SURAT EDARAN

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
SEOUL

 

SURAT EDARAN

 

Kepada Yth.
Seluruh Warga Negara Indonesia
di
Korea Selatan

Dengan homat,

Sehubungan dengan adanya penangkapan Warga Negara Indonesia oleh Aparat Keamanan setempat dengan tuduhan pelanggaran keimigrasian dan dugaan keterlibatan mendukung organisasi radikal IS, KBRI Seoul dengan ini menghimbau kepada seluruh Warga Negara Indonesia di Korea Selatan untuk:

1. Bersikap tenang dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sebagaimana biasa dengan tetap menjaga kehati-hatian.

2. Senantiasa mematuhi seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku di Korea Selatan serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mencederai citra Bangsa Indonesia dan dinilai membayakan keamanan negara setempat.

3. Menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul sekiranya terdapat hal-hal yang perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Demikian surat himbauan ini, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

 

                                                                                                                                    Seoul, 19 November 2015
                                                                                                                                    KBRI Seoul

Meningkatkan Kerukunan dan Kekompakkan dalam Pentas Seni Kebersamaan Satu Negeri

pentasseni3

Pada Jumat, 23 Oktober 2015, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan menggelar pentas kebudayaan yang bertema Pentas Kebersamaan Satu Negeri dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang.

Pada kesempatan tersebut turut hadir ketua MPR RI, Bapak Zulkifli Hasan dan delegasi, Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio, perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan Indonesia yang ada di Korea Selatan (Korsel), mahasiswa, mix married dan tenaga kerja Indonesia serta beberapa warga Korsel pencinta Indonesia dari berbagai kalangan.

Acara berlangsung meriah dihadiri sekitar 400 penonton dan dilaksanakan di halaman dalam kantor KBRI Seoul. Acara tersebut diramaikan oleh berbagai grup musik dan tim kesenian dari kalangan mahasiswa dan juga Tenaga Kerja Indonesia seperti grup akustik dari persatuan pelajar Indonesia di Korea, Hary dari UT Korea, grup tari dari kelompok tari tradisional Indonesia, Yuseng Cho salah satu penyayi finalis dari KDI, Jaranan dan Ricky Ujung, penyanyi dangdut asal Korea. Pada acara tersebut juga dimeriahkan oleh grup acapela Korea "onederful" dan penyanyi Korea terkenal Eru dan Tae Jin Ah.

Pada kesempatan menyampaikan kata sambutan pada acara tersebut, Bapak Dubes RI menyampaikan bahwa acara ini merupakan inisiatif dari warga Indonesia dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober dan juga hari Pahlawan 10 November 2015.

Selanjutnya disampaikan juga bahwa acara ini merupakan salah satu upaya untuk membangun branding bahwa orang Indonesia adalah orang yang disiplin, pekerja keras dan bisa diandalkan. Beliau juga menyampaikan agar melalui acara ini akan dapat makin menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan kerukunan, kekompakan, persatuan dan kesatuan diantara warga Indonesia di Korea Selatan.

Bapak Zulkifli Hasan yang datang bersama delegasi MPR RI disambut oleh warga Indonesia. Rombongan yang berada di Korsel atas undangan parlemen (National Assembly) sejak Kamis tanggal 22 Oktober 2015, sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan Ketua Parlemen dan PM Korea Selatan.

Pada saat Eru menyanyikan lagu kemesraan, Bapak Zulkifli bersama 3 anggota MPR RI lain termasuk Bapak Dubes ikut naik kepanggung dan bernyanyi yang diikuti oleh penonton.

Ratusan WNI yang hadir larut dalam kemeriahan acara. KBRI Seoul juga menyajikan makan malam khas Indonesia seperti Baso, Sate dan lainnya.

Acara ditutup dengan menari bersama tarian poco-poco dan penampilan grup Campur Sari dari salah satu perwakilan masyarakat. (KBRI Seoul)

Pameran Batik Indonesia di Museum Kyungwoon Korea Selatan

Batik1

Pada Rabu 21 Oktober 2015, Kyungwoon Museum yang terletak di salah satu sekolah menengah atas terkenal di Seoul Korea Selatan, Kyunggi Girls High School, di daerah Gangnam. melaksanakan pameran batik Indonesia bekerjasama dengan salah satu alumni SMA Kyunggi pencinta batik, Mrs Jung Okji dan KBRI Seoul.

Pameran yang akan dilaksanakan dari tanggal 21 Oktober 2015 sampai 28 Februari 2016 tersebut akan memamerkan 100 batik dari tahun 1960 – 1970, kebaya, selendang, wayang kulit, wayang golek yang merupakan koleksi Mrs. Jung yang merupakan seorang artis tamatan fakultas seni, Seoul National University. Koleksi batik tersebut dikumpulkan oleh ybs pada saat tinggal di Indonesia pada tahun 1970an. Selain itu KBRI Seoul juga meminjamkan kain batik, blangkon serta peralatan musik untuk mengisi pameran tersebut. Pameran tersebut gratis dan di buka dari jam 10.00 – 16.00 setiap hari kerja.

Tujuan dari pemeran tersebut adalah untuk memperkenalkan Indonesia dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan dan juga menumbuhkan serta membuka kesempatan pertukaran budaya antara kedua negara. Selain itu juga untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia dalam hal teknik pembuatan, peralatan, baju tradisional dari Batik yang oleh UNESCO diakui sebagai salah satu Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity 2009.

