Dubes John Berharap Tidak Ada Yang Jadi Korban Lagi

6 WNI Dipulangkan

Keenam WNI yang tertipu iming-iming bekerja di Jeju Korsel, siang ini (24/02/16) dipulangkan ke Indonesia. Dubes John A Prasetio berharap tidak ada lagi WNI yang jadi korban makelar kerja abal-abal.

Sejak Desember tahun lalu, keenam WNI tersebut diam-diam masuk Pulau Jeju Korsel untuk tujuan kerja. Kedatangannya diprakarsai makelar abal-abal di kedua belah pihak setelah menyetor uang puluhan juta. Boro-boro dapat pekerjaan tetap dengan gaji berjibun, keenamnya pindah kerja dari satu pekerjaan kasar ke pekerjaan lainnya dengan upah minim. Bahkan akhirnya terlantar tanpa kerja dan nyaris kelaparan.

Masih untung, ketika keadaan memburuk mereka bertemu WNI pekerja legal. Mereka ditampung dan diberikan logistik secukupnya. Setelah berkolaborasi dengan KBRI Seoul nasib mereka lebih jelas. Makanan dan minuman lebih terjamin.

Akhirul kalam, keenamnya kemudian mengirim surat ke KBRI untuk minta dipulangkan. Mereka sudah tidak tahan dengan menggelandang kerja tanpa visa yang jelas dan kemungkinan ditangkap yang berwenang. Bahkan, cuaca musim semi yang kadang masih dibawah nol derajat Celcius dirasakan sangat menyiksa.

Setelah melakukan koordinasi dengan Imigrasi Jeju, KBRI mendapatkan kepastian bahwa mereka bisa dipulangkan tanpa harus melewati proses hukum yang pelik. Secepat kilat, dicarikan tiket yang dapat membawa mereka ke kampung halaman.

"Saya bersyukur sekali akhirnya bisa akan pulang dan bertemu keluarga. Terima kasih teman-teman Indonesia dan KBRI Seoul," ujar salah satu korban berulang-ulang.

Diperkirakan keenam korban perdagangan manusia ini akan tiba di Jakarta malam ini dan akan dijemput oleh pihak yang berwenang. Mereka Ini menyusul 26 WNI yang lain yang telah dipulangkan seminggu sebelumnya.

Dubes RI John Prasetio merasa lega atas pulangnya keenam WNI tersebut. Ia berpesan kepada WNI di tanah air untuk meneliti sebelum "membeli". Karena saat ini banyak beredar isu mudahnya dapat bekerja dengan berbagai modus, termasuk melalui pendidikan maupun sistem magang.

"Kalau mau bekerja lewatlah jalur yang tepat, yakni BNP2TKI sehingga menggunakan visa yang benar. Jangan mudah tergiur rayuan broker apalagi harus bayar puluhan hingga ratusan juta," ujarnya dengan mimik yang sangat serius.

Saat Ini terdapat sekitar 35 ribu WNI sedang bekerja di Korea Selatan dengan penghasilan yang cukup baik. Kerja yang paling aman adalah melalui skema G to G, yang ditangani langsung oleh BNP2TKI.

 

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014