Peringatan dan Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70 KBRI Seoul

HUTRI1

Sebagai puncak acara dari rangkaian kegiatan perayaan dan peringatan HUT RI ke-70, pada 17 Agustus 2015 KBRI Seoul telah menyelenggarakan Upacara Penaikan Bendera (jam 09.00), dilanjutkan dengan dengan potong tumpeng, ramah tamah, pembagian hadiah pemenang pertandingan dan lomba permainan rakyat. Pada sore hari jam 17.00 KBRI Seoul menyelenggarakan Upacara Penurunan Bendera.

Upacara Penaikan Bendera dipimpin oleh Duta Besar RI selaku Inspektur Upacara dengan komandan Upcara Kol. Budi Setiawan. Meskipun dilaksanakan pada hari kerja, tidak kurang dari 250 orang turut secara hikmat dan tertib pelaksanaan upacara bendera. Selain staf dan keluarga besar KBRI Seoul, peserta upacara terdiri dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, profesional, TNI yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Korea, mixed married, TKI, dan masyarakat Indonesia lainnya. Beberapa diantara mereka berasal dari kota Busan dan Daegu yang berjarak lebih dari 400 km dan memerlukan waktu tempuh sekitar 5 jam dengan kendaraan ke Seoul. Hal ini mencerminkan kesadaran, semangat kebangsaan dan kecintaan pada tanah air dan bangsa yang tinggi.

Selepas upacara dan foto bersama, Duta Besar RI bersama keluarga besar KBRI dan masyarakat Indonesia di Korea Selatan melakukan acara pemotongan tumpeng yang menandai rasa syukur atas nikmat kemerdekaan seraya memanjatkan doa semoga Allah SWT akan senantiasa melimpahkan rahmatNYa kepada bangsa dan negara Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan dan mewujudkan tujuan nasional Indonesia. Selanjutnya Duta Besar RI beramah tamah dengan keluarga besar KBRI Seoul dan masyarakat Indonesia. Acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang pertandingan tenis meja, tenis lapangan dan futsal serta permainan rakyat.

Pada sore harinya, KBRI Seoul menyelenggarakan Upacara Penurunan Bendera pada pukul 17.00 dengan Wakil Kepala Perwakilan selaku Pembina Upacara dan Kol. Harfendi selaku Komandan Upacara. Dalam menyambut peringatan dan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70, Duta Besar RI juga mengirimkan pesan kemerdekaan ke beberapa harian media setempat berjudul "Indonesia, celebrating seven decades of Independence". (KBRI Seoul)

Kantor KBRI Seoul Tutup Menyambut Hari Kemerdekaan RI

office closed

KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 14-17 AGUTUS 2015. KANTOR AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 18 AGUSTUS 2015.

 

주한 인도네시아대사관과 부산 인도네시아영사관은

구정연휴기간  2015 8 14일부터 8 17일까지휴무입니다.

8 18일부터 정상근무 합니다.

 

 THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM 14-17 AUGUST 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON AUGUST 18, 2015.

 

 

Menteri Luar Negeri Indonesia Memimpin Pertemuan ASEAN-Rok Ministerial Meeting

menlu

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno P. Marsudi memimpin pertemuan ASEAN-RoK Ministerial Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia. Menlu Retno menyampaikan secara langsung hasil kerjasama antara ASEAN dan Korsel selama periode 2012-2015. Indonesia saat ini adalah country coordinator untuk hubungan ASEAN – RoK yang berakhir masa tugasnya pada tahun ini dimana selanjutnya Kamboja akan bertugas sebagai country coordinator.

Dalam pernyataannya, Menlu Retno mengatakan bahwa selama ini kerjasama antara ASEAN dan Korsel sudah berjalan dengan sangat baik. Lanjutnya, dari 129 proyek, 71 proyek telah selesai diimplementasikan, 24 proyek sedang berjalan dan 34 proyek akan diimplementasikan sampai dengan akhir tahun 2015. Selain itu, selama periode 2012 – 2015, Korea Selatan telah membuka kantor perwakilannya untuk ASEAN di Jakarta.

Dalam isu kerjasama perdagangan, antara ASEAN dan Korsel sendiri telah menetapkan target 200 miliar dollar pada tahun 2020 melalui ASEAN – RoK Free Trade Area (ASEAN-RoK FTA). Selain perdagangan, Korea Selatan juga berencana untuk mendirikan ASEAN Culture House di Busan pada tahun 2017.

Di sela-sela pertemuan AMM, Menlu Retno juga bertemu secara bilateral dengan Menlu Yun Byung-se. Dalam pertemuan bilateral tersebut dibahas upaya-upaya peningkatan hubungan bilateral yang lebih komprehensif antara kedua negara, antara lain membicarakan isu bebas visa bagi WNI ke Korsel dan Bilateral Joint Commission.

Kegiatan Pelestarian Hutan Anak Muda Asean dan Korea

akc1

Pada Rabu tanggal, 12 Agustus 2015 di kantor Asean Korea Centre (AKC) dilaksanakan upacara penutupan program Asean-Korea Youth Network Workshop yang dilaksanakan di Korea dan Indonesia. Program yang berlangsung dari tanggal 11 – 18 Agustus 2015 tersebut bertujuan unutk meningkatkan jejaring dan persahabatan diantara anak muda Korea dengan Asean.