Pada pembukaan acara pameran batik tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Ibu Alexandra Prasetio, Istri Duta Besar RI Seoul, Mdm. Robin Refot, Istri dari Duta Besar USA, Mr. Kim Kwi-jeong, Chairman of Korea Museum Association dan banyak lagi tamu-tamu penting lainnya. Pada pembukaan acara, Ibu Alexandra mengucapkan selamat atas dilaksanakannya pameran tersebut dan mengucapakan terima kasih kepada panitia yang telah bersusah payah mempersiapkan penyelenggaraan pameran tersebut serta mengharapkan agar pameran tersebut dapat berjalan sukses. (KBRI Seoul)

Presiden RI ke 5, Megawati Soekarnoputri Menerima Doktor Honoris Causa dari Korea Maritime and Ocean University

megawati1

Pada tanggal 19 Oktober 2015, Presiden RI ke 5, Ibu Megawati Soekarnoputri menerima penganugerahan Doktor Honoris Causa dari salah satu universitas terkemuka di Korea Selatan, Korea Maritime and Ocean University (KMOU).

KMOU adalah salah satu universitas negeri terkemuka dan paling lama di Korea Selatan didirikan pada tahun 1945. KMOU yang terletak di kota Busan yang merupakan kota pelabuhan terbesar di Korea Selatan, telah menghasilkan banyak tokoh pemimpin di bidang kelautan baik itu tingkat nasional dan juga di arena internasional salah satunya adalah sekretaris jenderal International Maritime Organization (IMO) saat ini.

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke 70, KMOU memutuskan untuk menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa bidang politik kepada Ibu Megawati karena menganggap beliau telah memberikan sumbangan besar terhadapa bangsa dan negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan/maritime terbesar di dunia utamanya melalui kebijakan pengembangan industry yang berkaitan dengan kemaritiman dan demokrasi. Selain itu beliau juga dianggap telah memberikan sumbangan yang cukup besar untuk perdamaian dan kestabilan di semenanjung Korea.

Hadir pada acara penganugerahan tersebut Menteri Koperasi dan UKM, AGN Puspayoga, Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan Duta Besar RI Seoul, John A. Prasetio. Hadir juga 2 putra Presiden, Prananda Prabowo dan M. Rizki Pratama serta beberapa petinggi dari partai PDI Perjuangan seperti, Rokhmin Dahuri.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Megawati menyampaikan bahwa penghargaan yang di terimanya tersebut juga merupakan pengharggaan bagi seluruh bangsa Indonesia dan menyampaikan bahwa Presiden Soekarno, pada saat menjadi presiden pertama, juga telah membuat universitas Cendrawasih di Papua yang tujuannya hampir sama dengan KMOU. Oleh karenanya sepulangnya dari Korea Selatan akan berbicara dengan Presiden Jokowi untuk menjajaki kerjasama lebih lanjut antara universitas di Indonesia dengan KMOU.

Penyelenggaraan Investment and Business Seminar on Indonesia Hasilkan Minat Investasi senilai USD 600 Juta

Photobisnis22

Pada tanggal 6 Oktober 2015, KBRI Seoul melalui Perwakilan BKPM di Seoul (Indonesia Investment Promotion Center - IIPC) bekerjasama dengan ASEAN Korea Center (AKC) telah menyelenggarakan Investment and Business Seminar on Indonesia dengan fokus promosi investasi di bidang hilirisasi produk agribisnis dan pertambangan kepada 50 investor potensial di Korea Selatan. Pada acara tersebut, BKPM telah menghadirkan 4 provinsi yang memaparkan potensi investasi yang berkaitan dengan industri tersebut di atas, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Acara diawali sambutan pembuka oleh Sekretaris Jenderal AKC, Ambassador KIM Young-sun yang menyampaikan bahwa AKC memiliki tugas untuk terus meningkatkan hubungan Korea dan negara-negara ASEAN. Ambassador KIM yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Korea untuk Indonesia ini selanjutnya menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penting bagi Korea dimana hubungan bilateral kedua negara terus meningkat di berbagai bidang sejak dibukanya hubungan diplomatik pada tahun 1973.

Cecep Herawan - Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan menyampaikan pentingnya kontribusi dan peran investasi Korea Selatan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan saat ini Pemerintahan Jokowi-JK telah mengeluarkan paket-paket kebijakan investasi untuk memangkas birokrasi guna lebih meningkatkan arus investasi asing ke Indonesia. BKPM yang diwakili oleh Endang Aloysia, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah menjelaskan berbagai langkah kongret dan stratejik BKPM untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik bagi investor dalam dan luar negeri, antara lain melalui online system dan one stop service. Bagi investor dengan kriteria tertentu, BKPM akan mengeluarkan izin usaha maksimal 3 jam khususnya yang berlokasi di Kawasan Industri.

Berdasarkan pengamatan dan tanggapan para peserta, pada umumnya perusahaan Korea Selatan memandang Indonesia sebagai negara tujuan investasi strategis. Angka investasi Korea Selatan di Indonesia menunjukan peningkatan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kepala BKPM Franky Sibarani yang menegaskan bahwa komitmen investasi Korea Selatan tidak menunjukan tanda-tanda penurunan. "Angka Ijin Prinsip (IP) kepada Investor Korea Selatan yang dikeluarkan BKPM menunjukan bahwa pada Semester satu 2015 terjadi peningkatan sebesar 39%, yaitu menjadi sebesar USD 1,48 Milyar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 1,06 Milyar." Demikian juga dengan angka realisasi investasi Korea Selatan, "Angka realisasi investasi Korea Selatan pada semester satu 2015 mencapai peningkatan sebesar 20% yaitu menjadi sebesar USD 790 Juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 650 Juta."

Dalam kegiatan one on one business meeting, didapatkan minat investasi kongkret dari Korea Selatan berupa rencana investasi sebesar USD 600 juta di berbagai bidang usaha antara lain refinery produk CPO dan turunannya, biomass, smelter ferronickel, coal gas station/ terminal, industri pakan ternak dan pengolahan buah-buahan. (KBRI Seoul)

 

Kunjungan Kerja Menteri Sekretariat Negara ke Korea Selatan

mensesneg

 

Menteri Sekretaris Negara, Prof. DR. Pratikno beserta delegasi lainnya tiba di Seoul pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2015 untuk memulai Kunjungan Kerja hingga kembali ke tanah air pada tanggal 3 Oktober 2015. Kunjungan kerja bertujuan untuk meningkatkan kerja sama hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan khususnya di bidang kerja sama pembangunan dan good governance sekaligus menghadiri pembukaan “Training Program of Benchmarking on ON-NARA, An Integrated e_Government System of Korean Government” sebagai Pembicara Utama. Selama kunjungan kerja berlangsung, Bapak Mensesneg didampingi oleh Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kepala Biro Informasi dan Teknologi dan staf lainnya dari Kementerian Sekretariat Negara.

