Kerjasama Sosbud

Di sektor sosial budaya terdapat sejumlah program saling kunjung antara kelompok seni budaya kedua negara. Korsel sangat aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan promosi budaya internasional di berbagai kota di Korea dan kesempatan ini telah dimanfaatkan oleh sejumlah kelompok seni tari dan budayawan Indonesia untuk berpromosi di negeri ginseng ini. Beberapa ajang promosi budaya yang cukup besar di Korsel adalah Korea Travel Fair, Hi Seoul, Busan Travel Fair, Busan Film Festival dan lainnya.

Indonesia telah meratifikasi perjanjian kerjasama kedua negara di bidang budaya yang ditandatangani tahun 2000. MOU di bidang pariwisata juga telah disepakati oleh kedua negara tahun 2006. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, bulan Mei 2008 telah diadakan Pertemuan Komite Budaya Indonesia Korsel di Yogyakarta.

Di bidang pendidikan, Indonesia dan Korsel telah menandatangani MOU di bidang pendidikan dalam kunjungan Presiden Lee Myung Bak ke Jakarta tahun 2009. Bentuk kerjasama dalam MOU tersebut adalah proyek penelitian bersama, pertukaran pengajar, pelajar, peneliti dan ahli lainnya, pertukaran informasi, pertemuan berkala, konperensi, seminar, pameran, pertukaran bahan-bahan yang diperlukan, pendirian pusat riset bersama, pendidikan, pelatihan dan bentuk kerjasama pendidikan lainnya.

Terakhir Indonesia dan Korsel juga telah menandatangani MOU kerjasama di bidang industri kreatif pada kunjungan presiden Park Geun Hye ke Jakarta tahun 2013. MOU tersebut adalah untuk meningkatkan kerjasama di bidang industri kreatif. Setelah MOU tersebut di tandatangani diharapkan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan dapat lebih meningkat lagi terutama di bidang seni, kerajinan, musik, film, dan video games.

Jumlah mahasiswa dan pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Korsel terus meningkat setiap tahun. Tahun 2004 jumlah mahasiswa Indonesia di Korsel hanya sekitar 70 orang meningkat menjadi sekitar 1200 siswa sampai bulan Januari 2015.

Jumlah mahasiswa Korsel yang belajar di Indonesia juga terus bertambah setiap tahun, tersebar di berbagai perguruan tinggi diseluruh Indonesia. Mahasiswa Korsel yang belajar di Indonesia melalui program Darmasiswa yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga terus meningkat. Selain itu terdapat program pendidikan singkat dari Kementeri Luar Negeri yaitu Beasiswa Budaya Indonesia yang bertujuan lebih mengenalkan seni budaya Indonesia kepada generasi muda Korsel. Minat mahasiswa Korsel untuk mempelajari bahasa Indonesia juga meningkat terlihat dari banyaknya pendaftar untuk mengikuti program pendidikan bahasa Indonesia di BIPA Universitas Indonesia.

Potensi pariwisata Korsel sangat tinggi. Menurut data Korea Tourism Organization jumlah orang Korsel yang berwisata ke luar negeri setiap tahunnya lebih dari 14,5 juta orang (tahun 2014). Tingginya tingkat kemakmuran dengan pendapatan percapita lebih dari US$ 33.100 berdasarkan purchasing power parity yang di keluarkan oleh IMF, menyebabkan kebutuhan untuk berwisata ke luar negeri tidak lagi kebutuhan sekunder tapi merupakan kegiatan yang dipersiapkan setiap tahun. Jumlah wisatawan Korsel ke Indonesia terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir, walaupun sedikit berfluktuasi akibat sejumlah peristiwa di dalam negeri Indonesia antara isu terorisme, bencana alam dan wabah penyakit flu burung. Data terakhir tahun 2014 jumlah wisatawan Korsel yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 328.122 orang, keenam terbesar setelah wisatawan Singapura, Malaysia, Australia, Tiongkok dan Jepang.

Pada tahun 2013 lalu Indonesia dan Korsel merayakan 40 tahun hubungan diplomatik. Acara puncak dari perayaan itu adalah Gala Dinner yang diadakan di hotel Lotte Seoul pada tanggal 25 September 2013. Gala Dinner ini dihadiri oleh lebih dari 400 undangan dari berbagai kalangan setempat termasuk Menteri Perdagangan dan Industri Korsel. Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa hadir dalam Gala Dinner usai mengikuti pertemuan CEPA hari sebelumnya. Menko didampingi oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan serta Agus Yudhoyono menjadi tamu kehormatan dalam Gala Dinner tersebut. Batik fashion show oleh Alleira dengan menampilkan Anissa Pohan sebagai model utama merupakan salah satu acara gala dinner. Artis Indonesia lainnya yang tampil malam itu adalah Angels Percussion dan kelompok angklung Daeng Udjo. Selain itu ada artis Korsel yaitu Eru yang tampil bersama Atiqah Hasiholan dan Taejina yang menyanyikan sejumlah lagu. Acara ini merupakan salah satu bentuk soft power diplomacy yang di selenggarakan KBRI Seoul dalam rangka mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan.

Masih dalam rangkaian peringatan 40 tahun hubungan diplomatik RI-Korea, pada tanggal 26 September 2013, Menko Perekonomian meresmikan pembukaan Festival Film Indonesia di bioskop CGV Seoul. Dalam festival film yang pertama kali diadakan di Korsel, sebanyak 9 film Indonesia diputar selama 10 hari di bioskop CGV di kota Seoul dan Ansan. Ini adalah terobosan baru dalam mempromosikan film Indonesia di negerinya K-Pop.

