Dubes Umar Hadi Beri Enam Kiat bagi TKI di Korea

8c80979d-6a15-49f1-b808-8a592bdb1e8c

KBRI Seoul kembali mengadakan pembekalan tambahan kepada TKI yang baru datang di Korea. Kali ini, Dubes RI Seoul Umar Hadi datang langsung dan memberikan pembekalan kepada 54 TKI sektor manufaktur di gedung pelatihan Federation of Small-Medium Enterprizes (KBIZ) di Hwaseong, berjarak 70 km dari kota Seoul.

"Kesempatan 4 tahun 10 bulan disini hendaknya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh pekerja Indonesia untuk menyerap ilmu, teknologi dan etos kerja di negeri ginseng ini. Jadikan semuanya sebagai modal untuk membangun Industri di Indonesia," demikian ujar Dubes Umar Hadi.

Umar Hadi juga berpesan agar semua TKI dapat kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kontraknya. "Kembalilah dan bangunlah Indonesia dengan usaha mandiri setelah selesai kontrak. Indonesia membutuhkan kemampuan dan kreatifitas teman-teman semua," pesan Umar Hadi yang disambut tepuk tangan meriah oleh peserta.

Umar Hadi menekankan 6 hal yang perlu diperhatikan agar selamat di Korea. Pertama, jaga kesehatan. Menjaga kesehatan dengan olahraga yang cukup, makan dan tidur teratur harus dilakukan agar dapat bekerja dengan baik. Kedua, jangan berkelahi baik sesama warga indonesia maupun warga asing. Ketiga, jaga pergaulan baik di lingkungan kerja maupun di luar.

Keempat dan ini sangat penting, hindari kecelakaan kerja. Ini dapat dilakukan antara lain dengan tidak tidur terlalu malam atau minum-minuman keras. Kebiasaan ini dapat merusak konsentrasi saat bekerja dan akhirnya kecelakaan. Kelima, unduh aplikasi m-kbri seoul di Handphone nya. Laporkan masalahnya melalui pengaduan kasus atau hotline. KBRI selalu siap membantu dan melindungi seluruh WNI sesuai ketentuan yang berlaku.

Keenam, Ojo dumeh ojo gumunan ojo kagetan. "Ini falsafah Jawa kuno yang sering diberikan orang tua ke kita anak-anaknya. Artinya, jangan mentang, jangan heran dan kagetan. Dengan memegang falsapah ini, kita akan tetap rendah hati dan selalu waspada serta ingat negeri kita tercinta," demikian tukas Umar Hadi.

Disela-sela kunjungan, Dubes Umar Hadi juga mengadakan pertemuan dengan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan di Korea KBIZ, Kim Bong. Dalam pertemuan, kedua pihak menekankan pentingnya kerjasama yang lebih erat di masa mendatang khususnya dalam penanganan TKI di Korea.

KBRI Seoul memiliki banyak program bagi TKI di Korea. Dua diantaranya adalah Pembekalan tambahan dan  welcoming programme (penyambutan) TKI baru di bandara incheon setiap kedatangan.

Sebagai informasi, dalam tahun ini, sudah 1640 TKI baru. Tahun lalu, kuota TKI Indonesia sebanyak 5300 atau ketiga setelah Vietnam dan Kamboja.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014