Selama kunjungan, Bapak Mensesneg melakukan serangkaian pertemuan dengan Presiden KOICA (Korea International Cooperation Agency), Wakil Presiden KOICA dan perwakilannya, bertemu dengan Wakil Menteri Budaya, Olahraga dan Pariwisata ROK, H.E. Kim Jae Won (Vice Minister of Culture, Sports and Tourism), bertemu dengan Direktur Korean Local Information Research Institute (KLID) dan bertemu dengen Menteri Dalam Negeri ROK (Minister of Interior), H.E. Chong Jong Sup. Sebagai informasi, dahulu Ministry of Interior (MOI) bernama Ministry of Government Administration and Home Affairs (MOGAHA).

Pada Hari Pertama kunjungan dimaksud, Bapak Mensesneg, membuka secara resmi acara pelatihan “Training Program of Benchmarking on ON-NARA, An Integrated e-Government System of Korean Government” di Gedung International Cooperation Center (ICC) KOICA di Korea Selatan. Acara pelatihan merupakan program kerja sama khusus Setneg dengan KOICA dan terdiri dari pelatihan selama 3 (tiga) minggu di Korea dengan peserta sejumlah 30 (tiga puluh) orang dari berbagai kementerian di Indonesia. Turut serta membuka pelatihan bersama Mensesneg adalah Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio.

Selain membuka secara resmi kegiatan pelatihan e-gov, Bapak Mensesneg juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Republik Korea (Minister of the Interior), Mr. Chong Jong Sup untuk membicarakan mengenai penguatan kerja sama Indonesia dan Korea di bidang Good Governance dan Government Administration melalui Implementasi sistem e-Gov. Sebagai informasi, dahulu Ministry of Interior (MOI) bernama Ministry of Government Administration and Home Affairs (MOGAHA).

Pada tanggal 2 Oktober 2015, Bapak Mensesneg memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS). Pada kuliah umum tersebut, Mensesneg menyampaikan mengenai masa depan dan mengenai Asian Century. Asian Century tidak lagi hanya merupakan potensi atau prediksi tetapi menjadi suatu yang akan terjadi mengingat kontribusi negara-negara di Asia terhadap Global GDP dan peran Asia sebagai engine of development. Selain itu, negara-negara Asia adalah pusat-pusat budaya dan dapat memberikan kontribusi terhadap kekayaan kebudayaan dunia.

Pada malam harinya Bapak Mensesneg diundang ke Wisma Duta oleh Bapak Dubes untuk menghadiri pertemuan dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Korea Selatan. Dalam sambutannya Bapak Dubes kalau Indonesia ingin maju, kita harus siap dengan infratrusktur, sarana dan pelayanan publik yang baik. Bapak Mensesneg, dalam sambutannya, menjelaskan mengenai maksud dan tujuan kunjungannya ke Korea dan hasil pertemuan yang beliau hadiri.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Mensesneg membuka dialog dengan para mahasiswa Indonesia yang mayoritas mendukung program pemerintah yaitu e-government namun memohon keapada Pemerintah untuk mempersiapkan infrastruktur terlebih dahulu. Pertemuan di Wisma Duta tersebut diakhiri dengan makan malam bersama.

Undangan Menghadiri Pentas Kebangsaan Satu Indonesia

youre invited w

UNDANGAN

ACARA PENTAS KEBERSAMAAN SATU INDONESIA

DENGAN TAMU KEHORMATAN KETUA MPR RI, BAPAK ZULKIFLI HASAN

 

Bersama ini dengan hormat, disampaikan undangan kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk menghadiri acara Pentas Kebersamaan Satu Indonesia yang bertema “Melalui peringatan Sumpah Pemuda, Kita Perkuat Peran Diaspora dalam Meningkatkan Martabat Bangsa” yang akan diselenggarakan pada:

Hari / Tanggal

:

Jumat, 23 Oktober 2015

Pukul

:

18.30 – 21:30

Tempat

:

Lapangan Upacara KBRI Seoul

Pakaian

:

Pakaian Nasional atau Batik Lengan Panjang

Susunan Acara

:

  1. 1.Sambutan Duta Besar RI

 

 

  1. 2.Keynote Speech Ketua MPR RI

 

 

  1. 3.Pentas Seni (Band, Tari, Musik Tradisional)

 

 

  1. 4.Ramah Tamah dan Makan Malam

 

 

(Susunan Acara Masih Bersifat Sementara / Tentatif)

Pendaftaran

(Wajib Dilakukan)

:

Mohon mengirimkan email berisi nama, nomor telefon dan afiliasi paguyuban masyarakat Indonesia ke alamat: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

Mengingat pentingnya acara tersebut, dengan hormat diharapkan kehadiran Bapak/Ibu dan Saudara/Saudari 30 (tiga puluh) menit sebelum acara dimulai dengan membawa tanda pengenal yang masih berlaku.

Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami mengucapkan terima kasih.

