Pengiriman TKI Ilegal ke Jeju Harus Dihentikan

IMG 0266

Sebagian calon TKI yang terlantar di Jeju

Gelombang pengiriman TKI ilegal ke wilayah Jeju, Korsel, kemungkinan besar masih akan berlangsung. Dubes John Prasetio berharap pihak berwajib Indonesia dapat mencegahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 55 WNI dikirim secara ilegal ke Jeju, Korsel. Sepuluh diantaranya menyatakan ingin pulang sedangkan sisanya tidak diketahui rimbanya. Saat ini KBRI Seoul tengah mengupayakan penyelesaian administrasi dan membantu kebutuhan kesepuluh WNI yang sudah kehabisan bekal tersebut.

Sementara itu, lagi-lagi KBRI mengendus kabar bahwa  26 WNI yang datang kloter 1 dan 2 masih dibawa broker berpindah-pindah di Jeju. Belum mendapat pekerjaan yang dijanjikan. Bahkan, penawaran kerja di jeju dengan modus ini makin santer, terutama di Indramayu. Terdapat isu, medio Februari ini akan ada lagi gelombang WNI yg diberangkatkan ke Jeju.

Dubes John Prasetio merasa jengah dengan kelakuan para pihak yang sengaja menjerumuskan sesama WNI. Tanpa visa yang benar maka potensi masalah hukum bagi para korban bisa runyam. Karenanya, upaya preventif harus segera dilakukan.

"Saya minta dengan sangat agar pihak berwajib di Indonesia dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara cepat agar korban tidak bertambah. Para pelaku "perdagangan manusia" ini harus diajukan ke pengadilan sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Koordinator Fungsi Perlindungan KBRI Seoul, Aji Surya, mengendus adanya kelanjutan modus pengiriman TKI ilegal ke Jeju karena merupakan wilayah bebas visa dari kawasan tertentu. Kegiatan haram ini kemungkinan merupakan kongkalingkong para oknum di kedua negara. Para calon TKI bahkan dipalakin dengan membayar hingga Rp 100 juta untuk bisa berangkat ke Jeju dengan visa yang tidak sesuai peruntukannya. ()

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014