KBRI Seoul Angkat Jempol Untuk POLRI

6 WNI Dipulangkan

Terkait penangkapan pelaku perdagangan manusia, KBRI berikan apresiasi kepada Polri. Diingatkan, masih banyak lagi pekerjaan yang harus dikerjasamakan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Angkat jempol untuk Bareskrim Polri atas reaksi yang cepat dalam menangkap pelaku perdagangan manusia ke Korea Selatan. Terima kasih juga kepada Kemlu, BNP2TKI dan Kemsos atas koordinasinya. Bukti nyata mekanisme koordinasi berjalan dengan baik. Jangan sampai ada lagi yang dengan sengaja menjerumuskan sesama WNI di luar negeri," ujar Cecep Herawan, KUAI dan Wakil Dubes RI di Korea Selatan.

Perdagangan manusia ke Jeju baru-baru ini telah ditangani langsung oleh KBRI Seoul. Korban gelombang pertama sebanyak 26 orang dan gelombang berikutnya 6 orang. Semuanya telah dipulangkan untuk kemudian diproses secara hukum. Koordinasi dengan dengan pihak-pihak di Indonsia dan Korea terus digencarkan. Bahkan pelakunya sekarang sudah ditahan Bareskrim.

Namun demikian, iming-iming kerja di Korea secara abal-abal masih terus bergaung. KBRI tiap hari masih menerima pengaduan tentang rencana pengiriman tenaga kerja yang bisa dikategorikan fiktif ke Korea. Ada yang menawarkan di bidang perkapalan dan kinatruksi, tidak sedikit juga yang berkedok pendidikan. Kepada para korban akan dimintai uang kisaran Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.

"KBRI tidak pernah mundur untuk meningkatkan perlindungan WNI. Karenanya, koordinasi kepada instansi terkait terus dilakukan. Kita tidak ingin melihat warga kita sengsara di Korea," imbuh Cecep dengan geram. (KBRI Seoul)

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014