 

Seoul, 23 September 2015

PANITIA

Kunjungan Menteri Kesehatan RI Menghadiri Global Health Security Agenda 2015

GHSA

Menteri Kesehatan RI, Prof. DR. dr. Nila Farid Moeloek, Sp. M (K), melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan, dalam rangka menghadiri pertemuan Global Health Security Agenda 2015 (GHSA 2015) pada tanggal 7 – 9 September 2015. Pertemuan  tingkat Menteri GHSA dilaksanakan pada tanggal 9 September 2015 di Harmony Ballroom, Intercontinental COEX, Gangnam, Seoul, dan didahului oleh berbagai pertemuan persiapan diantaranya adalah (i) APEC-GHSA Policy Forum on Infection Control Infrastructure; (ii) Action Package Meeting; (iii) Site Visit (Korea Centers for Disease Control and Prevention). Pada akhir pertemuan GHSA 2015 mengadopsi “Seoul Declaration” yang mencantumkan GHSA Action Package Targets di berbagai aspek diantaranya (i) Immunization; (ii) National Laboratory System; (iii) Anti-microbacterial Resistance; (iv) Zoonotic Disease; (v) Biosafety and Biosecurity; Real-Time Surveillance and Reporting.

Global Health Security Agenda (GHSA) 2015 dihadiri oleh kurang lebih 70 orang delegasi yang berasal dari lebih dari 40 negara anggota. Pertemuan juga dihadiri oleh 7 orang Menteri Kesehatan (Korea Selatan, Indonesia, Amerika Serikat, Finlandia, Norwegia, Belanda dan Swedia) serta pejabat setingkat menteri dan perwakilan high level officials lainnya. Pada pertemuan juga hadir Menteri Pertahanan Korsel, Minister Han Min-Koo dan Menteri Luar Negeri Korsel, Minister Yun Byung-Se serta ketua dan perwakilan dari berbagai organisasi internasional termasuk diantaranya The World Bank (WB), Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), World Health Organization (WHO) dan World Organisation for Animal Health (OIE). Hal ini sesuai dengan tema utama pertemuan yaitu “Health Security and Multi Sectoral Cooperation”

Pertemuan GHSA tingkat Menteri dibuka oleh Menteri Public Health Korea, Minister Chung Chin Youb yang menggarisbawahi mengenai pentingnya health security serta kerja sama internasional dalam mengatasi berbagai tantangan di bidang kesehatan serta dalam penanganan infectious disease outbreaks termasuk MERS yang terjadi di Korea Selatan baru-baru ini.

Pada sambutannya, Menteri Kesehatan RI menyampaikan bahwa Indonesia sangat memahami dan mendukung kerja sama multisektoral dalam upaya membangun global health security. Pemberantasan dan penanganan infectious disease perlu memperhatikan kerja sama multisektoral di tingkat nasional dan harus juga bersifat country-led dan memiliki roadmap yang mengikutsertakan dan memaksimalkan peran seluruh pemangku kepentingan termasuk sektor swasta dan akademisi. Selain itu Indonesia juga memiliki Komisi Nasional Penanggulangan AIDS dan Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (Zoonotic Control) yang bekerja bersama Kementerian Kesehatan pada tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Skema kerja sama ini pernah dioptimalkan pada saat upaya penanganan flu burung di Indonesia yang menekankan pada beberapa aspek diantanya: (i) early detection of zoonotic diseases; (ii) four way linking network; (iii) controlling zoonotic sources; (iv) preventing exposure and disease in humans. Menteri Kesehatan RI juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki Komite Nasional Implementasi International Health Regulations (IHR) yang dibentuk berdasarkan 2005 IHR dan memiliki anggota multisektoral dan saat ini dalam proses perombakan struktur komisi untuk meningkatkan kinerja Komnas tersebut.

Pada sesi akhir Future Directions, Menteri Kesehatan RI juga menyampaikan mengenai kesiapan Indonesia menjadi Chair pada pertemuan GHSA selanjutnya di tahun 2016. Pertemuan High Level Meeting GHSA 2015 merupakan pertemuan ke-2 setelah pertemuan pertama di Washington D.C., Amerika Serikat. GHSA sendiri memiliki 44 negara anggota dan Indonesia termasuk dalam klasifikasi contributing countries dalam pelaksanaan GHSA Action Package. Hal lainnya yang ditambahkan sebagai issue of concern pada GHSA 2015 adalah kesehatan hewan (animal health), hal ini dirasakan penting sebab beberapa “unexpected outbreaks of infectious disease” merupakan virus yang berasal dari hewan sehingga kesehatan dan wellbeing hewan, termasuk lingkungan dimana hewan tersebut hidup, menjadi penting untuk turut mempertahankan dan menjaga “health security” manusia secara global.

Pada hari yang sama, Menteri Kesehatan RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan, Kesejahteraan dan Olah Raga Belanda, serta  melakukan pertemuan troika / trilateral Indonesia – Amerika Serikat dan Finlandia. Sebagai informasi, Finlandia adalah ketua pertemuan GHSA sebelumnya dan Indonesia akan menjadi ketua pertemuan GHSA selanjutnya.

CISAK ke 8, Ajang Kreatifitas Anak Muda Indonesia

cisak4

Pada 6 September 2015, Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan menyelenggarakan Conference of Indonesian Students Association in South Korea (CISAK) yang ke 8 dengan tema 'Empowering National Pride with Knowledge and Collaboration'.

Pada pembukaan acara tersebut bertindak sebagai pembicara utama Prof. Josapat Tetuko, salah satu tokoh ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia yang merupakan professor pada Chiba University, Jepang dan penemu beberapa paten salah satunya antenna mikrostrip yang digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit.

Wakil Kepala Perwakilan (Wakeppri) KBRI Seoul, Bapak Cecep Herawan juga berkenan hadir pada acara tersebut. Selain itu hadir juga Walikota Surabaya, Tri Rusmaharini sebagai salah satu pembicara.

Acara yang diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa itu juga merupakan ajang untuk menuangkan dan mempresentasikan kreatifitas dan penemuan-penemuannya dimana bagi mahasiswa dengan penemuan terbaik akan memperoleh penghargaan.

