Duta Besar Umar Hadi Memulai Tugasnya di KBRI di Seoul

DSC 4207

Selasa (16/5),  telah dilakukan serah terima jabatan Kepala Perwakilan RI di Seoul dari KUAI Cecep Herawan kepada Duta Besar Umar Hadi  bertempat di lobi KBRI. Acara serah terima jabatan dilaksanakan secara sederhana dan diikuti oleh seluruh staf KBRI Seoul, IIPC, ITPC Busan, serta perwakilan dari kantor BNI dan Garuda Indonesia di Seoul.

Dalam sambutannya, Dubes Umar Hadi mengingatkan seluruh staf pada moto Presiden Joko Widodo "Kerja, Kerja, Kerja" dari semua pihak dalam mewujudkan kepentingan Republik Indonesia di Republik Korea. Misi perwakilan untuk menjaga dan meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral Pemerintah Indonesia dengan ROK, memerlukan "kerja keras", "kerja cermat" dan "kerja sama" dari seluruh staf.

“Untuk itu semua stakeholder Pemerintah Indonesia yang berada di ROK diharapkan dapat bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara Indonesia,” demikian disampaikan Dubes Umar Hadi.

Seusai acara Serah Terima Jabatan, Duta Besar RI melakukan perkenalan dan ramah tamah dengan semua staf KBRI dan perwakilan instansi Pemerintah dan BUMN Indonesia di Republik Korea.

KUAI RI dan Walikota Seoul Gowes Bareng Wisatawan Indonesia

Santai Sepeda Axa

Rabu (26/4), sekitar 100 agen asuransi PT. AXA Financial Indonesia bersepeda santai dengan Walikota Seoul, Park Won-soon, dan KUAI RI di Seoul, Cecep Herawan di sepanjang Taman Sungai Han, Seoul. Kegiatan sepeda santai tersebut merupakan program wisata Special Experience Program yang khusus diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Seoul untuk para agen asuransi AXA.

Dalam sambutannya, KUAI RI Seoul menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Walikota Seoul atas sambutannya yang hangat dalam menerima wisatawan Indonesia di Seoul. KUAI RI Seoul turut mengajak para peserta untuk memanfaatkan momen langka tersebut untuk menjadi duta Indonesia yang berperan menjalin dan menjaga hubungan baik kedua negara. KBRI Seoul menyatakan kesiapannya membantu seluruh WNI yang membutuhkan pertolongan selama berada di Seoul melalui hotline KBRI Seoul dan aplikasi ponsel m-KBRI Seoul.

Walikota Park memuji komitmen KBRI Seoul dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi WNI di Korea, yang kemudian turut menawarkan bantuan kepada seluruh WNI yang berada di Seoul dengan memberikan nomor telepon hotline Pemerintah Seoul. Walikota Park menyatakan bahwa program wisata ini bertujuan untuk merekatkan hubungan kedua negara yang telah terjalin. Dalam kesempatan tersebut Walikota Seoul menyampaikan bahwa pada bulan Mei 2016 dirinya telah bertemu dan menganugerahkan Warga Kehormatan Kota Seoul kepada Presiden RI Joko Widodo.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Seoul untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya dari Asia Tenggara, antara lain, dengan mengembangkan program MICE (Meetings, Incentive Travels, Conventions, and Exhibitions) dan memperbanyak restoran halal untuk mengakomodasi kebutuhan turis Muslim di Seoul. Pengembangan program MICE yang dilakukan oleh Pemerintah Seoul adalah dengan menyelenggarakan program wisata khusus bagi kelompok wisatawan asing dengan skema incentive travel. Wisatawan Indonesia dari AXA Financial Indonesia ini menjadi peserta perdana dari program wisata khusus dimaksud.

Pengumuman Hari Libur Pilpres Korea ke-19

office closed

PENGUMUMAN/ 공지 사항/ NOTIFICATION

 

DALAM RANGKA PEMILIHAN PRESIDEN REPUBLIK KOREA, KBRI SEOUL TERMASUK LAYANAN KONSULER AKAN TUTUP PADA TANGGAL 09 MEI 2017. DAN AKAN DIBUKA KEMBALI SEPERTI BIASA PADA TANGGAL 10 MEI 2017

 

주한 인도네시아 대사관은 2017 년 5 월 9 일 대한민국 대통령 선거일 임시 공휴일로 지정되어서 업무를 하지 않습니다. 5 월 10 일 정상 근무합니다.

 

ON THE OCCASION OF KOREAN PRESIDENT ELLECTION, IT IS NOTIFIED FOR INFORMATION OF ALL CONCERNED THAT THE INDONESIAN EMBASSY IN SEOUL INCLUDING CONSULAR SERVICE WILL BE CLOSED ON MAY 09, 2017. IT WILL RE-OPEN ON MAY 10, 2017.

Candi Borobudur Hadir di 2017 Seoul International Buddhism Expo

e89f388d-24b4-473c-bc02-5739d96fae90

Bidik calon wisatawan Korea Selatan, KBRI Seoul promosikan Candi Borobudur di 2017 Seoul International Buddhism Expo. Pameran ini diselenggarakan di Seoul Trade Exhibition and Convention Center (SETEC) yang berlangsung daritanggal 23-26 Maret 2017.

Bagi umat Budha Korea, Candi Borobudur merupakan salah satu tujuan utama wisata religi yang wajib dikunjungi. Banyak pengunjung booth Indonesia yang bercerita tentang kunjungannya ke Candi Borobudur dan kagum dengan kemegahannya.

Bekerjasama dengan kantor Garuda Indonesia di Republik Korea dan travelagent Korea, serta didukung oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, KBRI Seoul ingin mempromosikan Borobudur sebagai Candi Budha terbesar di dunia dan menawarkan berbagai paket wisata ke Candi Borobudur. Selain itu, kehadiran Candi Borobudur pada Buddhism Expo ini juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya Budha Indonesia kepada masyarakat Korea.