Pada kegiatan yang bertema "Youth in the Forefront of Forest Conservation in Asean and Korea" tersebut diikuti oleh sekitar 100 anak-anak muda dari negara-negara Asean dan Korea yang terdiri dari 80 pelajar ASEAN dan Korea yang tengah belajar di Korea dan 20 peserta berasal dari negara asal. Dari Indonesia berpartisipasi pada kegiatan tersebut 7 orang, 5 orang tengah belajar di Korea dan 2 orang dari Indonesia.

Pada acara penutupan tersebut juga diisi dengan penyampaian kata sambutan dari Sekjen AKC, H.E. Kim Young Sun, Executive Director of AFoCo, Dr. Hadisusanto Pasaribu dan Duta Besar Malaysia untuk Korea, H.E. Dato' Rohana binti Ramli.

Hadir juga pada kesempatan tersebut beberapa Duta Besar dan perwakilan dari negara Asean lainnya. Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala Perwakilan RI di Korea Selatan, Bapak Cecep Herawan juga berkesempatan untuk hadir dan berdiskusi mengenai kegiatan dengan para peserta workshop utamanya peserta dari Indonesia.

Selain itu pada acara tersebut, juga diumumkan beberapa film terbaik yang bertemakan pelestarian hutan yang dibuat oleh para peserta workshop tersebut. Acara ditutup dengan photo bersama dan makan siang.

Setelah acara penutupan para peserta akan melanjutkan kegiatan workshop pengenalan tentang hutan dan pelestarian hutan di Indonesia sampai tanggal 18 Agustus 2015. (KBRI Seoul)

Partisipasi Produk Indonesia Pada Halal Expo Korea 2015

halalfood

Halal Korea Co., LTD, sebuah perusahan swasta, untuk perama kalinya menyelenggarakan pameran produk halal di Korea dengan tema Halal Expo Korea 2015, mengambil tempat di Hall C Coex, yang berlangsung selama 3 (tiga) hari dari dari tanggal 7 s/d 9 Agustus 2015.

Pameran ini diikuti oleh sebanyak 150 perusahaan, yang sebahagian besar adalah perusahan local Korea dan beberapa peserta dari manca negara yaitu dari Turkey, Malaysia dan juga dari Indonesia. Produk yang ditampilkan sebahagian besar adalah produk makanan, produk kecantikan. Menurut pengamatan kami produk yang ditampilkan oleh peserta memiliki label halal yang berasal dari  berbagai negara.

Selain menampilkan produk, kegiatan pameran ini juga diisi dengan seminar tentang halal. Dengan tujuan untuk memberikan pemahaman  arti halal dalam konsep Islam baik kepada mesyarakat umum lebih khusus lagi kepada kalangan industry Korea agar dapat menghasilkan produk halal yang sesuai dengan konsep islam sehingga produk tersebut dapat diterima di pasar negara-negara islam.

Potensi pasar produk halal di Korea relative kecil, dimana populasi muslim juga kecil yang sebahagian besar adalah pekerja pendatang atau turis dari negara-negara muslim yang berlibur ke Korea. Namun akhir-akhir ini dengan memperhatikan besarnya potensi pasar negara-negara Islam seperti di Timur Tengah, Afrika dan juga Asia Tenggara, industry Korea gencar untuk dapat menghasilkan produk bersertifikasi halal khususnya produk makanan dan kecantikan agar dapat menembus pasar negara-negara dikawasan tersebut.

Keikutsertaan perusahaan Indonesia pada pameran ini, adalah merupakan kerjasama dan fasilitasi dari pihak penyelenggara dengan Yayasan Produk Halal Indonesia, dimana membawa 3 (tiga) perusahaan yaitu CV. Andhika yang menampilkan produk berupa makanan kecil, HQ Corpora Putra yang menampilkan produk turunan kelapa dan PT. Adasakti Daya Asoka yang menampilkan produk palm sugar dan minyak kelapa.

Disamping perusahaan yang langsung datang dari Indonesia, juga ikut berpartisipasi salah satu agen tunggal terbesar produk Indonesia di Korea yaitu Kor Bangla Osan PVT, LTD. Perusahan ini menampilkan produk-produk dari Indofood yaitu mie instan, bumbu-bumbu, biskuit dan lain-lain yang semuanya sudah bersertifikat halal dari MUI.

Animo pengunjung sangat tertarik mencoba produk Indonesia, ini ditandai dengan banyaknya pengunjung dan panjangnya antrian yang ingin mencoba produk tester yang disajikan (mie goring, mie rebus, dan juga snack khas Indonesia seperti tempe goreng, keripik ubi dan lain-lain). Namun bagi sebahagian dari mereka ada yang bertanya dimana bedanya antara produk yang halal dengan yang tidak halal.

Beberapa pengunjung (buyer) menunjukan minatnya untuk mengimpor produk makanan kecil dan juga produk turunan kelapa, diharapkan minat ini bisa berlanjut sampai menjadi transaksi. Untuk produk mie instan, pihak agen tunggal menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam pameran produk halal ini adalah dalam upaya untulk lebih memperkenalkan produk mie instan Indonesia kepada masyarakat Korea, sejauh ini konsumen dari produk ini masih didominasi oleh orang asing yang tinggal di Korea.