Adapun bidang-bidang yang dipresentasikan yaitu Elektronik, Komunikasi dan Informasi, Energy, Ilmu Sosial, Kesehatan dan Obat, Tekhnologi dan Innovasi serta Makanan dan Pertanian.

Pada sambutan yang disampaikan di acara pembukaan, Bapak Wakeppri menyampaikan bahwa KBRI Seoul sangat menyambut baik acara-acara konstruktif seperti ini dan mengharapkan bahwa acara ini dapat terus berlangsung dan hasil-hasilnya dapat di sumbangkan untuk kemajuan Indonesia.

Selain itu Bapak Wakeppri juga menekankan perlunya kolaborasi dan kerjasama antara birokrat dan ilmuwan sehingga dapat saling menjembatani dan timbul suatu hubungan yang saling bersinergi dan menguntungkan guna pembangunan dan kemajuan bangsa. (KBRI Seoul)

ASEAN Ambassadors and Korean Bank CEOs Dinner Diselenggarakan oleh FSC, FSS dan KFB

FSSDinner1

Pertemuan antara Duta Besar negara-negara ASEAN dengan Chairman KFB Hon. Ha Yung-ku, Chairman FSC Hon. Shin Je-yoon, Governor FSS Hon. Zhin Woong-seob dengan para CEOs Perbankan Korea telah diselenggarakan pada 24 Agustus 2015. Pertemuan diselenggarakan oleh KFB, FSC dan FSS di Bankers Club (16th Floor of KFB building) 19, 11gil, Myung-dong, Jung-gu, Seoul.

Pada pertemuan tersebut, Duta Besar RI mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan toast remarks untuk kalangan CEOs perbankan.

Dengan adanya ASEAN Economic Community yang akan mulai berlaku di penghujung tahun ini, maka peluang usaha, investasi dan pasar pengusaha-pengusaha Korea Selatan semakin terbuka. Kawasan ASEAN akan menawarkan single market and production base, kawasan ekonomi yang kompetitif, pembangunan ekonomi yang setara, dan integrasi pada ekonomi global. Implementasi AEC akan memungkinkan pergerakan arus barang, jasa dan tenaga kerja terampil, investasi yang bebas diantara ekonomi ASEAN dan secara bertahap menghilangkan pembatasan dan hambatan investasi yang dilakukan secara suka rela. AEC akan menjadi gerbang untuk mengakses pasar yang memiliki 600 juta konsumen, 300 juta tenaga kerja. GDP Ekonomi ASEAN mencapai US$3,000 dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi pertahun sebesar 5%.

Pasar keuangan regional maupun global saat ini tengah menghadapi tantangan dengan jatuhnya pasar-pasar saham di Asia dan AS. Hal ini cukup menimbulkan "anxiety" di kaangan para pelaku pasar. Kerjasama sektor keuangan ASEAN dan Korea Selatan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kerjasama ekonomi, bisnis dan investasi antara negara-negara ASEAN dengan Korea Selatan.

Kelas Menengah ASEAN diperkirakan akan mencapai 2/3 penduduk. Peluang kerjasama industri perbankan dan keuangan ASEAN dan Korea Selatan diperkirakan akan semakin terbuka lebar untuk mendukung dan memfasilitasi kerjasama tersebut. Duta Besar RI yakin bahwa perbankan Korea Selatan akan memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Temui Executive Director, ASEAN-Korea Forest Cooperation Secretariat (AFoCo Secretariat)

Afoco

Pada 20 Agustus 2015 Executive Director, ASEAN-Korea Forest Cooperation Secretariat (AFoCo Secretariat) Dr. Hadi Susanto Pasaribu didampingi Mr. Lee Yeong-joo, PhD Coordinator International Team Cooperation AFoCo Secretariat telah menemui Duta Besar RI Seoul.

Pada acara tersebut Duta Besar RI didampingi oleh Minister Counsellor Politik dan Counselor Penerangan, Sosial dan Budaya. Pertemuan antara lain membahas sejumlah kerjasama bidang kehutanan antara ASEAN dengan ROK. Duta Besar RI antara lain menyampaikan observasinya mengenai pengelolaan lahan hijau di Korea Selatan yang cukup baik.

Dr. Hadi Susanto Pasaribu menyampaikan pandangan serupa mengenai keberhasilan Korea Selatan dalam pengelolaan hutan dan mengubah landscape menjadi lahan hijau.

Pada pertemuan tersebut, Executive Director AFoCo menginformasikan mengenai kemajuan pembentukan Asian Forest Cooperation Organization. Disampaikan bahwa Asian Forest Cooperation Organization telah dibahas dalam beberapa kali pertemuan oleh 15 negara (10 negara ASEAN, Timor Leste, Mongolia, Khazakhstan, Butan dan ROK) sejak Desember 2013.

Pertemuan tersebut juga membahas perjanjian hukum pendirian organisasi (legal agreement for organization) yang sudah dapat disepakati pada pertemuan tingkat teknis kehutanan di Bali pada April 2015.(KBRI Seoul)

Peringatan dan Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70 KBRI Seoul

HUTRI1

Sebagai puncak acara dari rangkaian kegiatan perayaan dan peringatan HUT RI ke-70, pada 17 Agustus 2015 KBRI Seoul telah menyelenggarakan Upacara Penaikan Bendera (jam 09.00), dilanjutkan dengan dengan potong tumpeng, ramah tamah, pembagian hadiah pemenang pertandingan dan lomba permainan rakyat. Pada sore hari jam 17.00 KBRI Seoul menyelenggarakan Upacara Penurunan Bendera.

