DUH, ENAM WNI "MENJERIT" LAGI DI JEJU

6 WNI di Jeju

Seoul. Setelah beberapa hari lalu 26 WNI yang tertipu lowongan kerja di Jeju dipulangkan ke Indonesia, kini 6 WNI lagi mengaku terpedaya calo-calo nakal. Bahkan mereka mengaku sempat kurang makan. Waduh.

Atas kerjasama dengan Kemlu, BNP2TKI, Polri, Kemsos dan lembaga lain, sebanyak 26 WNI dipulangkan dari Jeju menuju Jakarta via bandara Seoul, Incheon (17/02/16). Saking gembiranya, Dubes John A Prasetio buru-buru mengirimkan surat terima kasih terima kasih kepada pihak-pihak terkait atas penanganan yang super cepat. Namun, kini telah muncul lagi 6 korban lain yang merasa tertipu dan mengirimkan SOS.

Menurut Abdul Aziz dari kelompok WNI di Jeju yang menamakan dirinya Paguyuban Pyoseon Bersatu, keenam WNI itu mengaku datang pada bulan Desember tahun lalu. Mereka kerja serabutan dan bahkan sering menganggur. Akibatnya mereka frustasi dan ingin pulang ke tanah air. Sayangnya, bekal mereka sudah habis dan tiket pulang sudah kadaluwarsa.

Kelompok paguyuban Pyoseon Bersatu akhirnya turun tangan. Mereka untuk sementara memberikan tempat berteduh dan logistik yang diperlukan. Maklum, Jeju sangat jauh dari KBRI Seoul. Kini keenamnya tinggal di Musholla paguyuban.

Salah satu korban menyebutkan bahwa mereka telah tertipu oleh maklar-maklar kerja abal-abal. Dijanjikan akan diseberangkan ke pulau utama Korea untuk bekerja setelah tiba di Jeju, namun semua pepesan kosong belaka. Keenamnya berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tanpa bayaran yang jelas.

"Kita menyerah kepada KBRI Seoul dan meminta bantuan untuk segera dipulangkan. Kita semua mengalami kesulitan karena tertipu oleh agen-agen yang memberangkatkan kami," ujarnya.

Mengetahui nasib WNI yang sedang kesulitan, KBRI segera mengambil langkah seribu. Perwakilan RI itu mengontak pihak-pihak terkait di Jakarta untuk koordinasi lebih lanjut, termasuk mencokok para oknum broker yang tega menjerumuskan temannya sendiri. Bahkan KBRI juga menjamin logistik bagi keenamnya melalui kelompok paguyuban.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada Kelompok Ajoy dan Paguyuban Pyoseon yang telah memberikan emergency response kepada WNI kita yang terlantar. Kita apresiasi sekali. Ini bukti nyata bahwa kerjasama maha penting. Kepada korban mohon sedikit bersabar, kita sedang urus semuanya. Sementara bagi warga di tanah air,  jangan jangan ada yang tertipu lagi," ujar Wakil Dubes RI di Seoul, Cecep Herawan.

Keenam WNI itu berasal dari Jawa Timur, NTT dan Lombok. Mereka akan menyerahkan diri ke Imigrasi setempat setelah mendapatkan tiket kepulangan. Untuk sementara, KBRI bekerjasama dengan paguyuban untuk memenuhi logistik mereka.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014