Memperhatikan keinginan industry Korea untuk menghasilkan produk dengan sertifikasi halal, merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi industry di dalam negeri. Dengan kondisi ini diharapkan Industri di dalam negeri khususnya industry produk makanan dan juga produk kecantikan, yang mana juga banyak diminati oleh industry Korea untuk mendapatkan sertifikat halal kiranya dapat menjadi masukan untuk diantisipasi kedepannya. (KBRI Seoul)

Dubes RI Adakan Pertemuan dengan Mr. Hong, John-Paul, Vice Chairman Universal Peace Federation World Summit untuk Bahas Rencana Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla

PhotoHong

Pada 3 Agustus 2015 Duta Besar RI didampingi Wakil Kepala Perwakilan, Minister Councellor Politik dan pelaksana Fungsi Ekonomi telah mengadakan pertemuan dengan Mr. Hong, John-Paul, Vice Chairman Universal Peace Federation (UPF) World Summit yang mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Seoul sebagai Keynote Speaker pada Sunhak Peace Prize Ceremony pada 28 Agustus 2015. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal UPF Dr. Tagelin Hamad telah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla guna menyampaikan undangan dimaksud yang ditanggapi secara positif oleh Wakil Presiden.

Pertemuan dimaksudkan untuk membahas berbagai hal terkait dengan rencana Wakil Presiden pada acara tersebut guna mensinkronkan dengan program acara Wakil Presiden RI selama kunjungan ke Seoul yang disusun oleh KBRI Seoul secara koordinatif dengan kantor Wakil Presiden. Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar RI menyampaikan saat ini KBRI sedang berkoordinasi dengan Kemenlu Republik Korea untuk acara courtesy meeting Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Presiden Park Heun-hye. Selain itu KBRi sedang menyusun program untuk pertemuan Wakil Presiden dengan para CEO/ Chairman perusahaan papan atas Korea Selatan yang telah berinvestasi, atau berminat berbisnis dan berinvestasi di Indonesia.

The Sunhak Prize dimaksudkan sebagai pengakuan dan memberikan penghargaan kepada individu dan/ atau organiasi yang banyak berjasa di bidang perdamaian. Sun Hak Prize pertama akan diberikan pada 28 Agustus 2015 kepada Presiden Anote Tong Kiribati yang dipandang sebagai pemimpin global dalam menciptakan perdamaian terkait isu perubahan iklim dan Dr. Modadugu Vijay Gupta yang dipandang pelopor Blue Revolution dari India. UPF merupakan jejaring global yang terdiri dari individu dan organisasi yang mengabdikan diri pada perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai moral dan spiritual. UPF merupakan NGO yang memiliki Special Consultative Status di Economic and Social Council of the United Nations (ECOSOC). (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Merayakan Idul Fitri 2015 dengan Masyarakat Indonesia di Incheon

idulfitri2015

Seperti tahun sebelumnya, pada tahun 2015, pejabat, staf dan keluarga besar KBRI Seoul, Korea Selatan kembali merayakan Idul fitri 1436 H, dengan mendatangi tempat masyarakat Indonesia melakukan shalat Idul fitri dan selanjutnya melakukan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia setempat. Mengingat konsentrasi masyarakat Indonesia di seluruh Korea Selatan cukup banyak maka kunjungan dilakukan secara bergilir.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio bahwa sebagai pejabat pemerintah bukan untuk dilayani tapi harus melayani masyarakat serta turun ke masyarakat untuk dapat menyerap aspirasi dan permasalahan yang ada di masyarkat di tempat pejabat tersebut bertugas.

Pada Idul fitri kali ini keluarga besar KBRI Seoul, menjalankan shalat dan merayakan Idul Fitri dengan mendatangi masyarakat Indonesia yang ada di Incheon, Ansan dan Daegu. Pada perayaaan Idul fitri kali ini bersamaan dengan kunjungan ketua BNP2TKI, Bapak Nusron Wahid yang juga merayakan Idul fitri bersama masyarakat Indonesia di Daegu.

Bapak Duta Besar, dalam kegiatan tahun ini berkunjung ke masyarakat Indonesia di kota Incheon berjarak sekitar 70 km dari Ibukota Seoul, Korea Selatan. Pada kesempatan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia, Bapak Dubes tidak lupa menitipkan pesan kepada sekitar 1000 masyarakat yang hadir untuk bekerja secara baik, berkelakuan baik dan menjaga nama baik bangsa dan negara.

Selain itu bapak Dubes juga mendoakan semoga seluruh warga Indonesia dapat berhasil dalam menjalankan tugasnya di Korea Selatan. Pada acara tersebut juga hadir pejabat kepolisian dan pejabat dari migrant care kota Incheon. (KBRI Seoul)

PEMBERITAHUAN

office closed

KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 16-21 JULI 2015. PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 22 JULI 2015.

 

주한 인도네시아대사관과 부산 인도네시아영사관은

2015 7 16일부터 7 21일까지 휴무입니다.

2015 7 22일부터 정상근무 합니다.

  

THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM 16-21 JULY 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON JULY 22, 2015.