Upacara Penaikan Bendera dipimpin oleh Duta Besar RI selaku Inspektur Upacara dengan komandan Upcara Kol. Budi Setiawan. Meskipun dilaksanakan pada hari kerja, tidak kurang dari 250 orang turut secara hikmat dan tertib pelaksanaan upacara bendera. Selain staf dan keluarga besar KBRI Seoul, peserta upacara terdiri dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, profesional, TNI yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Korea, mixed married, TKI, dan masyarakat Indonesia lainnya. Beberapa diantara mereka berasal dari kota Busan dan Daegu yang berjarak lebih dari 400 km dan memerlukan waktu tempuh sekitar 5 jam dengan kendaraan ke Seoul. Hal ini mencerminkan kesadaran, semangat kebangsaan dan kecintaan pada tanah air dan bangsa yang tinggi.

Selepas upacara dan foto bersama, Duta Besar RI bersama keluarga besar KBRI dan masyarakat Indonesia di Korea Selatan melakukan acara pemotongan tumpeng yang menandai rasa syukur atas nikmat kemerdekaan seraya memanjatkan doa semoga Allah SWT akan senantiasa melimpahkan rahmatNYa kepada bangsa dan negara Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan dan mewujudkan tujuan nasional Indonesia. Selanjutnya Duta Besar RI beramah tamah dengan keluarga besar KBRI Seoul dan masyarakat Indonesia. Acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang pertandingan tenis meja, tenis lapangan dan futsal serta permainan rakyat.

Pada sore harinya, KBRI Seoul menyelenggarakan Upacara Penurunan Bendera pada pukul 17.00 dengan Wakil Kepala Perwakilan selaku Pembina Upacara dan Kol. Harfendi selaku Komandan Upacara. Dalam menyambut peringatan dan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70, Duta Besar RI juga mengirimkan pesan kemerdekaan ke beberapa harian media setempat berjudul "Indonesia, celebrating seven decades of Independence". (KBRI Seoul)

Kantor KBRI Seoul Tutup Menyambut Hari Kemerdekaan RI

office closed

KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 14-17 AGUTUS 2015. KANTOR AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 18 AGUSTUS 2015.

 

주한 인도네시아대사관과 부산 인도네시아영사관은

구정연휴기간  2015 8 14일부터 8 17일까지휴무입니다.

8 18일부터 정상근무 합니다.

 

 THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM 14-17 AUGUST 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON AUGUST 18, 2015.

 

 

Menteri Luar Negeri Indonesia Memimpin Pertemuan ASEAN-Rok Ministerial Meeting

menlu

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno P. Marsudi memimpin pertemuan ASEAN-RoK Ministerial Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia. Menlu Retno menyampaikan secara langsung hasil kerjasama antara ASEAN dan Korsel selama periode 2012-2015. Indonesia saat ini adalah country coordinator untuk hubungan ASEAN – RoK yang berakhir masa tugasnya pada tahun ini dimana selanjutnya Kamboja akan bertugas sebagai country coordinator.

Dalam pernyataannya, Menlu Retno mengatakan bahwa selama ini kerjasama antara ASEAN dan Korsel sudah berjalan dengan sangat baik. Lanjutnya, dari 129 proyek, 71 proyek telah selesai diimplementasikan, 24 proyek sedang berjalan dan 34 proyek akan diimplementasikan sampai dengan akhir tahun 2015. Selain itu, selama periode 2012 – 2015, Korea Selatan telah membuka kantor perwakilannya untuk ASEAN di Jakarta.

Dalam isu kerjasama perdagangan, antara ASEAN dan Korsel sendiri telah menetapkan target 200 miliar dollar pada tahun 2020 melalui ASEAN – RoK Free Trade Area (ASEAN-RoK FTA). Selain perdagangan, Korea Selatan juga berencana untuk mendirikan ASEAN Culture House di Busan pada tahun 2017.

Di sela-sela pertemuan AMM, Menlu Retno juga bertemu secara bilateral dengan Menlu Yun Byung-se. Dalam pertemuan bilateral tersebut dibahas upaya-upaya peningkatan hubungan bilateral yang lebih komprehensif antara kedua negara, antara lain membicarakan isu bebas visa bagi WNI ke Korsel dan Bilateral Joint Commission.

Kegiatan Pelestarian Hutan Anak Muda Asean dan Korea

akc1

Pada Rabu tanggal, 12 Agustus 2015 di kantor Asean Korea Centre (AKC) dilaksanakan upacara penutupan program Asean-Korea Youth Network Workshop yang dilaksanakan di Korea dan Indonesia. Program yang berlangsung dari tanggal 11 – 18 Agustus 2015 tersebut bertujuan unutk meningkatkan jejaring dan persahabatan diantara anak muda Korea dengan Asean.

Pada kegiatan yang bertema "Youth in the Forefront of Forest Conservation in Asean and Korea" tersebut diikuti oleh sekitar 100 anak-anak muda dari negara-negara Asean dan Korea yang terdiri dari 80 pelajar ASEAN dan Korea yang tengah belajar di Korea dan 20 peserta berasal dari negara asal. Dari Indonesia berpartisipasi pada kegiatan tersebut 7 orang, 5 orang tengah belajar di Korea dan 2 orang dari Indonesia.

Pada acara penutupan tersebut juga diisi dengan penyampaian kata sambutan dari Sekjen AKC, H.E. Kim Young Sun, Executive Director of AFoCo, Dr. Hadisusanto Pasaribu dan Duta Besar Malaysia untuk Korea, H.E. Dato' Rohana binti Ramli.

Hadir juga pada kesempatan tersebut beberapa Duta Besar dan perwakilan dari negara Asean lainnya. Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala Perwakilan RI di Korea Selatan, Bapak Cecep Herawan juga berkesempatan untuk hadir dan berdiskusi mengenai kegiatan dengan para peserta workshop utamanya peserta dari Indonesia.

Selain itu pada acara tersebut, juga diumumkan beberapa film terbaik yang bertemakan pelestarian hutan yang dibuat oleh para peserta workshop tersebut. Acara ditutup dengan photo bersama dan makan siang.

