Agar Air Selalu Jadi Berkah

21616520 1331302060332278 3821474499733476407 n

 

Sejarah dan peradaban manusia tidak terlepas dari faktor air, baik itu di sungai, danau maupun lautan. Air merupakan berkah bagi umat manusia. Namun demikian, dengan kecerobohan manusia, air juga sering menjadi sumber bencana bagi umat manusia yang menimbulkan korban jiwa, kerugian material hingga kerusakan infrastruktur yang luar biasa.

Dalam upaya bersama mengatasi isu-isu air, diselenggarakan Korea International Water Week (KIWW) dan the 1st Asia International Water Week (AIWW) yang secara resmi dibuka pada 20/09/2017 oleh Menteri Kim Hyun-mee dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transport (Ministry of Land, Infrastructure and Transport-MOLIT) Korea Selatan. 

Acara yg berlangsung hingga 23 September 2017 tersebut diselenggarakan di Hwabaek International Convention Center (HICO), kota Gyeongju, yang ditetapkan UNESCO pada 2000 sebagai area bersejarah situs warisan dunia.

Kim menyebutkan bahwa Korea pada tahun 60-70an mengalami permasalahan air bersih dan pengelolaan air limbah sejalan dengan pembangunan ekonominya. Sekarang Korsel mampu mengelola pasokan airnya melalui aplikasi teknologi cerdas (smart technology). 

"Saya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang manajemen air melalui kegiatan ini. Kita juga siap memperbaharui kemitraan untuk menghadapi berbagai tantangan kedepan," ujarnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono yang hadir menyebutkan bahwa pengelolaan air merupakan masalah bersama. Indonesia dengan populasi 250 juta tengah gencar meningkatkan kualitas dan kuantitas pasokan air bersih dan ketahanan pangan. Air merupakan sumber kehidupan bangsa

"Melalui kemitraan komprehensif antar bangsa, kita bersama-sama bisa menyelesaikan permasalahan terkait air," tegasnya.

Dengan tema "Water Partnership for Sustainable Development", KIWW berupaya untuk membangun kemitraan internasional dalam pengelolaan air untuk pembangunan berkelanjutan. Adapun AIWW yang akan diselenggarakan setiap 3 tahun, pada 2017 ini bertema "Asian Solutions for Water", membahas rencana aksi isu pengelolaan air di Asia. 

Indonesia dan Korsel merupakan penggagas terbentuknya Asia Water Council di Bali pada Maret 2016. Indonesia berkepentingan besar terhadap keberadaan AWC dalam antisipasi terjadinya bencana alam karena air. Sebagaimana disebutkan Kepala Badan Litbang PUPR Danis H. Sumadilaga, "hampir 80% bencana alam di Indonesia disebabkan oleh banjir". Untuk itu, langkah preventif terjadinya banjir perlu dilakukan dengan melibatkan negara lain yang memiliki keunggulan teknologi dan pengalaman dalam pengelolaan air.

Sebanyak 63 program kegiatan diselenggarakan pada acara diatas yang meliputi high-profile meeting, seminar dan pameran. Diperkirakan 15 ribu orang dari 70 negara meliputi pejabat pemerintahan, akademisi, para ahli dan dari komunitas bisnis, hadir .

Pada pertemuan the 5th Board of Council, Asia Water Council (BOC-AWC), Indonesia disepakati menjadi tuan rumah the 2nd Asia International Water Week (AIWW) tahun 2020. ()

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014