Silaturahmi Melalui Safari Ramadhan 1436 H

SafariRamadhan4

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1436 H, selain Diskusi Ngabuburit yang dilaksanakan setiap  Sabtu, KBRI Seoul, Korea Selatan juga melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan dengan melakukan kunjungan ke kantong-kantong masyarakat Indonesia dan masjid-masjid secara bergilir, pada setiap hari Minggu. Pada Ramadhan kali ini kegiatan Safari Ramadhan dilaksanakan pada Minggu tanggal 28 Juni, 5 dan 12 Juli 2015.

Tujuan dari kegiatan Safari Ramadhan ialah untuk mempererat silaturahmi antara KBRI Seoul dengan masyarakat Indonesia di Korea Selatan serta melakukan diskusi untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada terutama dikalangan tenaga kerja Indonesia. Selain itu pada Safari Ramadhan kali ini, KBRI Seoul juga menyerahkan kain sarung untuk digunakan di beberapa masjid.

Pada Safari Ramadhan tahun ini, Wakil Kepala Perwakilan (Wakeppri), Bapak Cecep Herawan juga turut berpartisipasi pada kegiatan ini. Pada kesempatan temu muka dan diskusi dengan tenaga kerja Indonesia, Bapak Wakeppri menjelaskan mengenai kondisi terkini tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan di mana karena jumlah tenaga kerja illegal Indonesia makin hari makin bertambah sehingga posisinya sudah lebih lampu kuning hampir lampu merah. Dan jika hal ini terjadi maka Indonesia tidak bisa lagi mengirimkan tenaga kerjanya ke Korea Selatan.

Oleh karena itu, KBRI Seoul mengajak seluruh TKI untuk bersama–sama mencari jalan keluar yang terbaik agar jangan sampai Indonesia tidak bisa lagi mengirimkan tenaga kerjanya ke Korea Selatan.

Selain itu pada diskusi juga diusulkan untuk membentuk kontak person-kontak person di setiap kantong-kantong masyarakat Indonesia sehingga dapat mempermudah dan mempercepat komunikasi antara KBRI dengan masyarakat Indonesia khususnya TKI jika ada permasalahan-permasalahan yang timbul di lapangan.

Pada setiap kegiatan Safari Ramadahan yang dilakukan oleh KBRI Seoul kali ini berjalan cukup baik dan lancar. Hampir di setiap kegiatan para hadiran yang terdiri dari para TKI, menyampaikan berbagai pertanyaan-pertanyaan dan masukan-masukan yang terkait dengan pelayanan mulai dari cara pembuatan SIM, proses lapor diri dan permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan lainnya. (KBRI Seoul)

Diskusi Ngabuburit Ramadhan 2015

ngabuburit4

KBRI Seoul, Korea Selatan bekerja sama dengan berbagai masyarakat Indonesia di Korea Selatan setiap Sabtu pada bulan Ramadhan 2015 (1436 H) mengadakan diskusi ngabuburit bertempat di ruang pertemuan KBRI Seoul. Selama Bulan Ramadhan telah dilaksanakan 4 kali diskusi ngabuburit yaitu pada Sabtu tanggal 20, 27 Juni dan 4,11 Juli 2015.

Pada diskusi ngabuburit pertama bertema Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan narasumber dua dokter Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Korea Selatan, dr. Machin dan dr. Elok. Diskusi ke dua bertema Keberagaman dan Pembentukan Karakter Bangsa dengan narasumber Atase Pertahanan KBRI Seoul, Kolonel Budi Setiawan. Pada diskusi ke tiga bertema Mencermati Peluang Usaha dengan nara sumber Mr. Jun Choi, salah satu CEO muda dari Korea Selatan dan Diskusi terakhir bertema Pelajaran Berharga dari Korea dengan nara sumber dari Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) dan pekerja Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Community in Corea (ICC).

Diskusi yang berlangsung menjelang buka puasa ini dihadir oleh berbagai kalangan baik itu home staf dan pegawai setempat KBRI Seoul, pekerja Indonesia, mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya. Duta Besar RI, Bapak. John A. Prasetio dan Wakil Kepala Perwakilan, Bapak Cecep Herawan, juga berkenan hadir pada kesempatan tersebut.

Pada setiap kesempatan saat diskusi ngabuburit, Bapak Dubes selalu menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia di Korea Selatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan dan kekompakan di antara sesama warga negara Indonesia.

Selain itu Bapak Dubes juga menyampaikan agar kita bisa menjadi agent of change, yaitu dengan membawa perubahan, perbaikan dan nilai-nilai positif serta pengalaman baik yang telah di dapat di Korea Selatan untuk bisa ditularkan di Indonesia.

Setiap acara diskusi yang dihadiri lebih dari 100 peserta berlangsung cukup menarik dan konstrukif. Hal ini dapat dilihat dari cukup banyak dari peserta yang mengajukan pertanyaan dan tanggapan. Setiap akhir dari acara diskusi ngabuburit ditutup dengan berbuka puasa bersama.