Setelah acara penutupan para peserta akan melanjutkan kegiatan workshop pengenalan tentang hutan dan pelestarian hutan di Indonesia sampai tanggal 18 Agustus 2015. (KBRI Seoul)

Partisipasi Produk Indonesia Pada Halal Expo Korea 2015

halalfood

Halal Korea Co., LTD, sebuah perusahan swasta, untuk perama kalinya menyelenggarakan pameran produk halal di Korea dengan tema Halal Expo Korea 2015, mengambil tempat di Hall C Coex, yang berlangsung selama 3 (tiga) hari dari dari tanggal 7 s/d 9 Agustus 2015.

Pameran ini diikuti oleh sebanyak 150 perusahaan, yang sebahagian besar adalah perusahan local Korea dan beberapa peserta dari manca negara yaitu dari Turkey, Malaysia dan juga dari Indonesia. Produk yang ditampilkan sebahagian besar adalah produk makanan, produk kecantikan. Menurut pengamatan kami produk yang ditampilkan oleh peserta memiliki label halal yang berasal dari  berbagai negara.

Selain menampilkan produk, kegiatan pameran ini juga diisi dengan seminar tentang halal. Dengan tujuan untuk memberikan pemahaman  arti halal dalam konsep Islam baik kepada mesyarakat umum lebih khusus lagi kepada kalangan industry Korea agar dapat menghasilkan produk halal yang sesuai dengan konsep islam sehingga produk tersebut dapat diterima di pasar negara-negara islam.

Potensi pasar produk halal di Korea relative kecil, dimana populasi muslim juga kecil yang sebahagian besar adalah pekerja pendatang atau turis dari negara-negara muslim yang berlibur ke Korea. Namun akhir-akhir ini dengan memperhatikan besarnya potensi pasar negara-negara Islam seperti di Timur Tengah, Afrika dan juga Asia Tenggara, industry Korea gencar untuk dapat menghasilkan produk bersertifikasi halal khususnya produk makanan dan kecantikan agar dapat menembus pasar negara-negara dikawasan tersebut.

Keikutsertaan perusahaan Indonesia pada pameran ini, adalah merupakan kerjasama dan fasilitasi dari pihak penyelenggara dengan Yayasan Produk Halal Indonesia, dimana membawa 3 (tiga) perusahaan yaitu CV. Andhika yang menampilkan produk berupa makanan kecil, HQ Corpora Putra yang menampilkan produk turunan kelapa dan PT. Adasakti Daya Asoka yang menampilkan produk palm sugar dan minyak kelapa.

Disamping perusahaan yang langsung datang dari Indonesia, juga ikut berpartisipasi salah satu agen tunggal terbesar produk Indonesia di Korea yaitu Kor Bangla Osan PVT, LTD. Perusahan ini menampilkan produk-produk dari Indofood yaitu mie instan, bumbu-bumbu, biskuit dan lain-lain yang semuanya sudah bersertifikat halal dari MUI.

Animo pengunjung sangat tertarik mencoba produk Indonesia, ini ditandai dengan banyaknya pengunjung dan panjangnya antrian yang ingin mencoba produk tester yang disajikan (mie goring, mie rebus, dan juga snack khas Indonesia seperti tempe goreng, keripik ubi dan lain-lain). Namun bagi sebahagian dari mereka ada yang bertanya dimana bedanya antara produk yang halal dengan yang tidak halal.

Beberapa pengunjung (buyer) menunjukan minatnya untuk mengimpor produk makanan kecil dan juga produk turunan kelapa, diharapkan minat ini bisa berlanjut sampai menjadi transaksi. Untuk produk mie instan, pihak agen tunggal menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam pameran produk halal ini adalah dalam upaya untulk lebih memperkenalkan produk mie instan Indonesia kepada masyarakat Korea, sejauh ini konsumen dari produk ini masih didominasi oleh orang asing yang tinggal di Korea.

Memperhatikan keinginan industry Korea untuk menghasilkan produk dengan sertifikasi halal, merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi industry di dalam negeri. Dengan kondisi ini diharapkan Industri di dalam negeri khususnya industry produk makanan dan juga produk kecantikan, yang mana juga banyak diminati oleh industry Korea untuk mendapatkan sertifikat halal kiranya dapat menjadi masukan untuk diantisipasi kedepannya. (KBRI Seoul)

Dubes RI Adakan Pertemuan dengan Mr. Hong, John-Paul, Vice Chairman Universal Peace Federation World Summit untuk Bahas Rencana Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla

PhotoHong

Pada 3 Agustus 2015 Duta Besar RI didampingi Wakil Kepala Perwakilan, Minister Councellor Politik dan pelaksana Fungsi Ekonomi telah mengadakan pertemuan dengan Mr. Hong, John-Paul, Vice Chairman Universal Peace Federation (UPF) World Summit yang mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Seoul sebagai Keynote Speaker pada Sunhak Peace Prize Ceremony pada 28 Agustus 2015. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal UPF Dr. Tagelin Hamad telah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla guna menyampaikan undangan dimaksud yang ditanggapi secara positif oleh Wakil Presiden.

Pertemuan dimaksudkan untuk membahas berbagai hal terkait dengan rencana Wakil Presiden pada acara tersebut guna mensinkronkan dengan program acara Wakil Presiden RI selama kunjungan ke Seoul yang disusun oleh KBRI Seoul secara koordinatif dengan kantor Wakil Presiden. Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar RI menyampaikan saat ini KBRI sedang berkoordinasi dengan Kemenlu Republik Korea untuk acara courtesy meeting Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Presiden Park Heun-hye. Selain itu KBRi sedang menyusun program untuk pertemuan Wakil Presiden dengan para CEO/ Chairman perusahaan papan atas Korea Selatan yang telah berinvestasi, atau berminat berbisnis dan berinvestasi di Indonesia.