Sekitar 71.000 pengunjung diperkirakan menghadiri pameran selama 4 hari tersebut.Selain peserta dari Republik Korea, pameran juga diikuti oleh peserta dari negara lain yaitu China, India, Laos, Mongolia, Nepal, Srilanka, Taiwan dan Indonesia.

 Booth Indonesia dikunjungi oleh banyak orang yang tertarik dengan Candi Borobudur. Seorang pengunjung bahkan menyatakan keheranannya karena ada Candi Budha di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pengunjung lain menyampaikan rencananya untuk mengunjungi Candi Borobodur pada musim panas ini dan mencari informasi mengenai paket wisata ke Yogyakarta. 

Publik Negeri K-Pop Nikmati Alunan Suara Gamelan Jawa

WhatsApp Image 2017-02-21 at 17.14.14

Pada Senin malam (20/2), grup gamelan ”Swara Gangsa” yang terdiri dari anak-anak muda alumni ISI Surakarta tampil dalam sebuah konser berdurasi satu jam di Korea Foundation Gallery. Membawakan tembang Jawa dan lagu rakyat Korea, penampilan Swara Gangsa memukau sekitar 180 orang penonton publik negeri K-Pop yang memenuhi ruangan galeri yang dijadikan tempat pertujukan gamelan tersebut.

Di penghujung musim dingin dengan temperatur masih di bawah 0 derajat celcius, grup Swara Gangsa yang membawakan 7 lagu dan 2 tarian, mendapatkan sambutan hangat, khususnya saat membawakan lagu rakyat Korea, seperti Doraji, Neoyeong Nayeong dan Arirang.

Kami ingin menunjukkan kepada publik Korea bahwa selain untuk mengiringi lagu-lagu tradisional Jawa, gamelan juga dapat mengiringi lagu tradisional Korea,”  kata Ji-tae Chung, satu-satunya orang Korea diantara sebelas orang anggota grup gamelan Swara Gangsa.

Tertarik dengan suara magis yang keluar dari setiap instrumen gamelan milik KBRI Seoul ini, selesai pertunjukan para penonton tampak enggan untuk pulang dan meminta dijelaskan nama dan karakteristik suara yang dihasilkan setiap instrumen.

Suara gamelan dan penyanyinya (sinden) sangat luar biasa dan unik,” ujar Mrs. Yun Geum Jin, Executive Vice President Korea Foundation, yang mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan gamelan.

Dalam misi budayanya di Korea, selain tampil di Korea Foundation Gallery, grup Swara Gangsa juga tampil memukau penonton di Ansan Art Center. Tampil dua kali di depan sekitar 700 penonton yang memenuhi Dulmaji Hall, grup gamelan Swara Gangsa membawakan komposisi klasik mengiringi tari Gambyong Mudhatama dan komposisi kolaborasi berjudul “Floating Out to Sea” bersama grup Ansan Korean Music Orchestra.

Pertunjukan gamelan oleh Swara Gangsa di negeri Ginseng ini merupakan bentuk promosi pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea yang diinisiasi oleh KBRI Seoul, Ansan Korean Music Orchestra dan Korea Foundation. Pada kegiatan di Korea Foundation ini KBRI Seoul juga mempromosikan kopi Indonesia dan destinasi pariwisata Indonesia kepada para pengunjung yang hadir. (*)

RAJAI IMPOR PRODUK INDONESIA, 5 PERUSAHAAN KORSEL RAIH PRIMADUTA AWARD

IMGO5610 01

“Dengan kelebihan yang dimiliki masing-masing negara, kerjasama Indonesia-Korea di bidang ekonomi saling melengkapi satu sama lain” demikian disampaikan oleh KUAI KBRI Seoul Cecep Herawan dalam sambutannya pada penyerahan Primaduta Award di Wisma Duta KBRI Seoul (13/2). Turut hadir Lee Dong-bok, perwakilan Korea International Trade Association, serta para wakil dari 31 perusahaan Korsel.

Dalam rangka meningkatkan daya tarik produk Indonesia di kancah perdagangan internasional, Pemerintah Indonesia sejak akhir tahun 2014 menyelenggarakan ajang tahunan penganugerahan Primaduta Award sebagai bentuk penghargaan bergengsi bagi para importir/buyer produk Indonesia di luar negeri yang telah loyal mengimpor produk Indonesia ke negaranya masing-masing.

Penganugerahan Primaduta Award di Seoul kali ini diberikan kepada lima perusahaan importir Korea Selatan (Korsel). Pemenang dari kategori manufaktur adalah Heesung Catalyst Corporation, ITC Co., Ltd, dan CK Global Co., Ltd. Sementara para pemenang dari kategori UKM adalah Poongsan Maru Co., Ltd. dan Ami Trading.

Menjadi pemenang Primaduta Award tidaklah mudah. Seorang importir harus bersaing secara ketat dengan ribuan pesaing senegaranya dalam menghadapi seleksi yang didasarkan atas berbagai kriteria penting. Sebagai contoh, selain menilai besarnya nilai dan kinerja impor dalam 5 tahun terakhir, tim juri juga akan menyoroti jenis produk yang diimpor, serta kontribusi nilai tambah produk tersebut bagi para pelaku usaha di Indonesia.

Para juri mencatat angka pertumbuhan impor produk Indonesia yang fantastis dari para pemenang Primaduta Award kali ini: Heesung Catalyst Corporation adalah pengimpor ceramic substrate dengan pertumbuhan impor sebesar 72 persen; ITC Co., Ltd adalah pengimpor produk kertas tissue dengan pertumbuhan impor 250 persen, sementara; Ami Trading adalah importir produk makanan dengan pertumbuhan impor sebesar 30 persen.