Diskusi Ngabuburit dengan Warga Muslim Indonesia di Korea Selatan Mengenai Keselamatan Kerja dan Kesehatan

Ngabuburit1

Pada 20 Juni 2015 Duta Besar RI telah menghadiri Diskusi Ngabuburit dengan warga muslim Indonesia di Korea Selatan bertemakan Keselamatan Kerja dan Kesehatan yang dibawakan oleh dokter Machin dan dokter Elok serta dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Ustadz dari Komunitas Muslim Indonesia.

Forum diskusi dilaksanakan setiap Sabtu malam selama bulan suci Ramadhan dan menjadi wadah untuk menjaga dan memperkuat tali silaturahmi, kerukunan, peraturan dan kesatuan warga negara Indonesia di Korea Selatan yang saat ini telah mencapai lebih dari 40.000 orang.

Tema kesehatan dan keselamatan kerja dipandang sangat relevan dan penting sebagai salah satu upaya perlindungan WNI melalui tindakan-tindakan preventif sehingga dapat diminimalisir atau dihilangkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Diskusi kesehatan membahas mengenai penyakit jantung dan stroke dan pola hidup sehat yang perlu diperhatikan. Selain itu dibahas virus Mers, tingkat ancaman, cara-cara penyebaran, dan hal-hal yang perlu dihindari dan sebagainya. Sebagaimana diketahui, sampai 24 Juni 2015 jumlah kasus Mers mencapai 175 dan menyebabkan 27 orang meninggal.

Promosi Pariwisata Indonesia di Gwanghwamun Square

wmc1

KBRI Seoul, Korea Selatan ikut berpartisipasi pada Embassies Day in Seoul 2015 dari tanggal 19 Juni – 21 Juni 2015 di Gwanghwamun Square, kota Seoul. Kegiatan yang diselenggarakan oleh World Masters Committee tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan baik itu dari perwakilan asing yang ada di kota Seoul, Korea Selatan, maupun berbagai sangar seni Korea.

Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan networking dengan berbagai perwakilan asing dan mempromosikan tempat tujuan wisata ini diikuti lebih dari 130 peserta dimana sekitar 37 peserta adalah perwakilan asing dan sisanya diisi oleh berbagai sanggar seni serta promosi kegiatan seni dan budaya di Korea Selatan.

Pada kegiatan yang dikunjungi oleh lebih dari 5000 pengunjung tersebut, KBRI Seoul memfokuskan untuk melakukan kegiatan promosi dan memperkenalkan Indonesia melalui diseminasi informasi dan membagikan brosur-brosur lux berisi tempat-tempat tujuan wisata di Indonesia seperti Bali, Borobudur, Pulau Komodo, Candi Prambanan dan berbagai tempat kunjungan wisata lainnya.

Cukup banyak pengunjung yang tertarik untuk berkunjung ke stand Indonesia karena selain membagikan brosur juga terdapat berbagai patung hasil karya seniman Indonesia diperagakan, sehingga banyak dari pengunjung selain meminta brosur juga mengambil photo patung-patung tersebut.

Pada kesempatan tersebut, sebagian besar dari mereka bertanya mengenai tempat-tempat tujuan wisata yang ada di Indonesia dan menyampaikan ketertarikannya untuk berkunjung ke Indonesia. (KBRI Seoul)

PENGUMUMAN

office-hours

PENGUMUMAN / 공지 사항 / NOTIFICATION

 

SELAMA BULAN SUCI RAMADHAN PADA TANGGAL 18 JUNI – 15 JULI 2015, JAM KERJA KBRI SEOUL DAN KANTOR KUKRI BUSAN AKAN MENGALAMI PERUBAHAN MENJADI:

JAM KERJA: 10.00 – 17.00

JAM ISTIRAHAT: 12.30 – 13.30

 KBRI SEOUL DAN KANTOR KUKRI BUSAN AKAN TUTUP DALAM RANGKA IDUL FITRI DARI TANGGAL 16 – 21 JULI 2015. KAMI AKAN BUKA KEMBALI PADA TANGGAL 22 JULI 2015 DAN JAM KERJA AKAN KEMBALI SEPERTI BIASA.

 

 

이슬람 라마단금식 기간 2015 618 – 715 까지, 주한 인도네시아 대사관과 부산 인도네시아 영사관 근무시간이 변경됩니다.

 근무시간  :  10.00.-17.00.

점심시간 :  12.30.-13.30.

 주한 인도네시아 대사관과 부산 인도네시아 영사관은 금식종료일 이둘피트리기간 2015 7 16-21까지 휴무일 입니다.  722일부터 정상근무 합니다.

 

 

 DURING THE HOLY MONTH OF RAMADHAN ON JUNE 18 – JULY 15, 2015, OFFICE HOURS AT THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE:

 OFFICE HOURS: 10.00 – 17.00

BREAK TIME: 12.30 – 13.30

 THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FOR IED MUBARAK ON JULY 16-21, 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON JULY 22, 2015 AND THE OFFICE HOURS WILL BE CHANGED BACK TO NORMAL.

Program Pembinaan Warga, Dubes RI Silaturahmi dengan KMI dan 42 Pengurus Mushola dan Masjid di Korea

Masjidincheon

Pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2015, Duta Besar RI telah berkunjung ke Mesjid Al Muhajirin, Incheon. Dalam kesempatan tersebut hadir masyarakat Indonesia yang terdiri dari Komunitas Muslim Indonesia (KMI), 22 pengurus Masjid dan Musholla, para tenaga kerja dan mahasiswa.

