Ketenagakerjaan

KETENAGA-KERJAAN

Korea Selatan sebagai negara industri memerlukan berbagai sumber daya, tidak hanya sumber daya alam yang sebagian diimpor karena sangat sedikitnya sumber daya alam Korsel, negara ini juga mendatangkan tenaga kerja asing untuk menjalankan mesin-mesin industrinya. Disamping kurangnya angkatan kerja yang tersedia, masyarakat Korsel yang sudah mempunyai tingkat kemakmuran yang tinggi umumnya kurang berminat untuk bekerja di sektor industri terutama bagian pekerjaan yang berkategori dangerous, dirty dan difficult (3D). Untuk memenuhi kebutuhan sektor industri yang sebagian besar adalah usaha kecil dan menengah maka dibukalah pintu masuk bagi tenaga kerja asing. Sampai saat ini terdapat 15 negara termasuk Indonesia yang mengirimkan tenaga kerjanya ke negeri ginseng ini.

Indonesia mulai mengirim TKI ke Korsel sejak tahun 1994 melalui mekanisme yang disebut Industrial Trainee Program. Disebut sebagai trainee karena waktu itu undang-undang ketenagakerjaan Korsel belum membolehkan tenaga kerja asing bekerja di Korsel. Baru tahun 2004 Korsel menerima secara resmi kehadiran tenaga kerja asing melalui skema EPS = Employment Permit System. Indonesia menandatangani MOU EPS dengan pihak Korsel 13 Juli 2004 untuk pengiriman TKI dengan format G to G. MOU ini sudah diperpanjang dua kali yaitu tahun 2008 dan 2012. Dibawah MOU ini, pengiriman dan penerimaanTKI dilakukan pemerintah Indonesia (BNP2 TKI) dan pemerintah Korsel (HRDK) sehingga tidak ada keterlibatan Pengerah Jasa TKI dalam pengiriman TKI ke Korsel sejak skema EPS yang G to G dijalankan.

Sampai akhir  2015 terdapat sekitar 40 ribu tenaga kerja Indonesia di Korsel. Kurangnya ketersediaan tenaga kerja lokal untuk jenis pekerjaan industri kecil menjadi peluang yang potensial bagi tenaga kerja asing. Korsel sedikitnya membutuhkan 100 ribu tenaga kerja asing setiap tahun. Setiap negara tidak dapat menyuplai tenaga kerja sebanyak-banyaknya ke Korsel karena adanya kuota bagi setiap negara yang ditetapkan oleh pemerintah Korsel. Indonesia mempunyai kuota sebesar 9000 orang setiap tahun.

Sebaliknya, Sampai akhir 2015 terdapat sekitar 50 ribu warga negara Korsel di Indonesia dengan sekitar 2.200 perusahaan untuk segala ukuran. Saat ini warga Korea Selatan merupakan warga asing terbanyak di Indonesia.

 

Indonesian Embassy Seoul © 2014