Melalui ajang penganugerahan ini, diharapkan para importir asal Korsel dapat terapresiasi atas perhatian dan penghargaan dari Pemerintah Indonesia sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan daya saing dan tingkat kepercayaan importir Korsel atas pelaku usaha dan produk asal Indonesia. Di samping itu diharapkan para penerima award akan menyebarkan citra positif Indonesia kepada pelaku usaha Korsel lainnya, sehingga akan meningkatkan reputasi Indonesia di Korsel.

"Indonesia memiliki pasar, sdm dan material yang berlimpah. Indonesia akan maju pesat dan senantiasa menjadi mitra dagang yang penting  bagi Korea," kata Moon Jeong Sang, Presiden  ITC Corporation mewakili penerima award lainnya.

Berdasarkan data, pada tahun 2016 tercatat angka perdagangan antara Indonesia-Korea sebesar USD 14,88 miliar, dengan surplus perdagangan bagi Indonesia senilai USD 1,67 miliar.  Nilai surplus tersebut naik 71,54 persen dari tahun 2015. (*)

Akhiri Masa Tugas, Dubes RI Seoul Bertemu Menlu Korea Selatan

20170126 180428

Dubes RI John A. Prasetio bertemu dengan Menlu Korsel, Yun Byung-se pada Kamis petang waktu setempat (26/1) di kantor Kementerian Luar Negeri ROK. 

Pertemuan yang berlangsung sangat hangat dan penuh keakraban  tersebut selain menjadi pertemuan penutup di penghujung masa tugas Dubes John sebagai diplomat RI yang sekitar 4,5 tahun memimpin KBRI Seoul di Korsel juga mencerminkan kedekatan hubungan kedua bangsa.

Menlu Yun mengakui bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi pada Mei 2016 lalu, telah menghasilkan berbagai kesepakatan kerjasama di berbagai bidang yang memperkuat hubungan bilateral kedua negara. "Capaian yang luar biasa ini terwujud  berkat dukungan kuat dari Dubes John" demikian puji Menlu Yun.

Menlu Yun mengapresiasi upaya Pemerintah RI dan Dubes John dalam memajukan hubungan kerja sama kedua negara yang kian pesat. “Indonesia merupakan sahabat baik Korsel dalam forum kerja sama bilateral, regional, dan global” ujar Yun.

Menlu Yun memandang hubungan Indonesia dan Korsel dewasa ini sebagai "hubungan yang terdekat", terutama pada saat terjadi uji coba nuklir dan berbagai tindakan Korea Utara yang dipandangnya provokatif, Indonesia telah mengeluarkan pernyataan yang keras mengutuk hal tersebut.

20170126 180407

Sementara itu, Dubes John menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama ini oleh Pemerintah ROK. Kerja sama kedua belah pihak kian berkembang di berbagai sektor, khususnya pada bidang perdagangan dan ekonomi.

Investasi Korea kian tumbuh subur di Indonesia dengan masuk dan berkembangnya perusahaan-perusahaan terkemuka negeri ginseng seperti raksasa elektronik LG, Hankook Tires, Lotte Chemicals, POSCO, dan lain sebagainya. Mewakili sektor perbankan, Shinhan Bank akan mulai beroperasi di Indonesia pada 6 Februari mendatang.

Selain itu Menlu Korsel turut menggarisbawahi komitmen kedua negara dalam menyukseskan forum Strategic Dialogue antar Wakil Menlu RI dan Korsel yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 6-7 Februari yang akan datang.

Duta Besar John A. Prasetio rencananya akan menuntaskan masa tugasnya dan kembali ke tanah air pada akhir bulan Januari 2017 ini. Ketika ditanya apa rencana sang Dubes usai menjabat, kepada Menlu Korsel Beliau menjawab “ingin santai dulu” sebelum kembali ke ranah asalnya sebagai seorang pengusaha. Sebelum menjabat sebagai Dubes RI, Dubes John pernah menjabat sebagai Ketua CBA Consulting Group sekaligus board member Bank Permata dan anggota dewan penasehat P&G Indonesia, Crowe Horwath Indonesia serta Mitsui Indonesia. (*)

Bahas Upaya Tingkatkan Hubungan bilateral, Dubes RI Temui Ketua Majelis Nasional Republik Korea

WhatsApp Image 2017-01-10 at 11.24.10

            Dalam upaya terus memperkuat dan meningkatkan hubungan bilateral RI-ROK, pada 10 Januari 2017 Dubes RI John A. Prasetio telah menemui Ketua Majelis Nasional ROK H.E. Chung Sye-Kyun. Pada pertemuan itu, Dubes RI antara lain menyampaikan RI-ROK memiliki hubungan yang sangat dekat. Sejak 2006 hubungan RI-ROK telah memasuki Kemitraan Strategis. Kedua negara terus berupaya meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang. Kerjasama bisnis dan investasi kedua negara terus berkembang. Lebih dari 2.200 perusahaan Korea beroperasi di Indonesia termasuk perusahaan besar seperti POSCO, Lotte Chemical, Hankook. Bahkan berbagai restauran Korea berkembang pesat dan saat ini dapat dijumpai di berbagai kota di Indonesia.

             "RI-ROK memiliki hubungan yang sangat baik sejak lama" demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Nasional ROK H.E. Chung Sye-Kyun. Indonesia merupakan negara penting dengan jumlah penduduk, luas wilayah, dan sumber-sumber alam yang melimpah. Indonesia juga memainkan "leading role" di ASEAN. H.E. Chung Sye-Kyun mengharapkan hubungan yang telah terbina demikian baik antar kedua negara dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Secara khusus Ketua Majelis Nasional mengharapkan perlunya penguatan hubungan RI-ROK dalam forum MIKTA yang merupakan forum negara-negara Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia. Menanggapi situasi perdagangan yang agak turun akibat situasi ekonomi global yag lesu, dirinya menekankan pentingnya mendorong penguatan kerjasama perdagangan kedua negara. Untuk lebih memperkuat hubungan bilateral Ketua Majelis Nasional RO akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 11 2/d 13 Januari 2017.