Duta Besar RI menyampaikan bahwa Republik Korea merupakan salah satu mitra strategis Indonesia oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk menjaga hubungan baik RI-Republik Korea. Beliau juga menjelaskan tentang kondisi ekonomi Indonesia saat ini, dimana tertekannya Rupiah disebabkan nilai ekspor yang lebih kecil dibanding nilai impor.

Menanggapi pertanyaan yang diajukan tentang program Pemerintah apa yang telah disiapkan di tanah air bagi para tenaga kerja/mahasiswa tersebut sekembalinya ke tanah air, Duta Besar menjelaskan, bahwa Pemerintah telah menggandeng para perusahaan pengguna jasa di Korea yang memiliki perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman TKI eks Korea untuk dapat bekerja pada perusahaan-perusahaan mereka di Indonesia.

Selain itu diupayakan dapat diwujudkan program pelatihan seperti kewirausahaan bagi TKI asal Korsel. Pada Kesempatan tersebut juga Duta Besar memberikan cinderamata bagi masyarakat Indonesia yang hadir. (KBRI Seoul)

Promosi Pariwisata Bali di Korea Selatan

Bali1

Pada tanggal 10 Juni 2015, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Seoul, Bapak Cecep Herawan didampingi oleh Koordinator fungsi Pensosbud menghadiri kegiatan promosi wisata –South Korea Sales Mission 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Badung dan kalangan pelaku pariwisata bali baik itu dari Badan Promosi Pariwisata Badung, Perusahaan Perjalanan dan Hotel di Bali. Kegiatan yang dilakukan di hotel Lotte Seoul tersebut dihadiri oleh sekitar 100 pelaku pariwisata Korea Selatan.

Tujuan utama dari penyelenggaraan acara tersebut adalah untuk memberikan update kepada pelaku usaha perjalanan di Korea Selatan tentang daerah tujuan wisata yang ada di Bali beserta fasilitas-fasilitas pendukung yang tersedia. Hadir pada kegiatan tersebut juga wakil-wakil dari Kementerian Pariwisata dan PT. Garuda . Sebelum di kota Seoul acara serupa juga diselenggarakan di Kota Busan.

Pada sambutan acara tersebut Wekeppri KBRI Seoul menyampaikan bahwa KBRI Seoul sangat mendukung acara-acara seperti ini karena sejalan dengan program dari KBRI untuk memperkenalkan Indonesia ke sebanyak mungkin masyarakat Korea Selatan.

Diharapkan dengan kegiatan ini akan dapat berdampak pada peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia umumnya dan Bali khususnya. Sehingga diharapkan tujuan 20 juta wisatawan pada tahun 2019, yang dicanangkan oleh presiden Jokowi dapat tercapai.

Selanjutnya Bapak Wakeppri juga menyampaikan mengenai besarnya potensi wisatawan dari Korea Selatan mengingat negara ini sekarang sudah merupakan negara maju yang salah satu kebutuhannya adalah berlibur. Pada tahun 2014 tercatat wisatawan dari Korea Selatan yang melakukan perjalanan wisata ke luar negeri mencapai 14,7 juta jiwa.

Acara Sales Mission yang diselenggarakan kali ini mendapat sambutan baik dari para pelaku pariwisata Korea Selatan. Hal ini dapat terlihat dari besarnya antusiasme mereka selama berlangsungnya acara.

Duta Besar RI Perkuat Upaya Peningkatan Kerjasama Bilateral pada Industri Finansial dengan Menghadirkan CEO Bursa Efek Indonesia pada Workshop on Indonesian Economy and Financial Industry

Ifc11

Pada 5 Juni 2015, Duta Besar RI telah diundang sebagai pembicara utama pada Workshop on Indonesian Economy and Financial Industry yang diselenggarakan oleh Council on International Financial Cooperation atau CIFC. Workshop dihadiri oleh berbagai industri keuangan seperti perbankan, sekuritas dan asuransi. Mengingat minat para pengusaha Korea yang semakin menguat untuk menjalin bisnis di industri keuangan dengan Indonesia, Duta Besar RI menghadirkan Bapak Ito Warsito CEO Bursa Efek Indonesia yang sebelumnya menjabat Chief Financial Officer PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.

Dalam presentasinya, Duta Besar RI antara lain menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CIFC yang telah menyelenggarakan acara ini. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini sedikit rendah yang antara lain disebabkan oleh penundaan belanja pemerintah. Jika beberapa tahun sebelumnya, Indonesia masih masuk ke dalam daftar "The Fragile Five" bersama India, Brazil, Turki dan Afrika Selatan, saat ini Indonesia sudah "graduated" dari posisi ini. Kepercayaan lembaga-lembaga keuangan internasional ke Indonesia sangat kuat. Tumbuh dan meningkatnya kelompok kelas menengah di Indonesia dibarengi oleh perluasan pembangunan infrastruktur di Indonesia telah memperluas peluang bisnis di Indonesia. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan lebih kuat.

