Pertemuan The 13th ASEAN-Korea FTA Implementing Committee Meeting dan The 5th ASEAN-Korea FTA Working Group on Investment

aseanrok fta

Rangkaian pertemuan The 13th ASEAN-Korea FTA Implementing Committee Meeting dan The 5th ASEAN-Korea FTA Working Group on Investment dilaksanakan pada tanggal 1-4 Februari 2016 bertempat di The Palace Hotel dan Lotte Hotel, Seoul. Delegasi RI berasal dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, BKPM, Sekretaris Kabinet, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pertemuan membahas perkembangan implementasi ASEAN-Korea FTA, pending matters dan peningkatan kerja sama RI-ROK terkait AKFTA. Pertemuan juga membahas status dana ASEAN-Korea Economic Cooperation (AKEC Fund), proyek-proyek kerja sama ekonomi yang telah dan akan dilaksanakan, usulan proyek baru untuk tahun 2015-2016 dan pengaturan mekanisme kerja dan mekanisme pendanaan proyek-proyek.

Sebagai latar belakang informasi, pada pertemuan Pertemuan ASEAN-Korea Commemorative Summit bulan Desember 2014 di Busan, Korea Selatan, para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dan Korea sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua Pihak untuk mencapai target perdagangan USD 200 miliar pada tahun 2020.

Terkait dengan AKFTA, pada perkembangannya sejumlah Negara Anggota ASEAN (Laos, Singapura, Malaysia) dan Korea telah menandatangani Third Protocol to Amend TIG AKFTA dan akan entry into force per tanggal 1 Januari 2016, sedangkan ASEAN lainnya termasuk Indonesia telah menandatangani protokol tersebut secara ad-referendum dan disepakati tercantum per tanggal 22 Desember 2015. Sejumlah kesepakatan dalam Third Protocol to Amend TIG AKFTA tersebut adalah untuk melakukan sejumlah amandemen atas beberapa ketentuan terkait persetujuan perdagangan barang AKFTA, yaitu: (i) Persetujuan atas elemen fasilitasi perdagangan; (ii) Penyesuaian atas pemberlakuan mekanisme Reciprocal Arrangement (RA) untuk produk dalam kategori sensitive track; dan (iii) Kesepakatan untuk menyusun jadwal penurunan tarif secara line-by-line untuk digabungkan menjadi bagian dari Persetujuan Perdagangan Barang AKFTA.

Terkait dengan kerja sama ASEAN-Korea, pertemuan membahas status dari ASEAN-Korea Economic Cooperation Fund (AKECF) dan mekanisme terbaru dalam proses pencairan dana dan pelaporan proyek. Berdasarkan pertemuan sebelumnya, pertemuan telah menyepakati 7 (tujuh) proyek baru di tahun 2015. Proyek-proyek baru tersebut meliputi: (i) Workshop on Scheduling of Reservations (ASEC), (ii) Technical Assistance Seminar for the Maximum Utilization of ASEAN-Korea FTA (Korea), (iii) ASEAN Workshop on FTA utilization for SMEs (Vietnam), (iv) Training Course on Molecular Techniques for Rice Quality Assurance (Korea), (v) ASEAN-Korea Cooperation for the Improvement of Building Energy Efficiency (Korea), (vi) Capacity Building Program on Water Resource Management for ASEAN Countries (Korea), dan (vii) Good Recycles Product (GR) Certification Distribution in ASEAN (Korea)

Selain itu, pada pertemuan kedua pihak menyambut baik kontribusi ASEAN-Korea Center terhadap hubungan kerja sama perdagangan dan investasi antara ASEAN dan Korea. Kedua pihak juga menyampaikan pentingnya untuk memperdalam kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Korea guna menyambut terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014