Rukun dan Hangatnya Perayaan Natal para WNI di Seoul

WhatsApp Image 2016-12-25 at 17.01.48

Suasana ibadah dan perayaan Natal bagi WNI di Korea Selatan meriah dan khidmat. Di Seoul, tiba-tiba cuaca menghangat di musim dingin ini. Tidak biasa namun menyenangkan.

Ibadah Natal masyarakat Indonesia di negeri ginseng itu dilaksanakan di pusat kota Seoul, hanya 5 menit berjalan kaki dari KBRI Seoul. Lebih dari 250 pemeluk Kristiani Indonesia yang berkumpul di Gereja Yoido Full Gospel memperlihatkan rasa sukacitanya.

Cuaca musim dingin yang biasanya kurang bersahabat atau di bawah minus tiba-tiba menghangat. Suhu pada pagi hari yang mencapai minus 3 derajat Celcius, di saat ibadah dan perayaan sore hari menghangat jadi 5 derajat Celcius. Meski tidak ada salju, hal itu tetap dianggap berkah karena mempermudah perjalanan umat menuju tempat ibadah.

Wakil Dubes RI di Korea Selatan, Cecep Herawan dalam sambutannya menekankan bahwa Natal adalah momentum untuk melahirkan semangat baru dan pengharapan baru demi masa depan yang lebih cerah. "Natal berarti sukacita dan pengharapan," ujarnya.

Diingatkan juga bahwa di tengah masyarakat Indonesia yang bergerak dinamis, harus terus disemai benih-benih kerukunan antarumat beragama. Selain itu, WNI di luar negeri diminta senantiasa aktif dalam kegiatan promosi Indonesia.

Selain di Seoul, perayaan Natal WNI di Korsel dilaksanakan di Kota Daegu. Sejauh ini terdapat 14 gereja yang melayani WNI di sana di bawah naungan Persatuan Gereja Indonesia di Korea Selatan (PGIK) pimpinan Pendeta Rendy Padang.

PEMBERITAHUAN TUTUP ANGGARAN 2016

office closed

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

 

PEMBERITAHUAN/공지 사항/NOTIFICATION

 

SEHUBUNGAN DENGAN TUTUP ANGGARAN

AKHIR TAHUN 2016

PELAYANAN KONSULER KBRI SEOUL AKAN TUTUP PADA TANGGAL 23 DESEMBER 2016 SAMPAI DENGAN 02 JANUARI 2017 PELAYANAN KONSULER AKAN DIBUKA KEMBALI PADA TANGGAL 03 JANUARI 2017.

PEMBAYARAN BIAYA PELAYANAN KEKONSULERAN HARUS DILAKUKAN PALING LAMBAT PADA TANGGAL 22 DESEMBER 2016

 


주한 인도네시아 대사관 연말접수 입금마감일은2016 12 22일까지입니다. 20161223부터 0102일까지는 비자수수료 입금 모든 영사업무 접수 불가합니다

20170103부터 정상 근무합니다

 

*2016 12 30일까지 비자 공증서류 수령은 가능합니다. (9:00~12:30)

 


THE INDONESIAN EMBASSY SEOUL

WILL BE CLOSED FROM DECEMBER 23, 2016 UNTIL JANUARY 02, 2017 . WE WILL REOPEN ON JANUARY 03, 2017. PAYMENT FOR ALL CONSULAR SERVICE FEE MUST BE PAID THE LATEST ON DECEMBER 22, 2016.

 

*For visa pickup only and pickup another consular service that has been submitted before, Indonesian Embassy remain open until December 30, 2016 from 9 am to 12.30 pm.

 

MoU Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi di TPA Bantar Gebang Bekasi Ditandatangani di Seoul

WhatsApp Image 2016-12-15 at 11.52.20

Pihak Korsel dan Indonesia telah menyepakati untuk pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi di TPA Bantar Gebang Bekasi. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam MoU on Waste to Energy Project yang penandatangannya dilakukan di KBRI Seoul pada Jumat (9/12).

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh konsorsium Korea Selatan dengan PT NW Abadi yang merupakan perusahaan PMDN pemegang konsesi pengolahan limbah menjadi energi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Keempat pihak yang menandatangani MoU diwakili masing-masing oleh Jun Young Sam (Executive Director of Capital Market Division KDB), Hyun Moon Sik (Chairman KORBI), Jun Young Doo (Vice President of Environment Division GS E&C), dan Teddy Sujarwanto (Dirut PT NW Abadi) dengan disaksikan oleh Wakil Dubes RI untuk Republik Korea Cecep Herawan.

MoU antara lain menyepakati bahwa pihak konsorsium Korsel akan bertanggung jawab dalam hal penyediaan fasilitas pembiayaan, manajemen proyek dan konstruksi. Sementara dari pihak Indonesia PT NW Abadi yang akan bertanggung jawab dalam hal integrasi sistem dan teknologi waste-to-energy (WTE).

Fasilitas WTE yang akan mulai dibangun di Bekasi, Jawa Barat pada bulan Februari 2017 merupakan fasilitas pengolahan limbah menjadi energi yang pertama di Indonesia dengan kapasitas energi yang akan dihasilkan sebesar 34.6 MW dengan total rencana investasi senilai US$ 120 juta.

Potensi jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 184,000 ton per hari (2015). Sampah yang berasal dari Bekasi sendiri potensinya 1,500 ton per hari, belum termasuk sampah dari Jakarta yang dibuang ke Bekasi (TPA Bantar Gebang) sebanyak 7,000 ton per hari. Jadi kalau ditotal sekitar 8,500 ton per hari sampah yang menumpuk di Bekasi.