Saat ini industri perbankan di Indonesia sangat baik dan menunjukkan kinerja yang kuat. Kerjasama RI-ROK di bidang industria finansial semakin menguat. Pada hari ini CEO Bursa Saham Indonesia telah menandatangani kerjasama di bidang deposit sekuritas dengan KSD (Korea Securities Depository). Peluang investasi industri finansial di Indonesia terbuka lebar dan mengharapkan para investor memanfaatkan dengan baik peluang ini.

Selanjutnya, CEO Bursa Efek Indonesia menyampaikan mengenai proses perubahan dan perbaikan bursa efek indonesia, termasuk pesatnya pertumbuhan trading value dan Initial Public Offering (IPO) di Indonesia. Beberapa sektor yang mencapai market capitalization cukup besar adalah sektor transportasi, perbankan, properti, retail dan pertambangan. Tantangan yang dihadapi Pasar Modal Indonesia adalah terkait bagaimana terus menghasilkan inovasi produk-produk pasar modal yang baru, meningkatkan jumlah investor lokal, meningkatkan awareness tentang investasi pasar modal, peningkatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan pasar. Bapak Ito Warsito juga menyampaikan mengenai dinamika kawasan dan ASEAN Economic Community (AEC) serta persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia guna mendapatkan maximum benefit dari AEC 2015.

KBRI Seoul Sampaikan Updates Korea Selatan dan Hubungan Bilateral RI-ROK pada Acara Diklatpim LAN

Lan11

Dalam acara pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I Angkatan XXXI Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 3 Juni 2015, Wakil Kepala Perwakilan RI menyampaikan update perkembangan Republik Korea dan Hubungan Bilateral RI-ROK.

Dalam paparannya, Wakil Kepala Perwakilan menyampaikan beberapa hal antara lain 1) gambaran umum Korea Selatan, 2) Angka perdagangan Indonesia-Korea Selatan yang surplus dan menjadikan Indonesia sebagai mitra dagang kelima Korea Selatan, (3) Potensi investasi dimana saat ini terdapat 2,200 perusahaan Korea di Indonesia dengan rata-rata domestic expenditure sebesar US$ 700-900 milyar, termasuk realisasi tahap 2 POSCO di Cilegon sebesar US$ 3,5 milyar dan Lotte Petrochemical sebesar US$ 4-5 milyar yang saat ini masih terhambat regulasi perijinan tanah; (4) jumlah Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan dan peluang pengiriman lebih banyak TKI di bidang Manufaktur serta rekomendasi moratorium pengiriman TKI di sektor perikanan dan perijinan Anak Buah Kapal (ABK) karena pendapatan yang sangat rendah.

Disampaikan pula Korea Selatan aktif melaksanakan Middle Power Diplomacy dan aktif menghimpun kekuatan di kawasan dengan tujuan ikut menentukan governance architecture untuk isu-isu regional dan global seperti perubahan iklim, isu ketahanan energi dan cyberspace. Korea Selatan juga merupakan salah satu penggagas MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) yang diposisikan sebagai middle power network untuk menjembatani perbedaan kepentingan antara negara maju dengan negara berkembang.

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Angkatan XXXI Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah berkunjung ke Korea Selatan pada 3-6 Juni 2015 untuk benchmarking visit. Selama kunjungan, Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan telah diprogramkan pertemuan dengan sejumlah instansi mitra Korea Selatan diantaranya Kantor Propinsi Gyeonggi, kantor OECD. Supreme Prosecutors' Office (SPO), dan Central Official Training Institute dengan fasilitasi dan pengaturan dari KBRI Seoul. (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Bahas Peningkatkan Hubungan dan Kerjasama Bilateral RI-ROK dengan Director General of South Asian & Pacific Affairs Bureau

DGKang11

Sebagai upaya terus memperkuat dan dan meningkatkan hubungan dan kerjasama RI-ROK (Republic of Korea), pada 1 Juni 2015 Duta Besar RI didampingi Wakil Kepala Perwakilan dan Minister Councellor Politik mengadakan working dinner dengan Director General of South Asian & Pacific Affairs Bureau Mr. Kang Young-hoon yang didampingi oleh Director South East Asia Division Mr. Ham Jeong-han dan Second Secretary Ms. Yun, Jiyoung.

Duta Besar RI menyampaikan perlunya langkah-langkah yang lebih "agressive" dalam mendorong dan meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral RI-ROK. Republik Korea perlu berperan signifikan dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Presiden Jokowi dan mendorong para pengusaha dan investor Korea untuk meningkatkan bisnis dan investasinya di Indonesia.

Disadari adanya sedikit ganjalan dalam investasi perusahaan POSCO di Indonesia yang antara lain disebabkan perbedaan budaya dalam komunikasi bisnis antara POSCO dan perusahaan mitra. Pemerintah RI berharap isu POSCO dapat segera diselesaikan. Sebagaimana dimaklumi, dalam pertemuan One-on-One Presiden Jokowi dengan sejumlah pimpinan/CEO perusahaan Korea, yakni POSCO, Hyosung, Lotte Chemical, Hanwa Life Insurance, dan BK Energy pada 10 dan 12 Desember 2014, POSCO mengharapkan dukungan Pemerintah Indonesia atas rencana investasi tahap kedua di Krakatau Steel senilai US$ 3.5 miliar untuk peningkatan produksi besi dan baja sampai dengan 10 juta ton/tahun. Saat ini, kebutuhan produk besi dan baja di Indonesia mencapai 15 juta ton/tahun.

