinan tangan dan menampilkan tarian.

Pada bazaar kuliner, KBRI ikut melakukan penjualan makanan khas Indonesia seperti Sate Ayam, Nasi Goreng, Martabak dan Bakwan. Sedangkan untuk pertunjukan seni, KBRI Seoul menampilkan tarian Melayu, Zapin dan Poco-Poco.

Untuk pertunjukan seni panitia menyediakan dua panggung, yaitu panggung utama untuk tim kebudayaan khusus undangan dan panggung kedua khusus bagi peserta bazaar yang ingin menampilkan kebudayaannya.

Pada saat menampilkan tarian Poco-Poco para penari mengundang para hadirin untuk ikut serta menari sehingga menjadi sangat meriah. Karena banyak menarik perhatian penonton dan acara menjadi meriah, panitia meminta agar tari diulang.

Melihat animo pengunjung yang cukup banyak untuk menari, panitia mengundang tim tari Indonesia untuk menarikan tarian Poco-Poco tersebut di panggung utama.

Secara keseluruhan acara berlangsung lancar dan meriah. Stan-stan Indonesia banyak menarik perhatian dan dikunjungi oleh pengunjung.

Indonesia Berpartisipasi Pada Pameran International The 9th Horticulture Goyang Korea 2015

goyang1

Duta besar Republik Indonesia untuk Korea Bapak John A. Prasetio, beserta beberapa Duta besar dari negara sahabat, Pejabat Pemerintahan Korea, diantaranya Menteri Agriculture, Food and Rural Affairs, Wali Kota Goyang-si, dan beberapa Anggota Parlemen turut menghadiri acara pembukaan Pameran International Horticulture Goyang Korea 2015. Acara berlangsung pada tanggal 23 April 2015 berempat di Lake Park, Goyang-si, Korea Selatan. Acara pembukaan yang juga dihadiri oleh ±1000 undangan tersebut berlangsung meriah diawali dengan mengunjungi booth peserta, pertunjukan musik dan diakhiri oleh dengan pertunjukan kembang api.

Pameran International Horticulture Goyang Korea 2015 merupakan Pameran Internasional Hortikultura yang diselenggarakan oleh Pemerintah Korea Selatan, Khususnya Pemerintah Daerah Kota Goyang bekerjasama dengan Goyang International Flower Foundation. Pameran ini diselenggrakan sejak tahun 1997 rutin setiap 3 (tiga) tahun sekali, namun sejak tahun 2012 diselenggarakan setiap tahun. Indonesia sendiri pertama kali turut berpartisipasi pada pameran ini pada tahun 2009.

Keikutsertaan Indonesia pada tahun 2015 ini merupakan yang ke-5 kalinya, dan di setiap partisipasi Indonesia dalam ajang ini selalu mendapat penghargaan dari Panitia kegiatan maupun dari pemerintah Kota Goyang, Korea Selatan. Untuk pameran tahun 2015 ini yang akan berlangsung dari tanggal 24 April s/d 10 Mei 2015, tema yang diusung adalah INDONESIA GARDEN. Sebagai icon booth Indonesia, ditampilkan tanaman Eucalyptus Deglupta (my tracheae) dan Socratea SP (Arecaceae) yang konon jenis tanaman ini hanya terdapat di Indonesia, serta tanaman dan bunga khas Indonesia lainnya, yang berpotensial untuk mendapatkan pasar International dan tidak melupakan sentuhan tradisional khas Indonesia. Selain Indonesia, terdapat 25 (dua puluh lima) negara lain yangjuga berpartisipasi dari Eropa, Asia, dan juga Timur Tengah diantaranya Denmark, Netherland, Oman, Jepang, Thailand dan lain-lain.

Adapun tujuan dari keikutsertaan Indonesia pada ajang yang diperkirakan akan dihadiri oleh 500.000 pengunjung dan diikuti oleh sebanyak ini antara lain adalah dalam rangka : a). Memperkenalkan produk-produk unggulan komoditi pertanian Indonesia khususnya bunga, tanaman hias dan produk hortikultura lainnya ke manca negara khususnya ke Korea Selatan yang terangkai dalam Paviliun Indonesia; b). Membuka dan meningkatkan akses pasar yang dapat mendorong peningkatan ekspor produk pertanian baik dari sisi volume maupun dari sisi nilai yang pada akhirnya dapat meningkatkan devisa negara; c). Memfasilitasi para pengusaha atau produsen serta eksportir produk pertanian khususnya produk hortikultura dalam mengikuti event pameran di Korea Selatan serta memberi kesempatan bagi pengusaha tersebut untuk menjalin kerjasama dengan pengusaha bunga dan tanaman hias manca negara khususnya pengusaha di Korea Selatan.