The Sunhak Prize dimaksudkan sebagai pengakuan dan memberikan penghargaan kepada individu dan/ atau organiasi yang banyak berjasa di bidang perdamaian. Sun Hak Prize pertama akan diberikan pada 28 Agustus 2015 kepada Presiden Anote Tong Kiribati yang dipandang sebagai pemimpin global dalam menciptakan perdamaian terkait isu perubahan iklim dan Dr. Modadugu Vijay Gupta yang dipandang pelopor Blue Revolution dari India. UPF merupakan jejaring global yang terdiri dari individu dan organisasi yang mengabdikan diri pada perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai moral dan spiritual. UPF merupakan NGO yang memiliki Special Consultative Status di Economic and Social Council of the United Nations (ECOSOC). (KBRI Seoul)

Duta Besar RI Merayakan Idul Fitri 2015 dengan Masyarakat Indonesia di Incheon

idulfitri2015

Seperti tahun sebelumnya, pada tahun 2015, pejabat, staf dan keluarga besar KBRI Seoul, Korea Selatan kembali merayakan Idul fitri 1436 H, dengan mendatangi tempat masyarakat Indonesia melakukan shalat Idul fitri dan selanjutnya melakukan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia setempat. Mengingat konsentrasi masyarakat Indonesia di seluruh Korea Selatan cukup banyak maka kunjungan dilakukan secara bergilir.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Duta Besar RI, Bapak John A. Prasetio bahwa sebagai pejabat pemerintah bukan untuk dilayani tapi harus melayani masyarakat serta turun ke masyarakat untuk dapat menyerap aspirasi dan permasalahan yang ada di masyarkat di tempat pejabat tersebut bertugas.

Pada Idul fitri kali ini keluarga besar KBRI Seoul, menjalankan shalat dan merayakan Idul Fitri dengan mendatangi masyarakat Indonesia yang ada di Incheon, Ansan dan Daegu. Pada perayaaan Idul fitri kali ini bersamaan dengan kunjungan ketua BNP2TKI, Bapak Nusron Wahid yang juga merayakan Idul fitri bersama masyarakat Indonesia di Daegu.

Bapak Duta Besar, dalam kegiatan tahun ini berkunjung ke masyarakat Indonesia di kota Incheon berjarak sekitar 70 km dari Ibukota Seoul, Korea Selatan. Pada kesempatan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia, Bapak Dubes tidak lupa menitipkan pesan kepada sekitar 1000 masyarakat yang hadir untuk bekerja secara baik, berkelakuan baik dan menjaga nama baik bangsa dan negara.

Selain itu bapak Dubes juga mendoakan semoga seluruh warga Indonesia dapat berhasil dalam menjalankan tugasnya di Korea Selatan. Pada acara tersebut juga hadir pejabat kepolisian dan pejabat dari migrant care kota Incheon. (KBRI Seoul)

PEMBERITAHUAN

office closed

KBRI SEOUL DAN KUKRI BUSAN AKAN TUTUP PADA TANGGAL 16-21 JULI 2015. PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 22 JULI 2015.

 

주한 인도네시아대사관과 부산 인도네시아영사관은

2015 7 16일부터 7 21일까지 휴무입니다.

2015 7 22일부터 정상근무 합니다.

  

THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL AND CONSULAR OFFICE IN BUSAN WILL BE CLOSED FROM 16-21 JULY 2015. WE WILL RESUME OFFICE ON JULY 22, 2015.

Silaturahmi Melalui Safari Ramadhan 1436 H

SafariRamadhan4

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1436 H, selain Diskusi Ngabuburit yang dilaksanakan setiap  Sabtu, KBRI Seoul, Korea Selatan juga melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan dengan melakukan kunjungan ke kantong-kantong masyarakat Indonesia dan masjid-masjid secara bergilir, pada setiap hari Minggu. Pada Ramadhan kali ini kegiatan Safari Ramadhan dilaksanakan pada Minggu tanggal 28 Juni, 5 dan 12 Juli 2015.

Tujuan dari kegiatan Safari Ramadhan ialah untuk mempererat silaturahmi antara KBRI Seoul dengan masyarakat Indonesia di Korea Selatan serta melakukan diskusi untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada terutama dikalangan tenaga kerja Indonesia. Selain itu pada Safari Ramadhan kali ini, KBRI Seoul juga menyerahkan kain sarung untuk digunakan di beberapa masjid.

Pada Safari Ramadhan tahun ini, Wakil Kepala Perwakilan (Wakeppri), Bapak Cecep Herawan juga turut berpartisipasi pada kegiatan ini. Pada kesempatan temu muka dan diskusi dengan tenaga kerja Indonesia, Bapak Wakeppri menjelaskan mengenai kondisi terkini tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan di mana karena jumlah tenaga kerja illegal Indonesia makin hari makin bertambah sehingga posisinya sudah lebih lampu kuning hampir lampu merah. Dan jika hal ini terjadi maka Indonesia tidak bisa lagi mengirimkan tenaga kerjanya ke Korea Selatan.

Oleh karena itu, KBRI Seoul mengajak seluruh TKI untuk bersama–sama mencari jalan keluar yang terbaik agar jangan sampai Indonesia tidak bisa lagi mengirimkan tenaga kerjanya ke Korea Selatan.

Selain itu pada diskusi juga diusulkan untuk membentuk kontak person-kontak person di setiap kantong-kantong masyarakat Indonesia sehingga dapat mempermudah dan mempercepat komunikasi antara KBRI dengan masyarakat Indonesia khususnya TKI jika ada permasalahan-permasalahan yang timbul di lapangan.

Pada setiap kegiatan Safari Ramadahan yang dilakukan oleh KBRI Seoul kali ini berjalan cukup baik dan lancar. Hampir di setiap kegiatan para hadiran yang terdiri dari para TKI, menyampaikan berbagai pertanyaan-pertanyaan dan masukan-masukan yang terkait dengan pelayanan mulai dari cara pembuatan SIM, proses lapor diri dan permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan lainnya. (KBRI Seoul)

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014