Nasi Goreng Kampung Goes to Busan

WhatsApp Image 2017-10-28 at 11.55.22 PM

Kuliner Indonesia sangat beragam, namun belum banyak yang mendunia. Karenanya, nasi goreng kampung dipamerkan di kota terbesar kedua di Korea Selatan, Busan.

Tidak main-main, adalah chef kawakan William Wongso yang datang untuk promosi nasi goreng kampung. Ia bersama timnya memukau 150an undangan pada Acara ‘Busan One Asia Festival.’ yang dihelat pada Sabtu siang (28/10/17). Tangan hadirin pun diangkat tinggi-tinggi manakala sang maestro mengundang mereka untuk mencicipi.

“Ini adalah masakan paling disukai di Indonesia. Bahkan pesiden Obama pun selalu kangen terhadapnya. Karenanya, jangan sempat ketinggalan, mari kita masak nasi goreng kampung,” ujarnya.

Nasi goreng kampung yang dibuat di atas panggung tersebut menggunakan bahan-bahan lokal. Mulai nasi, bumbu dan side dish-nya. Dengan demikian, hadirin yang lidahnya cocok akan bisa membuatnya sendiri di kemudian hari.

Yang mungkin unik dalam racikan sang maestro ini, unsur pedas dalam sambal yang biasa dipakai nasi goreng ini diganti dengan sambal gocujang, atau lombok Korea yang sudah difermentasi sedemikian rupa. Sayuran di dalamnya menggunakan kimchi. Sedangkan unsur penyedap trasi diganti dengan rebon yang banyak dijual di negeri ginseng atau sering disebut juga cincalok. Tidak lupa, asinan Jakarta dibuat dengan berbagai buah-buahan lokal seperti nanas, mentimun dan kurma Korea.

“Dengan gocujang, maka warna cabe pada nasi goreng lebih merah dan menarik. Sedangkan unsur rebon mampu menggantikan aroma trasi namun tidak terlalu menyengat,” kata William.

Konsep nasi goreng kampung Indonesia dengan konten lokal inilah yang diharapkan dapat merayu lidah warga Korea. Mereka tidak sulit mendapatkan bahannya namun lidahnya bisa berdansaria ala Indonesia.

“Untuk membuat nasi goreng kampung lebih eksotik maka saya menambahinya dengan sate sapi dan crackers yang memang banyak dimana-mana,” imbuhnya.

Menurut seorang pengamat kuliner dari Korean Tourism Organization (KTO), nasi goreng kampung yang disajikan oleh William Wongso terasa enak dan eksotik. Diperkirakan, banyak warga Korea Selatan yang akan ketagihan.

“Saya hanya bisa bilang bahwa sajian ini enak, berkualitas dan disukai oleh warga Korea. Pertanyannya dimana kita bisa mendapatkannya di Busan?,” katanya.

Jain Song, seorang alumni S2 kuliner asal Korea Selatan, racikan nasi goreng kampung ala Korea yang dibuat oleh William Wongso merupakan sebuah kecerdikan yang luar biasa. Ia bahkan mengagumi pengetahuan dan pengalaman sang maestro yang demikian luas dan internasional.

Adapun tantangan utama bagi masyarakat Korea dalam hal kulineri Indonesia adalah terkait isu halal. Sebagian dari dari produk di Korea Selatan belum memenuhi kriteria halal menurut pengertian Indonesia. Gocujang misalnya, dalam proses penghentian fermentasinya harus menggunakan alkohol.

Untuk itulah dalam kesempatan di Busan tersebut, KBRI bersama KTO bekerjasama untuk memberikan penerangan warga tentang konsep halal dan haram. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Korea Selatan yang sedang gencar promosi halal Korea seperti memroses pendirian pabrik gocujang halal.

“info tambahan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kita hidup dalam keadaan damai bersama pemeluk agama lain,” ujar Fauziah Fatin dalam paparan bahasa Korea tentang konsep halal-haram.()

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014