Sementara sasaran yang ingin dicapai dalam pertisipasi Indonesia dalam ajang ini diantaranya : a). semakin dikenalnya produk bunga, tanaman hias dan produk hortikultura Indonesia lainnya yang menjadi unggulan dan merupakan ciri khas tanaman Indonesia kepada pengunjung pameran; b). teridentifikasinya respon/ tanggapan masyarakat Korea Selatan terhadap produk pertanian Indonesia yang diminati; c). Meluasnya ”network” atau hubungan kerjasama antar pelaku bisnis pertanian Indonesia dengan pelaku bisnis dari Korea Selatan pada khususnya dan negara – negara peserta pameran lainnya; d). Tersedianya bahan rekomendasi bagi peningkatan hubungan bilateral khususnya di sektor pertanian antara Indonesia dan Korea Selatan; e). juga sebagai ajang untuk promosi dan persiapan sebagai kelanjutan kerjasama antara Indonesia dengan Goyang International Flower Foundation untuk menyelenggarakan pameran International Hoeticulture di Indonesia pada tahun 2016.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini tidak terlepas dari partisipasi : Bogor Botanical Garden, Agriculture Department of Sukabumi City, Agriculture & Food Security Department of Bandung City, Landscape Department of Bandung City. Sementara dari perusahaan swasta yang berpartisipasi adalah CV. Mandiri Berkah Abdi menampilkan produk : Polycias, Draicena, Lucky Bamboo, agave; Taman Bunga Nusantara menampilkan produk : Begonia Sumo Pink, Peperonia, Syzigum Olena; Centra Orcid menampilkan produk : Orcid : Grammatophylum Speciosum, Phalaenopsis sp, Coelogyne Pandurata, Oncidium, Vanda; dan CV. Arjuna Flora menampilkan produk : Sandersonia, Chrysantium, Anthurium, Rose, Leather leaf.

Berdasarkan data yang dipublis secara resmi oleh website Korea, bahwa impor Korea terhadap produk tanaman hidup kelompok HS 060290 (Plants live, nes) pada tahun 2014 mencapai nilai sebesar US$ 53,6 juta, nilai terjadi peningkatan sebesar 27,4% terhadap impor tahun 2013 yang hanya sebesar US$ 42,1 juta. Pemasok terbesar datang dari China, China Taipe, Thailand, dan Netherland. Indonesia hanya memasok sebesar US$ 1,7 juta atau sebesar 3,1%.

Dengan keikutsertaan perusahaan Indonesia pada pameran International Horticulture Goyang Korea 2015 ini yang menampilkan produk-produk horticultura, diharapkan ditahun-tahun mendatang nilai ekspor produk horticultura dari Indonesia dapat lebih meningkat lagi ke pasar Korea.

Presiden Jokowi: Perjuangan Negara Asia-Afrika Belum Selesai

Jokowi02

Pada hari ini, Rabu tanggal 22 April 2015, pada pidato pembukaan sidang Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Presiden Joko Widodo menumbuhkan kembali semangat perjuangan yang dirintis pada 60 tahun yang lalu. Beliau menyebutkan, perjuangan itu belum selesai karena saat ini negara-negara Asia Afrika masih menghadapi sejumlah tantangan.

"Pada 60 tahun lalu, bapak bangsa Indonesia, Presiden Soekarno, cetuskan gagasan tersebut demi bangkitkan kesadaran bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk mendapatkan hak hidup sebagai bangsa merdeka yang menolak ketidakadilan, yang menentang segala bentuk imperialisme," kata Presiden Jokowi dalam pidato pembukaannya.

Presiden Jokowi menyebutkan, pada 60 tahun lalu solidaritas Asia dan Afrika sudah mengumandangkan perjuangan dan kemerdekaan serta menciptakan kesejahteraan dan keadilan. Kini, Ia menyebutkan negara Asia-Afrika dihadapkan pada situasi dunia yang berbeda. "Bangsa-bangsa terjajah telah merdeka dan berdaulat. Namun, perjuangan kita belum selesai!" kata dia.

Menurut Jokowi, dunia yang terjadi sekarang sarat dengan ketidakadilan, kesenjangan, dan kekerasan global. "Cita-cita bersama mengenai berartinya sebuah peradaban baru, sebuah tatanan dunia baru, yang berdasarkan keadilan, kesetaraan dan kemakmuran masih jauh dari harapan. Ketidakadilan dan ketidakseimbangan global masih terpampang gamblang di hadapan kita," ucap Jokowi.

Hadir dalam pembukaan sidang KAA kali ini adalah 21 kepala negara dan kepala pemerintahan. Mereka di antaranya Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Kamboja Hun Sen, Raja Swaziland Mswati III, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, dan Raja Yordania Abdullah II.

Sidang KAA 2015 ini akan berlangsung hingga Kamis besok. Sidang tingkat pemimpin negara itu akan merumuskan keputusan dari hasil sidang-sidang yang dilakukan sebelumnya di level menteri dan kamar dagang.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014