Kunjungi Korban, Presiden Jokowi Sebut Penanganan Korban Gempa di Pidie Jaya, Aceh, Sudah Sangat Baik

WhatsApp Image 2016-12-09 at 10.50.30

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, penanganan terhadap korban bencana gempa Pidie Jaya, Aceh, sudah sangat baik, dan evakuasi korban sudah mencapai 99 persen. Penilaian ini disampaikan Presiden setelah menjenguk korban bencana gempa Pidie Jaya di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh, Kamis (8/12) malam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu (7/12) pukul 05.36 WIB dengan kekuatan Magnitude 6,5 Skala Richter (SR). Pusat gempa bumi terletak pada 5,19 LU dan 96,36 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh, pada kedalaman 15 km. Gempa bumi ini mengakibatkan sejumlah bangunan roboh dan rusak berat, dan puluhan orang dinyatakan meninggal.

Adapun korban bencana yang mendapatkan perawatan di RS dr. Zainoel Abidin berjumlah 23 orang yang sebagian besar mengalami patah tulang. “Ada 19 tapi tadi masuk lagi 4 orang, yang sudah ditangani operasi ada 8 orang,” kata Presiden.

Jumat pagi ini (9/12), Presiden direncanakan akan berkunjung ke Pidie Jaya, daerah yang paling parah terkena gampa bumi tektonik, untuk melihat penanganan di lapangan termasuk bantuan-bantuan yang akan diberikan.

“Terutama untuk merekonstruksi kembali setelah nanti kita lihat lapangan seperti apa. Yang penting evakuasi penanganan korban di RS sudah ditangani dengan baik,” ucap Presiden.

Sebelumnya dalam rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melaporkan tentang dampak gempa di Pidie Jaya dan sekitarnya. “Korban meninggal 102 tewas dan 1 hilang, 136 luka berat, 616 luka ringan, dan 10.029 mengungsi tersebar di 28 penampungan di tiga kabupaten,” ucap Presiden.

Bencana yang terjadi, lanjut Teten, memberikan dampak di tiga kabupaten yakni Pidie Jaya, Bireuen, dan Pidie. Di Pidie Jaya kerugian material sebanyak 105 unit ruko roboh, 12.560 unit rumah rusak ringan hingga berat, 49 unit masjid roboh, 1 RSUD Pidie rusak berat, beberapa ruas jalan rusak, dan tiang listrik roboh. Sementara di Kabupaten Bireuen sebanyak 41 rumah rusak ringan hingga berat, satu masjid rusak berat, satu bangunan sekolah rusak, dan satu kilang padi rusak berat.

“Di Kabupaten Pidie sebanyak 40 rumah juga rusak berat,” kata Teten.

Gubernur Aceh sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari (7-20 Desember 2016) melalui surat Nomor 39/PER/2016. Masa tanggap darurat ini berlaku untuk tiga kabupaten yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. Penetapan tanggap darurat diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses.

Turut menyertai Presiden saat menjenguk korban di RS dr. Zainoel Abidin, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo. (sumber: setkab.go.id)

Dubes John A. Prasetio berikan kuliah umum kepada Mahasiswa Sungkyul University

WhatsApp Image 2016-12-05 at 17.00.49

Dubes RI di Seoul John A. Prasetio menyatakan Indonesia adalah negara yang sangat potensial untuk menjadi negara yang sukses di Asia. Namun kesuksesan tersebut akan sangat tergantung pada apakah Presiden Jokowi berhasil untuk terus mengkonsolidasikan berbagai komponen di Indonesia agat memiliki kemauan politik untuk bersama-sama mentransformasi dan membangun Indonesia.  Dan hingga saat ini tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintahan Presiden Jokowi cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikan Dubes RI dalam kuliah umum di depan lebih dari 1000 mahasiswa Sungkyul University, Anyang, pada tanggal 28 November 2016.  Kuliah umum tersebut dibuka oleh President Sungkyul University Profesor Dong Cheol Yoon. 

Dalam pembukaannya, Profesor Yoon menyatakan bahwa Dubes RI sudah melakukan banyak hal untuk memajukan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Korea, khususnya telah membantu Sungkyul University untuk menjalin kerjasama dengan Pemkot Bandung dan beberapa universitas di Bandung.

Selain Dubes John Prasetio, turut memberikan presentasi seorang Indonesianis Ms. Daisy Park, yang membawakan paparan berjudul “Why I love Indonesia”.

Melalui kuliah umum tersebut diharapkan pemahaman publik Korea terhadap Indonesia khususnya di kalangan mahasiswa dapat meningkat.  Dalam kesempatan tersebut juga dibuka stand “Wonderful Indonesia” yang menampilkan brosur-brosur dan DVD guna mempromosikan pariwisata Indonesi

Dubes RI Berikan Sambutan pada “SNU GSIS-KOICA DCPP Evaluation Conference”

WhatsApp Image 2016-12-03 at 10.37.49

Dubes RI di Seoul John A. Prasetio menggarisbawahi prinsip Pemerintahan Presiden Jokowi yaitu “kerja, kerja dan kerja” sejalan dengan etos kerja Korea “pali pali” yang berarti “lakukan dengan sigap dan cepat” (2/12). Melalui prinsip tersebut para pegawai pemerintah diharapkan tidak lagi tinggal dalam zona nyaman, bersikap proaktif dan bekerja lebih sigap dan cepat untuk pembangunan negaranya.

Sambutan tersebut disampaikan kepada para mahasiswa dan alumni Development Cooperation Policy Program (DCPP), Graduate School of International Studies, Seoul National University (GSIS SNU) yang hadir pada “SNU GSIS-KOICA DCPP Evaluation Conference: Effective Development Cooperation on Higher Education” pada tanggal 2 Desember 2016 di Seoul.

Konferensi tersebut juga dihadiri oleh Dubes Vietnam di Seoul, Vice President Hyundai Engineering dan Vice President of Global Volunteers and Fellowship Program KOICA.

Dalam sambutannya, Dubes RI juga mengapresiasi Republik Korea dalam membagikan best practices dan pengalaman mereka dalam membangun negaranya menjadi maju seperti sekarang ini kepada negara-negara berkembang. Dikenal sebagai salah satu negara termiskin pada tahun 60-an, Korea Selatan kini masuk dalam 10 besar negara industri, merupakan middle income countries dan merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-12 di dunia. Tentunya pengetahuan dan pengalaman yang didapat para mahasiswa dapat diterapkan di institusi dan negara masing-masing.

