Indonesia Pimpin Kelompok Kerja di PTM FEALAC

fealac2

Mengawali Pertemuan Tingkat Menteri Forum for East Asia – Latin America Cooperation (FEALAC) ke-8, Indonesia memimpin kelompok kerja (pokja) perdagangan guna membahas langkah konkret optimalisasi perdagangan antara kawasan Asia TImur dan Amerika Latin.

Pertemuan tersebut antar lain telah membahas proyek-proyek yang telah dilaksanakan oleh negara-negara anggota FEALAC sejak tahun 2015, proyek usulan baru tahun 2017, serta usulan pemilihan Co-Chairs Pokja periode 2017-2019.

“FEALAC saat ini mewakili 38 persen ekonomi dunia dan 33 persen perdagangan global. FEALAC perlu memaksimalkan peluang ekonomi yang tersedia di kedua kawasan,” kata Dewi Gustina Tobing, Direktur Kerja Sama Intra Kawasan Amerika Eropa – Kementerian Luar Negeri sebagai Alternate FEALAC SOM Leader-Indonesia saat membuka pertemuan pokja tersebut di Busan, Korea Selatan tanggal 29 Agustus 2017.

Selain kelompok kerja perdagangan, investasi pariwisata dan UKM, pertemuan juga membahas isu kerja sama sosial politik dan pembangunan berkelanjutan, budaya, pemuda, gender dan olahragi, ilmu pengetahuan, teknololgi, inovasi dan pendidikan pada pokja berbeda.

Saat ini Indonesia menjabat sebagai Ketua Pokja perdagangan, investasi pariwisata dan UKM periode 2015-2017 mewakili kawasan Asia Timur, bersama dengan Honduras yang mewakili kawasan Amerika Latin.

Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-8 FEALAC dan rangkaian kegiatannya diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus – 1 September 2017 di Busan, Korea Selatan. Selaku tuan rumah, Korsel merupakan Koordinator Regional FEALAC kawasan Asia Timur bersama dengan Guatemala selaku Koordinator Regional FEALAC kawasan Amerika Latin periode 2015-2017.

FEALAC adalah satu-satunya organisasi yang menghubungkan kawasan Asia Timur dan Amerika Latin. FEALAC dibentuk sejak tahun 1999 dan saat ini beranggotakan 36 negara; 16 negara kawasan Asia Timur dan 20 negara kawasan Amerika Latin.

Proyek-proyek dalam kerangka kerja sama FEALAC bertujuan untuk mempererat hubungan antara kedua kawasan antara lain melalui kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, transportasi maupun people-to-people. ()

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014