Sementara itu Director General Kang selain menyampaikan terima kasih atas fasilitasi yang sangat baik Delegasi Korea Selatan yang dipimpin oleh Deputy Prime Minister H.E. Hwang Woo-yea pada Konferensi Asia Afrika pada April lalu, Director General of South Asian & Pacific Affairs Bureau menyampaikan Indonesia sebagai negara besar sangat penting bagi Republik Korea. Dalam kaitan ini Pemerintah Korea mengharapkan Presiden RI melakukan kunjungan bilateral ke Korea Selatan tahun ini.

Presiden Jokowi dalam hal ini telah melakukan kunjungan bilateral ke RRT dan Jepang. Kunjungan Presiden Jokowi akan sangat penting bagi future directions hubungan dan kerjasama kedua negara. Mengenai investasi POSCO, Director General menyampaikan kiranya permasalahan ini dapat segera diselesaikan dan pihaknya akan terus mendorong investor Korea untuk lebih banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Pertemuan juga membahas dimulainya kembali Indonesia-Korea Comprtehensive Economic Partnership Agreement.

Sebagai informasi, perusahaan Korea di Indonesia menurut Kadin dan Kocham saat ini berjumlah 2.200. Warga Indonesia bekerja di Perusahaan Korea lebih dari 1 juta orang. Sales Revenue termasuk Export Sales dari perusahaan-perusahaan tersebut mencapai US$ 20 milyar. (KBRI Seoul)

Acara Kenduri Indonesia - Sarana untuk Mempererat Persatuan dan Persaudaraan

Kenduri1

Acara "Kenduri Indonesia" sebagai wujud tekad kebersamaan, kepedulian dan kecintaan masyarakat Indonesia di Korea Selatan kepada tanah air dan bangsa telah diselenggarakan pada 31 Mei 2015 di kota Ansan. Acara yang bertema “Satukan Hati Mari Berbagi dan Selalu Cintai Negeri” merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat Indonesia di Korea Selatan dengan dukungan KBRI Seoul.

Dilaksanakan dalam rangka milad Indonesia Community Center ( ICC) ke-10, Kenduri Indonesia yang didukung oleh Pos Keadilan Peduli Umat ( PKPU) diisi dengan kegiatan Charity, Parade Budaya Indonesia, Festival Karya Seni Anak Negeri serta Bazar kerajinan tangan dan kuliner Nusantara. Acara dimeriahkan dengan kehadiran salah satu band terkenal Indonesia, Gigi.

Sehari sebelumnya, 30 Mei 2015 personil band Gigi, Armand Maulana, Thomas Ramdhan, Gusti Hendy dan crew beserta panitia Kenduri Indonesia diterima oleh Duta Besar RI di Wisma Duta,KBRI Seoul. Duta Besar RI, selain mengapresiasi Panitia Pelaksana dan tim pendukung termasuk band Gigi, menitipkan pesan kepada warga negara Indonesia umumnya dan Tenaga Keeja Indonesia khususnya untuk selalu menjaga nama baik bangsa Indonesia, menjaga kekompakan, kerukunan dan persatuan. Kepada teman teman TKI yg sudah overstayers juga di himbau agar kembali ke tanah air, menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuan yg dimiliki untuk turut membangun masyarakat di daerahnya.

Hasil donasi antara lain disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan dalam membantu pengungsi Rohingya, korban bencana Nepal dan anak-anak yatim di Indonesia.

Acara Kenduri Indonesia menampilkan 53 stand menghadirkan berbagai kuliner khas daerah di Indonesia dan hasil-hasil kerajinan tangan. Tidak kurang dari 3000 masyarakat Indonesia dari berbagai kota di Korea Selatan memeriahkan acara kebersamaan dan refleksi kepedulian sosial tersebut.

Membuka acara tersebut, Wakil Kepala Perwakilan RI atas nama Duta Besar menyampaikan selamat dan apresiasi kepada hadirin, panitia penyelenggara, khususnya ICC yang merayakan hari jadinya ke-10. Selanjutnya disampaikan bahwa acara yang berlangsung sangat meriah dan kehadiran seluruh masyarakat Indoneaia di acara ini menunjukkan Indonesia satu, Indonesia kuat dan Indonesia peduli umat. Kebersamaan, kerukunan dan kepedulian seperti ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

Sementara itu Kepala Kepolisian Ansan yang hadir menyampaikan kegembiraan melihat keceriaan dan kemeriahan acara kebersamaan masyarakat Indonesia. Pihaknya menyampaikan kesiapannya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat Indonesia di Ansan. (KBRI Seoul)

KBRI Seoul Tutup Karena Libur Nasional Hari Waisak

office closed

PELAYANAN KONSULER KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 2 JUNI 2015. PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 3 JUNI 2015.

 

주한 인도네시아대사관과 부산 인도네시아영사관은

2015 6 2일은 휴무입니다.

 6 3일부터 정상근무 합니다.

  

CONSULAR SERVICE OF THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM JUNE 2, 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON JUNE 3, 2015.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014