Republik Korea telah menjadi negara donor sejak pendirian Korea International Cooperation Agency (KOICA) pada tanggal 1 April 1991 sebagai badan pemerintah yang berfungsi sebagai pelaksana bantuan hibah pemerintah Korea kepada negara berkembang dan program kerjasama teknis.

Pertemuan dihadiri oleh 60 orang para mahasiswa dan alumni Development Cooperation Policy Program (DCPP), GSIS SNU yang merupakan para pengawai pemerintah negara berkembang termasuk Indonesia yang mendapatkan beasiswa Pemerintah Korea untuk melanjutkan studinya di Seoul National University dibawah program DCPP SNU-KOICA.

Selain Dubes John Prasetio, pada awal konferensi, Dubes Vietnam di Seoul dan Dekan International Affairs Professor Geun Lee memberikan sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi dan harapan bahwa melalui konferensi ini para mahasiswa dan alumni DCPP dapat memperkuat persahabatan dengan tujuan membangun dunia yang lebih baik. Sambutan pembukaan tersebut disambut dengan tepuk tangan hangat dari mahasiswa dan alumni DCPP SNU yang hadir. 

Special Lecture Dubes RI pada Korea-Indonesia Global Future Forum

WhatsApp Image 2016-12-01 at 16.47.59

Duta Besar RI Seoul John A. Prasetio memberikan special lecture dalam pertemuan Korea-Indonesia Global Future Forum di Press Room, Gedung Korea Press Center, Seoul, Rabu (9/11). Pertemuan dihadiri sekitar 100 orang warga Korea dari kalangan pebisnis dan akademisi yang memiliki ketertarikan terhadap Indonesia, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Duta Besar John Prasetio menyampaikan paparan mengenai perkembangan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan hubungan bilateral Indonesia – Korea.

Dikatakannya, hubungan bilateral RI-Korea menunjukkan kecenderungan yang terus menguat. Tercermin dari intensitas saling kunjung pejabat dan kepala negara termasuk kunjungan kenegaraan khususnya pada kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Korea bulan Mei 2016.

Terdapat sekitar 70 ribu orang Korea di Indonesia dan 2200 perusahaan Korea di Indonesia dan investasi perusahaan Korea, seperti POSCO, LOTTE, Hankook Tire, LG dan Samsung yang menunjukkan intensnya kerja sama People-to-People Contact dan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Di bidang investasi, Republik Korea menempati urutan ke-4 dari total Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia.

Terdapat banyak success story perusahaan dan pebisnis Korea di Indonesia, namun khusus sektor automobile, produk Korea masih memiliki pangsa pasar yang relatif kecil di Indonesia.

Di bidang pertahanan, Indonesia adalah negara pertama yang membeli kapal selam dan pesawat jet trainer tipe T-50 golden eagle dari Korea dan merupakan satu-satunya negara yang bekerja sama dengan Korea dalam mengembangkan pesawat jet fighter dengan teknologi terbaru tipe KFX.

Sementara itu pihak penyelenggara dalam presentasinya memaparkan bahwa tujuan dari kegiatan adalah untuk membangun exchange network antara Korea dan Indonesia di bidang ekonomi, seni budaya, dan pendidikan, khususnya di 10 bidang yaitu pendidikan, pers, seni dan budaya, kecantikan, jasa, hukum, kesehatan dan kesejahteraan, pariwisata, pemberdayaan perempuan, serta pertanian dan perikanan.

Acara Korea-Indonesia Global Future Forum berjalan lancar dan dihadiri oleh berbagai kalangan di Korea dan menunjukkan minat besar Korea terhadap peningkatan hubungan bilateral Korea-Indonesia serta menunjukkan apresiasi warga Korea terhadap perkembangan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Chairman dari kegiatan Korea – Indonesia Global Future Forum Mr. Kim Young-bae adalah juga Chairman of Board dari Korea Institute of Service Industry. Ybs bersama-sama dengan President Asia Journalist Association (AJA) Mr. Lee Sang-ki pada akhir April lalu telah bertemu Presiden Jokowi di Jakarta.

Presiden Jokowi juga telah dianugerahi AJA Award dalam sebuah forum di Ajou University pada saat kunjungan Presiden ke Republik Korea bulan Mei 2016.

Nonsan Siap Jalin Sister City dengan Malang dan Batu

nonsan

Wali Kota Nonsan, Hwang Myeong Seon, dengan gembira menyatakan siap menjalin sister city dengan Kota Malang dan Kota Batu. Bidang pertanian, pendidikan serta sektor layanan publik siap dikerjasamakan.

Dalam kunjungan delegasi KBRI Seoul yang dipimpin Minister Counsellor, M Aji Surya, Selasa (29/11/2016) ke kota tengah negeri ginseng tersebut, dibicarakan tentang kesediaan kota Malang dan Batu untuk kemungkinan menjalin kerjasama di masa depan. Bahkan, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko telah siap berkunjung ke Monsoon awal tahun depan.

Walikota Hwang Myeong menyatakan siap menerima tamu-tamu dari dua kota tersebut ataupun tidak berkeberatan berkunjung ke sana. Yang jelas, berbagai potensi Nonsan seperti pertanian strawberry serta perusahaan bidang kecantikan serta kerjasama antar-universitas merupakan bidang-bidang yang disiapkan. Bahkan, permintaan kota Malang dan Batu dalam hal pengembangan layanan publik yang lebih baik di kedua kota siap untuk ditindaklanjuti.

"Saya merasa bahwa Wali Kota Nonsan seorang pria muda yang antusias, berpikiran positif dan bersemangat. Hwang langsung menyambut penuh antusias kesediaan Malang dan Batu menjadi sister city Nonsan. Semua potensi kota Nonsan dikemukakan kepada saya untuk dikerjasamakan," ujar Aji Surya yang bulan lalu bertandang ke Malang dan Batu.

