Perbanyak Minum, Udara Panas Melanda Korea

Artikel tentang musim panas korea
 
Panas bukan hanya milik Indonesia. Di Korea Selatan, di hari kedua Agustus ini mencapai 35'C. Tidak tertutup kemungkinan menjadi tambah panas di hari-hari mendatang.
 
Seluruh warga yang tinggal di Korea Selatan, belakangan ini sering mendapatkan pesan darurat atau peringatan keadaan cuaca yang ekstrim yang dikirim oleh Ministry of Interior and Safety melalui berbagai provider hape. Maklum akhir Juli ke awal Agustus memang merupakan puncak-puncaknya musim panas di Korea. 
 
Temperatur tahun ini, kabarnya, dapat mencapai 38 derajat  Celcius di puncak musim panas dengan tingkat kelembaban 70%-80%. Tidak heran, peringatan juga berisi himbauan seperti 'kurangi aktivitas di luar ruangan' dan 'perbanyak minum'. 
 
Bagi orang Korea yang tinggal di negara 4 musim, perubahan cuaca yang ekstrim mungkin terasa lebih berat bila dibandingkan dengan orang Indonesia. Untuk mengatasi panas yang terik selama musim panas, masyarakat Korea pun mengakalinya dengan berbagai cara.
 
Menurut pengalaman banyak WNI yang sudah lama tinggal di Korea, salah satu barang paling populer selama musim panas 2017 adalah kipas angin portable. Banyak orang Korea yang terlihat berjalan-jalan dengan menggenggam kipas angin yang tersedia dalam berbagai warna dan bentuk yang menarik hati ini. 
 
"Harganya berkisar kisaran Rp 180 ribu. Para pengguna kipas angin portable ini tidak perlu capek menggerak-gerakkan tangannya seperti saat menggunakan kipas angin tradisional. Kipas angin ini juga praktis karena bisa dicas menggunakan charger hape," kata seorang WNI.
 
Tempat lain yang juga populer dikunjungi saat musim panas adalah "gyegok". Gyegok adalah aliran sungai yang biasanya terdapat di gunung atau pedesaan. Masyarakat Korea biasanya bermain air di aliran air sambil membawa semangka. Semangka yang mereka bawa disimpan selama beberapa waktu di sungai yang berfungsi sebagai kulkas alam, agar lebih segar saat dimakan. ()Panas bukan hanya milik Indonesia. Di Korea Selatan, di hari kedua Agustus ini mencapai 35'C. Tidak tertutup kemungkinan menjadi tambah panas di hari-hari mendatang.
 
Seluruh warga yang tinggal di Korea Selatan, belakangan ini sering mendapatkan pesan darurat atau peringatan keadaan cuaca yang ekstrim yang dikirim oleh Ministry of Interior and Safety melalui berbagai provider hape. Maklum akhir Juli ke awal Agustus memang merupakan puncak-puncaknya musim panas di Korea. 
 
Temperatur tahun ini, kabarnya, dapat mencapai 38 derajat  Celcius di puncak musim panas dengan tingkat kelembaban 70%-80%. Tidak heran, peringatan juga berisi himbauan seperti 'kurangi aktivitas di luar ruangan' dan 'perbanyak minum'. 
 
Bagi orang Korea yang tinggal di negara 4 musim, perubahan cuaca yang ekstrim mungkin terasa lebih berat bila dibandingkan dengan orang Indonesia. Untuk mengatasi panas yang terik selama musim panas, masyarakat Korea pun mengakalinya dengan berbagai cara.
 
Menurut pengalaman banyak WNI yang sudah lama tinggal di Korea, salah satu barang paling populer selama musim panas 2017 adalah kipas angin portable. Banyak orang Korea yang terlihat berjalan-jalan dengan menggenggam kipas angin yang tersedia dalam berbagai warna dan bentuk yang menarik hati ini. 
 
"Harganya berkisar kisaran Rp 180 ribu. Para pengguna kipas angin portable ini tidak perlu capek menggerak-gerakkan tangannya seperti saat menggunakan kipas angin tradisional. Kipas angin ini juga praktis karena bisa dicas menggunakan charger hape," kata seorang WNI.
 
Tempat lain yang juga populer dikunjungi saat musim panas adalah "gyegok". Gyegok adalah aliran sungai yang biasanya terdapat di gunung atau pedesaan. Masyarakat Korea biasanya bermain air di aliran air sambil membawa semangka. Semangka yang mereka bawa disimpan selama beberapa waktu di sungai yang berfungsi sebagai kulkas alam, agar lebih segar saat dimakan. ()
 

Indonesian Embassy Seoul © 2014