DUBES JOHN PRASETIO: WASPADAI PERDAGANGAN MANUSIA KE JEJU

IMG 0238

KBRI Seoul menengarai adanya penipuan yang mengarah perdagangan manusia Indonesia ke Jeju, Korsel. Banyak WNI dijanjikan bekerja disana tanpa visa yang benar. Bahkan mereka harus membayar hingga Rp 100 juta.

Baru-baru ini misalnya, KBRI menegarai sejak awal tahun 2016 ada 55 WNI ilegal yang datang ke Jeju melalui Hongkong. Setelah tiba disana mereka dijemput oleh "broker".  Kabarnya, dari 55 orang tersebut, 44 orang telah "diambil" dan dipekerjakan tanpa perlindungan hukum. Sisanya  11 orang masih lontang-lantung dan kekurangan kebutuhan harian.

Menurut informasi salah satu korban,  masing-masing harus membayar antara Rp 75 juta sampai Rp 100j uta. Disinyalir ada kerjasama antara oknum WNI dengan warga negara lain yang ada di indonesia.

"Saya minta warga kita dimanapun waspada atas iming-iming menjadi pekerja ilegal di Korsel. Resikonya jauh lebih besar dari uang yang didapat," ujar Dubes RI untuk Korsel, John Prasetio dengan mimik serius.

Dubes mengatakan bahwa saat ini KBRI tengah melakukan  bekerjasama dengan otoritas setempat dan Indonesia untuk menangani permasalahan ini.

Kejadian serupa pernah terjadi di Jeuju pada Oktober 2015. Sebanyak 3 orang dan 2 pelaku (broker) yg kesemuanya WNI telah ditangkap otoritas Korea dan disidangkan pada November 2015.  Mereka telah mendapatkan hukuman seauai aturan yang berlaku.  ()

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014