Importir Korea Bakal Borong Produk Karet Hingga Tekstil RI

0e4961d1-745b-4d9c-b6f6-8a6e595bc126

Seoul - Delegasi importir Korsel berencana datang ke Indonesia untuk memborong berbagai produk tanah air. Misi dagang ini akan dipimpin langsung oleh pimpinan Asosiasi Importir Korea (KOIMA) bersama Wakil Dubes RI.

Tidak main-main, lebih 100 importir produk Korea Selatan telah disiapkan oleh KBRI Seoul untuk bertandang ke tanah air. Pada kunjungan 12-15 Juli 2017 itu akan dilaksanakan serangkaian kegiatan, yang meliputi business forum, one-on-one business matching dan industrial visit. Delegasi dipimpin langsung oleh Wakil Duta Besar Indonesia, Cecep Herawan serta Chairman KOIMA, Myoung-Jin Shin.

Menurut Atase Perdagangan KBRI Seoul, Aksamil Khair, sampai saat ini tercatat jumlah delegasi mencapai 120 orang terdiri dari para pimpinan (CEO/President) perusahaan serta official dari KOIMA sendiri. 

Produk yang diminati oleh anggota delegasi cukup beragam diantaranya produk karet, CPO, elektronik, tekstil, kayu, produk kelapa, produk kimia, building material, bahan untuk kosmetik, produk dari gelas, handicraft, produk makan dan lainnya.

 
Agar misi ini dapat menghasilkan kontrak dagang maka jauh hari sebelum berangkat, mereka telah difasilitasi komunikasi dengan para pemasok potensial dari tanah air. Dengan demikian, ketika datang nanti tinggal finalisasi serta mengembangkan di masa datang.

Dubes RI Seoul, Umar Hadi, telah melakukan pembicaraan secara intens dengan Chairman KOIMA dalam upaya peningkatan perdagangan Indonesia-Korea Selatan. Salah satunya adalah kesepakatan pengiriman misi importir dalam jumlah yang lebih besar kali ini.

"Saya yakin, kunjungan kali ini dapat memompa kembali performa perdagangan bilateral yang sempat mengalami penurunan," kata Dubes Umar Hadi serius.

Total perdagangan Indonesia-Korea tahun 2016 tercatat sebesar US$ 14,8 miliar, atau terjadi penurunan sebesar 11% terhadap total perdagangan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, terdapat surplus di sisi Indonesia sebesar US$ 1,6 miliar.

Sementara itu, pada tahun 2017 (Januari-Mei) total perdagangan sebesar US$ 7,3 miliar atau terjadi peningkatan sebesar 22,6% terhadap tahun 2016.

Impor Korea dari Indonesia masih didominasi oleh bahan baku dan barang setengah jadi seperti batu bara, karet, plywood, produk tambang lainnya, dan komponen elektronik, namun juga juga terdapat produk lainnya seperti garmen, alas kaki, vegetable oil dan produk non-migas lainnya yang menunjukkan peningkatan di 2 tahun terakhir.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014