Pada tahun 2013 untuk melakukan branding, positioning dan memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan, Duta Besar RI Seoul menyadari bahwa melalui celebriti-celebriti Korea Selatan merupakan media yang paling baik dan efektif karena otomatis akan di siarkan oleh banyak media masa bahkan oleh televisi Korea Selatan. Olah karenanya pada bulan Juni 2013, KBRI Seoul mengangkat seorang artis terkenal Korsel, Lee Beum Soo dan istrinya Lee Yoon Jin menjadi Ambassador of Goodwill Indonesia yang tugasnya antara lain membantu memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Korsel. Pada saat acara pengangkatan Lee Beum Soo tersebut diberitakan oleh berbagai media cetak dan televisi Korea Selatan. Peristiwa ini juga dilakukan karena KBRI melihat bahwa Negara ini mempunyai potensi bagus untuk menjadi lahan promosi budaya Indonesia. Pendapatan perkapita yang cukup tinggi dengan predikat sebagai Negara maju membuat masyarakat Korsel mempunyai keingintahuan yang besar terhadap budaya asing.

Selanjutnya pada bulan Januari 2014, untuk lebih mempromosikan dan memperkenalkan Indonesia dikalangan masyarakat Korsel, KBRI Seoul mengangkat Tae Jin A seorang artis terkenal sebagai Spesial Friend of Indonesia. Pada acara pemberian plakat penghargaan tersebut juga ditayangkan lebih dari 20 media cetak dan televisi di Korsel. Sebagai Spesial Friend of Indonesia, Tae Jin A berkenan menjadi media promosi bersama anaknya Eru yang juga merupakan penyanyi muda cukup terkenal di Korsel dan Indonesia. Salah satunya ialah memasang photo keduanya di depan Kantor KBRI Seoul dengan tanpa biaya.

Lalu pada bulan Agustus 2014, KBRI Seoul juga memberikan penghargaan Special Friend of Indonesia kepada putra Tae Jin A yang merupakan penyanyi Korea Selatan terkenal Eru karena telah banyak berperan dalam mempromosikan dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea melalui pertukaran kebudayaan.

Selama tahun 2014 dalam rangka mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan, selain kegiatan-kegiatan promosi rutin ada beberapa kegiatan besar yang dilakukan KBRI Seoul antara lain Open House Seoul yang bekerjasama dengan pemda kota Seoul pada bulan Agustus 2014 dan Indonesia Food Festival yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif pada bulan Oktober 2014.

Selain acara diatas, KBRI Seoul juga mengadakan beberapa acara promosi budaya dengan bekerjasama dengan masyarakat Indonesia antara lain seperti acara One Indonesia Day bulan Agustus 2014 yang dihadiri oleh 5000 masyarakat Indonesia di Korea Selatan dan diperkirakan ada sekitar 1000 pengunjung warga Korea datang pada kegiatan tersebut, Indonesian Week di Kyunghee University bulan Juni 2014 yang diperkirakan dikunjungi oleh sekitar 500 pengunjung dan Indonesian Week pada bulan November 2014 di Seoul National University yang dikunjungi oleh lebih dari 1000 pengunjung.

Selain pertunjukan seni budaya dalam rangka mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan, pada tahun 2014, Duta Besar RI juga memberikan kuliah umum mengenai Indonesia dibeberapa universitas terkemuka di Korea Selatan, yaitu antara lain di Kyung Hee University, Sookmyung Woman's University, Kyungsung University, Seoul National University (SNU) dan Korea Institute of Science and Technology (KIST). Pada setiap kuliah umum yang dilakukan selalu dipadati oleh dosen dan mahasiswa Korea yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang Indonesia.

Selama tahun 2015, KBRI terus melakukan kegiatan untuk branding Indonesia di mata masyarakat Korea Selatan. Pada bulan Maret 2015, Duta Besar RI mempresentasikan tentang Indonesia dihadapan CEO dan para senior eksekutif perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang mengikuti kelas eksekutif dari Universitas Yonsei. Pada bulan yang sama KBRI Seoul juga mempresentasikan mengenai kekayaan kuliner Indonesia di Soul National University. Selanjutnya pada Juni 2015. Duta Besar RI menjadi pembicara utama pada diskusi ilmiah dengan dosen dan mahasiswa di Universitas Yonsei, salah satu universitas terbaik di Korea Selatan.

KBRI juga mengikuti berbagai kegiatan kebudayaan dan pameran untuk memperkenalkan Indonesia dan mempromosikan Indonesia, pada bulan April 2015, KBRI mendatangkan salah satu pelukis terkenal Asia Tenggara asal Indonesia Christine Ay Tjoe untuk melaksanakan pameran lukisan terbesar dan terlengkap pertama di Korea Selatan dimana selama pameran dikunjungi oleh para pengusaha dan tokoh terkenal Korea Selatan dan Indonesia. Pada Bulan Mei 2015 KBRI  berpartisipasi pada kegiatan promosi kebudayaan Bazaar Hi Seoul dan Khamsahamnida Korea 2015.  Pada Juni 2015, KBRI berpartisipasi pada kegiatan  pameran promosi pariwisata dan kebudayaan yang diselenggarakan oleh World Master Committee di Gwanghwamun Square, Seoul dan Pentas kebersamaan Satu Negeri yang dihadiri oleh Ka MPR RI pada bulan Oktober 2015.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014