Tidak hanya itu, Hwang meminta stafnya untuk langsung mengantarkan rombongan KBRI Seoul untuk segera menengok lahan pertanian strawberry, tomat, pabrik kosmetika penghalus dan pemutih kulit muka serta beberapa obyek wisata disana.

Semua dimaksudkan agar informasi tersebut dapat dijadikan tambahan keyakinan bahwa kerjasama kedua pihak saling menguntungkan.

Kota Nonsan juga berharap kalau nanti MOU akhirnya ditandatangi, akan menjadi jembatan bagi perusahaan di dua belah pihak saling mendekat dan berkolaborasi.

Partisipasi Menteri PAN RB sebagai pembicara dalam Government 3.0 Global Forum 2016 di Busan

image1 1

Government 3.0 Global Forum 2016 diselenggarakan di Busan tanggal 9 -10 November 2016. Acara ini terdiri dari konferensi dan pameran yang bertujuan untuk mempelajari perkembangan dan tren dalam inovasi penyelenggaraan pemerintahan.

Pada forum ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur sebagai Ketua Delegasi RI dan pembicara di sesi Global Trends and Challenges in Government Innovation menyampaikan inovasi layanan publik dengan mengambil contoh kasus Program Pembasmian Malaria di Teluk Bintuni (Papua Barat) melalui Sistem Diagnosa dan Perawatan Dini.

Selain itu, Indonesia juga menampilkan display sistem proses Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang penyelesaiannya hanya memerlukan satu hari kerja. Selain itu ditampilkan juga aplikasi di smartphone Panic Button yang memudahkan masyarakat untuk melaporkan hal-hal darurat kepada polisi. Respon petugas akan didapatkan dalam waktu kurang dari 5 menit. Display ini diwakili oleh kepolisian Banyuwangi, Jawa Timur.

Kesempatan forum ini juga dimanfaatkan untuk pertemuan 3rd Joint Commission Meeting bersama Ministry of Interior Korea Selatan dengan Kemnpan RB. Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk pertemuan bilateral dengan beberapa pihak antara lain pihak Azerbaijan (ASAN Service), pejabat OECD dan NIA (Korea) untuk pengembangan kerja sama e-government. Keseluruhan pertemuan ini mencatat kerja sama baru yang akan direalisasikan dengan target pelaksanaan tahun 2017. 

Government 3.0 Global Forum 2016 diselenggarakan di Busan tanggal 9 -10 November 2016. Acara ini terdiri dari konferensi dan pameran yang bertujuan untuk mempelajari perkembangan dan tren dalam inovasi penyelenggaraan pemerintahan.

 

Pada forum ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur sebagai Ketua Delegasi RI dan pembicara di sesi Global Trends and Challenges in Government Innovation menyampaikan inovasi layanan publik dengan mengambil contoh kasus Program Pembasmian Malaria di Teluk Bintuni (Papua Barat) melalui Sistem Diagnosa dan Perawatan Dini.

 

Selain itu, Indonesia juga menampilkan display sistem proses Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang penyelesaiannya hanya memerlukan satu hari kerja. Selain itu ditampilkan juga aplikasi di smartphone Panic Button yang memudahkan masyarakat untuk melaporkan hal-hal darurat kepada polisi. Respon petugas akan didapatkan dalam waktu kurang dari 5 menit. Display ini diwakili oleh kepolisian Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Kesempatan forum ini juga dimanfaatkan untuk pertemuan 3rd Joint Commission Meeting bersama Ministry of Interior Korea Selatan dengan Kemnpan RB. Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk pertemuan bilateral dengan beberapa pihak antara lain pihak Azerbaijan (ASAN Service), pejabat OECD dan NIA (Korea) untuk pengembangan kerja sama e-government. Keseluruhan pertemuan ini mencatat kerja sama baru yang akan direalisasikan dengan target pelaksanaan tahun 2017. 

Partisipasi Indonesia pada 2016 MIKTA Young Leaders Camp

MIKTA3

Dua mahasiswa Indonesia terpilih untuk mewakili Indonesia dalam forum MIKTA Young Leaders Camp 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Forum ini berlangsung dari tanggal, 3 – 4 November 2016 di Gangwon-do, Korea Selatan. Sebanyak 30 mahasiswa terpilih untuk mewakili negara - negara MIKTA yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia.

Di MIKTA Young Leaders Camp 2016 sendiri, Indonesia diwakili oleh Hutomo Danu Saputro dan Kok Alvin Kristanto. Hutomo Danu Saputro merupakan mahasiswa tahun akhir di jurusan International and Strategic Studies, University of Malaya, Malaysia. Sedangkan Kok Alvin Kristanto merupakan mahasiswa jurusan International Business Management di Universitas Kristen Petra, Surabaya, yang sedang menjalankan program pertukaran pelajar di Sogang University, Korea Selatan. Mereka terpilih untuk menjadi delegasi Indonesia setelah melalui beberapa tahap seleksi (essay dan wawancara) dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Pada kesempatan tersebut KBRI Seoul bersama Perwakilan dari Kedutaaan Besar negara MIKTA juga berkesempatan untuk menyampaikan komentar terhadap presentasi rekomendasi peserta Young Leaders Camp dan pandangan mengenai MIKTA bagi Indonesia. Secara umum Perwakilan anggota MIKTA menganggap perlu public awareness mengenai MIKTA itu sendiri kepada publik di negara masing-masing. Presentasi rekomendasi yang disampaikan peserta cukup memadai untuk diwujudkan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa implementasi prioritas kebijakan yang dibahas antara lain public awareness, cyber security, education, dan climate change.

Secara khusus KBRI Seoul menyampaikan pesan-pesan utama dari penyelenggaraan MIKTA Interfaith and Intercultural Dialogue di Yogyakarta 18-19 Oktober 2016. Peserta juga diundang untuk berpartisipasi pada Beasiswa Seni Budaya Indonesia pada tahun 2017 dan diharapkan sekurangnya satu peserta dari negara MIKTA akan menerima beasiswa tersebut.

Pembentukan kelompok ‘middle powers’ MIKTA mulai digagas pada pertemuan informal Menteri Luar Negeri G20 pada bulan Februari 2012 di Los Cabos, Meksiko. Pertemuan pertama “MIKTA Ministerial Meeting” dilakukan di sela-sela Sesi ke-68 SMU PBB pada tahun 2013. MIKTA disepakati sebagai gerakan yang informal untuk mengambil peran sebagai ‘bridge builder’ antara negara-negara berkembang dan maju. Common interest kelima negara diantaranya: demokrasi, situasi ekonomi, serta peran serta aktif dalam berbagai isu global.

 

Aneka Soto Menggoyang Lidah Publik Korea

WhatsApp Image 2016-11-02 at 11.16.20

Sebuah festival makanan yang menyajikan berbagai cita rasa dari 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) berakhir pada Sabtu sore waktu setempat di COEX Convention and Exhibition Center, Seoul, Korea Selatan. Pada acara ini, booth Indonesia yang digawangi Chef Budi Lee menyajikan aneka soto, gado-gado, dan rendang, makan terenak di dunia berdasarkan hasil voting CNN.

ASEAN Culinary Festival 2016 ini dilaksanakan dalam kaitannya dengan pameran industri makanan ASEAN Fair 2016 yang dihelat selama 4 hari penyelenggaraan dan dilaksanakan bersama-sama pameran produk makanan Korea Food Week. Festival kuliner yang diselenggarakan oleh ASEAN-Korea Centre (AKC) dan Kedubes Negara-negara Asean di Korea ini masing-masing menawarkan 3 macam ikon kuliner yang disiapkan oleh chef dari 10 negara ASEAN.

Setelah rendang cukup sukses dikenal publik dunia, Indonesia kini mencoba memperkenalkan soto sebagai ikon kuliner baru Indonesia. “Kami memilih soto sebagai ikon kuliner baru karena makanan ini ada di seluruh Indonesia dengan beragam jenisnya. Makan ini juga mewakili keragaman budaya Indonesia,” kata Deputi Pemasaran Luar Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Joshua Simandjuntak yang datang ke Seoul turut mendukung kegiatan promosi kuliner ini. Tiga jenis soto yang ditampilkan soto ayam, soto betawi, dan soto tauto Pekalongan.

Duta Besar RI untuk Republik Korea, John A. Prasetio menyatakan bahwa dirinya senang melihat kerumunan orang Korea yang menikmati makanan yang disajikan di booth Indonesia. Selama 4 hari penyelenggaraan festival kuliner, booth Indonesia yang menyajikan rendang, gado-gado, dan aneka soto, selalu mencatat jumlah terbanyak menggoyang lidah pengunjung dengan rata-rata 550 porsi makanan ludes setiap harinya.

Kim Young-sun, Sekjen AKC pada saat upacara pembukaan ASEAN Culinary Festival menyatakan bahwa dirinya berharap ASEAN Fair dapat menjadi jembatan bagi ASEAN dan Korea untuk meningkatkan jaringan bisnis dan kerjasama ekonomi. Kim juga menyatakan bahwa pameran ini akan menyajikan produk makanan yang kompetitif dan budaya makanan ASEAN yang beragam. (*)

Kapal Selam Pesanan Kedua TNI AL Diluncurkan dari Galangan Kapal DSME, Korsel

20161024110120375785

Kapal selam kedua dari tiga kapal selam yang dipesan Indonesia untuk menambah kekuatan armada TNI Angkatan Laut resmi diluncurkan, Senin (24/10) di di Galangan DSME, Okpo, Pulau Geoje, Korea Selatan.

Peluncuran secara simbolis ditandai dengan pemotongan tali oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Laksamana Madya TNI Widodo, M.Sc yang didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Arie H. Sembiring.

Sebelumnya Kapal Selam Diesel Elektrik (KSDE) DSME-209 (H.7712) yang pertama telah diluncurkan pada tanggal 24 Maret 2016 lalu di tempat yang sama dan dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P.

Pada peluncuran kapal selam kedua tersebut, usai acara simbolis pemotongan tali oleh Sekjen Kemhan, dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara oleh Dansatgas Yekda Kapal Selam Laksamana Pertama TNI Iwan Isnurwanto, M.A.P., M.Tr (Han) dan Project Manager Indonesian Submarine.

"Indonesia memesan tiga kapal selam baru Diesel Elektrik (KSDE) kelas Changbogo dari Pemerintah Korea Selatan dengan proses alih teknologi yaitu dari Galangan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME)," demikian rilis dari TNI AL.

Dua kapal pertama dibangun keseluruhan di DSME, sedangkan kapal selam ketiga akan diselesaikan di PT PAL, setelah sebelumnya pada bulan Mei lalu telah dilaksanakan keel laying atau pembangunan awal dari konstruksi kapal dan selanjutnya akan dikirim ke Indonesia pada Desember mendatang untuk dikerjakan oleh tenaga ahli Indonesia di galangan PT PAL, Surabaya dengan cara joint section.

Pengadaan kapal perang menjadi prioritas dalam revisi Minimum Essential Force (MEF) 2015-2019 TNI AL, langkah tersebut diambil untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna mendukung visi World Class Navy. Indonesia mempunyai visi menjadi Poros Maritim Dunia, maka kehadiran TNI AL itu penting, bukan hanya hadir di pangkalan, tapi hadir di laut, baik di permukaan maupun di bawah permukaan.

Turut hadir pada acara peluncuran Kapal Selam kedua tersebut, Senior Executive Vice President of DSME, Mr. Sung Geun Lee, Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) dan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal).

 

Foto diambil dari: www.ajunews.com

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014